Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 23- Modus


__ADS_3

Seorang lelaki mulai bangun dari tidur nyenyaknya,ia kemudian pergi ke kamar mandi untuk mengumpulkan nyawanya kembali dengan membasuh wajahnya dengan air.


Setelah merasa segar kembali lelaki itu berjalan menuju dapur yang berada tak jauh dari kamar mandinya.


Dengan cekatan ia meracik bumbu dan menumisnya dengan telur ditambah nasi yang masih mengepul.


"Roman-romannya ada yang masak nasi goreng nih!!" Seru pemuda bertubuh ramping yang baru saja dari kamar mandi.


"Kalo makan aja bangun lu cung!" Sindir Tian seraya melirik Angga sinis yang ditanggapi cengiran oleh Angga.


Jam dinding berwarna hitam itu menunjukkan pukul tujuh lebih empat puluh lima menit. Membuat Tian menyudahi sarapannya dan bergegas mandi.


Dengan kemeja flanel hijau hitam,celana jins dan sepatu Vans Tian segera menuju motor ninja kesayangannya.


"Hari ini gue pake elu,kalo lo ngadat gue jual lu!!" Bisik Tian seraya melototi motor ninja merahnya.


Tian mengalihkan pandangannya dari motor ke arah pintu berwarna cokelat dihadapannya.


"Asekk ada yang mau apel nih!,kerumah Imas??" Kata Angga seraya bersender pada pintu kosan.


"Kerumah nenek elu!" Sahut Tian kesal.


"Galak amat bang,belum dapet jatah?!,"


Tian semakin kesal melihat Angga yang tertawa terbahak.


"Gue headshot nih pala lo!!" seru Tian seraya mengangkat sepatunya.

__ADS_1


* * * *


Sedangkan pagi ini Imas sedang berhadapan dengan gadgetnya dan beberapa baju berserakan di lantai,ranjang,dan meja di kamarnya.


Mata Imas masih terfokus pada benda pipih ditangannya yang menampilkan beberapa style baju dan sedikit ulasan di setiap bawah foto.


Imas mendesis pelan seraya kembali mengigit cookies cokelatnya dan menscroll


layar ponsel untuk mencari style yang sesuai dengan yang diinginkannya.


"Baju putih sih gue punya banyak,tapi kalo roknya... ah nggak deh gue nggak bisa pake rok!!"


Hari ini Imas ingin tampil beda saat akan menemani Tian pergi,tapi sebenarnya Imas juga tak tahu mereka akan pergi kemana.


Imas masih diam hingga akhirnya ia berdiri dan memunguti pakaiannya yang berserakan dan menyisakan satu pasang.


"Woyy dek dipanggil pacar lo tuh!!" Pekik Ravi dari balik dinding membuat Imas mendengus sebal.


Dengan langkah seribu Imas segera menemui pangeran berkuda hitamnya depan yang sudah menunggu.


"Eh,udah nunggu lama?? sorry ya," tanya Imas seraya merapikan rambutnya,sedangkan sedari tadi Tian tengah terpesona pada kecantikan Imas.


"Yan,Lo marah ya??" timpal Imas lagi seraya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Tian yang sedari tadi diam.


"Oh! nggak kok,yaudah yuk!" ucap Tian seraya menarik tangan Imas hendak keluar rumah.


Saat hendak keluar rumah sebuah suara menghentikan keduanya,dan membuat mereka berbalik badan.

__ADS_1


"Mau kemana lu berdua?!"


"Mau pacaran bang,duluan ya!!" Ucap Tian seraya melangkah kembali.


"Heh!! kok pacaran sih?" tanya Imas seraya menyamai langkah Tian.


Tian memilih diam tak menjawab pertanyaan Imas,ia menaiki motornya dan memberi kode pada Imas untuk naik.


"Kalo lo nggak mau jatuh pengangan!" kata Tian seraya memacu kuda besinya dengan kecepatan tinggi yang membuat Imas reflek memeluk pinggang Tian.


Imas yang tersadar segera menarik tangannya canggung,sementara Tian sedang tersenyum bahagia didepan sana.


Dasar modus!


.


.


.


To be continued....


Mohon dukungannya di novelku yang lain :


-Suamiku Pangeran Es


See you all❤️

__ADS_1


__ADS_2