Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 27- Handle


__ADS_3

Imas kemudian berlanjut membaca kolom tersebut hingga ia sampai pada akhir kolom, tapi nama di kolom terakhir sontak membuat mata Imas melotot, seraya mengeja kata tersebut berulang kali.


Tian??


Hati Imas mencelus melihat kata dengan empat huruf itu, lagi-lagi kepala Imas terasa berdenyut membuat mata Imas memburam. Potongan kilasan tiba-tiba berputar kembali.


. . . .


Flashback


*Di dalam mimpi tersebut,Imas melihat sebuah bangunan yang akan runtuh,diantara kepulan asap tersebut ia samar-samar melihat,


Seorang wanita berambut pendek sebahu dengan dress putih sedang tersenyum dan melambaikan tangannya pada Imas.


Ingin rasanya Imas berteriak agar wanita itu lari,tetapi suaranya tak keluar sedikitpun. Tubuhnya juga kaku tak bisa digerakkan. Lambat laun wanita tersebut hilang digulung asap yang semakin tebal*.


Flashback end


. . . .


Imas kembali mendesah pelan,entah kenapa hatinya kembali merasakan kekosongan. Gadis cantik itu melirik jam dinding yang menunjukkan pukul delapan, kemudian imas bangkit dari duduknya dan segera menuju meja makan.


Disana telah berkumpul ayah,ibu serta tak tertinggal Ravi yang sedang menyengir melihat Imas. Karena sudah lapar Imas kemudian duduk di samping kanan Ravi.


"Eh, Mas lo tau nggak..."


"Nggak!" sahut Imas.


Ravi memajukan bibirnya,"Dengerin dulu, gue belum selesai bilangnya woy!" ketus Ravi.


Imas kembali menyantap sayur sop di piringnya tanpa memperdulikan Ravi yang sedang berceloteh ria.

__ADS_1


Karena merasa tak didengarkan oleh Imas, Ravi memilih diam dan menyantap nasinya tak lupa juga ia melirik sinis Imas. Keluarga kecil tersebut makan dengan tenang,dengan dentingan piring dan alat makan yang beradu.


"Selesai makan kita kumpul di ruang tengah,ada yang mau papa bicarakan," kata Azka seraya menatap putrinya yang hendak menuju dapur.


"Emang ada apa,Pah?" tanya Ravi yang ditanggapi senyuman oleh ayahnya,hingga membuat pemuda tersebut heran.


* * * *


Azka dan Fania juga Ravi yang sangat penasaran sudah duduk di sofa ruang tengah seraya berbincang ringan. Sedangkan dari arah dapur nampak lah Imas sedang berjalan menuju keluarga yang lebih dulu sampai.


"Duduk dulu Mas,sini deket gue!" ucap


Ravi.


Dengan wajah datarnya Imas duduk di sisi kanan Ravi yang tengah berbinar.


"Sebelumnya papa mau minta maaf sama kalian,buat sekarang kalian harus hemat."


Azka hanya tersenyum canggung mendengar ucapan Imas yang menurutnya benar.


"Jadi papa sama mama besok bakal pergi handle perusahaan yang ada di luar kota yang lagi down." kata Azka,yang disetujui Fania.


"Segitunya ya pa,nggak bisa dihandle dari sini?" tanya Ravi yang sepertinya kurang setuju.


"Enggak bisa sayang," ucap Fania.


Ravi menghela nafas,"Yaudah deh pah,Ravi juga bakal bantuin cari kerja." kata Ravi seraya tersenyum.


"Lo juga kan, Mas?" tanya Ravi pada Imas yang sedari tadi diam.


"Gue coba." sahut Imas.

__ADS_1


"Makasih ya, kalian udah mau mengerti keadaan kita sekarang." kata Fania seraya tersenyum.


"Iya mah,mama sama papa berangkat jam berapa?" tanya Ravi lagi.


"Jam enam sayang,memang kenapa?" kata Fania.


"Bolehkan Ravi sama Imas anterin?" tanya Ravi seraya melirik Imas.


Imas menatap tajam Ravi, seraya mengumpat dalam hati.


"Tentu boleh,dan terimakasih kalian sudah mengerti." kata Azka dengan senang hati.


Ravi melirik Imas yang sedang melamun seraya mengenggam erat ponselnya, wajahnya pucat seperti tak dialiri darah,dengan bibir yang bergetar.


"Pah,Imas mau ngomong. Berdua!" kata Imas kemudian bangkit dan disusul Azka menuju ruang kerjanya.


.


.


.


.


To be continued....


Jangan lupa klik LIKE dan kasih VOTE nya juga ya,makasih💖


Mohon dukungannya,Di novelku yang lainnya :


-Suamiku Pangeran Es

__ADS_1


See you again😘


__ADS_2