
Pagi ini Imas berjalan gontai menuruni tangga menuju meja makan,Setelah tadi Ravi membangunkannya dengan suara yang cetar di pagi buta.
"Im lo kebo banget ya."Celetuk Ravi yang sedang mengolesi roti dengan selai.
"Bodo!"sahut Imas yang langsung menyambar roti Ravi yang hampir saja berselancar di mulut Ravi.
"Roti guee..." Ravi menatap kepergian rotinya dengan tatapan sendu,pasalnya ia susah payah membuatnya.
Imas memakan roti berselai nanas tersebut dengan lahap,tak lupa juga susu di samping Ravi.
"Dasar adek kampr*t gak ada akhlak, gue kutuk lo dapet jodoh yang kayak gue!!"kata Ravi dalam hati.
"Nggak usah pake telepati,gue tau!"Kata Imas dengan nada dingin juga datar ala kadarnya.
Tatapan jengkel dilayangkan Ravi kepada adiknya yang super es balok ini, bisa-bisa ia dingin begitu setelah merampas roti nanasnya.
Ravi berjalan menuju pintu utama rumahnya,belum sampai tiga langkah ia membalikkan badannya,
"Jangan lupa ganti roti gue pake durian!" kata Ravi dengan senyum yang mengembang.
Imas memelototi Ravi,habis sudah Imas harus mencarikan buah keramat tersebut.
****
Siang ini Imas berdiri di depan sebuah gedung dengan papan besar bertuliskan 'Red cafe'.
Saat memasuki cafe dengan desain interior klasik tersebut mata Imas menyapu seluruh isi cafe dengan tajam,mencari seseorang yang akan ditemuinya.
Seorang pemuda berbaju kotak-kotak merah hitam melambaikan tangannya dengan senyum yang mempesona para kaum hawa, terkecuali Imas.
__ADS_1
"Imas?"Tanya pemuda tersebut seraya duduk di kursinya kembali.
Imas mengangguk mengiyakan.
"Mau minum?" Tawar Arda.
"Soda." Sahut Imas dengan diiringi anggukan oleh Arda.
"Jadi kamu udah punya pacar?,emm maksud aku-"
"To de poin!" Sahut Imas.
"Menarik."Gumam Arda dengan smrik terlihat dari wajahnya.
"Ini mas mbak minumnya."Kata seorang pelayan yang tak henti-hentinya melirik Arda.
setelah Arda berterimakasih perempuan tersebut semakin terlihat merona.
Ditengah perbincangan antara Arda dan Imas,
tiba-tiba seorang perempuan datang ke meja mereka.
"Sayang siapa dia?!" Tanya perempuan tersebut seraya menunjuk Imas.
"Aa aku bisa jelasin kok Sil."Kata Arda
"Dia selingkuhan kamu?!!"Tanya Sesil yang menatap Imas penuh kebencian.
Sesil yang gila cemburu itu mengambil gelas berisi minuman milik Arda dan menyiramkannya pada Imas.
__ADS_1
Imas yang terkejut langsung menutup matanya rapat-rapat, dalam pikiran Imas pasti pulang nanti ia akan basah kuyup.
Imas mengongkrakkan wajahnya,pandangan Imas tertuju pada Tian yang sedang memeluknya dengan erat,pantas saja ia tidak merasakan basahnya air.
Pemuda itu menatap lekat Imas tanpa melepaskan pelukan mereka berdua.
Sementara para pengunjung cafe sibuk mengabadikan adegan romantis tersebut dengan smartphone mereka.
Imas yang tersadar pun segera mendorong Tian menjauh darinya hingga Tian hampir terjengkang.
"huuuu kok udahan sihh!?"
"romantis nya kalian berduaaa,jadi gemess!"
"pacaran ya?!"
"bakalan piral ini teh!"
begitulah sorak sorai para penonton di cafe tersebut setelah adegan romantis berakhir.
Melihat Arda sedang bertengkar dengan Sesil, Tian segera menarik tangan Imas keluar dari cafe tersebut.
Imas yang ditarik paksa hanya pasrah,toh juga kalau dia masih ada didalam ia akan melihat Arda dan Sesil beradu mulut yang pasti Imas lah yang malu.
Saat keduanya cukup jauh dari cafe,Tian menengok pada Imas yang nampak lelah mengikuti langkahnya.
"Lo gakpapa??"Tanya Tian yang dijawab anggukan oleh Imas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa klik like😉