
Sekarang Imas sedang membuka satu persatu laci di meja kamarnya,bahkan beberapa barang tergeletak di lantai begitu saja.
Semua koleksi Edgy stylenya beserta aksesorisnya juga berserakan,Imas mau pindahankah??
Imas membanting tubuhnya ke ranjang,tatapannya lurus ke langit-langit kamarnya.
Sejenak Imas tampak berfikir,Sampai akhirnya Imas terbangun dan bejalan menuju keluar kamar.
Ravi tampak terkejut saat Imas membanting pintu kamarnya sampai beberapa posternya berjatuhan.
"Woy!,dateng-dateng rusuh aja lo!!"ujar Ravi sewot,seraya memungut beberapa poster bergambar Idol biasnya tersebut dengan kesal.
Imas menatap semua isi kamar lelaki bernuansa merah hitam itu, sampai akhirnya pandangan nya berhenti pada sebuah barang.
"Lo kagak boleh masuk!!"Kata Ravi dengan tatapan tajam.
Imas melangkah tanpa menghiraukan perkataan Ravi,saat melangkah Imas tak memperhatikan jalannya hingga ia tak sengaja menginjak lightstick Ravi.
"KONBAT GUAAA!"Teriak Ravi seraya memelototi Imas.
Imas memungut barang yang diinjaknya tadi dan menyerahkan nya pada Ravi.
"huhuhu konbat guaa,mana ada tanda tangan hanbin lagi huaaa..."protes Ravi pada adiknya yang ditanggapi tatapan malas oleh Imas.
Ravi adalah salah satu fans berat boy band asal Korea Selatan,iKON yang berleader Kim Hanbin yang juga idola sangat Ravi. Bahkan ia tak segan-segan menghutang pada Imas untuk menonton konser merek.
Dasar tidak modal!
"Lo tau kagak gue mau minta ini pake bahasa Korea dadakan dek,lo injek seenaknya jidat lo aja!!" Raut keputus assan terpancar dari wajah Ravi.
"Sorry!"kata Imas enteng.
"Sorry gundulmu apa!!" pekik Ravi seraya menatap tajam Imas.
__ADS_1
Saat Ravi sedang marah memang kadang ia menggunakan bahasa plutonya untuk mengumpat seseorang,setidaknya Imas tidak tahu artinya,hihihi.
"Lagian lo ngapain sih kesini?!, dateng-dateng rusuh aja kerjaan lo!"
"Sorry!!" ucap Imas yang menekan setiap huruf nya.
"Ganti konbat gua!!,Pokoknya ganti.nggak boleh kagak!!" Rengek Ravi.
"Topi gue!" Kata Imas seraya melirik Ravi.
Sejenak nampak Ravi sedang berpikir,ia mengernyitkan dahinya.
"Tapi yang mana??"
Imas menunjuk sebuah topi berwarna hitam yang tergeletak di kasur Ravi.
"Yee,itu punya gua!" Kata Ravi seraya menunjukkan topinya.
"Punya gue!"ucap Imas datar.
"Gue!" mode es balok sudah aktif rupanya,hiii.
"NIH PUNYA GUA, IMASS!!"
Ravi menunjuk salah satu tulisan kecil di samping topi yang hampir tak terbaca oleh mata.lah bacanya pake apa?,bacanya pake mikroskopis yareobunnn wkwkwk.
Nampak raut khawatir dari Imas,bagaimana pun itu adalah salah satu topi kesayangannya.
"kalo ini bukan topi gue,terus topi gue dimana dong?!"tanya Imas dalam hati.
Imas segera keluar dari kamar Ravi tanpa menghiraukan pemilik kamar tersebut yang sedang menangis bombay.
Dicarinya topi tersebut di semua ruang di rumahnya,tanpa terkecuali.Tetapi tetap saja Imas tak melihat topi baseball tersebut.
__ADS_1
"Aduh,dimana sih lo??!"gumam Imas frustasi.
"Cari apa si sayang?"tanya mama lemah lembut.
Tanpa menghiraukannya Imas segera pergi menuju kamarnya.
Ditatapnya punggung Imas yang menjauh, sebenarnya ada rasa menyesal di hati mama Fania.
Sekarang Imas sedang berada pada mode gawat darurat, Orang yang berani menganggu biasanya akan berakhir pada penyebutan list penghuni kebun binatang.
Tok..Tok..
Imas menatap pintu kamarnya jengah, akhirnya Imas melempar gelas di samping nakasnya hingga mengenai pintu.
Membuat seseorang di balik pintu tak henti-hentinya mengerutu karena terkejut.
.
.
.
.
To be continued...
Jangan lupa untuk klik LIKE dan VOTE juga ya❤️🤩
Mohon dukungannya juga di novelku yang lain :
-Suamiku Pangeran Es
-Marriage Without Love
__ADS_1
See you again,byee❤️