Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 12- Tanda Tangan


__ADS_3

Tian terbangun,ia memegangi pelipisnya yang terasa berdenyut. Setelah mengerjap-ngerjapkan matanya pengelihatannya mulai kembali normal.


Nafas Tian menderu,jantungnya berpacu lebih cepat kala melihat bahwa dirinya berada di bawah reruntuhan yang tentu bisa menimpanya.


Perlahan Tian menarik kakinya yang mati rasa,betapa terkejutnya remaja tersebut saat melihat kakinya yang berlumuran darah segar dengan besi berbeton yang menancap hingga tembus di kaki kanannya


Perasaan yang campur aduk dirasakan Tian,Karena ia sendirian di bawah reruntuhan yang gelap dengan kaki yang terluka.


"Apa ada orang?!!"


Tian terkesiap,dihatinya terselip sedikit rasa senang karena ia tak lagi sendiri. Tian mencoba menyeret kakinya,mendekati reruntuhan di sebelah kirinya.


Dilihatnya seseorang di balik reruntuhan tersebut, Ternyata seorang lelaki seumuran dengannya sedang mencoba keluar dari sana.


Tian mencoba membantu dengan menariknya,saat lelaki tersebut keluar barulah Tian tersadar bahwa kaki pemuda tersebut tertinggal di reruntuhan tersebut,atau bisa dikatakan Putus.


Karena terkejut Tian melepas genggamannya pada lelaki itu,hingga lelaki tersebut mendongkrakkan wajahnya dan tampak menunjukkan seringkaian seram.


Tian terbangun dari mimpinya dengan keringat yang membasahi bajunya,diraihnya air di samping ranjangnya dan ditenggaknya hingga habis.


"Mimpi ini..."Gumamnya pelan seraya beranjak dari ranjangnya menuju sebuah laci dan mengambil sebuah benda yang selamat bersamanya.


"Maafin gue,Gue nggak bisa!"Kata Tian pelan seraya mengembalikan benda tersebut ke tempat semua. Dan Tian kembali tidur.


* * * * *


Sedangkan,Di tenagah malam ini Imas sedang terduduk lemas di tepi ranjangnya.


Sedari tadi ia sibuk memikirkan siapa gadis yang tadi menemui Tian.


What??,gak salah denger nih??.Seorang Imas mikirin hal yang gak penting macam Tian?!. Aneh memang!

__ADS_1


"Lah kok gue malah mikirin dia sih?!!"Gumam Imas kesal karena sedari tadi ia tak bisa tidur karena memikirkan Tian.


"GUE NGGAK BISA TIDUR!!"Pekiknya hingga tenggorokannya sedikit sakit.


Brakkk


"Lu kenapa dek?!"Tanya Ravi yang langsung masuk,dengan penampilan yang sungguh menyakitkan mata.


Bagaimana tidak Ravi berlari ke kamar adik perempuan nya dengan telanjang dada hingga memperlihatkan perutnya yang kotak-kotak.


Tolong digaris bawahi,Telanjang dada.


Imas melihat Ravi dari atas hingga bawah,kemudian ia berteriak histeris dan menutup matanya.


"Apa si...AAA BAJU GUEEE!!"Teriak Ravi seraya ngacir ke kamarnya.


"Si*l,mata gue jadi kotor!!"Ujar Imas seraya membanting pintu kamarnya.


"Dek,lo restart mata lo dong. Malu gue!!"Ucap Ravi enteng seraya duduk di depan meja rias Imas seraya mencoba parfumnya satu persatu.


"Lo ambil aja nih,Lo setting sendiri!!"ketus Imas seraya memelototkan matanya.


"Canda dek,Astoge susah amat lo diajak becanda!"Kata Ravi seraya mengamati sebuah botol parfum bertanda tangan yang tak asing bagi Ravi.


"Ini kok kayak..."


"Jangan!!"Kata Imas.


"Ini si June kan,KOO JUNHOE!!" Ujar Ravi dengan menekan kata terakhirnya.


Terpaksa Imas pun mengganguk. Entah kesurupan apa tiba-tiba Ravi menatap tajam Imas.

__ADS_1


"Lo beli dimana,Kenapa gak beliin gue,Kenapa gak bilang?!!" Tanya Ravi tanpa henti hingga membuat kepala Imas pusing dibuatnya.


"Gue yang buat!"Sahut Imas pelan.


Sontak mata Ravi membulat dengan mulut yang menganga,sungguh ekspresi yang sangat jelek.


"Lo ambil aja,sekarang buruan keluar!"Kata Imas seraya menunjuk parfum di tangan Ravi.


Ravi yang sangat senang keluar kamar dengan berjingkrak-jingkrak seraya menciumi parfumnya berkali-kali.


Jangan salah sangka parfum itu terdapat tanda tangan asli dari june,yang Imas dapat saat Ibel pergi menonton konser dua Minggu yang lalu.


.


.


.


.


To be continued...


Jangan lupa klik LIKE dan kasih VOTE juga ya🤩


Mohon dukungannya juga di novelku yang lain :


-Suamiku Pangeran Es


-Marriage Without Love


See you again❤️

__ADS_1


__ADS_2