
H A P P Y R E A D I N G ♥️✨
Imas keluar dari zona relaxnya dan mengumpati orang yang mengetuk pintunya.
Deg
Imas membulatkan matanya kala melihat Ravi sudah duduk di tepi ranjangnya.
"Ngapain lo?!"tanya Imas dengan nada dingin yang menusuk setiap orang yang melihatnya.
Ravi berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu kamar. Imas
"Dicariin papa."kata Ravi dengan senyum misterius.
"Keluar!"Ujar Imas.
"Gue cuma mau ngingetin!"Kata Ravi diambang pintu kamar Imas,Dikerutkannya kening gadis manis itu melihat Ravi menyinggung senyumnya.
"Awas handuk lo melorot!"Kata Ravi seraya berlari masuk ke kamarnya.
"Sial*n lo Vii!"Umpat Imas dengan tangan yang membenarkan posisi handuk yang melilit tubuhnya.
*****
Tian merebahkan tubuhnya di ranjangnya,menatap langit-langit kosan.
__ADS_1
Pikiran Tian sekarang dipenuhi dengan satu nama yaitu,Imas.Saat Tian tadi tak sengaja menatap iris hazelnut milik Imas,Tian teringat dengan seseorang di masa lalunya.
"cantikk.."ucap Tian dengan senyum yang mengembang.
"kok kayak pernah liat matanya ya??,ah jangan jangan..."Kata Tian dalam hati.
"Woyy,ngelamun aja lu.Baek-baek kesambet setan ntar lu!"Celetuk Angga.
"Setannya aja didepan gue ni."kata Tian seraya menunjuk Angga dengan dagunya,Angga yang kesal memukul bahu Tian dengan tersungut-sungut.
"Lo ketemu Imas dimana mang?"tanya Tian seraya mengusap bahunya pelan.
"Tadi kan gue mau beli mie instan nih,terus gue nemu duit dijalan"kata Angga memamerkan uang yang ditemukannya tadi.
"Langsung ke intinya mang!"Ujar Tian seraya memukul pelan kepala Angga yang ditanggapi cengiran kudanya.
"Imas yang bawa lo keluar gang sepi di samping toko ayam nya mang Dadang."Jelas Angga yang ditanggapi anggukan oleh Tian.
"Maknya dulu ngidam apa yaa??"Tanya Tian memejamkan matanya.
"Ngidam es batu kali."jawab Angga asal.
Angga memang sahabat Tian yang paling dekat dengannya,Angga jugalah yang menolongnya dalam keterpurukan nya dahulu.
Bisa dikatakan mereka mempunyai ikatan saudara ya walaupun,abal-abal.
*****
Imas menatap ayahnya jengah."Gak."Ujar Imas.
__ADS_1
Raut wajah kecewa tertera jelas di wajah sang ayah."Setidaknya temui dia nak."bujuk Ayah.
"Dia anak baik,seumuran dengan mu."Jelas Ayah.
Imas masih kuekeh dengan prinsipnya,tapi takala melihat ayahnya memohon Imas akhirnya menyerah dengan ayahnya.
"Iya,Imas bakal temuin." Ayah langsung terlonjak gembira saat putrinya ingin menuruti permintaannya.
Ditatapnya lekat wajah letih sang ayah."Ayah minum ya?!"tanya Imas penuh selidik.
"a eh enggak lah."kata Ayah gelagapan disertai senyum kikuknya.
"Imas ke atas." Ayah menatap punggung putrinya yang kian menjauh dengan senyum yang enggan memudar.
Ayah masih tak menyangka Imas mau menurut olehnya, walaupun ada kutbah panjang sebelum persetujuan dari putrinya.
Ia menatap lekat foto lusuh yang dibingkai dengan figura berwarna keemasan, Seorang anak berumur sekitar 5 tahun tersenyum dengan polosnya, begitupun dengan wanita di samping yang merangkul anak kecil tersebut.
"Anakmu sudah besar Di." Gumam Ayah,tak terasa cairan bening lolos dari pelupuk mata membasahi pipi yang terdapat garis halus tersebut.
.
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung yaaa....
__ADS_1
Jangan lupa klik Like,Vote, dan Favorit yaa.
komen juga,siapa tahu jodoh uthor:'(