Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 06- Kaum Baper


__ADS_3

"Thanks ya."Kata Imas dengan senyum kikuknya.


Yang ditanggapi senyum hangat dari Tian.


"Tunggu,Imas!!"Teriak Arda yang sedang berlari menghampiri Imas.


Tian yang melihat Arda semakin mendekat akhirnya menarik Imas untuk berlari bersama nya.


"kenapa musti lari sih??"tanya Imas dalam hati.


Semakin jauh mereka berdua lagi menghindari Arda,sampai mereka tiba di sebuah gang yang cukup sepi.


"Stop!"ujar Imas dengan napas yang tersengal-sengal.


Melihat Imas berhenti,Tian pun ikut berhenti.


Cukup lama untuk mereka mengatur nafas mereka kembali,hingga Imas mengerutkan keningnya kala ia melihat Tian sedang melepas Jaketnya.


"Eh eh lo mau apa?!,dasar cowok mesumm!" Imas langsung menutup mata dengan kedua tangannya.


"Dasar cewe ngeres!!.gue mau lepas,gerah udah gitu basah juga."Jawab Tian.


"Oh."sahut Imas dengan datar.


"Oh doang gitu?!,nggak nanyain lo kenapa kek,apa kek?!!" Sahut Tian dengan ekspresi yang sedikit cemberut.


"Jadi cowok pake perasaan banget sih,dasar kaum baper!!"teriak Imas dalam hati.

__ADS_1


Imas memutarkan kedua bola matanya malas,menatap Tian yang sedang berdiri tak jauh darinya.


"Kenapa pake lari sih?!"Tanya Imas yang tak digubris oleh Tian.


Sebenarnya Tian juga bingung kenapa ia berlari,dan lagi. kenapa juga ia musti membawa Imas.


Sedangkan,sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan penuh melewati gang sepi dimana Imas dan Tian berdiri.


"Imas!"Kata Tian seraya menarik tangan Imas. Karena Tian tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya akhirnya Tian terjatuh dan Imas ikut terjatuh menindihnya.


Imas mendengar detak jantung Tian yang berdetak lebih cepat,mungkin karena habis lari yaa.


"Kenapa liatin gue kayak gitu?!"Tanya Imas seraya melihat sekeliling untuk menghindari kontak mata antara mereka.


"Ah itu...,lo bisa bangun?" Imas yang bersandar pada dada bidang Tian bergegas berdiri,dan membersihkan bajunya yang kotor.


"Gue pulang duluan,Thanks ya!"Ucap Imas melambaikan tangannya.


"Gue an-"


"Gak!"Sahut Imas sebelum Tian menyelesaikan perkataannya.


Tian menatap punggung Imas yang kian jauh dan menghilangkan dari pengelihatannya,Diusap dadanya dengan senyum yang seakan tak ingin pudar karena mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


*****


"Cieee yang punya pacar,Kenalin sama gue dong!" Kata Ravi yang sengaja menaikkan suaranya.

__ADS_1


"Siapa ya orang yang apes dapetin elo?!"Tanya Ravi seraya tertawa cekikikan.


Setelah sore tadi Imas pulang membawa jaket Tian dan,Sialnya Ravi melihatnya.


Ingin rasanya Imas menyumpal mulut Ravi dengan deterjen di tangannya.


"Dasar gila!"Gumam Imas yang tengah sibuk mencuci jaket jeans Tian.


"Siapa sih yang bisa bikin gunung es adek gue ini cair??!,Ganteng nggak?!!" Tanya Ravi yang sedang bersandar pada pintu di belakang Imas.


"Berisik!"Teriak Imas seraya menendang tulang kering Ravi yang membuatnya meringis.


"ternyata galaknya gak kurang ya??!,udah kayak macan pms!" gerutu Ravi dalam hati.


"Pergi gak lo!?"Kata Imas seraya menekan semua kata yang diucapkannya.


Ravi memutuskan pergi sebelum macan pms tersebut menendangnya habis-habisan,bisa jadi samsak mendadak Ravi nantinya.


Imas merebahkan tubuhnya di ranjang setelah selesai mencuci. Mengingat cara Tian melindunginya tadi siang tanpa sadar membuat Imas menarik senyumnya.


Mungkin karena kelelahan perlahan Imas terbang ke alam mimpinya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2