Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 13- Bertemu Mesya


__ADS_3

Sudah dua bulan terakhir ini Imas dipusingkan oleh Tian yang setiap hari selalu datang ke rumahnya untuk alasan yang tidak masuk akal.


Seperti Siang ini,Tian sudah duduk manis bersama mama Fania di ruang tamu saat Imas baru keluar kamar.


"Itu Imasnya sudah keluar,mama tinggal dulu ya,Yan."Kata Mama Fania seraya berjalan menuju dapur.


"Lo lagi!" Kata Imas ogah-ogahan.


"Pagi Princess." Sapa pemuda berkaos polos tersebut dengan deretan gigi yang rapi nan putih.


"Ngapain lagi lo kesini?! Ketemu gue??,Mampir??,Main??,ato mau nyari pokemon??"Tanya Imas berturut turut membuat Tian menganga tak percaya.


"Amazing, ternyata lo bisa ngomong banyak juga!"Ucap Tian seraya heboh bertepuk tangan.


"Udah deh ya serah lo!" ucap Imas.


Tiba-tiba Tian menarik tangan Imas menuju keluar rumah.


"Apaan lagi sih?!!!"Tanya Imas seraya memutar bola mata malas.


"Temenin gue!"Kata Tian seraya mengeluarkan jurus jitu nya.


"Gakusah lo jelek-jelekin muka lo,udah jelek juga!"Ketus Imas.


Sekarang Tian berjalan memasuki kawasan pasar tradisional yang cukup sepi dan kurang terawat,Imas yang sedari tadi dibelakang Tian hanya menurut Tian yang semakin masuk pasar.


"Halo kak Tian!"Sapa seorang gadis kecil yang langsung berlari menuju Tian.


"Halo jugaa,Mesya!"Sahut Tian ramah seraya berjongkok menyamai tinggi gadis kecil di depannya.

__ADS_1


"Nih kakak bawain nasi,nanti dimakan bareng yang lain ya."Kata Tian seraya menyerahkan kresek putih berisi beberapa kotak nasi yang dibelinya tadi.


Imas sedikit tersentuh melihat kebaikan serta ketulusan hati pemuda didepannya hingga tak terasa Imas memperhatikan senyum langkanya.


"Iya kak,Makasih yaa!"Ucap Mesya seraya tersenyum.


"Yang lain kemana nih?!"Tanya Tian seraya berdiri.


"Yang lain masih kerja kak,kakak mau bantuin?!"Tanya Mesya.


"Mau bantuin gak mas??"Bisik Tian pada Imas yang ditanggapi anggukan antusias darinya.


Imas membantu Mesya mengangkat beberapa kardus,sedangkan Tian membantu para anak lelaki mengangkat beberapa karung.


Setelah selesai bekerja anak-anak berkumul,"Makasih ya kak!"Kata Mesya dan beberapa anak lainnya.


"Iya,Yaudah dimakan ya nasinya!"Kata Tian seraya mengacak rambut Mesya.


"Ini teman kakak ndi,namanya kak Imas!"Kata Tian seraya menoleh menatap Imas yang dijawab anggukan oleh anak bernama Andi tersebut.


"Halo adik-adik!"Kata Imas seraya melambaikan tangannya.


"Kakak pacarnya kak Tian ya?"Tanya seorang anak disamping Andi.


"Eh,Bukan cuma temen kok!"Sahut Imas seraya tersenyum kecil.


"Oh,Kirain maafin Doni ya kak.Soalnya kak Tian nggak pernah ajak temennya ke sini,paling cuma kak Angga."Kata anak bernama Doni tersebut.


"Iya gak papa,Don."Kata Imas.

__ADS_1


"Padahal kan pacaran juga gak papa."Lirih Tian yang nampak sedikit kecewa.


"Apa kak,kakak tadi bilang apa??"Tanya Andi pada Tian.


"Nggak,kakak cuma mau pamit. Kapan-kapan kakak kesini lagi ya!"Kata Tian.


"Iya kak,besok ajak kak Imas lagi ya!"Kata Doni.


"Pasti!"Kata Tian seraya mengandeng Imas keluar lingkungan pasar.


Hingga sebuah dering gawai memisah genggaman tangan Tian,


"Halo,pa."


Nampak raut terkejut seraya tak suka dari Imas,beserta beberapa penolakan yang dilontarkan Imas.


"Halo-halo pa,Halo!!"Kata Imas dengan sedikit keras. Hingga panggilan tersebut terputus dan menyisakan ekspresi Imas yang kesal.


.


.


.


Bersambung.....


Imas\= Kenapa banyak banget cobaan idup gue thor,lo nyiksa gue ini namanya😒😒


Author\=Namanya juga cobaan, kalo cobain ya dikit mas😂😂

__ADS_1


Imas\= Mati aja sono lo thor😠😠


Author\= Oh, Tidak semudah itu pergusooo😱😱


__ADS_2