Incess Es Balok

Incess Es Balok
Chapter 20- Sahabat Lama


__ADS_3

Taman siang ini nampak cukup ramai oleh mayoritas pasangan pemuda-pemudi yang sedang dimabuk asmara.


Salah satunya termasuk Imas dan Tian yang sedang menikmati hembusan angin yang menerpa wajah mereka.


Diatas mereka terdapat pohon rambutan yang menjulang tinggi meneduhi keduanya dari sang Surya yang sedang terik-teriknya.


"Im,Lo pernah ngerasain kehilangan orang yang paling lo banggakan nggak sih?" Tanya Tian seraya menenggak soda pada kaleng ditangannya.


"Pernah bahkan gue gak ada disana,nyesel banget gue." Sahut Imas.


"Gue ada disana,bahkan mungkin gue salah satu penyebabnya." Lirih Tian yang membuat Imas menengok ke arahnya.


"Gue sempet benci sama ayah karena dia lebih mentingin kerja daripada gue,padahal dia kerja juga buat gue,"


"Tapi gue malah malu punya ayah kayak gitu,b*doh ya gue!" Kata Tian seraya tersenyum kecut menatap daun yang melambai-lambai tertiup angin.


"Ayah lo pasti bangga punya anak laki-laki yang kuat kayak lo."


"Andai aja,semuanya salah mandor ayah yang nyuruh ayah kerja di luar jam kerja ayah," Kata Tian kembali.


"Ayah lo meninggal kenapa?" Tanya Imas membuat Tian menatap ujung sepatu Vans nya.


"Kecelakaan proyek." Tukas Tian membuat Imas sedikit terkejut,tapi segera Imas mengusap punggung Tian lembut.


Berusaha memberi semangat padanya.


Handphone Tian bergetar menandakan sebuah panggilan masuk,setelah memutuskan panggilan tersebut Tian nampak khawatir.


"Lo kenapa lagi?" Tanya Imas seraya menghadang Tian yang ingin pergi.


"Mesya kecelakaan Im,"Tukasnya membuat Imas sedikit tersentak.

__ADS_1


Keduanya kemudian melaju dengan naik angkutan umum menuju rumah sakit tempat Mesya ditangani.


Sesampai disana Tian segera memeluk Mesya penuh kasih sayang membuat Imas sedikit terharu.


"Kamu gak papa dek?" Tanya Tian.


"Gak papa kak,cuma lecet dikit kok lututnya. Lagian mbaknya aja yang ribet kan aku udah bilang gak papa!" Kata gadis cilik berambut digerai tersebut seraya melirik resepsionis.


"Maaf,anda walinya anak ini?"⅞ Tanya seorang pemuda berjas putih dengan stetoskop menggantung di saku jasnya.


"Iya,saya wali Mesya. Apa dia ada luka serius?" Tanya Tian dengan perasaan was-was.


"Sebentar,elo bukannya Yohanes! itu elu kan?!" Tanya Pemuda bernama Fatur pada pin nama di dada sebelah kanannya.


"Ohh!! elo bukannya Fatur?!!!" Pekik Tian gembira seraya memeluk pemuda bernama Fatur tersebut.


Imas berdehem singkat mengingatkan dua makhluk alay tersebut bahwa masih ada dirinya dan juga Mesya disana.


"Sorry Im,Dia Fatur sahabat gue dulu waktu SMA. Kita pisah karena dia lanjutin kuliah ke Jepang." Kata Tian.


"Udah-udah,Imas punya gue nih Tur!" Ketus Tian yang mendapat toyoran dari Imas.


"Kalian cocok loh," Goda Fatur yang membuat Tian memeluk pinggang Imas posesif.


"Idih,tangan lo minta gue patahin?!" Seru Imas seraya menampik tangan Tian kasar yang membuat Tian menarik tangannya dan mengusapnya penuh drama.


"Gue masih harus periksa pasien lain nih. Maaf ya gue duluan,"Pamit Fatur yang ditanggapi anggukan dari Tian dan Imas.


"Cieee ngganguk aja kompak!" Ejek Fatur seraya berlari meninggalkan pasangan yang sedang meredam amarah tersebut.


"Mesya mau makan nggak?" Tanya Imas seraya mengusap pucuk rambut Mesya.

__ADS_1


"Mau dong kak,cacing aku udah demo nih hehe," Imas mencubit pipi Mesya dengan gemas.


Setelah mereka makan di restoran terdekat dengan ceria mereka menghabiskan sore mereka bermain di Timezone di salah satu mall di daerah tersebut.


"Makasih ya kak,Mesya seneng deh. Kayak Mesya punya orang tua yang lengkap," Imas dan Tian saling lirik kemudian mereka tersenyum menatap Mesya.


"Yaudah sekarang kita pulang ya. Kamu juga harus istirahat," Kata Imas lembut membuat Tian kembali takjub pada pesona gadis dihadapannya.


Setelah mereka mengantar Mesya pulang pada daerah pasar tradisional di sana,Tian mengajak Imas naik bus untuk mengantar Imas ke rumahnya.


"Gue bisa pulang sendiri," Kata Imas saat Tian kembali menatapnya.


"Nggak baik perempuan balik malem-malem sendiri. Dan sebagai laki-laki gue juga harus tanggungjawab," Tukas Tian membuat Imas sedikit menarik sudut bibirnya.


. . . . .


. . . .


. . .


. .


.


To be continued....


Jangan lupa untuk klik like setelah membaca.


Mampir juga ke novelku yg lain\=


-Marriage Without Love

__ADS_1


-Suamiku Pangeran Es


See you all❤️


__ADS_2