
Grace memutuskan untuk melanjutkan hubungannya dengan Peter meskipun menjalani hubungan tanpa cinta. Grace berpikir akan berusaha, pasti dengan seiringnya waktu bisa jatuh cinta kepadanya.
Hari yang baru. Status yang baru. Berharap menjadi lebih baik dan menyenangkan bagi Grace. Tetapi semua harapan itu tidak seperti yang diharapkan. Hari-harinya seperti semakin pendek dan menegangkan. Bagaimana tidak! Grace yang suka kebebasan dan tidak suka diatur kini sepasang mata itu semakin intens mengawasinya.
Apakah Grace akan menjadi lebih baik? Tidak! Semakin dia dilarang akan semakin menjadi-jadi. Keisengan Grace kepada Aci semakin merajalela. Tidak peduli bagaimana tanggapan Aci dan teman-temannya. Yang penting ia senang maka akan dilakukan.
Bukan hanya Aci atau teman-temannya yang menjadi korban keisengannya, guru-guru dan pembina pun juga menjadi korban.
Hari ini Bu Angel sedang berulang tahun. Bukan hanya kelas Grace yang iseng, tetapi yang mengambil program D2 pun tidak kalah isengnya. Justru mereka yang terlebih dahulu menyiapkan segala sesuatunya. Hingga hampir petang Bu Angel baru bisa pulang. Bertubi-tubi serangan ia dapatkan. Dari ujung rambut hingga ujung kaki tidak terluput dari siraman air dan tepung.
Mereka selalu punya ide untuk kejahilan mereka. Ketika ada teman yang berulang tahun, mereka akan berbohong pada orang tersebut kalau mendapatkan telpon (masih telpon kantor). Saat ia keluar, dari lantai dua sudah menyiapkan air sehingga pas dia lewat dari atas;
'byuuuuuurrrr' air mengenai kepala dan seluruh tubuh.
Kebersamaan benar-benar terjaga satu dengan yang lainnya. Mereka tidak akan merasa jijik jika minum es menggunakan sedotan yang sama dan ketika makan, sepiring banyak mulut yang akan nimbrung.
Grace sangat senang dengan pelajaran matematika. Hari itu jadwal pelajaran matematika. Dalam waktu tidak lama, semua soal yang diberikan habis dikerjakannya. Terkadang Grace merasa bingung dan bosan ketika soalnya selesai terjawab. Grace tidak bisa membahas di papan tulis ketika selesai mengerjakan karena gurunya ingin memberikan kesempatan bagi yang lainnya.
"Bu, sudah selesai. Bisa saya kerjakan di depan?" tanya Grace.
"Kasih kesempatan yang lain Grace." Jawab Bu Titik yang dibalas dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Yang Grace lakukan setelah mengerjakan soal adalah tidur di kelas atau keluar kelas untuk tidur di asrama dari pada ia menganggu teman-temannya dan mendapatkan teguran, lebih baik tidur. Itu pikiran Grace. Sudah dipastikan bahwa sampai istirahat, mereka belum selesai mengerjakan, jadi Grace akan kembali ke kelas setelah jam istirahat.
Sekalipun Grace tergolong murid yang pintar dibandingkan dengan yang lain, tetapi kalau tentang pelajaran sejarah pasti nyerah. Untuk mengelabui gurunya mereka selalu punya cara agar tidak belajar apalagi gurunya ganteng maximal, kulit bersih dan sempurna. Inilah guru spesial bagi mereka.
Mereka juga selalu punya cara agar saat guru sejarah datang, menjadi spesial.
"Rin, bagaimana kalau kita siapkan es teh?" ajak Grace. Kalau guru yang lainnya boro-boro es teh. Air putih pun tidak.
"Oke!" jawab Rina.
Tidak tahu dari mana Rina mendapatkan kaca mata hitam.
"Pak Cahyo pakai ini." sambil memberikan kacamata hitam itu. Tentu saja Pak Cahyo tercengang atas permintaan muridnya.
"Keren pak."
"Ganteng pak."
"Cool pak."
"waaawwww."
"Cieeee bapak."
Bertubi-tubi murid-murid melontarkan pujian kepada gurunya.
"Sudah, ayo belajar." ajak Pak Cahyo sambil membuka kacamatanya dan mengancingkan kembali bajunya.
"Yahhhhh." serentak murid-murid.
Mereka berpikir kalau pak Cahyo tidak akan mengabulkan permintaan mereka. Pak Cahyo mengambil kacamata itu dari tangan Rina, memakainya dan membuka satu kancing bajunya bagian atas serta menarik kedua matanya ke atas dan ke bawah yang kemudian disambut dengan gelak tawa kepuasan dari murid-muridnya.
Tetapi tetap saja, tugas seorang guru adalah mengajar maka guru akan sangat konsisten dengan tugasnya. Terkadang Pak Cahyo juga menunjukkan kekonyolannya. Masa iya, menulis di papan sambil duduk, tulisan besar-besar bahkan terkadang tidak bisa dibaca karena tulisan dokter. Itu juga yang terkadang menjadi bahan keisengan Grace, pura-pura bertanya padahal tulisan itu jelas.
"Pak, yang itu apa?" tanya Grace sambil menunjukkan jarinya ke arah papan tulis. Pak Cahyo menghentikan kegiatannya yang sedang menulis di papan tulis dan mengarahkan matanya kepada Grace.
"Yang mana Grace?" tanya pak Cahyo balik.
"Yang itu pak. Dari atas barisan ketika setelah kata "yang" pak." dengan seksama pak Cahyo melihat papan tulis mengarahkan matanya ke barisan nomor tiga dan mencari kata setelah 'yang'.
"Yang dibantu, Grace." jasa. Pak Cahyo.
__ADS_1
"Oh, terima kasih pak." jawabnya sambil cengengesan.
Belum puas ngerjain gurunya, ia beralih ke Aci.
"Aci...." panggil Grace dengan lirih dan Aci hanya menjawab dengan menoleh.
"Hehehe.... I love you." goda Grace yang dijawab dengan senyuman tersipu malu.
Tidak ada jarak antara guru dengan murid. Begitu juga dengan Grace. Grace terlalu dekat dengan guru-gurunya dan teman-temannya tetapi tidak untuk Peter. Grace selalu berusaha untuk jaga jarak. Tepatnya bukan karena peraturan tetapi hati Grace yang belum mencintai Peter. Namun Grace selalu menjadikan peraturan sebagai alasan buat jaga jarak.
Grace tahu, Peter pasti tertekan dan sakit hati atas perlakuan Grace kepadanya. Tidak pernah mendapatkan perhatian, tidak pernah peduli dan tidak mengerti perasaannya. Tetapi terlalu besar cinta Peter kepada Grace sehingga menutupi apa yang dirasakannya. Grace juga merasa heran, kenapa cinta Peter justru semakin kuat? Sementara cinta Grace kepadanya bukan semakin meningkat malah semakin menurun.
"Grace, teman-teman Abang pada tanya, kenapa Grace manggil Abang dengan nama? Mereka bilang itu kurang sopan." kata Peter.
"Oke, mulai sekarang aku akan panggil Abang." jawab Grace.
"Coba kalau pulang itu pamit ke Abang kek... pulang kok nyelonong aja."
"Oke, besok kalau pulang aku pamit." balasnya lagi.
"Grace, jaga pergaulanlah.... setiap hari Abang mendengar mereka terus membicarakan kamu. Sakit telinga Abang Grace." kata Peter. "Mereka itu di kamar selalu nyebutin namamu. Panas telinga Abang, Grace. Seharusnya kamu itu menjadikan orang lebih baik bukan menumbuhkan hal-hal yang tidak baik pada Aci. Ingat, kamu itu aktif di gereja. Sebagai seorang yang aktif di gereja seharusnya menjadi contoh dan teladan. Lihatlah, Aci bukan menjadi lebih baik malah kayak gitu." tegasnya.
"Huhhh... Iya, maaf." Grace membuang nafas dan mulai tertekan. "Aku masuk." lanjutnya sambil pergi meninggalkan Peter dengan wajah tidak beraturan.
Memang bukan rahasia umum jika Grace menjadi bahan pembicaraan karena pergaulannya dan keisengannya. Sebenarnya pergaulan Grace hanya sebatas sering bersama-sama dengan laki-laki karena lebih nyaman dengan mereka dan kejahilannya.
Kepergian Grace dengan wajah yang cemberut membuat Peter mengerutkan keningnya dan merasa bersalah atas kata-katanya. Pikiran jadi tidak tenang. Hati menjadi kacau. Hingga menjelang tidur, ia masih kepikiran dengan Grace. Akhirnya dia mengambil kertas dan ballpoint, menari-narikan ballpointnya di atas kertas itu.
"Ahhhh, mending cari teman-teman dulu untuk menghilangkan stress." gumam Grace sambil membelokkan arahnya menuju ke kelas. Seperti biasa di kelas masih ada banyak orang.
"Grace, ajari tulisan yang biasanya kamu tulis itu dong." pinta Nimrod.
"Oh abjad Yunani itu." jawab Grace.
"Iya, nggak apa-apa. Nanti kalau ada rahasia, kita pakai tulisan itu. Grace pun mulai menuliskan.
"Gimana hubunganmu dengan bang Peter?" tanya Nimrod
"Baik-baik saja." jawab Grace yang tidak ingin diketahui masalahnya.
Tanpa disadari, sepasang mata itu terus memantau Grace.
"Ni anak... tadi bilangnya mau ke kamar. Ini malah disitu dengan Nimrod." celetuk Peter dalam hati.
Nimrod dan Grace memang sering ngobrol sama-sama. Keseringannya mereka bersama-sama sebenarnya membuat Nimrod jatuh hati tetapi Nimrod tahu kalau Grace sudah punya pacar sehingga dia menahan perasaannya. Dia juga satu kamar dengan Peter. Makanya dia tidak mau berusak hubungan mereka. Sedangkan Grace hanya menganggap Nimrod sebagai teman dan adek kelas. Tidak lebih.
Selain Nimrod, Aci, Lius, Rius dan Yusak juga satu kamar dengan Peter. Dan setiap hari Peter disuguhkan pembicaraan yang membahas tentang Grace. Itulah mengapa Peter benar-benar geram karena Grace menjadi bahan pembicaraan.
Saat menjelang asrama ditutup, Peter menyempatkan diri untuk menemui Grace dan memberikan sebuah lipatan kertas.
"Ini. Dibaca ya...." Peter memberikan surat itu.
"Ya." jawab singkat Grace.
Kemudian Grace masuk ke area asrama putri dan masuk kamar. Menghempaskan tubuhnya di kasur dan membuka surat pemberian Peter lalu membacanya dengan sedikit agak malas.
Buat yang tersayang
di tempat
tidur yang empuk
Salam rindu manis en sayang buatmu selalu dan selamanya.
__ADS_1
Pertama Abang minta maaf yang sebesar-besarnya atas tingkah laku abang yang kasar sama Grace. Abang jadi merasa diri Abang ini orang yang judes, nggak punya kasih Kristus. Tapi mulai saat ini Abang akan berusaha mengubah kebiasaan ini.
"Tidak diragukan lagi bang. Abang terlalu banyak ngatur. Jangan salahkan aku jika makin hari makin berbuat tidak baik." ucap Grace dalam hati.
Grace yang tercinta, Abang senang sekali membaca pernyataan Grace yang menyatakan cinta Grace tidak terbagi untuk Abang. Abang jadi semakin cinta deh sama kamu. Tadi malam Abang susah tidur memikirkan hati Grace. Abang pikir sebagai pacar Abang seharusnya menyenangkan hati Grace bukan malah sebaliknya. Abang ajnji deh tak akan melakukannya lagi, tapi kita mesti belajar menyelesaikan masalah, karena itu akan menjadi perekat untuk cinta kita.
"Abang saja sudah bikin pusing, apalagi kalau punya pacar 2 bang! Bikin ribet. Tambah stress adek bang. Dan aku dengan mereka cuma berteman. Kalaupun mereka punya perasaan 'sayang' dengan Grace, itu hati mereka. Grace tidak bisa menahan perasaannya. Yang penting saat ini Grace cuma pacaran sama Abang." lanjutnya.
Grace yang tercinta, Abang akan menjaga jarak deh, tapi jangan sampai putus. kamu .... kasihan kan, rindu dong sama kamu.
Abang akan melakukan hal itu. Bukankah cinta itu memerlukan pengorbanan. Jadi Abang akan melakukan hal itu. Abang tidak mau orang yang Abang sayang mendapatkan masalah / apalagi sampai dikeluarkan dari Yayasan ini karena Abang. Abang akan merasa berdosa sekali. Abang tidak mau hal itu terjadi pada Grace ku tercinta. Pokoknya Abang akan lakukan hal itu demi yang tersayang.
"Maaf bang, alasan Grace terbesar untuk jaga jarak itu karena Grace belum bisa mencintai Abang. Mungkin Abang akan sakit hati mengetahui isi hati Grace yang sesungguhnya. Tapi Grace juga kasihan jika saat ini Grace putusin Abang. Grace masih berusaha untuk mencintai Abang." jujurnya dalam hati.
Grace, Abang sedih sekali ketika membaca pernyataan Grace yang satu itu. Abang jadi ingat diri Abang sendiri. Sebenarnya kalau Abang punya orang tua yang beruang, Abang maunya jadi insinyur teknik tapi apa boleh buat keadaan yang menentukan.
"Kalau orang tua Grace kaya, tidak mungkin Grace bela-belain sampai disini bang. Grace hanya berusaha menjadi lebih baik meskipun sikap Grace menjengkelkan dan buat onar."
Grace bilang keputusan di tangan Abang jadi Abang putuskan, saat ini Abang akan mencintai dan menyayangi Grace dengan sepenuh hati. Tak akan ada yang lain lagi selain Grace di hati Abang selain Grace tercinta.
"Terserah bang yang penting jangan kekang Grace, pusing Grace bang."
Terakhir Abang ingat jaga gaulmu biar tidak ada nada sumbang tentang Grace yang tersayang.
Imagine I can hold you
I feel I'm the luckiest Guy in the world
I love you
so much
Dari yang
amat sangat
mencintaimu
Abang
"Susah bang, itu sudah mendarah daging. Mereka yang bisa menyelamatkanku." Ucap Grace.
"Aku tidak tahu, apa aku juga beruntung pacaran dengan Abang. Selama ini tertekan yang kurasakan." komentar terakhir Grace atas surat Peter.
Sebenarnya pantas, Peter selalu mengingatkan dan menegur Grace karena Grace adalah pacarnya. Ia ingin pacarnya menjadi anak baik. Tidak menjadi bahan pembicaraan para lelaki di kamarnya.
Bisa dibayangkan, punya pacar tapi jalan-jalan dengan orang lain. Punya pacar kalau diajak jalan selalu banyak alasan. Punya pacar selalu ngisengin orang lain. Punya pacar joget-joget dengan orang lain apalagi perempuan. Punya pacar tapi ngobrolnya dengan orang lain.
Tetapi bagi Grace nasehat Peter justru berlebihan, tidak memberikan kebebasan dan banyak aturan. Sementara Grace pengen bebas. Pengen berteman dengan semua orang. Dan Grace paling nyaman berteman dengan laki-laki.
*Cinta itu memberi kenyamanan tanpa berlebihan. Cinta itu menjaga tanpa mengikat. Cinta itu melindungi tanpa membatasi. Cinta itu menasehati tanpa melukai.*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai readers...
Terima kasih banyak sudah membaca karya saya....
Semoga menginspirasi dan semoga kalian menikmati....
Jika ada typo atau kata-kata yang susah dipahami, mohon koreksinya ya....
Bisa komen di bawah atau masuk ke grup saya....
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan...
Mari saling mendukung dalam berkarya....