
Hari semakin hari Grace justru memasang tembok dengan Peter. Itulah mengapa cinta Grace tidak pernah tumbuh. Berbeda dengan Peter. Entah apa yang membuatnya semakin cinta dengan Grace padahal Grace selalu membuat ulah. Itukah yang dinamakan cinta buta?
"Hari ini PPKn ulangan." seru Bu Angel.
"Hahhhh Bu... Belum belajar Bu." jawab murid-murid serentak kecuali Grace. Grace tahu kejadian seperti ini pasti akan terjadi makanya Grace akan sempatkan belajar, setidaknya sebentar.
Dengan tenang mereka mengerjakan soal-soal ujian itu. Tetapi ada juga yang memasang wajah bingung harus menjawab apa. Ada yang clingak-clinguk untuk mencari jawaban. Berbeda dengan Grace yang tidak membutuhkan waktu yang lama, semua soal dibabat habis.
"Sudah Bu." Grace berdiri dari tempat duduknya dan melangkah maju untuk menyerahkan hasil jawabannya. Bu Angel menerimanya, mengecek dan penggoyangkan kepala ke atas dan ke bawah pelan-pelan.
"Good job Grace." lirihnya.
Setelah mereka mengerjakan soal ulangan itu, mereka membahasnya dan Bu Angel membagikan hasil ulangan itu kepada murid-murid. Masing-masing ribut bertanya kepada teman-temannya hasil ulangannya. Grace mendapatkan nilai 💯 tapi tidak membuat Grace bangga karena ia sering mendapatkan nilai sempurna.
"Ulangan dapat berapa Grace?" tanya Peter.
"💯." sambil menunjukkan kertas ulangannya dan Peter hanya membalas dengan menyunggingkan ujung mulutnya.
Kelas telah usai, setiap anggota memiliki kesibukannya masing-masing sesuai seleranya.
Entah apa yang merasuki Grace ketika mendengar suara musik berdentang Grace mendekatinya.
"Digoyang terus mang..." tegur Grace pada Yanto yang menggelok-gelokkan badannya mengikuti irama dangdut. Grace pun ikut nimbrung dan tertarik mengikuti irama itu sambil tertawa kegirangan. Tanpa disadari, Peter datang dan....
"Grace!!!" panggil Peter yang membuat Grace berhenti melakukan aktivitasnya.
"Kamu itu perempuan Grace. Jaga sikap." tegur keras Peter. Sebenarnya bukan sekali ini Grace lakukan. Dia sering lakukan di kamar bersama dengan teman-temannya sambil berolahraga.
"Mampus dah..." gumam Grace
Tapi Grace tidak menggubris teguran Peter. Dia masuk kamar dan mengajak adek kelasnya untuk pergi ke sungai X.
"Ke sungai X yuk..." ajak kepada Yustina.
"Berdua saja?" tanyanya.
"Iya." jawab Grace.
Mereka keluar asrama dan menyusuri jalan setapak menuju ke sungai X. Sambil jalan mereka berdua saling cerita dan bercanda. Sesudah sampai di sungai X, mereka memilih tempat yang menurut mereka nyaman.
"Disini saya Yus..." kata Grace.
"Iya kayaknya enak disini." jawab Yustina.
Selain tempatnya teduh karena dilindungi oleh pohon kersen, mereka juga menikmati buah itu. Sambil duduk-duduk menikmati pemandangan sungai itu dan semilir angin, tiba-tiba datanglah dua orang laki-laki yang ingin berkenalan dengan mereka.
"Hai...." sapa kedua pemuda itu.
"Hai juga...." jawab Grace dan Yustina.
"Boleh kenalan?" tanya mereka dengan menyodorkan tangannya.
"Grace."
"Wanto"
"Yustina"
"Alex" Secara silih berganti mereka mengenalkan diri dan berjabatan tangan.
"Asal dari mana?" tanya Alex
"Aku dari Kalimantan Barat." jawab Yustina.
"Aku dari kecamatan X." jawab Grace.
"Bisa berteman?" tanya Wanto
"Bisa." jawab Grace
Mulai saat itu mereka berteman. Jika Grace dan Yustina datang ke sungai X itu, Alex dan Wanto pun juga datang. Alex dan Wanto berasal dari Desa seberang sungai. Jadi, jika mereka ingin bertemu, Alex dan Wanto tidak segan-segan untuk menyebrangi sungai.
Waktu begitu cepat berlalu. Matahari sudah mulai terbenam. Waktunya untuk mereka kembali ke asrama.
Sesampainya di asrama, Grace melihat Peter sudah duduk di tempat makan menunggu kedatangan Grace.
"Grace, darimana? tanya Peter.
"Dari sungai X." jawab Grace.
"Grace, jalan yuk... cari udara segar." ajak Peter.
"Mandi dulu bang." alasannya Grace.
"Ok." balas Peter
Grace pun ke kamar untuk mengambil sabun dan pergi ke kamar mandi punya Ibu dapur. Berbeda dengan yang lainnya. Grace lebih suka mandi di kamar mandi Ibu-ibu dapur.
Selain tidak antri, air pasti ada.
"Bu...." panggil Grace ke Ibu dapur.
"Apa? Masuk..." jawab Ibu-ibu dapur.
"Saya disini dulu ya Bu. Pacarku ngajak pergi jalan-jalan. Lagi males aku Bu." punya Grace.
Ini kesempatan Grace untuk menolak ajakan Peter secara halus. Selain menghindari ajakan Peter, Grace suka di kamar Ibu dapur karena dapat makanan ekstra. Apalagi masakan Ibu dapur pasti berbeda dengan punya anak-anak.
Hampir satu jam Peter menunggu batang hidungnya Grace tidak muncul-muncul. Mandi tidak selesai-selesai. Hingga sudah jam 19.00 Grace baru keluar dari persembunyiannya. Grace memang pintar cari alasan.
__ADS_1
"Baru selesai mandi?" tanya Peter.
"Hmmmm... tadi ngobrol dengan ibu dapur. Nggak mungkin kita pergi karena sebentar lagi jam belajar. Besok-besok aja lagi bang." elak Grace.
Grace masuk ke kamar untuk meletakkan peralatan mandinya dan bersiap-siap ke ruang belajar. Sesampainya di ruang belajar, bukannya belajar malah ribut dengan Nimrod dan teman-temannya.
"Grace, kita belajar tulisan yang kamu ajarkan kemarin yuk." ajak Nimrod.
"Ihhhh males aku .... aku mau kerjakan PR bahasa Inggris dulu." jawab Grace.
Sebenarnya untuk mengerjakan PR bahasa Inggris, Grace tinggal minta tolong sama Peter saja untuk kerjakan tinggal terima beres. Tapi Grace tidak mau lakukan seperti yang teman-temannya lakukan. Sudah biasa teman-teman Grace menyuruh Peter mengerjakan tugas mereka. Grace gengsi bila melakukan itu. Sebisanya dan semampunya, Grace akan mengerjakan sendiri tugasnya.
"Grace, kita bicara." ajak Peter yang sudah membuat Grace berdebar-debar tak beraturan. Tetapi Grace mengikuti langkah Peter dari belakang.
"Grace duduk. Grace, berhenti gangguin Aci. Berhenti goda-goda dia. Kamu itu aktivis Gereja, seharusnya kamu jadikan dia lebih baik bukan malah merusaknya." marah Peter yang membuat Grace terdiam.
"Kalau kamu masih nekat ganggu-ganggu Aci, kita end..." serunya sambil berdiri dan melangkah menjauh dari Grace. Grace hanya bisa menatap punggungnya yang mulai menjauh.
Grace masuk kamar karena sudah waktunya jam tidur. Sesampai di kamar Grace tidak bisa tidur. Selain cuacanya yang panas, hatinya juga panas. Tak terasa matanya sudah mulai ada tanda-tanda bahwa tidak butuh waktu lama ia terbawa ke alam mimpi.
Tepat pukul 04.30, Grace membuka matanya perlahan agar bisa beradaptasi dengan lampu menyala di atas tempat tidurnya. Setelah mata terbuka, ia beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mengikuti kegiatan doa bersama.
Setelah doa bersama, Peter menemui Grace dan memberikan surat yang Peter tulis semalam.
"Lagi?" tanyanya dalam hati. Grace pun menerima surat itu.
Untuk
Yangku
Tersayang
"Salam manis rindu sekali buatmu"
Yang yangku tersayang, pa kabar nich? So pasti in well condition, soalnya kan baru tadi malam habis ketemu. Surat ini kutulis saat i tidak bisa tidur karena si "N" itu lho nyamuk yang liar dan ganas, yang selalu lapar dan haus.
"N"? Nimrod kah? Ada apa dengan Nimrod? Apakah dia mengira kalau aku ada hubungan dengan Nimrod" cemas Grace menebak inisial "N" dengan sembarangan padahal sudah dijelaskan kalau itu nyamuk.
Yang hari demi hari tanpa terasa waktu berlalu. Seminggu bagaikan sekejap mata. Bila i tatap wajahmu, rasa susah, duka, lara seakan tiada wujud. Beberapa malam ini kau selalu hadir dalam mimpiku. Mimpi yang begitu indah, seolah / seakan dunia bagaikan milik berdua. Bila kuingat akan mimpi itu i tersenyum sendiri. Terbayang kisah romantis dalam mimpi itu. Kita duduk berdua menonton bioskop. Duduk sambil berpegangan tangan sambil menikmati suasana yang hening, kita berbincang-bincang. Ah.... seandainya itu bukan mimpi pasti akan menjadi memori indah yang akan selalu berada dalam ingatan dan tidak akan terlupakan. Tapi walau itu terjadi di dalam mimpi tetap akan menjadi kenangan yang tiada habisnya.
"Hmmmm.... mimpi yang aneh bang. Jangankan mau nonton, ketemu Abang aja akunya banyak alasan. Pegangan tangan romantis bang? Aku genggam tangan Abang aja karena Abang paksa tarik tanganku!" komentar Grace tentang mimpi itu
Yangku yang tersayang, i pikir i terlalu banyak aturan yang harus chamoe lakukan. i jadi takut chamoe berpikir, belum apa-apa sudah mengekang kayak ngono, trus gimana nanti kalau....
"Judek aku dengan sikap Abang. Benar-benar ngalahin aturan Yayasan deh... dan jangan terlalu berharap sampai kesitu bang. Ini saja aku sudah tidak tahan, apalagi kalau menikah? Neraka bang!" celetuknya lagi.
Sungguh itu semua kukatakan / kulakukan agar chamoe jadi seorang cewek yang agung, ayu dan berwibawa. Sehingga orang tidak akan memandang rendah padamu. Soalnya jika i sayang / care sama seseorang saya tidak mau suara sumbang terdengar di telinga ini. Sungguh i jadi terlalu sayang sama kamu. Rasanya ingin i habisin hari-hari ini bersama gitu. Chamoe yang begitu baik padaku membuat i makin sayang padamu.
"Bang, dari sononya memang udah kayak gini. Nggak bisa lembut, kasar dan suka kebebasan. Ditambah lagi Abang yang suka ngekang. Suaraku juga sudah sumbang bang... "
Yang memang benar katamu kita harus menjaga jarak seperti yang chamoe katakan. I nggak mau chamoe dapat masalah sama urusan-urusan ..... i takut kamu bermasalah sama guru terutama ortumu (alias mertua, ngaku ni ye...). Yang i sayang menjadi susah karena urusan ini. Cinta / kasih itu perlu pengorbanan baik itu waktu, perasaan dan .... i rela kok melakukan itu demi yang kusayang asalkan kamu senang, itu akan i lakukan meskipun itu berat rasanya.
Yangku yang kusayang, i nggak tahu mengapa makin hari, makin sayang sama chamoe. I nggak tahu gimana bisa berpisah denganmu nanti, saat i genggam tanganmu rasa tenang hadir di dalam hidupku, susah jadi hilang, duka menjadi suka, mungkin saat ini "i have been falling in love with you", i nggak tahu apa yang ada di dalam hatimu ataukah perasaan ini hanya bertepuk sebelah tangan. Kalau itu yang terjadi sebenarnya habis deh riwayat aye.
"Abang bener. Susah sekali aku bisa cinta sama Abang. Tapi bukan karena ada yang lain."
I janji akan jaga perasaanmu dan chamoe harus dong jaga perasaanku. Chamu udah dikasih tahu sifatku, pemarah, cemburu dll.
"Abang sadar sesadar sadarnya ya... Baguslah."
kau di hatiku selalu menjadi pujaan
kau di jiwaku dan kau menjadi idamanku
Harap dibalas buat obat rindu en stress
Balasnya panjang-panjang ya biar enak dibaca
From the boy
who loving you
TTD
"Aku juga stress karena Abang." mengakhiri komentarnya.
Setelah Grace membaca surat itu. Ia pun membalas dan memberikannya kepada Peter. Sewaktu keluar dari kamar, terdengar keributan gitar dan pukulan tempat sampah-tempat sampah untuk drum.
**Putri, jangan menangis
Hapus air mata
Di wajah cantikmu
Putri, kepergianku
Tak akan lama
Tahan rindumu
Putri, seandainya saja
'Ku bisa menghentikan waktu
Kuhentikan waktu
Bila kau rindukan aku, Putri
Coba kau pandangi langit malam ini
__ADS_1
Bila itu tak cukup mengganti
Cobalah kau hirup udara pagi
Aku di situ
Mungkin dengan perpisahan
Kita 'kan mengerti arti pertemuan
Putri, percaya padaku
Ini hanya likuan hidup
Yang pasti berakhir
Bila kau rindukan aku, Putri
Coba kau pandangi langit malam ini
Bila itu tak cukup mengganti
Cobalah kau hirup udara pagi
Aku di situ
Putri, seandainya saja
'Ku bisa menghentikan waktu
Kuhentikan waktu
Bila kau rindukan aku, Putri
Coba kau pandangi langit malam ini
Bila itu tak cukup mengganti
Cobalah kau hirup udara pagi
Bila kau rindukan aku, Putri
Coba kau pandangi langit malam ini
Bila itu tak cukup mengganti
Cobalah kau hirup udara pagi
Aku di situ
Putri, jangan menangis
Penulis lagu: Pongky Barata**
"Ampun deh... pagi-pagi lagunya kayak gitu." gumam Putri. "Bah, itu tempat sampah habis karena dipakai untuk ngedrum?" lanjut Grace.
Grace melanjutkan tujuannya untuk bertemu Peter. Kesana sini dia mencari tapi tidak menemukannya juga. Terlihatlah sosok laki-laki yang keluar dari asrama putra.
"Ini dia." ucap Grace dalam hati.
"Ini bang, balasan suratku." Grace memberi surat itu dan meninggalkan Peter sendiri.
"Aku ke kelas dulu. Guru bentar lagi datang." sambungnya
Selang tidak lama Grace masuk ruang kelas, Pak Cahyo datang.
"Hari ini sejarah Ulangan." seru Pak Cahyo.
"Yahh.... yah.... Pak?" teriak murid-murid.
Kali ini Grace kalang kabut. Bukan karena dia tidak belajar tetapi karena Grace memang tidak suka dengan sejarah meskipun gurunya ganteng maksimal.
Mereka pun mengerjakan soal. Setelah dibahas, hasil ulangan dibagikan dan membuatnya geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Hasilnya benar-benar mengecewakan. Yang biasanya Grace mendapatkan nilai 💯 di pelajaran lain, kini Grace hanya mendapatkan nilai 6.
"Dapat berapa Grace?" tanya Pak Cahyo.
"Lumayan baik pak untuk ukuran pelajaran ini." jawab Grace.
"Berapa." tanya penasaran Pak Cahyo.
"Lumayan pak. 6." jawab Grace yang hanya dibalas dengan anggukan kepala pelan oleh Pak Cahyo.
*Dalam hubungan yang sehat itu harus ada kejujuran. Ketidakjujuran dalam hubungan sama saja dengan membunuh pasangan secara pelan-pelan. Hargai perasaan pasanganmu, karena hukum tabur tunai itu masih berlaku. Sudahi yang harus disudahi. Jangan memaksakan diri sebelum kata "sah" bergema. Atau Anda akan menyesal seumur hidup.*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai readers...
Terima kasih banyak sudah membaca karya saya....
Semoga menginspirasi dan semoga kalian menikmati....
Jika ada typo atau kata-kata yang susah dipahami, mohon koreksinya ya....
Bisa komen di bawah atau masuk ke grup saya....
Semoga hari kalian menyenangkan...
Mari saling mendukung dalam berkarya....
__ADS_1