Indahnya Masa SMA

Indahnya Masa SMA
Part 30 - End


__ADS_3

Setelah kepergian Gurunya dan mahasiswa praktek tersebut, membuat Grace terus menimbang-nimbang ajakan mereka untuk kuliah lagi.


"Ini adalah cita-citaku. Ini kesempatan buatku untuk menggapainya. Kalau memang kampus ini menyediakan biaya maka, saya akan pergi. Tapi, bagaimana dengan ayah? apakah ayah akan mengijinkan aku pergi? aku tahu ayah seperti apa. Nggak mudah untuk membujuknya. Kalau begitu akan aku coba bicara dulu sama ayah. Oh, Tuhan tolong buka hati ayah agar mengijinkan aku pergi. Ini adalah kesempatan terbaik buatku Tuhan. Amin"


Sore harinya orang tua Grace pulang dari bekerja mencari nafkah. Grace tidak mau menunda-nunda lagi untuk tidak membicarakannya.


"Yah, Bu...." ucap Grace agak ragu-ragu. Mereka hanya menoleh ke arah Grace. "Boleh saya kuliah?" lanjut Grace.


"Mau kuliah pakai apa Grace? Jangan aneh-aneh. Untuk makan saja kurang apalagi untuk kuliah." jawab Ayah Grace.


"Mbok ya uwis nduk.... Nrimo. Kamu itu sudah sampai SMA itu bersyukur banget." imbuh ibunya Grace.


"Gini lho yah, Bu. Tadi itu gurunya Grace datang membawa seorang mahasiswa yang sedang praktek di daerah X, mereka bilang kalau masalah biaya jangan ambil pusing yang penting ada kemauan. Nanti akan dibantu." jelas Grace.


"Tidak Grace. Awalnya mungkin bilang begitu, tapi tidak tahu nanti bagaimana. Kamu akan mengalami kesulitan. Sudahlah tidak usah kuliah, toh ujung-ujungnya juga akan ke dapur." jawab Ayah Grace.


"Yah, ini kesempatan lho buat wujudin cita-cita Grace. Katanya ada bantuan yah..." tegasnya pada ayah Grace.


"Ya sudah, kalau kamu ngeyel. Ayah tidak mau tanggung jawab kalau ada apa-apa." kata ayah Grace nyerah.


"Iya yah, berangkat Minggu depan..." balas Grace.


"Cepat sekali Grace?" tanya ibunya.


"Iya Bu. Nanti berangkat dari daerah X." jawab Grace.


"Baiklah terserah kamu. Yang penting kamu hati-hati. Jaga diri baik-baik." imbuh ibunya yang khawatir karena Grace belum pernah ke kota tersebut.


"Terima kasih yah, Bu." pungkas Grace senang. Akhirnya bisa lanjutkan kuliah lagi.


Esoknya Grace ke asrama untuk berpamitan dengan teman-teman dan guru-gurunya karena akan melanjutkan kuliah di Bogor.


Grace tidak seperti sekolah lain yang setiap kali lulusan comfoi dan coret-coret baju. Bajunya bersih tanpa Coretan. Bagi Grace, untuk merayakan kelulusan cukup dengan berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.


Grace hanya sehari saja di asrama untuk berpamitan dengan teman-teman dan guru-gurunya. Setelah itu langsung kembali ke rumah untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.


Hanya dengan baju satu tas dan uang dua ratus ribu rupiah, Grace berangkat kuliah. Grace diantar oleh ayahnya ke tempat guru dan mahasiswa praktek berada.


Grace berangkat tanpa keraguan. Disana. Di kampus itu ada harapan yang menantinya untuk mengubah takdirnya.


Grace tidak menyangka bisa sampai di tahap ini padahal ayahnya hanya bersedia menyekolahkan Grace di tingkat SD.


Tuhan punya cara yang luar biasa bagi Grace untuk mewujudkan mimpinya. Tuhan bisa memakai siapapun untuk mewujudkan mimpi umat-Nya. Hanya, serahkan diri sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa, maka Ia akan melakukan bagian-Nya untukmu.


Sedangkan di asrama sekarang, mereka sedang bingung harus bagaimana dengan ketidaklulusan mereka. Mereka menyesal. Mereka frustasi. Mereka putus asa. Itu semua karena tidak menggunakan waktu sebaik mungkin untuk belajar. Hanya bersenang-senang sesuka hati. Sekarang penyesalan di belakang. Tidak ada gunanya lagi.


Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengikuti ujian kejar paket C. Harus kembali ke program awal. Padahal pihak Yayasan sudah mengusahakan bekerja sama dengan salah satu sekolahan agar bisa mendapatkan ijazah pada umumnya. Itulah mengapa, asrama harus pindah.


Satu setengah tahun kemudian


Setelah kuliah di semester tiga akhir, Grace diijinkan untuk berlibur pulang kampung halaman selama 3 minggu. Grace mengambil kesempatan ini untuk mengunjungi teman-temannya di asrama. Berapa senangnya mereka bisa berkumpul lagi.

__ADS_1


Jika selama satu setengah tahun Grace hanya mengirimkan surat dan menelpon, kali ini bisa bertatap muka.


Saat Grace memasuki gerbang asrama, Grace melihat Indra di ruang makan yang sedang berkumpul bersama teman-temannya. Grace menghampirinya sebentar lalu mencari Bu Heni.


Satu semester setelah satu setengah tahun


Pada setelah berada di semester lima, Grace mendapatkan kesempatan untuk praktek atau KKN di Bandung selama 3 bulan. Grace di tempatkan di Bandung karena sesuai dengan passionnya untuk pengembangan masyarakat. Grace harus belajar pada petani atau pekebun untuk menanam. Selain itu, Grace juga memberikan les tambahan bagi para murid-murid SD untuk belajar bahasa Inggris.


Bahkan hal seperti ini Grace sudah lakukan sejak di semester dua. Dia sudah mulai aktif untuk kegiatan sosial di beberapa desa dengan mengadakan les gratis. Kegiatan ini dibagi menjadi dua. Grup pertama, bertugas untuk bersosialisasi dan membuka tempat baru yang terdiri dari 7 orang termasuk Grace. Sedangkan grup dua, bertugas untuk mengajar. Untuk sistem belajar mengajar sendiri dibagi ke beberapa Kelompok. Kelompok satu, terdiri dari kelas 1-2 yang fokus pada membaca dan menulis. Kelompok dua, kelas 3-4 yang fokus berhitung dan bahasa Inggris. Kelompok tiga, kelas 5-6 juga fokus pada berhitung dan bahasa Inggris. Khusus kelas 6, akan difokuskan untuk persiapan ujian akhir. Sedangkan kelompok empat, tingkat SMP diutamakan untuk pelajaran bahasa Inggris.


Ada dua kampung yang telah dibuka untuk kegiatan ini. Sedangkan di kampung lainnya lebih banyak diarahkan pada kegiatan-kegiatan lain untuk menambah wawasan mereka.


Bahkan bukan hanya itu. Grace dan keempat temannya juga mengadakan aksi sosial dengan membantu satu keluarga yang sudah rentan dan memiliki satu anak yang mengalami gangguan kejiwaan di kompleks asrama untuk membersihkan rumahnya, mencuci baju, dan lain-lain. Grace dan teman-temannya mengerjakan itu terkadang dua Minggu sekali. Tergantung kesibukan Grace di kampus.


Warga sangat senang dengan program yang mereka adakan. Bahkan pihak kampus sangat mengapresiasi kegiatan ini. Itulah mengapa Grace dikirim ke Bandung agar lebih banyak belajar kepada para petani.


Setelah praktek dari Bandung, Grace diberikan kesempatan untuk pulang kampung selama satu Minggu. Dalam kesempatan ini, Grace juga membawa teman-temannya yang sama-sama praktek.


Dalam kepulangan Grace kali ini, selain ke asrama, Grace juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat sejarah mereka. Yaitu sungai X. Setelah itu, Grace mengunjungi Ekon di tempat kerjanya. Disinilah cinta Grace terus bertumbuh untuk Ekon dan hubungan semakin intens.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka bertemu karena hari sudah sore. 30 menit cukup bagi mereka untuk melepaskan rindu.


Grace memantapkan hatinya hanya untuk mencintai Ekon meskipun ada beberapa orang yang mendekatinya.


Akhirnya.....


Di kampus Grace, untuk sampai lulus tingkat S1 harus menempuh pendidikan selama 4 tahun dan 1 tahun masa praktek. Selain praktek satu tahun, ada praktek di semester 5 dan semester 7.


Pada Semester 5, Grace mendapatkan tempat praktek di Bandung selama 3 bulan. Semester 7 di Manado selama 3 bulan. Sementara untuk praktek satu tahun ditempatkan di Surabaya.


6 bulan kemudian, Ekon memberitahu kepada Grace kalau akan menikah. Grace senang mendengar itu karena Ekon sudah bisa move on. Ekon bisa menerima orang lain di dalam hatinya meskipun di dalam hati Ekon masih ada cinta untuk Grace.


Ekon menikahi istrinya bukan didasarkan pada cinta. Tetapi cewek itu yang mencintai dengan Ekon. Dia merasa nyaman bersama Ekon. Bahkan ia rela meninggalkan keyakinannya agar bisa bersama Ekon.


Sedangkan Grace juga sudah memiliki hubungan dengan teman kuliahnya. Hubungan mereka sempat ditentang oleh keluarga Grace. Tetapi Grace tidak henti-hentinya memperjuangkan hubungan itu. Alhasil hubungan mereka mendapatkan restu.


Pada Semester 7, Grace sudah mengajukan proposal untuk skripsinya dan Semester 8 memulai untuk skripsi. Karena Grace sempat sakit selama satu bulan, Grace mengerjakan skripsi hanya dalam jangka waktu 3 bulan termasuk risetnya. Selain itu Grace juga sering diminta membantu mengecek tata bahasa skripsi pacarnya.


Dengan perjuangannya akhirnya Grace bisa lulus ujian skripsi meskipun mendapatkan nilai yang tidak memuaskan. Setidaknya Grace sudah berjuang sekuat tenaga. Sedangkan pacarnya bisa mendapatkan nilai yang lebih baik dari Grace berkat bantuan Grace.


Setelah ujian skripsi selesai, mereka harus menjalani hubungan jarak jauh karena tuntutan praktek satu tahun dari kampus. Praktek ini juga sebagai penentu kelulusan. Jika gagal atau melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sesuai dengan peraturan kampus, maka wisuda akan ditunda selama satu tahun. Artinya, mereka akan menjalani praktek lagi selama satu tahun agar bisa wisuda.


Masa praktek satu tahun selesai. Mereka pun wisuda bersama-sama. Wisuda dihadiri oleh keluarganya.


Grace benar-benar merasa bersyukur. Akhirnya bisa lulus S1. Mengingat perjuangan kuliah selama 4 tahun dan satu tahun praktek. Banyak hal yang Grace hadapi. Grace pernah merasakan bagaimana tidak bisa ikut ujian karena tidak bisa membayar uang asrama. Grace pernah mengalami kekurangan. Grace pernah difitnah hingga mendapatkan SP sebanyak dua kali dalam seminggu. Grace juga pernah mendapatkan nilai yang terbaik. Grace pernah dihakimi oleh dosen dan dipandang rendah. Suka duka telah ia lalui.


Proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Itulah yang Grace dapatkan.


Setelah Grace wisuda, Grace mendapatkan kesempatan untuk ikatan dinas di Hongkong. Tempat yang tidak pernah Grace pikirkan sebelumnya.


Untuk praktek di Hongkong juga bukan perkara mudah. Dia yang baru lulus S1 harus belajar merendahkan diri untuk menjadi seorang Asisten Rumah Tangga.

__ADS_1


Ini kesempatan Grace untuk banyak belajar. Grace bisa belajar bahasa Inggris, belajar rendah hati, belajar mengatur waktu, belajar untuk disiplin, belajar untuk berusaha meskipun tidak bisa, belajar untuk bekerja dan banyak lagi.


Grace hanya menghabiskan waktu selama satu setengah tahun lamanya untuk ikatan dinas di Hongkong. Karena total ikatan dinas adalah 2 tahun. Kurang lebih 4 bulan, Grace sudah gunakan waktunya untuk mengenal bahasa Hongkong dan belajar budaya Hongkong.


8 tahun kemudian, Grace mendapatkan pasangan yang sesuai dengan keinginannya. Meskipun usia pernikahan Grace tergolong terlambat bagi orang-orang di kampung pada umumnya namun bagi Grace, lebih baik terlambat dengan orang yang tepat.


Kalau di kampung Grace, kebanyakan dari mereka akan menikah di bawah usia 23 tahun sedangkan Grace sudah berusia kepala tiga. Lebih tepatnya 34 tahun.


Bukan perkara yang mudah bisa bertahan menjadi jomblo hingga berusia kepala tiga. Orang tua Grace, terutama ibunya Grace selalu bertanya kapan menikah? Keluarga besar bertanya kapan nikah? Tetangga-tetangga bertanya kapan menikah? Kamu perempuan lho, harus cepat menikah, nanti susah melahirkan. Bla.... bla.... bla ... Teman-teman Grace terlalu sering juga bertanya pertanyaan yang sama. Grace hanya bersabar dan bersabar menanti pasangannya.


Untuk itu Grace lebih memilih untuk bekerja jauh dari rumah hingga ke luar pulau karena telinga selalu panas dengan seribu cercaan pertanyaan yang diajukan bertubi-tubi kepada Grace. Sabar, itu kuncinya.


Grace menikah dengan seorang dosen yang mengajar beberapa universitas di Bandung. Seorang yang dewasa sebagai imam dalam rumah tangga, seorang yang dewasa dalam berpikir dan bertindak, seorang yang sabar dan pengertian, seorang yang sayang kepadanya dan keluarganya dan seorang yang tidak menjadikannya sebagai pembantu namun penolong. Suami idaman banget buat Grace.


Mereka menjadi keluarga yang harmonis. Keluarga yang diinginkan oleh kebanyakan orang. Semua itu berkat kesabarannya menanti orang yang tepat.


Jadi guys....


buat kalian yang saat ini masih menantikan jodoh, jangan khawatir. Bersabarlah. Tuhan pasti mendengar doamu. Hanya saja untuk memperoleh jawaban yang tepat dan indah membutuhkan waktu.


Tidak perlu dengar omongan orang lain, omongan tetangga dan omongan teman. Karena masa depanmu, kamulah yang menjalani dan Tuhan yang menentukan.


Kamu hidup juga bukan ditanggung tetangga atau orang lain. Mungkin mereka membantu. Tetapi percayalah tidak semua orang tulus membantu. Yang memanfaatkan banyak.


Apa yang dilihat manusia baik, belum tentu baik di mata Tuhan.


Apa yang direncanakan baik oleh manusia, belum tentu rencana itu baik di mata Tuhan.


Tuliskan lah sebanyak-banyaknya rencanamu dengan pensil dan berikan penghapusnya kepada Tuhan agar Tuhan menghapus rencanamu yang tidak sesuai dengan rencana Tuhan. Bahwasanya rencana Tuhan lah yang terbaik meskipun bukan terbaik buat manusia. Tetapi lakukan apa yang Tuhan mau, pasti kamu akan bahagia bersama-Nya.


*Asah skillmu bukan hanya untuk dirimu sendiri tetapi juga untuk orang lain yang membutuhkan. Jika kamu bisa melakukan lebih dari yang kamu lakukan seperti biasanya, maka kamu juga akan mendapatkan wawasan yang lebih.*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers...


Terima kasih banyak sudah membaca karya saya....


Semoga menginspirasi dan semoga kalian menikmati....


Jika ada typo atau kata-kata yang susah dipahami, mohon koreksinya ya....


Bisa komen di bawah atau masuk ke grup saya....


Jangan lupa like ya...


Support ya...


Sekali lagi Terima kasih banyak untuk partisipasinya....


Note: sudah selesai ya guys....

__ADS_1


Jangan lupa share juga ya...


thanks...


__ADS_2