Indahnya Masa SMA

Indahnya Masa SMA
Part 7 - Akhir Semester


__ADS_3

Ujian akhir semester ganjil telah usai. Grace mendapatkan nilai yang memuaskan. Hampir semua mata pelajaran baik pelajaran program paket C maupun keagamaan, mendapatkan nilai hampir sempurna. Itu semua, Grace dapatkan dengan penuh perjuangan. Peringkat pertama, itulah yang pantas untuk Grace. Proses tidak akan mengkhianati hasil.


Untuk merayakan hasil ujian akhir Semester mereka, pihak Yayasan mengajak mereka berlibur selama 3 hari. Pada hari pertama, mereka menginap di villa. Hari kedua dan hari ketiga, mereka diminta melakukan gerak jalan dari Tawangmangu hingga Telaga Sarangan.


*Hari Pertama


Ini adalah kesempatan pertama mereka untuk refreshing. Dan mereka pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Villa yang tadinya sepi, langsung ramai oleh karena ulah mereka.


Hari pertama mereka banyak menerima siraman rohani dari pembina Rohani. Banyak hal yang mereka pelajari untuk bekal hidup agar terus berjalan di jalan Tuhan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan.


Selain siraman rohani, mereka juga bermain games; Cerdas Cermat Kitab, Puzzle dan bisik-bisik kata secara kelompok.


Cerdas cermat, mengajarkan mereka betapa pentingnya belajar isi Kitab agar hidup tidak salah arah dan mengingatkan mereka ketika dalam kesulitan hidup.


Puzzle mengajarkan mereka bahwa dalam hidup ini kita perlu menyatukan hubungan yang terpecah belah, baik dalam keluarga maupun berteman. Bagaimana hubungan yang rusak bisa dipersatukan kembali di tangan mereka.


Bisik-bisik kata mengajarkan bahwa tidak selamanya yang kita dengar itu benar. Mungkin orang yang memberitahumu bukan sumber berita yang bisa saja memelintir kata, mengurangi kata, atau menambah kata. Jadi jangan mudah percaya gosip.


Mengapa games harus dibuat secara kelompok? Yaitu, untuk mengajarkan mereka bekerja sama yang baik. Adakalanya mereka akan bertemu dengan orang pintar tapi enggan bicara, bertemu orang bodoh yang banyak bicara, bertemu orang yang menjengkelkan, bertemu dengan orang yang maunya didengar, bertemu dengan orang yang maunya paling di depan, bertemu dengan orang cuek, bertemu dengan orang yang pengetahuannya minim, bertemu dengan orang pintar, bertemu dengan orang yang hanya perhatian, bertemu dengan orang yang suka mengatur, bertemu dengan orang yang mudah beradaptasi dan bertemu dengan orang yang sudah beradaptasi tetapi mereka bisa bekerjasama dengan baik untuk menghasilkan kesusksesan.


"Asyik ya hari ini, bisa belajar banyak hal." ucap Grace kepada Onis.


"Katanya besok kita akan jalan dari Tawangmangu sampai Telaga Sarangan lho..." balas Onis.


"Oya? wahhhh jauh banget itu. Tapi kayaknya asyik tu." jawab Grace.


Hari kedua


Esoknya hari mereka kembali berkumpul dalam doa bersama dan disitulah mereka mendapatkan pengumuman apa yang akan dilakukan satu hari itu.


"Oke, untuk hari kemarin sangat bagus. Kalian tentunya belajar banyak hal. Hari ini kita akan melakukan perjalanan ke Telaga Sarangan. Nanti akan ada beberapa pos. Dan di pos itu akna ada petunjuk apa saja yang harus dilakukan." ucap Pak Budi.


Pak Budi sudah menyiapkan beberapa Pos yang berisi petunjuk. Pos pertama, mereka harus berdoa untuk keluarga. Pos kedua, mereka bisa makan Snack di warung yang sudah ditunjuk. Pos ketiga, mereka berdoa bangsa Indonesia. Pos keempat, mereka mendapatkan makan siang. Pos kelima, mereka berdoa untuk para pemimpin rohani. Pos keenam, Snack lagi. Pos ketuju, penginapan.


Mereka harus menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam untuk sampai di penginapan. Selama perjalanan, mereka sangat menikmati pemandangan pegunungan yang memanjakan mereka, bercanda ria, bercerita dan bernyanyi.


"waaawwww.... sejuk dan indah." seru Grace. "Ayo, kita main tebak-tebakan!" lanjutnya.


"Tau gak angin warnanya apa?" ucap Onis. Seketika wajah Grace berubah bingung. "Tau nggak?" lanjutnya dan disambut gelengan kepala dari Grace.


"Merah. Coba lihat hasil kerokan di badan orang yang sedang masuk angin." jawab Onis.


"Receh." sahut Grace. "Terjemahkan ke dalam bahasa jepang “tidak ada uang”?" sambung Grace.


"Aisteru." jawab Yanto yang sekita wajah Grace tegang.


"Salah! Apa Nis?" tanya Grace pada Onis. Tetapi Onis menjawabnya dengan geleng-geleng.


"Sakurata takupusing Hahahaha..." jawab Grace sambil ngakak.


"Kalau ini. Banyak dijauhi orang padahal dia. putih." tanya Yanto.


"Bawang putih." jawab Grace.


"Yaelah Grace... Dapur terus yang kamu urusin. Jawabnya orang yang kena panu sekujur tubuh." balas Yanto yang dibalas dengan tertawa receh ala mereka.


"Beralih ke pantun ya." pinta Grace.


"Duduk dirumah sambil jualan." sahut Yanto


"Asyik..." jawab serentak.


"Yang dijual motor antik." lanjut Yanto.


"Lanjut Yan." jawab mereka.


"Ini bukan sekedar gombalan." lanjut Yanto lagi.


"Lanjuuuuutttt....." sahut mereka lagi dengan serempak.


"Wajahmu memang  cantik." ucap Yanto sambil kedua tangannya menunjuk ke arah Grace yang membuat wajah Grace merah bagai kepiting rebus.


"Bikin kue pakai tepung ragi." ucap Onis


"Lanjut." jawab serentak.


"Cari tepung maizena tidak ketemu." lanjut Onis.


"Pakai tepung kanji Nis...." sahut Grace

__ADS_1


"Tak perlu lagi kau ragu lagi." lanjut Onis.


"Trussss.... lanjut lanjut...." perintah Grace


"Aku akan selalu setia mendampingimu."


"Hahaha.... cie... cie..." balas Yanto.


Itulah canda receh Grace, Onis dan Yanto. Mereka bertiga jalan berdampingan dengan semangat 45.


Tak terasa sudah berada di tengah perjalanan setelah Pos ketiga, masuklah ke Pos empat. Sebentar lagi Pos makan.


"Udah laper aku... ini perut keroncongan dari tadi menuntut jatah." ucap Grace.


"Sebentar lagi sampai Pos empat, kita akan makan. Sabar..." sahut Onis.


"Sama Grace. Perutku juga sudah meronta-ronta minta jatah. Emang ini perut nggak sopan banget. Nggak bisa diajak kompromi. Ni cacing dalam perut sudah lapar di stadium 4." ucap Yanto.


"Ciaaahhhh kalian berdua memang cocok dah." jawab Onis.


"Kita cocok Grace." kata Yanto.


"Iya cocoknya hanya pas jam makan." celetuk Grace.


5 menit kemudian sampailah mereka di pos yang ditunggu-tunggu. Yaitu pos empat dimana mereka akan mendapatkan makan untuk cacing-cacing mereka yang sudah meronta-ronta.


"Akhirnya...." seru Grace.


"Grace... Grace... " jawab Onis.


"Lapar!!" jawab singkat Grace.


Mereka pun mendapatkan jatah makan.


"Pelan-pelan Grace. Nanti kamu keselek." kata Yanto.


"Cieee.... Yanto perhatian sama Grace." ucap Ita.


"uhuk.... uhuk.... uhuk..." Grace benar-benar tersedak. Onis dan Yanto menyodorkan minum untuk Grace. Grace jadi bingung mau ambil yang mana.


"Dibilangin pelan-pelan. Nggak akan ada yang akan ambil makananmu Grace." ucap Yanto lagi. Grace hanya membalas dengan senyuman.


Selesai makan, mereka istirahat sebentar agar makanan yang baru saja mereka makan sampai di perut. Selang 10 menit, mereka pun jalan lagi menuju pos lima.


"Baahhhh hujan ni... kita lanjutkan atau berhenti?" tanya Grace. "Tapi lebih asyik, kalau kita lanjutkan." jawabnya untuk menjawab pertanyaannya sendiri.


Mereka pun nekat melanjutkan perjalanan. Baju sudah basah semua. Beruntung pakaian ganti diangkut dengan mobil oleh ketua Yayasan.


"Ehhhhh.... itu Yanto ngapain? Wehhhhh kencing sembarangan saja." kata Onis. "Lahhhh .... ngapain kamu duduk di aspal?" tanya Onis lagi kepada Grace.


"Ngompol itu si Grace." seru Dona.


"Hahahaha...." tawa Grace ketahuan ngompol di celana karena sudah kedinginan dan tidak ada tempat yang bisa ditumpangi untuk buang air. "Ketahuan dehhh aku...." jawab Grace dalam hati.


Tidak lama kemudian, Dona pun melakukan hal sama seperti Grace.


"Donaaaaaaaa....." teriak Grace. "wehhhh tadi ngomongin aku." mereka pun tertawa bersama atas kekonyolan mereka.


"Aduhhhh ni air yang mengalir di jalan ini bukan hanya air hujan tetapi air kencing kalian." celetuk Onis yang disambung dengan gelak tawa mereka.


Akhirnya mereka sampai di pos kelima dan lanjut pos keenam (bos terakhir). Pos terakhir yang mereka tunggu-tunggu. Disana mereka akan mendapatkan Snack dan teh hangat. Meskipun mereka berjalan jauh, tetapi tidak lepas dari pantauan pemimpin mereka.


"Ahhhhh akhirnya pos terakhir. Serbuuuuu." teriak Kobus.


Dengan senang mereka menikmati Snack dan air hangat yang menghangatkan tubuh mereka karena air hujan. Canda dan tawa terus mencairkan suasana mereka.


Sesampainya mereka di tempat penginapan, mereka bersih-bersih badan dan melakukan renungan malam bersama setelah mereka makan malam. Malam mulai larut dan rasa capek terasa di badan mereka. Mereka tidak keluar penginapan karena kecapekan. Mereka lebih memilih untuk tidur. Apalagi selimut sudah menanti untuk menghangatkan tubuh mereka.


Hari ketiga


Pada hari ketiga setelah mereka berdoa bersama dan sarapan, mereka diijinkan menikmati pemandangan di Telaga Sarangan dengan mengelilingi telaga itu. Ada yang berfoto ria, ada yang mencari kenalan, ada yang jajan dan ada pula yang hanya duduk-duduk saja.


Siang itu juga mereka kembali ke Asrama menggunakan truk. Esoknya mereka diperbolehkan untuk berlibur. Grace, Bita dan Tatik berlibur ke rumah masing-masing. Untuk yang khusus dari Kalimantan, mereka ada yang berkunjung ke rumah saudara dan yang paling banyak, mereka hanya berdiam diri di asrama. Sedangkan Ita, ia ikut Grace berlibur.


"Masuk Grace. Maaf ya rumah masih jelek" ucap Grace yang mempersilahkan Ita masuk ke rumah yang masih terbuat dari anyaman bambu dan berlantaikan tanah.


"Tidak apa-apa Grace. Santai saja. Terima kasih sudah mengajak aku ke rumahmu." balas Ita.


"Sama-sama Ita. Anggap aja rumah sendiri. Kalau lapar cari makan sendiri. Kalau tidak ada makanan di bawah kerodong, masak." jawab Grace. "Kenalkan ini Ibu saya." lanjut Grace memperkenalkan ibunya.

__ADS_1


"Ita Bu..." kenal Ita.


"Ibunya Grace. Panggil saja Ibu." jawab ibu Grace. "Maaf, rumah Grace masih jelek seperti ini." lanjut Ibu Grace.


"Baik Bu. Terima kasih. Tidak apa-apa Bu. Ini sudah bisa untuk berteduh." jawab Grace sambil tersenyum.


"Masukkan tasmu di kamar Grace, ya." ucap Ibu Grace.


"Baik Bu. Terima kasih." balas Ita.


Ita pun memasukkan tasnya di kamar Grace. Bukan kamar yang bagus. Itu adalah kamar yang sangat sederhana. Dari dalam bisa melihat celah-celah kecil, ada sedikit cahaya dari luar masuk melalui celah-celah itu. Tetapi meskipun begitu tidak mengurangi rasa nyaman Ita karena keluarga Grace sangat hangat. Bukan rumah yang dikunjungi tetapi keluarganya, itulah di benak Ita.


"Ayo makan dulu Ta." ajak Grace.


"Ayo..." balas Ita


Sampailah mereka di meja makan


"Ini jangan, dimakan ya." canda Grace. Ita pun bingung dan bengong. Dia hanya mengambil ikan asin.


"Ini sayur apa kok jangan diambil. Emangnya beracun. Kalau beracun kenapa di taruh di meja dan dibumbui kelapa?" batin Ita.


Ketika Ibunya Grace melihat piringnya Ita yang hanya ada nasi dan ikan asin, membuat ibunya tercengang.


"Lho Ta.... kamu tidak suka sayur?" tanya Ibu Grace.


"Suka Bu." jawab Ita.


"Lalu kenapa tidak ambil sayur?" tanya Ibunya Grace.


"Tadi Grace bilang 'ini jangan, dimakan ya? Jadi tidak kumakan." jawab Ita yang disahut dengan tertawa oleh ibu Grace dan Grace yang seketika membuat Ita bingung kenapa mereka tertawa.


"Grace .... Grace... kamu itu suka sekali jahilin orang. Ita, jangan itu ya sayur. Jangan itu bahaya Jawa." kata ibu Grace membuat Ita menjadi malu dan Grace tertawa ngakak.


"Oh gitu ya Bu? Ini sayur apa Bu?" tanya Ita.


"Ini kalau orang Jawa bilang namanya sayur urap. Kamu coba deh..." pinta Ibu Grace. Ita pun mencobanya.


"Enak Bu." puji Ita.


"Nambah. Makan yang banyak. Badanmu tipis kayak tripleks gitu." goda Ibu Grace.


"Baik bu. Terima kasih." balas Ita dengan senyuman.


"Nanti kalau lapar, ambil makan sendiri ya. Tidak malu-malu. Jangan tunggu yang lainnya." ucap Ibu Grace.


"Baik Bu. Terima kasih." sahut Ita


Hari-hari Ita lalui dengan senang di rumah Grace karena keluarganya sangat asyik dan suka bercanda. Apalagi ayahnya Grace. Senang sekali bercanda.


Selama satu Minggu Ita berlibur di rumah Grace. Mereka pun kembali ke Asrama untuk acara tahun baru bersama. Sebenarnya mereka masih libur, hanya saja Grace lebih senang kalau di asrama bisa jalan-jalan dan bercanda dengan teman-temannya.


"Ta, kita kembali ke asrama ya?" ajak Grace kepada Ita.


"Memangnya kenapa? kan ini masih libur?" tanya Ita.


"Nggak apa-apa sih. Lebih asyik kalau di asrama dengan teman-teman. Saya sudah bosan di rumah." balas Grace.


"Terserah kamu sajalah." jawab Grace menyerah sambil menaikkan kedua bahunya.


"Kamu tahu nggak? Kenapa saya memilih untuk di asrama?" tanya Grace yang dibalas gelengan kepala Ita.


"Kalau di rumah, kamu nggak akan bisa kemana-mana meskipun itu tahun baru. Keluargaku bukan seperti keluarga orang lain yang tergila-gila dengan tahun baru. Yang tergila-gila dengan kembang api dan tergila-gila untuk jalan-jalan hanya sekedar lihat langit yang dihujani dengan tembakan kembang api. Keluargaku tidak pernah piknik. Jangankan untuk piknik, untuk makan saja kurang. Saya itu piknik hanya waktu ada kegiatan di sekolah saja. Makanya saya pengen malam tahun baru disana biar bisa merasakan tahun baru itu seperti apa?" jelas Grace yang membuat Ita ber'oh-oh' ria.


*Kebahagiaan itu bukan soal memiliki harta yang melimpah. Punya keluarga yang hangat saja bisa membuatmu bahagia melebihi apapun. Karena kebahagiaan itu mahal, tidak bisa dibeli dengan harta."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers...


Terima kasih banyak sudah membaca karya saya....


Semoga menginspirasi dan semoga kalian menikmati....


Jika ada typo atau kata-kata yang susah dipahami, mohon koreksinya ya....


Bisa komen di bawah atau masuk ke grup saya....


Semoga hari kalian menyenangkan...

__ADS_1


Mari saling mendukung dalam berkarya....


 


__ADS_2