Indahnya Masa SMA

Indahnya Masa SMA
Part 13 - Gagal Cium


__ADS_3

Selesai sekolah, Grace masuk kamar sambil menunggu jam makan siang.


Kringggg.... kringggg.... kring....


Bunyi lonceng tanda jam makan siang. Satu per satu mereka mulai menempati posisi masing-masing sesuai dengan kelompoknya.


Petugas masak sibuk menata nasi dan sayur masing-masing kelompok. Doa makan pun dinaikkan. Masing-masing sibuk menyendokkan nasi ke dalam mulutnya. Meskipun sedang makan, namun suara keributan mereka tidak kalah dengan keributan yang terjadi di pasar. Ada canda tawa yang menghibur mereka.


Selesai makan, Grace mengambil waktu untuk istirahat sebentar untuk meregangkan otot-ototnya.


Pukul 15.00 Grace ke kamar Yustina dan mengajak Yustina ke sungai X.


"Yus, kita jalan lagi ke sungai X yuk.." ajak Grace pada Yustina.


"Ntar lagi kak. Ganti dulu." jawab Yustina.


"Aku tunggu di ruang makan ya ..." pinta Grace.


"oke kak." jawab Yustina.


Grace pun keluar dari kamar Yustina dan berjalan ke ruang makan, kemudian meletakkan pantatnya pada kursi panjang yang terbuat kayu. Tidak membutuhkan waktu sampai 10 menit, Yustina keluar menghampiri Grace.


"Ayo kak." ajak Yustina dan Grace pun berdiri dari kursi kenyamanannya itu.


Grace berusaha supaya ketika keluar dari asrama, tidak dilihat oleh Peter sehingga menggagalkan rencananya untuk ke sungai X.


Grace dan Yustina melangkahkan kakinya langkah demi langkah melewati jalan setapak hingga sampai di tempat tujuan. Mereka ke sungai X sebenarnya hanya karena ingin melepaskan penat ketika di asrama. Mereka bisa menikmati semilir angin dan berharap sang angin membawa terbang rasa penatnya.


Seperti pertemuan pertama mereka dengan Alex dan Wanto, Alex dan Wanto pun sudah berada di seberang sungai. Tanpa ragu mereka menyeberangi sungai itu. Melangkahkan kakinya sambil sedikit meloncat agar mendapatkan pijakan kaki yang pas. Tetapi karena arus sungai agak tinggi dari biasanya, celana mereka basah hingga sampai lutut mereka. Tidak apa-apa bagi mereka, yang penting mereka bisa bertemu dengan Grace dan Yustina.


"Hai ..... ketemu lagi kita." sapa Wanto.


"Hai juga...." balas Grace.


"Sudah lama?" tanya Alex.


"Belum." jawab Yustina.


"Apa kabar?" tanya Wanto.


"Baik." jawab Grace.


"Boleh kami main ke tempat kalian." tanya Wanto lagi.


"Maaf, tidak boleh. Kami tinggal di asrama. Tidak boleh sembarangan orang datang." elak Grace.


"Oh gitu. Tapi kalian sering kesini kan?" tanya Wanto yang mencoba menggali informasi.


"Terganggunya juga. Kalau lagi pengen ya kami kesini." jawab Grace


"Sering-seringlah kesini." pinta Alex.


"Tidak janji" jawab Grace dan Yustina.


Grace tahu bahwa Wanto menaruh hati padanya dan Alex menaruh hati pada Yustina. Tapi Grace tetap menjaga diri dan komitmennya untuk tidak menjalin hubungan dengan orang yang berbeda keyakinan dan berkomitmen untuk tidak mendua meskipun Grace belum mencintai Peter juga.


"Kami pulang ya. Sudah mau gelap ni." pamit Grace untuk menghindari mereka.


"Oke, hati-hati di jalan." pesan mereka.


Mereka pun beranjak meninggalkan Alex dan Wanto karena sudah merasa tidak nyaman. Sesampainya di jalan dan mereka tidak bisa melihat lagi Alex dan Wanto, Grace dan Yustina pun membahas tentang pertemuan mereka tadi.


"Yus, Alex sepertinya suka sama kamu." ucap Grace. "Hati-hati, jangan sampai dia datang ke asrama." lanjut Grace.


"Iya kak. Aku tahu." jawab Yustina.


"Sepertinya mereka kurang baik." imbuh Grace.


"Iya kak." sahut Yustina.


Tak terasa mereka hampir sampai di asrama. Dari kejauhan tampak sosok yang sering dihindari menunggu di jembatan.

__ADS_1


"Mampus dah. Kemarin-kemarin bisa menghindari karena di asrama. Ini sudah nunggu disini." gumam Grace.


Grace tidak bisa menghindar karena jembatan itu satu-satunya jalan menuju asrama.


"Kak, itu ada bang Peter." ucap Yustina.


"Iya, aku sudah lihat." balas Grace.


Sesampainya di dekat Peter, "Jalan yuk, sambil menikmati suasana malam di kota ini." ajak Peter yang tidak bisa dielakkan.


Mereka pun jalan-jalan sedikit agak jauh dari asrama. Entah itu dimana. Peter membawa Grace masuk di gang-gang. Sesekali Peter mencoba untuk mencuri ciuman Grace tapi Grace berhasil mengelak.


Peter meraih tangan Grace dan menariknya ke pinggangnya. Sementara tangan Peter berada di pundak Grace. Grace ingin menarik tangannya tetapi tangan Peter menguncinya. Peter mencoba untuk mencuri ciuman lagi tetapi gagal lagi.


Mereka memasuki pekarangan asrama dan ini percobaan Peter yang terakhir untuk mencium Grace tapi tetap saja Grace menghindari dan membuat Peter geram.


"Aku masuk, mau mandi." pamit Grace yang mulai menjauh dari Peter dan tidak mendapatkan jawaban apapun dari Peter.


Setelah mandi, Grace ke ruang belajar. Disitu bertemu lagi dengan Peter.


"Aduhhheee...." geram Grace dalam hati.


"Grace, kenapa kamu menolak ciuman aku? Aku melakukan itu hanya untuk orang yang aku cintai lho...." tanya Peter.


"Nggak apa-apa. Cuma nggak bisa saja." jawab Grace yang kemudian ditinggalkan oleh Peter yang sudah marah.


Sementara Grace masih di ruang belajar bersama dengan teman-temannya untuk mengerjakan PR dan belajar pelajaran biologi untuk esoknya siap-siap jika ada ulangan mendadak.


Sel


Sel merupakan unit terkecil dari kehidupan.


Struktur sel meliputi membran sel, inti sel, sitoplasma, dan organel sel.


Membran sel tersusun atas lipoprotein dan bersifat selektif permrabel.


Organel sel meliputi ribosom, retikulum endoplasma, mitokondria, badan golgi, sentrosom, lisosom, plastida, mikrotubulus, mikros lamen, dan peroksisom.


Sel prokariotik tidak mempunyai inti dan sistem endomembran seperti retikulum endoplasma, mitokondria, dan badan golgi.


Sel tumbuhan memiliki organel yang tidak dimiliki sel hewan yaitu dinding sel, vakuola, dan plastida.


Sel hewan memiliki organel yang tidak dimiliki sel tumbuhan yaitu flagel dan sentriol.


Transpor pada sel terdiri atas transpor pasif (difusi, difusi terfasilitasi, osmosis) dan transpor aktif (transpor aktif primer, transpor aktif sekunder, eksositosis, endositosis). Endositas terdiri atas fogositosis dan pinositosis.


Grace berusaha memahami kata demi kata dari rangkuman yang ia tulis. Dia mencoba fokus meskipun hubungannya dengan Peter sedang tidak baik. Dia juga tidak terpengaruh dengan yang lainnya yang sedang ribut. Grace hanya ingin ketika ulangan besok mendapatkan nilai yang sempurna.


Sementaraitu Hati, Peter benar-benar merasa sakit ketika ia meninggalkan Grace. Ia teringat kata teman-teman Grace bahwa Grace pernah dicium dan dipeluk oleh Steve. Padahal berita itu bohongan. Grace benar-benar tidak menerima ciuman maupun pelukan dari Steve.


Peter masuk kamar dan mencari kertas serta ballpoint untuk meluapkan emosinya dan penasarannya pada Grace yang tidak mau ia cium. Setelah selesai menulis surat, ia kembali menemui Grace untuk menyerahkan surat itu.


"Grace...." Panggil Peter sambil memberikan surat itu.


Grace masuk kamar dan membaca surat itu.


**Buat yang tercinta


Di arena


Santai


"Shalom**"


Hai yang, salam kangen buatmu selalu. Kabarnya so pasti oke kan soalnya barusan jalan bareng. Saya sangat senang, bahagia sekali saat saya menggandeng dirimu waktu jalan sama. Abang rasa tenang sekali, dimana bila Abang genggam tanganmu hangat alangkah bahagianya jika Grace jadi istri Abang ( menghayal nich ye?). Pasti Abang akan jadi orang yang paling bahagia. Sungguh Abang akan menjaga Grace dengan sepenuh hati tapi Abang harus cari uang dulu untuk modal hidup.


"Aku baik-baik bang tapi hatiku yang kurang baik. Abang paksa aku. Abang yang tarik tanganku supaya Abang genggam. Ga kasihan sama obat nyamuk kita yang di depan seperti jadi pengawal. Untuk jadi istri juga masih jauh bang. Aku baru kelas 2. Aku juga masih punya cita-cita. Kalau Abang jaga Grace terus, gimana kebutuhan hidup bang. Sekalipun cari modal emang cukup untuk seumur hidup?" ucap Grace dalam hati untuk mengomentari surat Peter.


Memang Grace agak terpaksa diajak jalan karena Grace baru pulang dari sungai X dan Peter mencegat di jalan. Waktu di jalan, tangan Grace ditarik ke pinggangnya sambil menggenggamnya dan tangan Peter di pundaknya Grace.


Grace yang tercinta, maafkan Abang ya jika Abang memaksa menuntut "itu", itu semua Abang hanya lakukan / minta pada orang yang Abang sayangi. Abang ingin sekali memeluk dan membelai and kissing you tetapi kamu menolak ahh... sangat sukar untuk diungkapkan. Abang punya sifat jika sesuatu yang abang ingin tidak tercapai maka hati Abang tidak tenang, susah tidur dan ingin marah. Oleh karena itu Abang minta dengan sangat sama Grace (Abang jadi sudah tidur). Mulai sekarang Abang tidak akan maksa lagi deh. Belum apa-apa main paksa kan cepat nanti ceritanya.

__ADS_1


"Maaf bang, meskipun Grace suka cengengesan tapi kalau soal cium, peluk dan belai sudah diingatkan oleh Pendeta Grace supaya menjaga kekudusan hidup dan Grace akan terus menjaganya. Terima kasih Abang juga bisa mengerti." kata Grace tanpa mengeluarkan suara.


Grace Abang jadi bingung, mengapa Grace menolak saat Abang mau..., Abang pikir Grace tidak sepenuhnya cinta sama Abang. Steve azha Grace kasih... dan peluk tapi Abang Grace tolak. Tak mengapa asal Grace senang, Abang pun senang. Abang mau hidup Abang ini menyenangkan hati orang yang Abang cintai.


"Untuk mencintai Abang dengan sepenuh hati memang Grace belum bisa tapi Grace berusaha dan itu susah. Mengenai Steve, entah abang dapat berita dari mana? Grace tidak menerima ciuman maupun pelukan dari dia. Memang Grace dikunci sama dia tapi kami tidak melakukan itu." kata Grace yang mulai jengkel atas fitnahan yang dituduhkan kepada dia.


Grace, jika Abang pindah nanti mungkin Abang akan jarang kesini. Pasti Abang akan merindukan Grace selalu. Abang berkomitmen Abang tak akan jatuh cinta lagi dan menutup diri lagi dan Abang hanya akan mencintai Grace saja. Tapi yang menjadi pikiran Abang hanya Grace saja. Mungkin itu tidak akan terjadi untuk Grace. Maklum azha Grace banyak yang menyukai. Bagi Abang kalau Grace menduakan Abang tak mengapa walaupun hati Abang luka. Abang tak mau menyakiti orang lagi "minta itu saja tidak mau".


"Biarpun Grace belum cinta sama Abang, Grace punya komitmen untuk tidak akan mendua bang. Satu saja bikin tertekan apalagi 2 atau lebih. Aku tetap berusaha setia pada satu hubungan. Masalah mereka suka dengan Grace, itu hati mereka. Kita tidak bisa menahan kalau sudah berurusan dengan hati." Kata Grace yang semakin jengkel.


Tapi Abang nggak mau gara-gara hal kecil itu kita jadi berantakan, kan rugi Abang mikir. Sekarang Abang harus belajar mengerti dan memaklumi perasaan orang yang Abang sayangi. Sebenarnya Abang itu egois lho tapi Abang akan belajar mengubahnya.


Grace Abang mau tanya, mengapa Grace menolak? Tolong jawab dengan jujur.


"Itu masalah komitmen bang. Grace tidak bisa seperti yang lainnya. Yang mudah memberikan pipi, kening bahkan bibir dan pelukan. Grace bukan seperti itu." Tegas Grace dalam hati.


Grace yang tercinta, hari bertambah hari cinta Abang makin bertambah sama Grace. Abang nggak tahu mengapa itu terjadi. Mungkin karena Abang sudah terlalu mencintai Grace. Ingin selalu Abang membelai rambut, mengecup kening Grace serta memeluk Grace. Tapi Abang rasa itu akan jadi impian yang tak akan tersampaikan.


"Jangan pernah bermimpi untuk menyentuh Grace bang. Grace bakalan jaga seluruh anggota tubuh Grace." komen Grace.


Tak bisa dibayangkan satu hari tanpa melihat wajahmu bagaikan seribu hari lamanya. Grace, Abang doakan moga Grace menjadi juara kelas. Abang janji Abang akan kasih hadiah nanti. Pokoknya yang kau harus dapat yang terbaik.


"Untuk urusan sekolah, Grace akan tetap pertahankan bang. Tidak perlu janji apa-apa. Grace hanya bertanggung jawab atas kepercayaan yang orang tua Grace kasih."


Grace, balasnya berurutan sekali dengan isi surat Abang bacanya dengan seksama. Jangan salah tulis lagi seperti surat yang lalu.


I love you so much


hidup tanpa


kehadiran mu tiada


warnanya


From


someone


who loving you


"huhhhh..... mungkin Grace tidak bisa mempertahankan hubungan ini bang. Bukan karena Grace ingin ganti pacar tapi Grace benar-benar tidak bisa mencintai Abang." akhir dari ucap Grace dalam hati.


Tidak mau menunda-nunda waktu lagi, malam itu juga Grace membalas surat Peter, menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan, dan menjawab rasa penasarannya pada Grace kemudian akan diserahkan besok pagi selesai doa pagi.


Dalam menulis suratnya, kadang Grace bingung mau menjawab apa. Dia berpikir keras agar alasan-alasan Grace bisa diterima oleh Peter tanpa menyinggungnya. Meskipun Grace belum bisa mencintai Peter tapi Grace juga berusaha untuk menghormatinya dan menjaga perasaannya. Begitu pula dengan Peter. Peter sangat menghargai Grace. Jika pasangan lain memanfaatkan pacarnya untuk mencuci bajunya, berbeda dengan Peter. Dia tidak sekalipun menyuruh Grace untuk mencuci bajunya.


*Dia yang mencintaimu tidak akan memaksakan kehendaknya sendiri untuk memuaskan nafsunya. Kamu yang mencintainya tidak akan membiarkan dia memuaskan nafsunya. Jagalah pipi, kening, bibir dan tubuhmu untuk dia yang menjadi suamimu kelak. Supaya suamimu tidak mendapatkan sisa dari pacarmu. Karena pacar belum tentu menikah. Saat kamu membiarkan pacarmu mencium pipi dan keningmu, suatu saat dia akan meminta lebih.*



Grace



Steven



Peter


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers...


Terima kasih banyak sudah membaca karya saya....


Semoga menginspirasi dan semoga kalian menikmati....


Jika ada typo atau kata-kata yang susah dipahami, mohon koreksinya ya....


Bisa komen di bawah atau masuk ke grup saya....

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan...


Mari saling mendukung dalam berkarya....


__ADS_2