Indahnya Masa SMA

Indahnya Masa SMA
Part 20 - Kekuatan Cinta


__ADS_3

Setelah kepergian Anes dua Minggu yang lalu, Grace merasakan ada sesuatu yang salah di tubuhnya. Merasakan meriang, badan agak lemas kepala agak berat.


Apa yang terjadi dengan Grace?


Apakah Anes tahu jika Grace sakit?


Bagaimana tanggapan Anes jika Anes mengetahui kalau Grace sakit?


Akankah Anes mengorbankan waktunya untuk mengunjungi Grace?


**********************************************


Penasaran kan? Kita jawab satu per satu ya....


Apa yang terjadi dengan Grace?


Grace sakit meriang biasa. Mungkin ada yang berpikir kalau Grace. Bagaimana mau hamil? Disentuh saja risih apalagi melakukan hal-hal yang lebih untuk menghancurkan masa depannya. Tapi kalau dengan orang-orang yang dia anggap jadi adek, tidak segan-segan untuk menggandeng tangannya meskipun itu kepada laki-laki. Ingat ya... hanya dianggap sebagai adek dan Grace dianggap sebagai kakak karena Grace juga punya kayak adek angkat gitu. Dia pun pacarnya Ita, Rinto. Masih ingatkan Ita dan Rinto? Ita teman dekat Grace yang menyambut Grace pertama kali dan Rinto adek kelas Grace.


Apakah Anes tahu jika Grace sakit?


Anes sama sekali tidak tahu kalau saat itu Grace sakit. Grace juga tidak menghubungi atau memberitahunya. Grace selalu mandiri. Jadi kalau cuma urusan sakit ringan,tidak akan merepotkan orang lain.


Bagaimana tanggapan Anes jika Anes mengetahui kalau Grace sakit?


Pasti akan datang besuk Grace. Grace juga tidak mau dia meninggalkan kegiatannya, jauh-jauh datang hanya karena Grace sakit meriang.


Akankah Anes mengorbankan waktunya untuk mengunjungi Grace?


Pertanyaan ini hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya ya. Pasti dia akan mengorbankan waktunya. Tapi Grace akan berusaha untuk mencegahnya jika mengganggu belajarnya.


Dalam suatu hubungan pasti ada ikatan batin. Jika pasangan mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan pasti akan terasa. Memang saat itu Grace tidak memberitahu kalau sakit dan Anes juga tidak diberitahu siapapun karena tidak ada orang yang tahu kalau Grace sakit. Grace tidak suka jika ada orang yang berbelas kasihan kepadanya. Oleh karena itu, ia berusaha agar tidak terlihat sakit. Meskipun ada sebagian orang yang bisa membedakan jika ada orang yang sakit atau tidak tetapi Grace selalu mengalihkan.


Sore itu Anes datang tanpa mengetahui kalau Grace sakit. Sewaktu datang pun, dia tidak langsung ke asrama dan mencari Grace tetapi di kantin bertemu dengan teman-teman gengnya. Dia meminta tolong seseorang untuk memanggil Grace untuk menemuinya di kantin.


"Kak, dicari bang Anes di kantin. Disuruh kesana." ucap adek kelasnya.


"Iya. Terima kasih." jawabnya lemas antara mau pergi atau tidak. Tetapi Grace memutuskan untuk menemuinya. Grace pun memakai baju yang agak tebal agar tetap hangat dan keluar kamar menuju kantin. Yang Grace pikirkan hanya ingin menemui Anes. Tidak mau bikin dia kecewa meskipun Anes tidak tahu kalau dia sedang sakit. Kalaupun Grace tidak menemuinya dengan alasan sakit, pasti Anes juga akan menemuinya. Tapi karena Grace sudah berada di level gejala bucin maka dia abaikan sakitnya.


Grace pun sampai di kantin dan melihat sudah banyak orang disitu. Terdengar canda tawa mereka begitu meriah dan renyah (seperti kripik).


"Bang..." panggil Grace ke Anes. Anes pun menoleh ke arah Grace dan memandang Grace berbeda.


"Kamu sakit?" tanyanya.


"Iya. Sedikit." jawab Grace.


"Kenapa tidak dikasih tahu ke Abang?" tanyanya lagi.


"Cuma sakit sedikit aja. Cuma sedikit meriang." jawab Grace dengan santai yang disambut Anes dengan menempelkan punggung tangannya di dahi Grace.


"Hangat...." komentar Anes dan menyingkirkan tangan Anes dari dahinya.


"Hehehe...." senyum palsu Grace agar Anes tidak panik.


Apakah ada kekuatan cinta?


Apakah ada mujizat dalam cinta?


Apakah cinta bisa mengalahkan sakit?


Kenyataannya Iya.


Tidak lama setelah bertemu Anes, Grace sudah berangsur pulih seperti mendapatkan kekuatan dari sang cinta. Kedatangan Anes menghasilkan aura yang positif untuk membawa kesembuhan bagi Grace.


"Yeeeeee.... setelah ketemu bang Anes sudah sembuh." goda Rius yang membuat Grace tersipu malu dan pandangan Anes beralih melihat Grace dengan wajah tersenyum yang tambah membuat Grace tersipu.


Setelah dari kantin mereka pun beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke asrama. Dalam perjalanan menuju asrama, Grace hanya terdiam tanpa kata dan sibuk dalam pikirannya sendiri. Dia hanya sesekali menjawab pertanyaan Anes.


"Kamu istirahat sebentar ya..." pinta Anes.


"Iya, aku masuk. Nanti saya temui Abang kalau pas sudah mau makan." sahut Grace.


"Oke." jawab Anes.


Mereka pun berpisah dari tempat makan itu menuju ke asrama masing-masing.


Saat sudah waktunya jam makan, mereka bertemu lagi di ruang makan. Grace sudah terlihat segar dan sehat dibandingkan 2 jam sebelumnya.


"Bang." sapa Grace


"Ehhh.... iya... sudah sembuh?" tanya Anes.


"Sudah bang." jawab Grace


"Ayo makan biar cepat pulih." ajak Anes yang hanya dijawab dengan anggukan kepala.


Mereka menikmati suasana makan bersama, tentu saja bukan hanya ada mereka berdua. Semua anggota asrama juga sedang makan di ruang makan. Masing-masing sibuk dengan memasukkan sendoknya ke mulut. Meskipun sesekali terdengar suara canda di antara mereka karena mereka bukanlah orang yang memegang peraturan harus diam saat makan. Pasti selalu ada cerita yang mengocok perut mereka.


"Nggak usah mandi kalau masih meriang." ucap Anes.


"Udah mandi tadi agak siangan." jawab Grace.


"Sudah tau sakit kenapa mandi?"


"Nggak betah kalau nggak mandi. Makanya mandinya agak siangan biar tidak kedinginan." bela Grace


"Ya sudah kalau gitu." jawab nyerah Anes. "Besok kalau sudah sembuh, Abang pulang ya..." ucap Anes.


"Iya. Hati-hati." jawab Grace.

__ADS_1


"Kamu juga. Jaga kesehatan. Jangan suka begadang. Kamu kan paling suka begadang."


"Iya." jawab singkat Grace.


"Jangan lupa berdoa. Berdoa untuk Abang juga. Jangan lupa makan. Jangan lupa belajar. Jangan sering-sering ke sungai." Titah Anes.


"Kok Abang jadi posesif gitu?" tanya Grace


"Kan perhatian. Itu juga kan bukti cinta Abang ke kamu." jawab Anes.


"Bah, malah ngegombal." canda Grace.


"Serius lho ini. Ngegombal kan hanya untuk kamu seorang." jawab Anes kekikikan.


"Bah, au ah. Gelap." balas Grace. "Yang penting Abang jangan selingkuh. Abang juga jangan lupa berdoa." lanjut Grace.


"Jangan-jangan kamu yang selingkuh?" tebak Anes.


"Aku jangan ditanyalah."


"Jangan ditanya lagi kalau pasti selingkuh." jawab Anes.


"Aku tu orangnya setia bang."


"Iya, setiap tikungan ada." jawab Anes


"Aku bukan Abang e...." debat Grace.


"Emang bukan. Kamu orangnya tukang selingkuh dan aku setia"


"Cihhhh terbalik bang. Abang yang tukang selingkuh." balas Grace.


"Kita buktikan nanti ya..."


"Oke!" jawab Grace untuk mengakhiri debatnya.


Esoknya pagi-pagi setelah doa pagi Anes harus kembali ke asramanya karena harus mengikuti pelatihan bidang otomotif.


"Grace, abang sudah harus kembali ke asrama sekarang." pamit Anes.


"Oke bang." jawab Grace.


"Kamu sudah sehat beneran?" tanya Anes untuk memastikan kesembuhan Grace dan dijawab Grace dengan anggukan kepala.


"Grace antar ke depan ya...?" pinta Grace.


"Iya. Ayo sekarang. Sebelum Abang kesiangan." ajak Anes


Grace menyempatkan dirinya untuk mengantarnya ke gang depan seperti biasanya. Itu salah satu bukti perhatian Grace kepada pujaan hatinya dan menggunakan waktu yang ada untuk quality time.


"Abang pergi ya... Jaga kesehatan dan jaga hati untuk Abang.


"Ingat jaga hati."


Bus itu pun berhenti tepat di depan mereka untuk membawa Anes.


"Ingat jaga hati."


"ehhh.... iya....iya... itu bus sudah nunggu Abang... Ntar busnya pergi lagi lho...." paksa Grace supaya segera naik ke dalam bus.


Anes menaikkan kaki sebelah kanan dan diikuti sebelah kirinya, masuk ke dalam bus. Saat sudah sampai di dalam bus, Anes melambai-lambaikan tangan kanannya yang berarti "da..... da..." dan menaruh tangannya di bibirnya kemudian melemparkannya ke arah Grace yang berarti "cium jauh". Grace membalasnya dengan lambaian tangan dan senyuman manis alanya.


Lambat laun bus itu sudah menghilang dari pandangan Grace. Grace melangkahkan kakinya, menyebrang ke sisi jalan dengan menoleh ke kanan dan ke kiri agar terhindar dari kecelakaan. Dengan berjalan sendiri, Grace memasuki asrama dan menuju ke kamarnya. Saat bertemu dengan teman-temannya, Grace menjadi bahan olok-olokan.


"Cieeeee kekuatan cinta mampu mengalahkan sakit penyakit."


"Cieeeeee yang sakit sudah sembuh karena Abang datang..."


"Obat yang paling mujarab penyembuh sakit itu hanyalah cinta dari seseorang yang kita sayangi."


"Besok cari pacar ahhhh."


"Jomblo kejang-kejang."


"Dibuka pendaftaran bagi para jomblowan-jomblowati."


"Jomblo akut tertindas."


Bertubi-tubi olokan Grace dengar dan Grace hanya tersenyum.


"Makanya yang jomblo cari pacar. Yang punya pacar pasti tahu rasanya." celetuk Grace.


"Huuuuuuhuiiiiiiiii....." teriak mereka.


Setelah mengantar Anes, Grace siap-siap untuk mengikuti belajar mengajar. Kali ini, Guru bahasa Inggrisnya baru, masih muda, berkulit sawo matang, dan agak pendek. Bukan Grace kalau tidak membuat ulah di dalam kelas.


"Bahasa Inggrisnya Aku cinta kamu, apa?" tanya Grace.


"I love you." sahut teman-teman Grace yang laki-laki.


"I love you too all." jawab Grace yang disoraki teman-temannya. "Bahasa Inggrisnya, badan saya tidak enak, apa?" lanjut Grace. Semua pada diam tidak bisa menjawab karena memang kelas Grace kurang bisa bahasa Inggris


"My body is not delicious." seru Grace.


"Benar Grace?" tanya Lius.


"Tidak percaya buka kamus. Coba, My body itu apa?" tanya Grace yang membuat mereka membuka kamus.


"Badan saya." jawab Rius.

__ADS_1


"Betul!!!! jempol empat untuk kamu Rius. Sekarang, is not itu apa?"


"Tidak." jawab Rius lagi.


"Jempol empat untuk kamu lagi yus. Lalu, delicious itu apa? tanya Grace.


"Enak!" kata Ita.


"Oke, disambung ya.... jadi artinya? pikir sendiri." jawab Grace dengan tertawa kemenangan.


Tiba-tiba Pak Adi muncul dengan menggelengkan kepalanya mendengar candaan mereka. Mereka tidak memperhatikan pak Adi yang sudah ada di depan pintu kira-kira sudah tiga menitan.


"Ribut sekali kalian. Kamu itu lho Grace.... menyesatkan teman-temanmu." ucap pak Adi yang hanya dijawab dengan tertawa recehan ala Grace.


"Grace, apa yang akan kamu lakukan buat reman-temanmu yang belum bisa bahasa Inggris?" tanya Pak Adi.


"Nggak ada pak, karena saya belum bisa bahasa Inggris." jawab Grace.


"Grace....? Bapak tanya serius ini." tanya ulang Pak Adi.


"Grace mana mau membantu pak sekalipun bisa." celetuk Rius.


"Saya belum bisa pak. Rius kamu harus rajin belajar. Jangan pacaran terus." jawab Grace.


"Tu kan ngelak. Lagian siapa yang pacaran. Kamu aja yang sering pacaran." jawab Rius.


"Kamu sudah punya pacar Grace?" tanya Pak Adi.


"Sudah pak. Gonta-ganti malah." sahut Aci.


"Sembarangan." jawab Grace.


"Buktinya...." ucap Aci menggantung.


"Yang pertama bang Peter. Belum lama putus, sudah sama bang Anes." jawab Aci.


"Jangan-jangan kamu cemburu Ci?" goda Grace pada Aci.


"Tidak lah.... lagian karena cinta bang Anes sudah membawa kesembuhan buat kamu." sahut Aci.


"Kamu sakit Grace." tanya Pak Adi kepo.


"Sudah sembuh pak." jawab Grace


"Itu karena kekuatan cinta pak." sahut Rius.


"Lah, kalian kok malah nyerang aku sih?" tanya Grace.


"Bukan nyerang tapi ini kenyataan Grace. Belum lagi adek kelas...." jawab jujur Rius.


"Wehhhh .... wehhhhh siapa lagi tu...? tanya Dona.


"Ngaco kamu Yus." jawab Grace dengan melempar spidol ke arah Rius. "Mana ada.... Kalau mereka yang suka ya nggak tahu. Itu urusan hati mereka. Kita tidak bisa paksa. Karena itu urusan hati." lanjut Grace.


"Berarti benar dong?" tanya Rius dengan paksa.


"Nggak tahu!!!!" jawab Grace.


"Ahhhhh, pura-pura nggak tahu kamu." jawab Kobus. "Belum lagi yang di kelas ini!"


"Ehhhhh siapa lagi ini.... ngaku.... siapa yang suka saya?" tanya Grace menoleh ke arah teman-teman lelakinya dan sebagian menunjuk ke arah Aci dan sebagian menunjuk ke arah Yanto.


"Wahhhh..... wahhhh.... ternyata banyak penggemar misterius aku....." ucap Grace dengan PDnya sambil tepuk tangan pelan. "Kok kalian tidak bilang sih kalau suka aku." lanjutnya.


"Kalau bilang, emangnya kamu mau terima?" jawab Yanto.


"Terima sebagai pembawa barang aku saja." jawab Grace dengan wajah menggoda.


"Sudah .... sudah.... kok kalian malah membahas Grace?" ucap Pak Adi.


"Nggak tahu mereka ini Pak... bahas dari bahasa Inggris sampai ke pacar, sampai ke adek kelas, sampai ke mereka lagi. Lagian bapak juga sempat kepo." jawab Grace.


"Penasaran Grace." sahut Pak Adi.


"Jangan-jangan bapak juga naksir saya?" tebak Grace disambut dengan pandangan tidak percaya dari teman-temannya yang tidak percaya kalau Grace berani berkata seperti itu kepada Pak Adi.


"Kita baru ketemu Grace. Baru ketemu saja melihat kamu sudah pusing Grace."


"Ihhhh bapak..... Cinta itu dari mata turun ke hati. Cinta pada pandangan pertama. Hai... hai..." balas Grace tanpa ada rasa takut. Sementara yang lainnya sudah was-was, jangan sampai bikin Pak Adi marah.


"Kita belajar sekarang ya... ribut terus kerja kalian." lerai Pak Adi.


*Cinta itu memberikan kekuatan karena dalam cinta akan mengalirkan aura positif. Jika kamu mencintai seseorang, maka tentunya kamu akan menjadikannya lebih baik. Jika kamu dicintai maka tentunya kamu akan menjadi lebih baik.*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers...


Terima kasih banyak sudah membaca karya saya....


Semoga menginspirasi dan semoga kalian menikmati....


Jika ada typo atau kata-kata yang susah dipahami, mohon koreksinya ya....


Bisa komen di bawah atau masuk ke grup saya....


Semoga hari kalian menyenangkan...


Mari saling mendukung dalam berkarya....

__ADS_1


__ADS_2