Indahnya Masa SMA

Indahnya Masa SMA
Part 6 - Kekacauan


__ADS_3

Pagi itu, pukul 04.00 Grace mengajak Tatik untuk jogging.


"Tik, jogging yuk." ajak Grace.


"Kemana?" tanya Tatik.


"Kita muter saja lewati asrama putra." jawab Grace yang dibalas dengan anggukan kepala Tatik.


Bagi mereka tidak butuh waktu lama untuk persiapan. Akhirnya mereka berangkat. Dan sesampainya di depan asrama putra, muncullah ide jahilnya Grace. Grace menundukkan badannya dan mencari sesuatu di tanah.


"Kamu cari apa?" tanya Tatik.


"Nah, dapat. Ini!" Grace menunjukkan batu kecil di tangannya dan membuat Tatik terkejut .


"Puuuuooookkkkkkk,..." benda kecil itu melayang menuju pintu asrama mereka. Yang pastinya membuat mereka terkejut.


"Satu.... dua... tiga..... lariiiiiiii!" teriak Grace sambil menarik tangan Tatik.


Sampailah mereka berdua di asrama. Tidak lama kemudian Toni sudah datang lebih cepat dari biasanya untuk mengikuti doa bersama.


"Tumben sudah datang?" tanya Grace sambil cengengesan karena dia tahu kalau Toni datang lebih cepat akibat ulahnya yang sudah melempar pintu asrama.


"Kamu tu...." jawabnya.


"Masa dia tahu kalau yang lempar pintu aku?" tanya Grace dalam hati. "Ya sudahlah. Biarin." lanjutnya.


Tidak lama kemudian, anggota asrama putra yang lainnya juga datang. Mulailah mereka melakukan doa bersama. Setelah itu, mereka mengerjakan kerja praktis.


Hari ini mereka akan mengikuti pelajaran Tata Boga dan guru mereka meminta mereka untuk menuliskan resep beserta caranya untuk membuat cake.


**Bahan-bahan:


- 100 gr margarin


- 4 kuning telur


- 2 telur utuh


- 80 gr tepung segitiga


- 80 gr gula pasir


- 5 gr SP


- 15 gr susu bubuk


- 10 gr maizena


Cara membuat:


- Kocok telur + SP + gula sampai kembang kental berjejak


- Masukkan bahan tepung (ayak) dalam 3 kali campur dengan spatula


- Masukkan margarin


- Tuang di loyang ukuran 20 cm yang sudah dioles + tabur terigu


- Bake 50 menit suhu 160 derajat Celcius


- Saat bolu matang, keluarkan dan dinginkan di cooling rak


Bahan cream:


- 200 gr margarin


- Tepung gula


- 2 sdm cokelat bubuk + sedikit kopi nescafe instan


Cara membuat:


- Kocok margarin sampai benar-benar creamy masukkan gula tepung dan pasta, kocok rata


- Cream siap dioles


- Sajikan**


Dengan seksama mereka memperhatikan kelihaian guru mereka mempraktekkan bagaimana cara membuat kue agar berhasil. Mereka juga ikut terlibat langsung untuk mempraktekkan. Sesekali diantara mereka membuat gaduh agar tidak tegang atau mencairkan suasana. Selain itu, mereka juga belajar membuat susu kedelai.


**Bahan-bahan:


- 250 gram kacang kedelai


- 150 gram atau 10 sdm gula pasir

__ADS_1


- 0,5 sdt vanili


- 0,5 sdt garam


- 1500 ml air mineral


Cara membuat:


- Siapkan wadah lalu masukan kacang kedelai. Cuci bersih kedelai, lalu rendam selama 8 jam atau 1 malam. Pagi harinya, remas kacang untuk mengupas kulit arinya.


- Pastikan kulit ari terkelupas bersih, jika tidak nanti susu bisa lengu. Jika kedelai sudah bersih dri kulit ari, cuci bersih kedelai lalu rebus selama 5 menit.


- Siapkan blender, lalu masukan kedelai dan air mineral. Blender dan pastikan kedelai terlumat menjadi bubur.


- Saring susu kedelai menggunakan kain. Jangan menggunakan saringan kelapa, agar tidak ada ampas. Remas kedelai hingga kering.


- Siapkan panci lalu masukan sari kedelai, gula, vanili, dan garam. Rebus selama 5 menit sambil diaduk. Bila ada buih, angkat dan buang buih tersebut.


- Jika sudah, susu kedelai dapat dinikmati**.


Pelajaran mereka telah usai. Mereka pun membereskan semua peralatan dan tempat yang telah mereka gunakan. Mereka mendapatkan pengalaman baru dan ilmu baru hari pada itu.


Kemudian mereka memotong kue yang mereka buat dan membagi-bagikan ke semua orang agar sama-sama mengincipi kue itu.


"Enak dan lembut." ucap Grace yang sekilas terpikir untuk membuatnya lagi dan menjualnya.


Jam makan siang telah tiba dan waktunya mereka istirahat sejenak untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar bagi yang mengambil program paket C.


Waktu terus berjalan. Sampailah Grace di kelas. Kali ini mereka belajar pelajaran PPKn. Setelah itu mereka pelajaran IPS. Pelajaran yang paling dibenci oleh Grace adalah Sejarah. Grace merasa bahwa otaknya tidak mampu menghafal dan mengingat pelajaran itu dalam jangka waktu yang lama.


Hati Grace merasa lega dengan selesainya pelajaran tersebut. Tetapi ada yang menghalanginya Grace untuk kembali ke asrama. Yaitu, Steve. Steve mencekal tangan Grace dan mengarahkan Grace untuk duduk kembali. Dua meja di depan dan belakang yang mepet tembok itu menghalangi Grace untuk keluar. Sedangkan Steve mengunci Grace dengan duduk di sampingnya.


Grace terkejut. Hanya mereka berdua di dalam kelas. Semua teman-teman perempuannya sudah pulang. Hanya beberapa teman laki-laki yang lalu lalang di luar.


"Steve, tolong lepaskan aku." pinta Grace. Meskipun Grace menaruh hati kepada Steve, tetapi tidak mau juga dengan cara kasar seperti itu.


"Tidak." jawab Grace.


"Mau kamu apa?" tanya Grace yang berusaha untuk bisa lepas tetapi nihil.


"Aku mau kamu jadi pacarku." balas Steve.


"Beri aku waktu satu Minggu untuk memikirkan. Nanti kalau sudah, saya datangi kamu." pinta Grace.


"Tidak sekarang Steve. Tolong lepaskan aku." rengek Grace. Tetapi tidak diindahkan oleh Steve.


"Jawab sekarang atau saya berbuat nakal?" ancam Steve yang coba-coba mau melecehkan. sejenak Grace teringat masa lalunya.


Flashback On


Grace selesai dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk. Kamar mandi Grace dipakai bersama untuk semua orang. Pikir Grace tidak ada orang jadi dia keluar saja. Setelah Grace masuk kamar, tiba-tiba kakaknya Grace sudah duduk di ranjang menghadap Grace.


"Aku kasih tau ke Ibu ya..." reflek Grace mengancam kakaknya. Akhirnya kakaknya pergi.


Tidak hanya itu. Sewaktu Grace sedang duduk untuk makan. Tiba-tiba tangan kakaknya Grace masuk di sela-sela ketiak untuk meraba payudaranya. Dengan reflek tangan Grace menepisnya. Ini benar-benar hal terburuk bagi Grace. Dan bersyukurnya kejadian itu hanya sampai disitu. Grace selalu berusaha menghindar jika ada kakaknya.


Grace cuma berpikir, kakak yang selama ini menjaga dia tiba-tiba berubah menjadi orang lain. Bahkan kakaknya yang sering membuat butiran-butiran obatnya kalau sakit, dijadikan bubuk agar Grace cepat sembuh. Grace kecewa tapi Grace tidak ingin berlarut-larut. Grace ingin melupakan semua


Flashback off


"Yanto..... tolong aku dong." teriak Grace kepada Yanto tetapi Yanto terus berjalan seolah-olah tidak mendengar teriakannya. Yanto tidak mau ikut campur sekalipun dia punya hati kepada Grace. Bukan karna tega tetapi malas berurusan dengan Steve.


"Tolong lepasin aku...." pinta Grace yang matanya mulai berkaca-kaca.


"Tidak! Jawab dulu...." kekeh Steve.


"Tiga hari deh." pinta Grace.


"Kamu mau saya berbuat nakal?" jawab Steve yang tangannya mulai dimajukan ke arah payudaranya.


"Oke... oke... iya." terpaksa Grace menjawabnya agar bisa lepas.


Grace pun dilepaskan Steve. Setelah keluar dari kelas, badan Grace benar-benar terasa lemas. Dia pulang ke asrama sendirian karena semuanya sudah pulang.


"Kenapa Steve melakukan ide gila begini?" tanya Grae pada diri sendiri dalam hati. Kejadian seperti itu benar-benar membuat Grace trauma.


"Kamu dari mana Grace? kok baru pulang? Pacaran dengan Steve ya?" tanya Reni.


Grace tidak menjawab. Grace hanya diam dan bergumam dalam hati, "kalau tidak dipaksa, ogah gue pacaran sama Steve jika kelakuannya seperti itu."


Steve POV


"Gila!!! apa yang sudah kulakukan sama Grace?" batinku. "Aku kan nggak cinta sama dia?" lanjutku. Dia pun mulai membayangkan kejadian tadi sore dengan frustasi.


Aku mencekal tangan Grace dan mengarahkan Grace untuk duduk kembali. Dua meja di depan dan belakang yang mepet tembok itu menghalangi Grace untuk keluar. Sedangkan aku mengunci Grace dengan duduk di sampingnya.

__ADS_1


Kulihat Grace terkejut. Hanya mereka ada kami berdua di dalam kelas. Semua teman-teman perempuannya sudah pulang. Hanya beberapa teman laki-laki yang lalu lalang di luar.


"Steve, tolong lepaskan aku." pinta Grace. Aku tahu Grace menaruh hati kepadaku, tetapi dia tidak suka dengan caraku seperti itu.


"Tidak." jawab Grace dengan tegas kepadaku.


"Mau kamu apa?" tanya Grace yang berusaha untuk bisa lepas tetapi terus kucekal.


"Aku mau kamu jadi pacarku." balasku.


"Beri aku waktu satu Minggu untuk memikirkan. Nanti kalau sudah, saya datangi kamu." pinta Grace dengan sangat.


"Saya mau kamu jawab sekarang." pintaku dengan memaksa.


"Tidak sekarang Steve. Tolong lepaskan aku." rengek Grace. Tetapi tidak aku diindahkan permintaan Grace.


"Jawab sekarang atau saya berbuat nakal?" ancamku yang mau melecehkannya. Sejenak Grace terdiam dan sepertinya mengingat sesuatu


"Yanto..... tolong aku dong." teriak Grace kepada Yanto tetapi Yanto terus berjalan seolah-olah tidak mendengar teriakannya.


"Tolong lepasin aku...." pinta Grace yang mulai matanya berkaca-kaca.


"Tidak! Jawab dulu...." kekehku.


"Tiga hari deh." pinta Grace.


"Kamu mau saya berbuat nakal?" jawabku yang tanganku mulai memajukan ke arah payudaranya.


"Oke... oke... iya." terpaksa Grace menjawabnya agar bisa lepas.


Grace pun aku lepaskan . Setelah keluar dari kelas, kulihat Grace seperti lemas. Dia pulang ke asrama sendirian karena semuanya sudah pulang. Tiba-tiba aku merasa kasihan kepada dia.


Steve POV off


Setelah kejadian itu Grace menjadi pendiam. Apalagi saat mendengar Tatik yang sedang dekat dengan Steve sekalipun Kata Tatik hubungan mereka hanya sebatas teman. Tetapi melihat kedekatan mereka, membuat Grace meragukan cinta Steve.


Yang benar saja. Setelah kejadian itu, mereka tidak menjadi dekat malah jauh. Hingga akhirnya, Grace melupakan semuanya.


"Kamu kenapa Grace? Mukamu akhir-akhir ini kok muram?" tanya Onis.


"Kamu tahu Onis? Ingat kejadian di kelas?" tanya Grace balik kepada Onis dan Onis hanya membalas dengan anggukan kepala. "Steve nembak saya dengan paksa dan menyuruhku untuk menerima dia saat itu juga. Jika saat itu saya tidak menjawab dia maka dia akan melecehkan aku." lanjut Grace dan membuat Onis hanya terdiam mendengar pengakuan Grace.


"Dan kamu tahu? Setelah kejadian itu, dia semakin jauh dariku. Aku memang suka sama dia. Tetapi setelah kejadian itu aku jadi tidak nyaman dengan dia. Dia pun sudah berubah. Tidak seperti dulu lagi. Dia benar-benar tidak cinta sama aku." Onis hanya menyimak kata-kata Grace.


"Kamu tahu? Kejadian itu mengingatkanku atas perlakuan kakak aku yang dua kali mencoba melecehkan aku." Onis tercengang.


"Kasihan sekali kamu Grace. Jadi sekarang maumu bagaimana?" tanya Onis.


"Setelah aku tahu kalau dia dekat dengan Tatik, meskipun Tatik bilang bahwa mereka hanya menganggap abang-adek, aku akhiri semua. Karena mereka dekat sekali. Aku tidak mau menjalani hubungan seperti ini." jawab Grace.


"Itu lebih baik Grace." balas Onis.


"Ya, aku pikir juga begitu. Hatiku sakit Nis... Lebih baik aku fokus pada tujuan kedatanganku kesini." lanjut Grace yang merasakan sesak di hati. Setelah Grace mengambil keputusan itu, Grace merasa plong.


Grace sangat percaya pada Onis. Sehingga dia selalu menceritakan semua masalahnya pada Onis. Dialah teman yang selalu ada dan selalu mendengarkan keluh kesah Onis.


Grace konsisten dengan perkataannya. Dia melupakan hubungannya dengan Steve. Dia benar-benar fokus belajar. Karena ketekunannya, dia sering mendapatkan nilai sempurna saat ulangan. Tentu saja kecuali pelajaran Sejarah yang ia sangat benci.


Saat waktu senggang, ia akan pergunakan untuk belajar. Grace suka dengan kesendirian, saat belajar. Terkadang dia pergi ke kebun belakang hanya untuk belajar. Bahkan dia bisa sampai ke pemakaman untuk mencari ketenangan. Tentu saja untuk sampai kesitu, ia membawa teman. Itulah tempat terdekat jika mencari ketenangan. Di sekitar asrama terdapat 2 pemakaman umum dan tempat itu sering mereka datangi tanpa rasa takut.


Selain ke pemakaman, untuk refreshing, Grace selalu diajak Reni untuk jalan-jalan ke kampung-kampung. Disana ia bisa bertemu orang baru dan menjalin hubungan yang baik dengan warga disitu.


Beberapa hari kemudian


Saat malam tiba, mereka siap untuk makan malam bersama. Saat Grace melihat Steve pun, Steve enggan untuk melihat Grace apalagi menyapa. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka. Itu juga berlangsung saat mereka bertemu di ruang doa. Mereka saling menghindar.


"Tidak adakah yang ingin Steve bicarakan denganku? Tidakkah dia mau meminta maaf atas perlakuannya terhadapku? Apakah dia lupa dengan kejadian itu? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kejadian itu hanya sebuah lelucon bagi dia? pertanyaan bertubi-tubi dalam benak Grace.


Kejadian itu hanya sebuah kenangan yang pahit bagi Grace. Steve benar-benar melupakan semua. Setelah doa malam selesai, Grace langsung masuk kamar dan pura-pura memejamkan matanya di balik selimut yang selalu menghangatkannya. Tidak seperti biasanya. Biasanya Grace tidur hampir larut malam dan selalu berbuat jahil sebelum tidur. Berbeda saat malam itu. Hanya sesak di dada. Perih rasa hatinya. Ingin berteriak, tapi itu tidak mungkin. Hanya berharap dia bisa cepat tidur dan melupakan semuanya.


*Orang yang sungguh-sungguh mencintaimu bukan dia yang berani membuka kancing bajumu dan menyingkapkan rokmu. Melainkan dia yang mengancingkan bajumu dan menutup auratmu. Jangan percaya dia yang bilang "aku mencintaimu" tapi meminta kehormatanmu sebagai bukti cinta. Itu bukan cinta tapi nafsu*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers .....


Terima kasih banyak sudah membaca karya saya.


Semoga menikmati dan bermanfaat.


Mohon terus dukung ya...


Untuk saran dan kritik, silahkan bergabung di grup atau komentar di kolom komentar.


Jangan lupa juga like....

__ADS_1


__ADS_2