
Selamat pagi
Selamat siang
Selamat petang
Selamat Malam
dan selamat membaca readers
Semoga senang dengan karya saya
Grace sudah menyiapkan keperluan yang akan ia bawa ke Asrama. Dia tidak membawa banyak baju seperti yang disampaikan oleh pendetanya karena setiap weekend ia bisa pulang ke rumah.
Jam sudah menunjukkan pukul 06.45. Tidak lama lagi Grace akan dijemput. Perasaannya tercampur aduk. Rasa senang karena keinginannya untuk melanjutkan sekolah tercapai. Rasa sedih karena ia akan meninggalkan orang tuanya. Rasa kuatir karena dia akan menghadapi banyak peraturan.
deg... deg... deg... jantung berdetak lebih cepat dari biasanya...
sayup-sayup terdengar suara knalpot motor milik Pendetanya ke arah pekarangan rumahnya.
"Grace.... Bapak Pendeta sudah datang." teriak ibunya.
"Ok ibu..." sahut Grace sambil keluar dari kamar dengan menenteng sebuah tas berisi pakaian dan keperluan lainnya selama ia akan berada di Asrama.
"Selamat pagi pak...." sapa Grace dengan senyuman.
" Selamat pagi Grace... Sudah siap?" balas Bapak Pendeta.
"Sudah Pak. Kita berangkat sekarang?" Jawab Grace.
"Biar bapak minum dulu Grace... Mari Pak diminum tehnya." sahut Ibu Grace sambil menyodorkan segelas teh kepada Pendeta.
Sang Pendeta pun meminum tehnya.
"Sudah Grace, mari berangkat sekarang..." ajak sang Pendeta.
"Baik pak. Ibu Ayah... Grace berangkat dulu ya..." pamitnya sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya bergantian.
"Hati-hati nak... " pesan kedua orang tuanya.
"Baik Ayah Ibu... daaaa" Grace menimpali dengan senyuman dan lambaian tangannya
Mereka pun menempuh perjalanan selama 45 menit menuju Asrama yang dimaksud dengan sepeda motor milik Pendetanya.
Hati Grace benar-benar merasa senang. Ia menikmati perjalanannya Karena disuguhkan dengan pemandangan alam yang sangat indah di sebelah bahu kanan dan kiri jalan. Di depan terpampang keindahan gunung Lawu yang menjulang tinggi dengan keindahannya.
Setelah menempuh perjalanan 45 menit kemudian, sampailah mereka di sebuah pekarangan yang terdiri 1 rumah 3 tingkat dan halaman yang luas.
Mata Grace menyapu bersih dari sudut ke sudut pekarangan itu. Nampak beberapa orang yang seusia Grace.
"Inikah teman-temanku?" tanya Grace dalam hati.
"Selamat pagi Pak. Bisakah saya bertemu dengan ketua Yayasan?" sapa Pendeta Kepada seseorang yang usianya berkisar antara 40 tahun-an.
"Selamat pagi juga Bapak. Kebetulan saya sendiri ketua Yayasannya. Mari masuk." Balasnya dengan senyuman dan mengarahkan tangannya untuk memasuki ruangan.
"Silahkan duduk Pak. Nama saya Budi. Maaf, ada keperluan apa pak?" lanjutnya. Kedatangan Grace sebenarnya terlambat karena sesuai ketentuan, sekolah sudah mulai belajar mengajar.
"Maaf pak. Perkenalkan nama saya Yohanes dan ini Grace..." kenalnya sambil berjabat tangan.
"Keperluan saya kesini ingin menitipkan anak didik saya pak. Apakah masih ada kesempatan untuk masuk pak?" Jawab Pendeta. Sementara Grace hanya duduk terdiam.
"Masih bisa pak. Apakah saya bisa melihat kelengkapan dokumennya Grace?" Grace pun menyerahkan dokumennya kepada ketua Yayasan.
"Baiklah Grace.... kamu bisa langsung masuk. Nanti teman-temanmu yang akan menunjukkan kamarmu." Imbuhnya
"Terima kasih banyak pak." balas Pendeta dan Grace
"Kalau begitu saya pamit pak. Grace, selamat belajar." Grace pun mengulurkan tangannya kepada Pendeta sebagai tanda perpisahannya.
"Terima kasih pak. Hati-hati di jalan." ucapnya dengan senang
"Oke Grace, mari saya antar ke kelas untuk berkenalan dengan teman-temanmu." Ajak ketua Yayasan dibalas dengan senyuman dan anggukan kepala Grace.
Ketua Yayasan dan Grace pun bergegas menuju kelas. Sampailah mereka di sebuah ruangan yang isinya benda-benda berbentuk persegi di atas meja.
Grace menyapu rata menatap ruangan tersebut. Sewaktu SMP, Grace hanya diberikan kesempatan untuk memegang kereta yang kalau disentuh huruf-huruf yang terpampang disana, barulah kereta itu melompat bersamaan dengan sentuhan huruf-huruf itu secara kasar dan bunyinya memenuhi ruangan sampai terdengar di luar ruangan ... tek... tok... tek... tok... (Tahu kan maksudnya benda apa itu?)
"Wahhh .... sepertinya benda yang pernah disinggung oleh guru mengetik di SMP dulu. Kalau mesin ketik harus disentuh dengan agak kasar. Sekali sentuh 1 huruf keluar. Ini yang kalau dipencet terus maka akan terus keluar hurufnya." gumam Grace dengan penasaran dan kagumnya.
"Mohon perhatian sebentar. Saya mau memperkenalkan teman baru kalian." seru Pak Budi yang dibalas dengan sorotan mata-mata dari ruangan tersebut.
"Baiklah. Terima kasih. Ayo, perkenalkan dirimu." lanjut Pak Budi.
"Selamat pagi teman-teman..."
"Pagi..." sahut semua penghuni ruangan secara serempak bak paduan suara dari Luar angkasa.
"Perkenalkan nama saya Grace Putri Hadisasono. Teman-teman bisa memanggil Grace. Senang bisa menjadi teman kalian." imbuhnya dengan dibubuhi senyuman.
"Selamat datang Grace." sahut murid-murid secara serempak lagi.
"Status apa Grace?" celetuk Yanto yang langsung mendapat sorakan dari teman-temannya
"huuuuuuuuuuu ...."
"Baiklah. Silahkan duduk Grace." Pinta Pak Budi
"Terima kasih pak." balas Grace. Grace pun menuju ke meja yang masih kosong bersebelahan dengan Ita.
"Grace, semua teman-temanmu ini berasal dari Kalimantan Barat. Jadi, hanya kamu sendiri yang berasal dari sini." Jelas Pak Budi kepada Grace.
"Oke.... Bapak permisi dulu. Belajarlah dengan tekun dan saling membantu kecuali saat ulangan." pamit pak Budi yang dibalas dengan tertawa seluruh anggota kelas.
Pak Budi pun keluar dari ruangan. Kelas yang tadinya tenang menjadi ricuh karena kedatangan Grace.
__ADS_1
"Kenalkan, namaku Ita. Senang bisa bertemu denganmu." kenal Ita dengan jabatan tangan dan dibalas oleh Grace.
Ita adalah teman pertama Grace di Asrama ini karena Ita yang pertama menyambutnya.
Jam istirahat pun tiba. Satu per satu mereka saling memperkenalkan diri sambil berjabat tangan.
"Kenalkan nama aku Yanto. Status masih single". Grace menjawab dengan senyuman. Berbeda dengan teman-temannya yang menyoraki Yanto secera serentak....
"huuuuuuuuu..... cieeeeee"
"Kobus. Single juga"
"Steve" Ucapnya dengan singkat. Steve memang sedikit berbeda dibandingkan dengan yang lain. Perawakan yang agak tinggi menjadi nilai plus buat dia. Tetapi dibandingkan cinta pertama Grace kepada seseorang yang sempat singgah di hatinya jauh berbeda. Masih tampan cinta pertama Grace. Tapi Grace dan cinta pertamanya tidak sempat jadian karena tiba-tiba saja laki-laki itu menghilang bagai di telan bumi
"Dirman". Dirman agak berbeda dengan yang lainnya. Dia memiliki kelainan pada kakinya. Jalannya tidak normal seperti teman-temannya.
"Hai.... Aku Dona"
"Hai ... Aku Rina"
"Aku Reni"
"Aku Tini"
"Aku Lusi"
"Aku Hendri"
"Aku Toni"
"Hai aku Elis"
"Egan"
Hendri, Toni, Egan dan Elis berbeda dengan yang lainnya. Mereka mengambil program D2 komputer. Tetapi kalau pelajaran tentang keagamaan dan ketrampilan, mereka bergabung dengan yang mengambil program paket C.
Grace POV
"Terima kasih Tuhan.... Akhirnya, saya sekolah lagi ke jenjang yang lebih tinggi." Doanya dalam hati.
Kelas telah usai. Kami pun kembali ke Asrama masing-masing. Sementara yang laki-laki masih tetap tinggal di kelas sampai menunggu jam makan siang.
Untuk semua kegiatan dan makan, anggota Asrama putra berada di kawasan Asrama putri. Mereka kembali ke Asrama mereka hanya saat istirahat siang maupun malam.
Rina, Reni, Tini dan Dona satu kamar. Sedangkan saya, satu kamar dengan Ita, Lusi dan Elis karena ruangan kami lebih besar dari mereka.
"Grace, kamarmu denganku sama. Ayo, ke kamar." Ajak Ita
"Baiklah." Jawab Grace
Kami pun menuju kamar dan aku pun membereskan barang-barang bawaan di lemari pakaian yang telah ditunjukkan Ita.
"Letakkan bajumu di lemari ini. Setelah itu kita turun untuk makan siang bersama." ucap Ita
"Baiklah..." jawab Grace
kring.... kring.... kring....
"Grace, duduk disini..." Pinta Ita
Aku pun meletakkan pantat di kursi sebelah Ita.
Tidak lama setelah aku duduk, datanglah Yanto menghampiri meja kami.
"Boleh aku duduk disini Grace?" pinta Yanto
"Silahkan..." sahutku
"Big No..." lantang Ita
"Udah.... gak apa-apa Ita." lerai Grace. Ita hanya bisa diam. Sedangkan Yanto duduk sambil cengar-cengir.
"ihhhhh.... Apaan sih Yanto ini.... menatapku tidak kedip-kedip matanya. Senyam-senyum gak jelas banget kayak kurang 1 ons..."
Author
Makan pun selesai. Semua anggota kembali ke kamar masing-masing termasuk laki-laki untuk istirahat karena akan ada jadwal belajar lagi pada jam 3. Masih ada 2 jam untuk istirahat.
"huhhhh.... akhirnya, istirahat juga kita Ta..." keluh Grace.
"Iya. Setidaknya bisa luruskan badan dulu" sahut Ita.
"Grace..." panggil Ita dengan pelan
"hmmm..." sahut Grace
"Grace, kayaknya Yanto suka sama kamu deh..." tebak Ita.
"Apaan sih... nggaklah ... udah kita tidur sebentar jangan ngelantur" balas Grace yang matanya sudah berada di level terendah menuju alam mimpi.
"Grace, jam 3 ada pelajaran khusus untuk program paket C." kata Ita untuk memberitahukan jadwal selanjutnya
*Yanto POV
"Mohon perhatian sebentar. Saya mau memperkenalkan teman baru kalian." seru Pak Budi. Dan kuangkat kepalaku "wahhh murid baru lumayan juga..." batinku
"Baiklah. Terima kasih. Ayo, perkenalkan dirimu." lanjut Pak Budi untuk menyuruh Grace memperkenalkan diri.
"Selamat pagi teman-teman..." Sapa Grace
"Pagi..." sahut semua penghuni ruangan secara serempak
"Perkenalkan nama saya Grace Putri Hadisasono. Teman-teman bisa memanggil Grace. Senang bisa menjadi teman kalian." imbuhnya dengan dibubuhi senyuman.
"Selamat datang Grace." sahut murid-murid secara serempak lagi.
__ADS_1
"Status apa Grace?" celetukku tanpa malu-malu yang langsung mendapat sorakan dari teman-temanku
"huuuuuuuuuuu ...."
"Baiklah. Silahkan duduk Grace." Pinta Pak Budi
"Terima kasih pak." balas Grace. Grace pun menuju ke meja yang masih kosong bersebelahan dengan Ita.
"Grace, semua teman-temanmu ini berasal dari Kalimantan Barat. Jadi, hanya kamu sendiri yang berasal dari sini." Jelas Pak Budi kepada Grace.
"Oke.... Bapak permisi dulu. Belajarlah dengan tekun dan saling membantu kecuali saat ulangan." pamit pak Budi yang dibalas dengan tertawa seluruh anggota kelas.
Pak Budi pun keluar dari ruangan. Kelas yang tadinya tenang menjadi ricuh karena kedatangan Grace.
Kenalkan nama aku Yanto. Status masih single". dengan modal keberanian aku memperkenalkan diri kepada Grace dan dia pun hanya menjawab dengan senyuman. Sedangkan teman-temanku menyorakiku serempak
"huuuuuuuuu..... cieeeeee"
Satu per satu teman-temanku memperkenalkan diri kepada Grace sambil berjabat tangan
"Kobus. Single juga"
"Steve" Ucapnya dengan singkat.
"Dirman"
"Hai.... Aku Dona"
"Hai ... Aku Rina"
"Aku Reni"
"Aku Tini"
"Aku Lusi"
"Aku Hendri"
"Aku Toni"
"Hai aku Elis"
"Egan"
Kelas telah usai. Kami yang laki-laki masih menunggu jam makan siang di dalam kelas sambil mengerjakan tugas yang belum selesai.
Sedangkan yang perempuan kembali ke kamar masing-masing termasuk Grace
kring.... kring.... kring....
Lonceng berbunyi tanda jam makan siang dimulai. Para petugas sudah bersiap-siap untuk melayani semua anggota asrama. Satu per satu semua anggota berbaris untuk antri menerima jatah seperti mau menerima sembako.
"Grace, duduk disini..." Pinta Ita kepada Grace
Tak mau menyia-nyiakan waktu, aku pun menghampiri Grace.
"Boleh aku duduk disini Grace?" pintaku
"Silahkan..." sahutnya
"Big No..." lantang Ita
"Udah.... gak apa-apa Ita." lerai Grace. Ita hanya bisa diam. Sedangkan aku terus memperhatikan Grace tanpa melewatkan sekedip pun.
Mungkin Grace juga salah tingkah atas tatapan mataku yang mengarah sejajar dengan matanya
Makan pun selesai dan kami kembali ke Asrama laki-laki karena jam 3 akan ada mata pelajaran lagi khusus untuk program paket C.
Author
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Waktunya para murid program paket C kembali ke kelas.
Grace tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mengikuti pelajaran. Dengan antusiasnya, Grace mencerna setiap pelajaran dan penjelasan dari gurunya. Tidak lupa mencatat setiap point-point penting.
Pukul 17.30 pelajaran pun selesai. Masing-masing pulang ke asrama karena Jam 19.00 jadwalnya untuk doa bersama sekaligus makan malam.
Masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri. Ada yang mandi. Ada yang piket di dapur. Ada yang masih bermain-main. Ada yang menikmati suasana semilir angin sore.
Tak terasa waktu terus berputar menunjukkan pukul 19.00, saatnya makan malam dan pukul 19.30-20.30 doa bersama. Setelah itu, masing-masing mengambil waktu untuk belajar. Dan Pukul 22.00 harus sudah di kamar untuk istirahat.
"Aaahhhhh.... satu hari telah kulalui bersama kalian." seru Grace merasa senang bisa melewati satu hari di asrama
"Terima kasih untuk hari ini" tambahnya
"Sama-sama Grace" Jawab teman-temannya satu kamar
Mata Grace pun sudah tidak tertahankan lagi untuk memasuki alam mimpinya dan semua orang sudah tidak bersuara.
Hanya kesunyian malam menemani tidur mereka. Sayup-sayup suara burung hantu berkicau dari pohon bambu samping rumah dan suara jangkrik tidak kalah beradu. Kedinginan malam menyelimuti kulit mereka.
Ya, mereka berada di pekarangan yang masih dipagari oleh pepohonan. Samping kanan dan kiri berjejer pohon bambu yang rindang. Polusi udara masih bersih. Dinginnya udara masih terasa.
tik ... tok ... tik ... tok... bunyi jarum jam mendominasi ruang kamar Grace.
Cukuruuuyuuukkkkkk.... Ayam jago milik tetangga sudah terdengar.
Cukuruuuyuuukkkkkk.... kali ini suara Ayam jago dari jam alarm di kamar Grace.
Pelan-pelan Grace mulai membuka matanya untuk beradaptasi dengan lampu di atas kepalanya.
"Terima kasih Tuhan... satu malam terlewatkan dan memasuki hari baru disini." doanya dalam hati tetapi masih dalam posisi tidurnya
*Langkahmu tidak akan sampai di finish jika kamu tidak pernah memulai dari langkah pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sampai akhir. *
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih readers, sudah membaca karya saya...
Jika ada kata-kata yang salah atau kalimat yang susah dicerna atau typo mohon koreksinya karena saya baru pemula...