Indahnya Masa SMA

Indahnya Masa SMA
Part 21 - Malam Tahun Baru bersama Mantan


__ADS_3

Tak terasa sudah memasuki bulan Desember. Ini bulan berkah bagi seluruh umat Nasrani. Dimana mereka bisa merayakan natal bersama keluarga dan teman-teman gereja mereka. Bulan inilah saat yang dinantikan bagi semua anggota keluarga untuk makan bersama.


Untuk Grace, memang bukan bulan yang sangat dinantikan. Biasanya kalau Natal tiba, ia hanya sibuk dengan kegiatan gereja tanpa kumpul dengan keluarga. Apalagi keluarga Grace sendiri yang Nasrani diantara keluarga yang lainnya.


Berbeda dengan teman-teman Grace. Di Kalimantan Barat, bulan Desember adalah bulan yang besar. Dimana semua Keluarga dan tetangga akan berkumpul bersama dan saling berkunjung. Natal bagi mereka tidak cukup hanya satu hari bahkan bisa jadi seminggu, mengingat mayoritas penduduk beragama Nasrani. Mereka akan berkunjung ke satu rumah ke rumah yang lainnya. Setiap berkunjung, mereka akan menikmati hidangan dari tuan rumah. Bukan sekedar hidangan, tidak segan-segan mereka akan menyiapkan tuak bagi pengunjung. Berjejer makanan tertata rapi di atas meja. Setiap pengunjung akan bebas untuk menikmatinya.


Tetapi kali ini, tahun ini, mereka akan mendapatkan pengalaman yang berbeda. Mereka tidak bisa membuat kue bersama keluarga, tidak saling peluk, tidak saling berjabat tangan, tidak saling melayani dan tidak saling mendoakan dengan tatap mata. Rasa rindu akan suasana seperti ini terpampang jelas di wajah mereka. Rindu kumpul bersama keluarga dan teman-temannya. Tapi apa boleh buat, pendidikan dan masa depan yang mengharuskan mereka untuk berpisah dan meninggalkan semuanya. Berharap waktu terus berlalu sehingga bisa bersama mereka lagi di kampung halaman.


Bulan Desember, selain bulan menyambut natal dan menyambut tahun baru, mereka juga harus menyambut ujian akhir semester. Dimana semua siswa-siswi harus mempertanggungjawabkan semua yang telah dipelajari dan menguji sampai dimana kemampuan mereka selama ini.


Baru menginjak awal bulan, Grace sudah mulai fokus belajar. Mengulang dan mengingat pelajaran yang sudah diberikan oleh guru-gurunya. Grace tidak ingin membuang-buang waktu. Yang harus dia lakukan adalah belajar sungguh-sungguh, masalah hasil urusan belakangan karena proses tidak akan mengkhianati hasil.


Kebanyakan orang akan mengira bahwa Grace tidak pernah belajar karena selama jam belajar, dia akan melakukan apa yang dia suka. Tetapi mereka tidak melihat kapan Grace bisa mencari waktu yang tepat untuk belajar. Terkadang disaat sebelum semua orang bangun pagi, Grace sudah membuka buku untuk dibaca-baca atau jika istirahat siang, Grace akan menyempatkan diri untuk belajar. Kapan pun Grace bisa belajar secara diam-diam.


Saat pertengahan bulan tiba, mereka harus siap berperang melawan ujian. Bagi Grace semua bisa diatasi kecuali sejarah dan Geografi. Dua mata pelajaran yang tidak Grace suka sama sekali. Dua mata pelajaran ini benar-benar akan menguras otak dan daya ingat Grace. Harus belajar lebih keras agar bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Setidaknya di atas 7 sudah merasa cukup mengingat dua pelajaran yang melemahkan otak Grace.


Satu Minggu ujian telah usai. Mereka siap menunggu hasil ujian dibagikan. Beruntung selama mempersiapkan ujian, Anes tidak datang mengunjunginya sehingga tidak menggangu konsentrasi Grace.


Satu per satu hasil ujian dibagikan. Tidak diragukan lagi. Grace mendapatkan nilai terbaik dibandingkan dengan teman-temannya bahkan dari hasil raport, Grace menempati peringkat pertama. Sejenak Grace mengingat janji Peter bahwa akan memberikan hadiah jika mendapatkan nilai terbaik atau peringkat. Tetapi saat ini mereka sudah tidak memiliki hubungan lagi sehingga tidak mungkin bagi Grace untuk menagih janji itu. Grace pun menganggap peringkat ini tidak terlalu penting atau istimewa. Ini hal yang biasa. Bahkan Grace belum merasa puas.


Setelah penerimaan raport, mereka diberikan waktu untuk berlibur dari aktivitas sekolah. Mereka bebas mau liburan kemana. Tetapi ada satu acara kebersamaan yang harus mereka ikuti, yaitu natal bersama seluruh anggota asrama. Mereka mulai sibuk mempersiapkan diri untuk acara tersebut. Mulai dari latihan musik dan MC, latihan tarian drama, latihan menari dan mempersiapkan semua peralatan-peralatan atau bahan-bahan dekorasi.


Saat hari yang dinantikan tiba untuk perayaan Natal bersama, masing-masing mempersiapkan hati untuk ibadah dan menampilkan apa yang sudah mereka latih. Sukacita tergambar di wajah mereka untuk menggantikan rasa rindu di kampung halamannya.


Selesai kegiatan Natal, mereka diijinkan untuk berlibur. Bagi Grace gampang. Tinggal pulang ke rumah karena untuk kesana hanya membutuhkan waktu 60 menit perjalanan. Biasanya saat liburan begini, ada teman-teman Grace yang akan ikut.


Untuk liburan di bulan Desember kali ini, Grace akan menikmati akhir tahun di asrama seperti tahun lalu. Sebuah alasan klasik, kenapa Grace tidak tinggal diam di rumah karena di rumah tidak akan bisa kemana-mana. Sedangkan di asrama, Grace akan menikmati malam tahun baru bersama teman. Tepatnya bersama sang pujaan hati.


Setelah berlibur kurang lebih satu Minggu, Grace kembali ke asrama. Grace sudah janji sama Anes kalau akan tahun baru bersama di asramanya.


Akhir bulan di akhir tahun ini tiba. Anes datang ke asrama Grace untuk menjemputnya agar bisa bersama-sama berangkat karena Grace belum tahu tempatnya. Tetapi sesampainya Anes di asrama Grace, Anes berubah pikiran jika akan berangkat bersama-sama. Dia punya urusan dengan temannya. Kebetulan saat itu, Bu Tri sedang datang ke asrama untuk urusan sekolah sehingga Grace berangkat dengan Bu Tri dan Anes akan menyusul.


Grace pun berangkat dengan Bu Tri. Besar harapan, Anes akan menyusul secepatnya. Saat sampai di Terminal Tertonadi, Grace memberitahu ke Bu Tri bahwa ayahnya kerja di dalam dan membuat Bu Tri terkejut.


"Bu, Ayah saya kerja disini." ucap Grace sambil menunjukkan tangan ke arah terminal itu.


"Oya??? Lah, bukannya kamu orang Kalimantan Barat?" tanya Bu Tri yang masih penasaran.


"Tidak Bu. Kan saya orang asli sini." jawab Grace.


"Logatmu sudah seperti orang Dayak."


"Iya Bu. Kan bergaul dengan orang Dayak, pacar juga orang Dayak."


"Oalah...." pungkas Bu Tri yang masih sedikit tidak percaya jika Grace orang Jawa tulen. Muka Jawa tapi logat Dayak, itulah kira-kira.


Bu Tri terus melajukan kendaraan beroda dua itu hingga memasuki gang ke arahnya.


"Ini lho asrama mereka." tunjuk Bu Tri.

__ADS_1


"Oh...." jawab Grace singkat.


Sesampainya di rumah Bu Tri, Grace istirahat sebentar karena nanti malam akan ada ibadah tutup tahun. Setelah istirahat, Grace diajak Bu Tri ke rumah Bu Sugeng. Tidak disangka. Ternyata jemaat dari Gereja Bu Tri sudah mendengar cerita bahwa Grace adalah pacar Anes. Itu bukan rahasia lagi. Dan Bu Sugeng senang mendengarnya.


Tepat pukul 19.00, ibadah penutupan akhir tahun dimulai. Dan anggota asrama Anes juga ikut ibadah disitu. Grace bertemu dengan teman-teman lamanya termasuk mantan Grace, Peter.


Grace menunggu Anes tapi tidak kunjung datang hingga akhirnya Grace mendapatkan berita jika Anes tidak datang.


"Ah, yang bener saja ni orang. Dia disana sedangkan aku disini. Ingin malam tahun baru dengan pacar malah gagal." gumam Grace yang sedikit agak jengkel, terlihat di raut wajahnya yang sudah mengerutkan keningnya. "Apa-apaan ini? Tahu gitu tadi nggak pergi duluan?" sambung gumaman Grace.


"Grace, ikut acara di gereja sana yok, nanti dijemput. Kamu ke asrama Abang aja." ajak Richard teman dekat Peter.


"Bilang dulu ke Bu Tri ya." jawab Grace. Dan Grace pun menemui Bu Tri untuk meminta ijin. Setelah mendapatkan ijin, Grace bersama-sama dengan mereka ke asrama yang berpenghuni laki-laki semua itu.


"Bang..." sapa Grace kepada mantan pacarnya dan mereka pun ngobrol bersama dengan menghadap ke Utara arah posisi asrama sambil melihat jalan di depan.


"Grace, kenapa kamu tidak percaya sama Abang? Memang ada yang suka sama Abang tapi hati Abang tetap sama kamu. Waktu kamu putusin, Abang benar-benar syok. Kaget. Abang stress berat. Abang tidak bisa makan dan Abang menjadi kurus." Grace menyimak semua ucapan dan cerita Peter dengan perasaan yang bersalah.


"Maaf bang." hanya inilah yang Grace bisa ucapkan. Keputusan Grace untuk mengakhiri hubungan dengan Abang bukan soal ada cewek yang suka tapi ketidaknyamanan." gumam Grace yang tidak mau jujur tentang perasaannya.


Grace memang sempat mendengar kalau Peter benar-benar stress dan kecewa berat atas keputusan Grace. Hingga Grace mendengar dari Nita pacar Ricard kalau Peter sempat minta balon. Nita juga tidak menjelaskan alasan Peter minta balon. Yang jelas untuk menghibur diri.


"Ayo, itu sudah dijemput." ucap Peter membuyarkan lamunannya.


Malam tahun baru yang rencananya mau bersama dengan pacarnya tetapi justru bersama dengan mantannya. Kemudian mereka mengikuti acara pemuda di Gereja tempat biasanya mereka beribadah selain di gereja Bu Tri. Sebenarnya gereja itu adalah gereja pusat dari Gereja Grace.


"Terima kasih atas undangan yang diberikan kepada kami pengamen jalanan. Kami secara pribadi saya sendiri sangat senang atas undangan ini. Sungguh luar biasa. Semoga ini bukan pertama kali dan yang terakhir buat kami untuk bisa bersama-sama dengan teman-teman semua. Kebanyakan orang tidak mau menoleh atau menerima kami karena kami anak jalanan. Mereka menganggap kami pembuat masalah. Ngamen untuk ini dan itu. Padahal kami ngamen karena kebutuhan hidup. Sekali lagi terima kasih sudah mengundang dan menerima kami." semua undangan bertepuk tangan bersama untuk mengapresiasinya.


"Waaawwww. Luar biasa. Mereka bisa bertahan hidup dengan cara yang baik. Tidak mencuri dan merugikan orang lain. Selanjutnya silahkan...." ucap MC menunjuk pada seseorang yang duduk di kursi roda.


"Saya juga mengucapkan terima kasih atas undangan teman-teman semua. Bersyukur malam ini saya bisa bertemu kalian. Saya cacat sejak lahir. Sejak dalam kandungan orang tua saya tidak menginginkan saya. Mereka menolak kelahiran saya. Saya sempat mau digugurkan tapi Tuhan berkehendak lain. Tuhan mengijinkan saya untuk lahir ke dunia lalu saya dibuang. Hingga akhirnya bisa bertemu dengan teman-teman saya ini. Mereka adalah keluarga kita. Memang kami anak jalanan tetapi kami hanya ingin bertahan hidup. Selama kami masih hidup maka kami akan terus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup."


"Mari kita berikan tepuk tangan." serentak semua tepuk tangan. "Tuhan memang luar biasa. Ia memiliki rencana yang indah. Mungkin saat ini rencana indah itu belum di depan mata. Tapi percayalah ada maksud Tuhan agar kita menjadi berkat dan terang dimana pun berada. Saya persilahkan untuk menyanyi"


Akhirnya mereka menyanyikan sebuah lagu


**Indah rencanaMu Tuhan


Didalam hidupku


Walau ku tak tahu


Dan ku tak mengerti


Semua jalanMu


Dulu ku tak tahu Tuhan


Berat kurasakan

__ADS_1


Hati menderita


Dan ku tak berdaya


Menghadapi semua...


Tapi kumengerti sekarang


Kau tolong padaku


Kini kumelihat dan kumerasakan


Indah rencanaMu...


Tapi kumengerti sekarang


Kau tolong padaku


Kini kumelihat dan kumerasakan


Indah rencanaMu**...


Lagu cerita dan lagu yang membuat Grace terharu. "Ternyata masih ada yang lebih parah lagi dari aku. Terima kasih Tuhan, sudah menolong Grace hingga saat ini. Itu semua karena Engkau baik buat Grace." doa Grace dalam hati.


Acara itu berakhir dengan acara makan bersama. Setelah makan, mereka di antar pulang oleh teman gereja mereka. Grace kembali ke rumah Bu Tri karena besok harus kembali ke asrama.


"Terima kasih Tuhan, meskipun malam ini tidak bersama-sama dengan Anes, tapi ternyata ada hal yang Tuhan mau kasih tau ke saya bahwa seharusnya aku bersyukur dalam segala hal. Saya benar-benar terinspirasi dari mereka baik dari tamu undangan ataupun pihak gereja yang mengadakan acara itu. Tidak rugi tidak bersama dengan Anes." doa Grace.


Hari yang menyenangkan buat Grace. Setelah acara itu, Grace jadi pengen membuat acara yang sama untuk mereka yang kurang beruntung. Grace ingin hidupnya, masa depannya dan keluarganya kelak bisa bermanfaat atau berguna bagi orang lain. Oleh karena itu, Grace menguatkan diri sendiri agar semangat belajar sehingga ketika sukses nanti bisa membantu bagi mereka yang membutuhkan.


Grace pun sampai di rumah Bu Tri dan harus secepatnya tidur agar esoknya bisa langsung pulang ke asrama.


*Selesaikan hubunganmu dengan baik-baik dan sejujur-jujurnya agar kamu tidak berhutang penjelasan dan tidak menyesal dikemudian hari karena ada sesuatu mengganjal yang belum dibereskan dengannya mumpung masih ada waktu dan masih bertemu dengannya. Jangan sampai di masa depan kamu penasaran tapi tidak berani lagi untuk bertanya kepadanya. Apalagi bukan lagi pada saat yang sudah tidak tepat. Masa lalu itu akan tetap tertanam tanpa penjelasan dan penyelesaian.*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers...


Terima kasih banyak sudah membaca karya saya....


Semoga menginspirasi dan semoga kalian menikmati....


Jika ada typo atau kata-kata yang susah dipahami, mohon koreksinya ya....


Bisa komen di bawah atau masuk ke grup saya....


Semoga hari kalian menyenangkan...


Mari saling mendukung dalam berkarya....

__ADS_1


__ADS_2