Indahnya Masa SMA

Indahnya Masa SMA
Part 27 - Gedung Baru


__ADS_3

"Yang kerja di gedung baru sudah di tunggu Pak Budi." kata salah satu anggota asrama yang diutus Pak Budi untuk memanggil mereka yang diberikan tugas bersih-bersih.


Grace dan teman-temannya pun berangkat dengan membawa peralatan bersih-bersih.


"Sapu, kain pel, sekop, ember dan pembersih lantai sudah ada semua ya...?" tanya Grace pada Dona.


"Sudah." jawab Dona singkat.


Lalu mereka bergegas menuju gedung baru yang akan dibersihkan. Hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai ke gedung tersebut dengan jalan kaki. Sesampainya di gedung baru, mereka menerima arahan dari Pak Budi. Kemudian Pak Budi membagikan beberapa kelompok untuk membersihkan gedung tersebut. Grace, Dona, Ekon dan Yosua membersihkan gedung yang akan dipakai untuk program D2 komputer.


"Bah, ini debu tebalnya sudah 5 cm ...." celetuk Grace yang melihat betapa banyaknya debu dalam ruangan itu.


"Belum juga kerja sudah ngomel-ngomel Grace." sahut Dona.


"Ini ni.... kita selalu kebagia yang kayak gini." jawab Grace.


"Itu artinya kita tergolong anak rajin Grace."


"Pretttt..." sahut Grace sambil nyengir.


"Yaelah malah kentut kamu Grace." ucap Dona.


"Bau nggak?" tanya Grace sambil mengibaskan tangannya di belakang pantatnya.


"Bau bangkai Grace." Dona tertawa menjawab Grace asal ceplos-ceplos. Tanpa mereka sadari, Ekon dan Yosua memperhatikan polah tingkah mereka dengan senyuman khasnya.


"Sini biar aku yang ngepel." Kata Ekon yang ambil kain pel itu.


"Wahhh.... terima kasih.... terima kasih." jawab Grace dengan ributnya.


"Grace..." panggil Pak Budi dari lantai pertama.


"Ya pak..." teriak Grace menjawab panggilan Pak Budi. Grace pun bergegas menuruni tangga dan mendekati Pak Budi.


"Bapak panggil saya?" tanya Grace untuk memastikan.


"Iya. Tolong kamu pesankan es teh teman-temanmu. Hitung dulu berapa orang. Ini uangnya." Pak Budi menyerahkan uang Rp. 20.000 kepada Grace. "Kalau kurang kasih tau. Nanti saya tambahkan lagi." lanjut Pak Budi.


"Baik pak. Terima kasih."


"Yanto, Depi, Dona, Rina, Reni, Ekon, Vinus, Yosua dan aku." Grace menyebutkan nama mereka satu per satu dengan membuka jarinya satu per satu juga untuk menghitung berapa es yang harus dipesan.


"Bu, pesan es tehnya 9 gelas ya. Di gedung sebelah. Kalau tidak nanti saya ambil pas yang bersih-bersih selesai." pesan Grace pada penjual es di sebelah gedung tersebut.


"Nanti saya antar mbak." jawab Ibu Penjual es.


"Berapa Bu?" tanya Grace.


"9 gelas Rp. 18.000 mbak." jawab ibu penjual es.


"Baik Bu. Ini bu. Terima kasih." Grace menyerahkan uang Rp. 20.000 dan mengambil kembalian uang itu kemudian meninggalkan warung dan kembali ke kelas untuk melanjutkan bersih-bersihhnya.


"Wehhhhh..... nyapunya sudah mau selesai Don?" tanya Grace basa-basi.


"Kamu dari mana? Menghindar kamu ya?" jawab Dona balik.


"Disuruh pak Budi untuk beli es teh buat kita semua." balas Grace yang hanya dijawab dengan ber'oh-oh' ria.


Grace mengambil sapu dan melanjutkan menyapu hingga selesai. Kemudian Grace turun ke lantai satu untuk memastikan kalau es teh pesanannya sudah datang. Ternyata, es sudah siap di lantai satu.


Setelah 30 menit mereka bekerja, semua ruangan telah bersih berkat kerja sama yang baik diantara mereka.


"Ni, minum es teh." Grace membawa es teh untuk kelompoknya. Sambil istirahat dan menikmati es teh karena sudah lelah, mereka duduk di tangga yang sudah dibersihkan sambil bercanda tawa. Seperti biasa, Grace mengajak mereka untuk bermain teka-teki.


"Cecak-cecak apa yang bisa bikin aku mati??" tanya Grace.


"Cecak di dinding." jawab Dona.


"cak napas kalau lihat senyumanmu" jawab Grace yang diikuti dengan gelak tawa mereka yang memenuhi tangga itu


"Aku divonis kena sakit jantung" ucap Yosua

__ADS_1


"Lho kog bisa sih?" jawab Grace


"Iya karena jantungku selalu berdetak lebih kencang bila aku dekat kamu.." balas Yosua


"Hiyakkkkk..... hiyakkkk" sahut Grace dengan tertawa recehnya.


 "Kamu seperti kupu-kupu dech.." ucap Ekon.


"Kog bisa sih?" jawab Grace.


"Soalnya kamu mahir menghisap sari cintaku" balas Ekon. Semua pun tertawa tapi Grace yang paling tertawa keras hingga terdengar sampai lantai satu.


"Wehhhhh..... aku jadi tersipu malu bang.... hahaha...." ceplos Grace.


"Ngomong-ngomong kita belum kenalan lhoo..." ucap Ekon.


"Kenalan dulu dong." jawab Yosua.


"Aku Ekon" Ekon mengulurkan tangannya pada Grace.


"Grace." jawab Grace singkat


"Ekon." gantian mengulurkan tangan pada Dona.


"Dona" singkatnya.


"Yosua." Yosua juga mengulurkan tangannya pada Grace dan Dona.


Tak terasa matahari sudah mulai terbenam dan es tehnya sudah habis. Setelah mereka asyik bermain teka-teki dan berkenalan, mereka kembali ke asrama bersama-sama. Grace berjalan berdampingan dengan Ekon sedangkan Dona dengan Yosua. Saat di jalan, mereka masih tetap bercanda.


"Kamu tau gak KUPAS apa yang paling nyenengin?" ucap Ekon.


"Nggak tau.... apa?" jawab Grace menyerah karena malas menebak.


"Saat KUPAS tikan kau selalu di sampingku.." ucap Ekon sambil tersenyum dan Grace pun menjawabnya hanya tersenyum balik dengan tatapan mata terus ke depan.


Saking fokusnya mereka bercanda, tak terasa mereka tiba di asrama. Mereka berpisah di ruang makan.


Ekon POV On


Aku tidak kenal siapa pun dari nama yang dibacakan kecuali Vinus dan Yosua karena kami sudah akrab sejak datang. Kalau laki-laki yang lainnya, masa bodoh lah. Tapi cewek-ceweknya? Belum kenal. Aku pikir pasti mereka takut dengan mukaku yang monoton dan seperti preman ini.


Aku memaksakan diri untuk tetap ikut ke gedung baru itu. Setelah Pak Budi membagikan ke kelompok yang lebih kecil lagi, aku sekelompok dengan anak yang namanya Grace, Dona dan Yosua. Yosua aku kenallah. Grace dan Dona belum kukenal.


Aku juga ragu untuk mendekati mereka terutama Grace. Aku tidak mau mereka takut padaku seperti cewek-cewek yang lainnya. Baru masuk ruangan itu, kulihat debu sangat tebal. Itulah yang membuat Grace juga seperti sedikit mengeluh. Tetapi setelah kuperhatikan, itu hanya guyonan ala dia saja.


Lalu, aku berinisiatif membantu mengepel. Aku ambil ember yang kuisi dengan air dan pembersih lantai. Kemudian kuraih kain pel itu. Saat sudah di pertengahan kerja, Grace dipanggil Pak Budi. Dia menjawabnya dengan berteriak begitu saja dari lantai dua yang kami bersihkan.


Ah, cewek ini ternyata cerewet dan suka ribut. Sepertinya Pak Budi juga dekat dengan dia. Kira-kira 10 menit, dia baru datang lagi saat pekerjaan hampir selesai. Salah satu temannya bertanya habis dari mana? Dia bilang habis disuruh Pak Budi beli es untuk kami.


Setelah pekerjaan selesai, kami duduk di tangga untuk beristirahat. Lalu dia mengambil es teh yang ia pesan tadi. Ternyata penjual es sudah mengantarnya di lantai bawah. Dia pun mengambil minuman itu untuk kami.


Aku tertarik dengan cewek ini. Biasanya cewek akan takut sama aku tapi dia tidak. Bahkan dia mengajak bercanda. Kami main teka-teki recehan tapi mencairkan suasana. Aku suka ide dia.


"Cecak-cecak apa yang bisa bikin aku mati??" tanya Grace.


"Cecak di dinding." jawab Dona.


"cak napas kalau lihat senyumanmu" jawab Grace dan kami pun tertawa dengan jawaban Grace. Kulihat senyumannya juga manis


"Aku divonis kena sakit jantung" ucap Yosua


"Lho kog bisa sih?" jawab Grace


"Iya karena jantungku selalu berdetak lebih kencang bila aku dekat kamu.." balas Yosua


"Hiyakkkkk..... hiyakkkk" sahut Grace dengan tertawa recehnya.


 "Kamu seperti kupu-kupu dech.." kataku


"Kog bisa sih?" jawab Grace.

__ADS_1


"Soalnya kamu mahir menghisap sari cintaku" balasku. Semua pun tertawa tapi Grace yang paling tertawa keras hingga terdengar sampai lantai satu. Dia memang tidak peduli dengan tertawanya yang menggelegar itu, yang penting menurut dia happy. Tertawa kami benar-benar sampai dimana-mana.


Dia tidak sungkan-sungkan dengan kami yang cowok-cowok ini. Dia tertawa puas.


"Wehhhhh..... aku jadi tersipu malu bang.... hahaha...." ceplos Grace padaku yang sedikit menggoda.


Lalu, aku memberanikan diri untuk mengajak berkenalan. Masa iya, sudah tertawa bersama sampai ngakak-ngakak gitu belum kenalan Sebenarnya. Sebenarnya aku sudah tahu kalau nama dia Grace karena beberapa kali Pak Budi menyebutkan dan aku dengar-dengar kalau dia memang sering menjadi bahan pembicaraan karena ulahnya yang kadang konyol dan suka bercanda kepada siapa pun. Ada yang bilang kalau dia lebih suka bergaul dan berteman dengan lawan jenis lebih banyak dibandingkan dengan sesama perempuan. Aku pikir itu hanya untuk mencari nyaman saja.


"Ngomong-ngomong kita belum kenalan lhoo..." ucapku mengajak kenalan mereka agar lebih resmi. Kalau belum kenalan kan belum afdol.


"Kenalan dulu dong." jawab Yosua agar semuanya mau kenalan.


"Aku Ekon" aku mengulurkan tangan pada Grace. Grace juga mengulurkan tangannya. Aku merasakan agak lembut tangannya.


"Grace." jawab Grace singkat


"Ekon." aku gantian mengulurkan tangan pada Dona.


"Dona" singkatnya.


"Yosua." Yosua juga mengulurkan tangannya pada Grace dan Dona.


Tak terasa matahari sudah sangat sore dan es tehnya sudah habis. Kami pun kembali ke asrama. Grace berjalan berdampingan denganku sedangkan Dona dengan Yosua. Saat di jalan, kami pun masih tetap bercanda. Ada sesuatu yang berbeda yang kurasakan dari hatiku sejak di gedung tadi. Lalu, aku memberikan pertanyaan teka-teki pada Grace lagi.


"Kamu tau gak KUPAS apa yang paling nyenengin?" kataku


"Nggak tau.... apa?" jawab Grace menyerah karena kurasa ia sudah malas menebak.


"Saat KUPAS tikan kau selalu di sampingku.." jawabku sambil tersenyum dan Grace pun menjawabku hanya tersenyum balik dengan tatapan mata terus ke depan. Senyumnya benar-benar manis dan aku sungguh-sungguh tertarik pada dia.


Saking fokusnya kami bercanda, tak terasa mereka tiba di asrama. Kami berpisah di ruang makan. Sebenarnya aku masih pengen bersama dia tapi sepertinya dia sudah capek dan aku juga belum berani untuk lebih dekat lagi dengan cara agak sedikit slow.


Dia benar-benar berbeda dari cewek lain. Dia pemberani dan tidak pilih teman. Aku suka dia. Kayaknya rasa sayangku ke dia sudah seperti mantanku. Aku sayang mantanmu karena dia yang selalu ada buatku sejak kecil. Dan Grace sifatnya mirip dia. Sayangku ke Grace juga sama seperti dia. Aku nyaman dengan dia. Aku harus perjuangkan dia.


Ekon POV OFF


Berbeda dengan Grace. Kalau Ekon sudah tertarik dengan Ekon namun Grace biasa saja. Tidak ada perasaan yang bergejolak dalam dirinya setelah bertemu dengan Ekon.


Yang Grace rasakan saat ini adalah capek, ingin beristirahat sebentar. Grace meluruskan kakinya di lantai kamar sambil bersandar di tempat tidur. Kira-kira 10 menit Grace menghabiskan waktu untuk meluruskan kakinya dan mengeringkan keringatnya lalu mengambil tempat sabun dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum jam makan malam tiba.


"Ah segarrrrr...." ucap Grace saat menyiramkan satu gayung ke kepalanya. Selama 10 menit Grace menyelesaikan ritual mandinya. Keluar kamar mandi sudah dengan berpakaian lengkap tetapi nasj ada handuk untuk membungkus rambutnya yang basah itu.


Sampai di kamar, Grace mengeringkan rambutnya dengan handuk dan menyisirnya. Setelah itu Grace duduk-duduk di ruang makan sambil menunggu jam makan tiba. Lalu lalang orang berjalan di depan Grace untuk melakukan kegiatannya masing-masing.


Satu per satu bakul nasi sudah diletakkan di atas meja makan. Itu artinya tidak akan lama lagi jam makan tiba. Namun Grace masih menikmati suasana yang ia ciptakan sendiri tanpa memperdulikan orang-orang yang lewat.


Ekon muncul dari asramanya menuju ruang makan. Degggggg.... degggg.... deggggg... jantung berdetak kencang ketika melihat Grace yang lagi duduk sendirian di ruang makan. Ekon tidak langsung mendatangi Grace. Ia mengambil tempat duduk lain sambil melihat Grace.


Sejenak ia ingat saat-saat bersama tadi di gedung baru sambil senyum-senyum sendiri. Ia bisa tertawa lebar karena ulah Grace. Ia merasa bersyukur mengenal Grace. Bahkan saat berjabat tangan tadi sudah bisa merasakan getaran-getaran cinta.


Kringggg .... kringggg... kringggg....


Nasi dan lauk sudah tersedia di masing-masing meja per kelompok. Kemudian mereka berdoa makan bersama dan langsung menyantap hidangan itu.


Selesai makan, mereka sibuk masing-masing dengan belajarnya. Termasuk Grace yang mengerjakan PR dan menyelesaikan catatannya. Grace belum menyelesaikan catatannya karena dia diberikan tugas untuk mencatat di papan tulis.


Sedangkan Ekon yang berencana untuk meninggalkan asrama karena tidak sesuai harapannya mengenai program-program D2nya, dia hanya baring-baring di kamar dan memikirkan bagaimana caranya mendekati Grace. Satu sisi, ia ingin mendapatkan Grace dan ingin selalu di dekat Grace. Di sisi lain, ia ingin mewujudkan mimpinya untuk menyelesaikan S1.


*Tidak ada yang tahu apa artinya cinta. Namun cinta bisa datang secara tiba-tiba menyerang jantung manusia. Jantung itu akan berdetak kencang saat bertemu dengan orang yang dicintainya. Bagaikan angin, itulah cinta. Hanya bisa dirasakan.*


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai readers...


Terima kasih banyak sudah membaca karya saya....


Semoga menginspirasi dan semoga kalian menikmati....


Jika ada typo atau kata-kata yang susah dipahami, mohon koreksinya ya....


Bisa komen di bawah atau masuk ke grup saya....

__ADS_1


Jangan lupa like ya...


Support ya...


__ADS_2