
Pagi yang baru, di tempat yang baru bagi Grace meskipun bukan kali pertama Grace meninggalkan rumah.
Pagi itu, semua anggota asrama putra sudah datang tepat pukul 05.00 untuk menunaikan ibadah pagi bersama-sama. Dibarengi dengan kicauan burung gereja dari segala arah. Pagi yang dingin menerobos pori-pori kulit. Tapi harus tetap beranjak dari tempat tidur karena sudah begitu aturannya.
Dengan tenang, penuh hikmat, dan seksama semua anggota mendengarkan ceramah singkat dari ketua Yayasan. Semua mata tersorot ke arah beliau.
"Saya memberikan kesempatan bagi semua yang ingin berbagi dari bacaan ayat yang kita baca. Silahkan..." seru ketua Yayasan mempersilahkan anggotanya untuk berpendapat agar belajar mengungkapkan pendapatnya.
Satu per satu mulai berpendapat hingga 5 anggota yang mendapatkan ide atas bacaan ayat yang mereka baca.
"Tuhan itu luar biasa. Dia melakukan sesuatu yang di luar nalar pikiran manusia. Sampai terkejut dan kagum akan pekerjaannya." pendapat Elis.
"Tuhan punya seribu cara bahkan lebih bagi manusia agar umat-Nya kembali kepada-Nya." pendapat Toni.
"Tuhan ingin agar kita menyadari bahwa hanya Tuhan saja yang memampukan kita melewati badai hidup." pendapat Ita.
"Jangan berdiri di tengah badai jika tidak ingin terputar di tengahnya. Lewati badai dengan keyakinan yang kokoh bahwa kamu mampu dan itu akan menjadi pengalaman. Atau kembali ke jalan sebelumnya tapi kita tidak akan pernah mengalami kesempatan kedua dan mungkin ke depannya kita akan mudah putus asa saat merasakan badai." ucap Grace.
"Jalani hidupmu meskipun berat. Jangan pernah menyerah." sambung Steve.
"Baiklah. Kalian sudah mendapatkan pelajaran untuk menjalani hidup. Jam 08.00 akan bertemu lagi untuk membahas peraturan sekolah dan asrama." tutup ketua Yayasan
Setelah doa bersama, masing-masing anggota melakukan tugasnya dan lanjut mempersiapkan diri.
Tepat pukul 08.00, semua anggota masuk ke ruang kelas. Kali ini ada 2 murid baru yang datang dari lereng Gunung Lawu. Tetapi mereka hanya fokus mengambil program ketrampilan.
"Baiklah. Kita mulai membahas peraturannya. Sudah siap mendengarkan peraturan?" tanya ketua Yayasan
"Siap..." ucap serentak seluruh anggota.
"Yang pertama, setiap anggota wajib mengikuti doa bersama baik doa pagi maupun malam. Doa pagi pukul 05.00 dan doa malam pukul 19.00 setelah makan malam. Tidak boleh telat." ucap ketua Yayasan.
"Kalau itu masih ringanlah." celetuk Yanto
"Tetapi jika melanggar, maka siap-siaplah untuk berpuasa selama 1 hari penuh." sambung ketua Yayasan.
"yaaaahhhhh...." sahut Yanto sambil menepuk jidatnya. Yanto memang orang yang tidak bisa untuk berpuasa.
"Yang kedua, semua diwajibkan mengikuti pelajaran keagamaan."
"Yang ketiga, semua yang mengambil program paket C diwajibkan masuk kelas pukul 14.00 sampai selesai. Sedangkan yang mengambil program lainnya disesuaikan jadwal."
"Bagaimana kalau sakit pak?" tanya Rina
"Kalau sakit harus ada pemberitahuan." jawab ketua Yayasan.
"Yang keempat, semua anggota asrama putri diwajibkan mengikuti kegiatan ketrampilan. Untuk jadwal sudah di majalah dinding. Jika anggota asrama putra ingin ikut diperbolehkan. Untuk jadwal ketrampilan bagi anggota asrama putra juga sudah ditempel."
"Yang kelima, semua wajib mengerjakan tugas kerja praktis untuk pagi hari. Dona, tolong diaturkan jadwal." pinta ketua Yayasan
"Siap pak." sahut Dona
"Yang keenam, satu tahun pertama dilarang pacaran." kata ketua Yayasan sambil tersenyum
"yaaaahhhhh.... yahhh..." protes serentak anggota
"Beneran ni pak?" tanya Yanto
"iya" jawab singkat ketua yayasan
"Mengapa demikian? Agar kalian fokus belajar, terutama belajar menahan diri dari nafsu sehingga kalian bisa membentengi diri dari godaan setan." imbuhnya
Semua terdiam mendengar penjelasan Pak Budi.
"Lanjut ya? Dilarang jalan berduaan apalagi di luar asrama. Karena apa? Supaya orang lain tidak memandang remeh kalian dan membicarakan kalian di belakang. Jadi bahan gosip. Ingat, ini di kampung. Jagalah moral kalian." Jelas Pak Budi
"Sampai disini saya memberitahukan beberapa peraturan. Untuk peraturan yang lainnya sudah di tempel. Silahkan dibaca. Terima kasih." tutup Pak Budi
Setelah pertemuan itu, timbul pro dan kontra antar anggota asrama terutama peraturan keenam yang dilarang pacaran selama setahun dengan alasan belajar mengendalikan diri.
"Ahhhh yang benar sajalah. Berarti saya harus menahan diri untuk tidak mendekati Grace dong?" gumam Yanto
"Kapok kalian semua tidak boleh pacaran." teriak Hendri
"Bisa pacaran asal tidak ketahuan Pak Budi." celetuk Kobus.
"Ngasal kamu bus." sahut Ita.
"Bisa kerjasama tidak?." usul Yanto.
"Tidakkkkkkkk!!!!." teriak semua anggota.
"Kalian ini kayak apa saja. Baru tidak boleh pacaran saja sudah seperti mau kiamat." ungkap Toni.
"huuuuuuuuu...." teriak serempak mereka lagi.
"Nikmati saja." sahut spontan Steven.
"Ahhhhh.... jangan-jangan sudah ada yang ehem.... ehem...." canda Ita
"Ehem... ehem .... apa itu Ta?" tanya Toni
"Yaelah, tidak nyambung?" tanya balik Ita dan dijawab gelengan kepala oleh Toni
"Jatuh cintrong pada pandangan pertama lol..." jawab Tini.
"oh... emang ada? Siapa? Dengan Siapa?" tanya Toni dengan mulutnya yang dibulatkan seperti mau olah vokal
"Yaelah dahhhhh.... malah kepo. Cuma asumsi saja" jawab Ita.
"Emang siapa?" tanya Toni yang masih dalam mode penasaran.
"Kamu!!" balas Ita dengan menaikkan ujung bibirnya.
__ADS_1
"Ihhhh..."
"La lagian. Jadi orang kok kepo amat." jawab sinis Ita sambil berdiri meninggalkan Toni yang masih menasaran berharap Ita akan memberitahu.
"Sudah... sudah... bubar... bubar." perintah Elis.
Sementara itu sejak kedatangan Bita dan Tatik, Egan sudah menatap wajah Bita tiada henti.
"Aku harus bisa menaklukkan hati Bita." batin Egan. "Aku harus cari cara agar tidak ketahuan oleh ketua Yayasan alias Pak Budi. Jangan sampai diembat duluan di antara mereka. Harus main cerdik." imbuhnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00. Jam makan siang telah tiba.
kring .... kring ..... kring.....
Bel berbunyi tanda makan siang. Semua anggota sudah berkumpul dengan antrian yang teratur. Satu per satu maju untuk mengambil jatah makanannya.
Setelah semuanya duduk sesuai dengan tempat yang mereka inginkan, doa makan pun dimulai. Dan kali ini, mereka makan masih dengan riuh suara pro dan kontra masalah peraturan keenam.
Tidak ambil pusing, Yanto mengangkat pantatnya dan mengambil piringnya lalu berjalan ke arah meja dimana Grace dan Ita duduk. Tanpa permisi dan tedeng aling-aling, dia pun meletakkan pantatnya tepat di sebelah Grace yang masih kosong.
"Heeeeeiiii..... siapa yang suruh kamu duduk disini. Sana pergi dari sini." protes Grace
"Ehhhh iya.... ngapain kamu disitu Yan?" sahut Ita lagi.
"hussssttttt.... Jangan berisik. Makan aja makanan kalian. Lihat tu lalat sudah curi laukmu." tipu Yanto supaya jangan ribut.
Mereka pun masing-masing langsung melihat makanan di depannya sambil melongo merasa ditipu oleh Yanto.
Pakkkkkkkkkk
Telapak tangan Ita mendarat di lengan sebelah kanan dari belakang Grace.
"Ihhhhh ini sudah KDRT ya Kekerasan Dalam Rumah Tangga." kata Yanto Kepada Ita
"Rumah Tangga siapa?" jawab Ita
"Rumah Tangga yang ada rumah dan tangganya. Yang kemudian tangga itu dinaiki kamu Lee Min Ho." godanya sambil tertawa ngakak. Sementara Grace hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka.
"Dasaaaaarrrr.... awas kamu ya." umpat Ita sambil berdiri menghampiri Yanto
Puuuuooookkkkkkk...
Pukulan Ita kembali mendarat di lengan sebelah kiri Yanto.
"Heiiii.... kalian berdua. Ingat peraturan. Lama-lama kalian bisa jatuh cinta beneran dehhh. Sudah, ayo pergi Ta..." ajak Grace sambil menarik tangan Ita.
"idihhhh... amit-amit." jawab Ita sambil mengetuk jidatnya sendiri 3 kali tok ... tok ... tok... dan ke meja 3 kali tok... tok... tok .... Lalu beranjak dari tempat itu. Yanto pun hanya membalas dengan senyum tipis.
Setelah makan, mereka istirahat sebentar karena pukul 14.00 harus kembali ke kelas untuk program paket C. Tetapi masih ada beberapa yang bercanda ria di tempat yang sama. Ada yang sudah ambil posisi di kamar masing-masing.
Mereka pun mulai mencatat penjelasan dari guru. Kali ini pelajaran Matematika. Grace memang suka matematika tetapi tidak semuanya bisa ia kuasai
*Persamaan kuadrat yang melalui titik-titik (-3, -1), (-1, -5), dan (2, 4) adalah….
b. y \= x2 – 3x – 4
c. y \= 2x2 + 2x + 5
d. y \= x2 – 3x + 5
e. y \= 2x2 + 2x – 5
Jawaban : A
Pembahasan :
Persamaan parabola : y \= ax2 + bx + c
Titik (-3, -1) → 9a – 3b + c \= -1 ………….(1)
Titik (-1, -5) → a – b + c \= -5 …………….(2)
Titik (2, 4) → 4a + 2b + c \= 4 …………..(3)
Eliminasi pers. (1) dan (2) :
9a – 3b + c \= -1
a – b + c \= -5 –
8a – 2b \= 4
4a – b \= 2 ………………..(4)
eliminasi persamaan (2) dan (3) :
a – b + c \= -5
4a + 2b + c \= 4 –
-3a – 3b \= -9
a + b \= 3 ………………..(5)
eliminasikan persamaan (4) dan (5) :
4a – b \= 2
a + b \= 3 +
5a \= 5
a \= 1
__ADS_1
subsitusikan ke persamaan (5) :
a + b \= 3
1 + b \= 3
b \= 2
subsitusikan ke persamaan (3)
4a + 2b + c \= 4
4(1) + 2(2) + c \= 4
c \= -4
Persamaan kuadratnya : y \= x2 + 2x – 4
Mendapatkan pelajaran seperti ini membuat Grace masih sempat bingung. Selain Grace, Steve juga anak yang pandai. Inilah kesempatan Grace untuk mendekati Steve.
"Steve, bantu aku untuk kasus ini dong. Kurang ngerti aku bahkan sama sekali blank." pinta Grace kepada Steve.
Bukannya membantu malah ditinggal pergi begitu saja. "Katanya pinter matematika?"
Grace ditinggal tanpa mendapatkan jawaban apapun dari Steve. Grace hanya bisa menatap punggung Grace yang lambat laun menjauh darinya.
"Memang dahhhh.... dimintain tolong saja tidak mau. Jadi orang kok pelitnya minta ampun." lirihnya dengan kesal.
Jangan panggil Grace, kalau dia berhenti berusaha sampai bisa. Grace akan berusaha untuk memecahkan kesulitannya dengan caranya. Tidak pantang menyerah.
Grace punya motto dalam belajar. "Mereka slow, aku slow. Mereka ngotot, aku lebih ngotot untuk belajar". Karena ia tidak mau kalah saing.
Setelah pelajaran matematika, mereka belajar pelajaran bahasa Inggris. Dua pelajaran ini, pelajaran yang lumayan Grace suka dan pelajaran yang dibenci Grace adalah Sejarah. Menurut Grace, otaknya tak mampu mengingat nama-nama orang. Apalagi berhubungan dengan masa lalu.
Pelajaran bahasa Inggris kali ini membahas grammar.
Pengertian Tenses
Tenses merupakan suatu kata kerja dalam bahasa inggris yang bertujuan untuk menunjukan waktu (sekarang, masa depan, atau masa lalu) serta terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa. Tenses sendiri dibagi menjadi 3 bagian besar, yaitu: Past, Present, Future. Dan dalam bahasa indonesianya bermakna Dulu, Kini, dan Nanti. Tenses sendiri di bagi menjadi 16 bentuk. 4 tense ada dalam present. 4 tense dalam past dan 8 tense lagi ada dalam future. Berikut inilah contohnya :
1. Present A. Simple
2. Past B. Continuous
3. Future C. Perfect
4. Past Future D. Perfect Continuous
"Ini semua harus dihafal ya..." Ucap Guru bahasa Inggrisnya.
"Siap bu." jawab mereka yang suka pelajaran ini termasuk Grace
"yahhhhh..." jawab mereka yang tidak suka.
Dengan teliti dan rapi, Grace mencatat semua pelajaran agar bisa dipelajari lagi di rumah.
Jam sekolah pun telah usai. Waktunya mereka kembali ke Asrama masing-masing dan akan bertemu lagi pukul 19.00 untuk makan malam dan doa bersama.
"Grace, tunggu." pinta Yanto
Grace pun enggan menoleh dan terus melangkahkan kakinya menuju asrama dengan tatapan ke depan, arah yang akan ia tuju sambil melambaikan tangannya.
Sesampainya di asrama, Grace dan teman-temannya melakukan ritualnya masing-masing. Ada yang sekedar menikmati langit senja. Ada yang urus badan. Ada yang bercanda ria. Ada yang menyiapkan menu makan malam. Ada yang duduk-duduk sambil bermain gitar dan menyanyi.
Sementara Grace lebih suka jalan-jalan sore di sekitar pekarangan.
Menurut peraturan, semua anggota asrama dilarang keluar sembarangan tanpa ijin dan tujuan yang jelas. Jika kedapatan melanggar maka hukumannya tidak boleh keluar dalam satu Minggu termasuk saat weekend. Itu artinya, tidak bisa weekend ataupun pulang ke rumah bagi yang rumahnya dekat asrama.
Waktu terus bergulir. Tak terasa sudah pukul 18.15. Terdengar suara-suara cempreng bercanda ria di depan ruang makan sambil menunggu jam makan malam.
Selesai makan, mereka pun doa bersama. Petugas yang sudah dijadwalkan mengambil perannya dan mempersiapkan kebutuhan masing-masing.
Setelah doa bersama, Grace mengambil buku catatan pelajaran hari ini dan mempelajarinya. Selain mengulang pelajaran, Grace juga mengerjakan pekerjaan rumahnya dan mempersiapkan semua kebutuhan untuk pelajaran esok harinya. Grace, tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada untuk belajar. Dia tidak mau mengecewakan kepercayaan orang tua dan Pendetanya.
Tepat pukul 22.00, ia pun masuk kamar. Masih sempat bercanda dengan teman-temannya.
"Tebak-tebakan yuk..." ajak Grace
"Ayuk...." jawab semua
"Aku dulu ya.... Pemain bola apa yang beratnya 3kg? Ada yang bisa jawab?" pertanyaan Grace.
"Batubara." jawab Ita
"Salahhhhh. Ada yang bisa jawab nggak?" sahut Grace. Semua nampak berpikir keras tapi tidak menemukan jawabannya.
"Nyerah kan? Bambang tabung gas hahahaha" gelak tawa Grace.
"Nggak nyambung banget Grace... Grace..." protes Bita.
"Mau lagi?" tawar Grace
"Maleessss. Udah ngantuk. Mau tidur." jawab Lusi.
"Ahhhh.... gak asyik kalian." balas Grace.
Mereka pun mengambil posisi sesuai kenyamanan mereka masing-masing untuk mengantar mereka ke alam mimpi. Berharap bertemu pangeran berkuda putih.
*Bagi sebagian orang mengatakan bahwa peraturan itu ada untuk dilanggar. Itu salah besar. Sebenarnya, aturan itu dibuat agar kita bisa belajar untuk mengendalikan diri dari keegoisan kita. Bayangkan saja kalau tidak ada aturan. Kebejatan menghancurkan dunia ini.*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai readers.....
__ADS_1
Terima kasih banyak sudah membaca tulisan saya. Semoga kalian senang dan menikmati.... 🙏🙏🙏🙏