IPA

IPA
IPA--21


__ADS_3

"Diem!" suruh Rizki kepada Keisha.


"Sakit sshh," ringis Keisha sambil menahan tangan Rizki yang sedang mengobati pipinya.


"Tau rasa lo sekarang? Baru kerasa sekarang kan? Tadi bukannya lo yang nyerahin diri ke Elisa biar dia nampar lo sepuasnya, kan? Lo yang nyerahin diri dan gak ngelawan, makanya gak usah so jagoan. Nyesel mah belakangan," cerocos Rizki yang sangat kesal pada Keisha.


Sementara Keisha hanya diam sambil sesekali menatap teman-temannya yang hanya diam memperhatikan dirinya dan Rizki.


Keisha menundukkan kepalanya. Rizki yang merasa kesusahan mengobati pipi Keisha itu langsung mengangkat dagu Keisha sehingga wajah gadis itu berhadapan langsung dengan wajahnya.


"Ngapain nangis? Bukannya lo jagoan, kan? Lo bukannya tadi nyuruh Elisa buat nampar lo sepuasnya. Kenapa sekarang lo nangis?" ucap Rizki yang melihat Keisha ternyata malah menangis.


Rizki melepaskan tangannya dari dagu Keisha dan Keisha kembali menunduk.


"Jangan nunduk, gw susah ngobatinnya. Liat, kan? Sekarang lo malah nyusahin orang. Masih mau jadi jagoan? Emang lo pikir ditampar tuh gak bakal berakibat fatal gitu?" ujar Rizki yang terlihat masih sangat kesal.


Rizki bangkit dan menyimpan sapu tangan yang berisi es batu itu ditangan Keisha.


"Lo obatin aja sendiri, atau gak perlu diobatin? Kan lo jagoan." Rizki membalikkan tubuhnya dan hendak keluar UKS. Namun niatnya itu dia urungkan saat isakan Keisha menggema diruangan UKS.


Rizki kembali mendekati Keisha. Keisha hanya diam sambil menundukkan kepalanya. Rizki malah merasa bersalah karena memperlakukan Keisha seperti tadi. Apalagi teman-teman Keisha hanya mampu diam dan tak bisa apa-apa, karena Rizki memperingatkan dan mengancam mereka jika membantu atau berani mendekati Keisha.


Rizki meraih dan memeluk Keisha. Sementara Keisha membalas pelukan Rizki dengan sangat erat. Tanpa merasa kesal kepada Rizki yang sedari tadi memojokkan dirinya.


"Maaf," bisik Rizki sembari mengelus rambut Keisha untuk berusaha menenangkan.


Keisha semakin mengeratkan pelukannya. Keisha juga tak memperdulikan rasa sakit dipipinya, yang dia rasakan sekarang hanyalah dada yang terasa sesak entah karena apa.


"Udah udah nanti kalo gw masuk angin kan ribet," ujar Rizki seraya mendorong Keisha dan melepaskan pelukannya.


"Maaf," cicit Keisha pelan.


"Gak apa-apa, asal jangan masuk setan aja. Kalo gw kesurupan nanti lebih ribet," ucap Rizki mencoba mencairkan suasana.


Keisha tersenyum. Rizki mengusap airmata dipipi Keisha lalu mencubit pipi Keisha.


"Aww," pekik Keisha.


"Eh eh maaf gw gak sengaja," panik Rizki sembari mengusap pipi Keisha pelan.


"Masih sakit?" tanya Rizki.


"Enggak," elak Keisha.


"Bohong lo."


"Emang."

__ADS_1


"Emang apa?"


"Emang bohong," jawab Keisha sambil terkekeh.


"Dasar jagoan KW," cibir Rizki sembari mendaratkan jitakan di jidat Keisha.


"Ekhem nyamuk," sindir Silmi sambil menepuk-nepuk tangannya di udara.


"Ini manusia kakak bukan patung," timpal Jera.


"Aduh disini kurang oksigen atau gimana ya? Kok nyesek," lanjut Nurul dramatis.


"Dunia serasa milik berdua aja itu mah," sindir Safitri.


"Tadi pas gw diledekin sama si Iki kenapa lo pada diem aja? Bukannya bantuin," kesal Keisha.


"Kita diancem!" seru mereka kompak.


"Di ancem apaan?" tanya Keisha penasaran.


"Bakal digantung dipohon sirsak!" lanjut mereka lagi serempak.


"Terus kalian percaya?"


"Enggak," jawab mereka lagi, kompak.


***


Malam ini Keisha dkk, Rizki, dan Rangga sedang berkumpul dirumah Keisha. Entahlah, sekarang mereka semua malah terlihat akrab, padahal dulu adalah musuh yang selalu berusaha saling menyingkirkan. Terutama Keisha dan Rizki.


"Eca, kita gak apa-apa nginep disini?" tanya Silmi.


"Ya gak apa-apa lah, masa gak boleh. Lagian sekalian nemenin gw. Malah gw makasih," jawab Keisha santai.


"Okeee dehhh," celetuk Nurul.


"Tapi big no buat Rangga sama Rizki," ujar Keisha sambil mendelik.


"Siapa juga yang mau nginep disini? Percaya diri banget haduh, kalo gw nginep yang ada gak bisa tidur. Kalian itu berisik!" ucap Rizki menusuk.


"Biarkan yang sirik makin berisik," sahut Jera.


"Iya biarkan si sirik berceloteh," timpal Nurul.


"HIDUP BERISIK!!!" teriak Safitri seraya mengangkat tangannya ke atas.


"HIDUP!" sahut Keisha, Silmi, Jera, dan Nurul.

__ADS_1


"Berisik kalian bocah!" sarkas Rizki sangat kesal.


"Kita keliatan masih kayak anak kecil ya?" Percaya diri Jera yang sekarang so imut.


"Berarti kita babyface. Daripada lo berdua, TUA!" seru Nurul sambil menunjuk Rangga dan Rizki.


"Berisik woy udah malem, ganggu tetangga aja lo pada! Buruan dong, gw kepo sama musibah Si Eca!" ujar Rangga yang akhirnya angkat bicara.


"Eh iya bener. Yaudah buruan cerita Ca," paksa Jera tak sabaran.


"Jadi gini..."


Flashback on


"*Mulai sekarang lo pacar gw," ucap Ricky setenang mungkin. Keisha langsung mengangkat kepalanya dan menatap Ricky dengan tatapan penuh kekesalan.


"GAK!" bantah Keisha tak terima.


"Gw pengen lo jadi pacar gw," ucap Ricky dengan nada ketus.


"Gak bisa. Emangnya gw apaan? Emangnya lo siapa? Lo gak bisa seenaknya!"


"Pokoknya lo jadi pacar gw sekarang," ujar Ricky tetap pada kemauannya.


"Gak tau diri banget lo. Ternyata gini ya, gw pikir sifat dan perilaku lo emang terhormat dengan jabatan lo sebagai PEMIMPIN disekolah ini. Ternyata lo itu egois, pemaksa, bad, gak tau malu, playboy. Dan satu lagi, ternyata sifat asli lo kayak gini dan selamat penyamaran lo kemarin jadi seorang yang ramah dan so baik itu berhasil," ucap Keisha sambil menyunggingkan senyum miringnya.


Ricky semakin geram dan emosi. Dia mendekati Keisha sambil berusaha menahan emosi dan nafsunya.


"Dasar cewek murahan. Kerjaan lo itu nyosor sana-sini, deket sana-sini, pepet sana-sini, morotin sana-sini, baperin sana-sini. Lo gak mikir apa? Gw kayak gini juga gara-gara lo. Lo penyebabnya, camkan, LO PENYEBABNYA!" bentak Ricky.


"Gw tau, gw paham, dan gw ngerti. Tapi ya gitu deh, lo kurang ngotak dan gak bisa ngendaliin egois lo. Jadi kayak gini, lo malah jadi rendah dimata gw."


"Maksud lo apa? Lo jelek-jelekkin gw?"


"Lah, baru nyadar lo? Gw dari tadi ngomongin lo, ternyata lo baru connect sekarang? HAHAHA," tawa Keisha pecah.


"Sialan lo!" teriak Ricky.


"Apa? Lo mau cari masalah sama gw? Lo gak bisa ngaca? Lo gak bisa intropeksi diri? Lo gak bisa mikir? Oh, atau perlu gw umumin dan deskripsiin ke semua orang kalo RICKY SANG KETUA OSIS SMA TUNAS UNGGUL itu sifat aslinya kayak gini? BOCAH!" kesal Keisha yang ikut tersulut emosi.


Tangan Ricky semakin terkepal kuat. Dia menggertakan giginya. Nafasnya juga sudah memburu dan tak beraturan. Keinginan untuk melawan Keisha sudah sangat tak tertahankan, namun satu persatu ucapan Keisha tadi mulai memenuhi pikirannya.


Terutama tentang jabatan dan kehormatan dirinya di depan umum.


"Bocah!" bentak Keisha sambil mendorong Ricky dan meninggalkan Ricky ditaman belakang sekolah sendirian dengan emosi yang masih belum padam.


**Flasback off***

__ADS_1


__ADS_2