
"IKIIIIIIIIIIIIII"
"BANGUN!!!"
Keisha menimpuk Rizki dengan bantal dan guling berkali-kali.
"BANGUN KEBO WOY YA ELAH," teriak Keisha sambil menarik selimut Rizki.
Lelaki itu tetap tidak bangun. Bahkan sepertinya sangat tidak peduli pada Keisha yang melakukan itu.
Keisha menghela nafas, lalu mendekatkan mulutnya pada telinga Rizki.
Gadis itu berbisik lembut, "selamat pagi sayang, ayo bangun."
Tring
Rizki otomatis bangun sambil tersenyum kecil. Lelaki itu menatap Keisha yang kini menatapnya dengan kesal.
"Selamat pagi juga sayang," balas Rizki sambil menyingkap selimut yang setengah menutupi badannya.
"What the..." ucap Keisha menggantung.
"What the ape?" tanya Rizki sinis.
"H-hah? Ngga. Buru mandiiiiiiii," ucapnya sembari mendorong tubuh Rizki ke arah kamar mandi dan melemparkan sebuah handuk putih pada laki-laki itu.
Mau tak mau Rizki harus melakukannya. Bukan hanya karena paksaan dari Keisha, tapi hari ini dia memiliki jadwal kelas yang tak lama lagi akan dimulai.
Yap. Mereka sudah kuliah sekarang di universitas yang sama. Mereka masih bersama, sampai di titik ini.
Hampir 3 tahun lebih lamanya mereka bersama-sama. Menjalani berbagai rintangan yang datang ke dalam hubungan mereka. Tak lupa dengan segala hal yang selalu mereka ributkan, walaupun hanya masalah kecil.
Mereka tidak berubah. Tetap seperti Tom and Jerry yang saling mencintai. Keduanya saling mencintai dengan cara yang berbeda.
Kali ini mereka saling memahami satu sama lain. Merasakan suka dan duka bersama. Tidak seperti saat sebelum bersama-sama. Sekarang mereka jauh lebih baik daripada saat itu.
Ceklek
"By," panggil Rizki dengan nada menggoda pada Keisha.
Keisha memutar kepalanya dan menatap sumber suara. Sambil memperagakan orang yang sedang merasa mual, Keisha mencoba menahan tawanya yang siap meledak.
Rizki berdecak kesal. Laki-laki itu duduk disamping kekasihnya setelah menoyor kepala gadis itu.
'"Aww," ringis Keisha. Gadis itu mempoutkan bibirnya. Seolah memberitahu bahwa dia sedang kesal.
"Apa?" Rizki menoleh pada Keisha dan mencubit hidung Keisha dengan cepat.
"IKIIIIIIIIIIIIIII," teriak Keisha dengan sangat kencang. Suaranya bahkan menggelegar melebihi suara petir.
Rizki terlonjak kaget. Dia mengelus dadanya sembari sedikit menjauhkan dirinya dari Keisha, takut-takut diterkam sekaligus oleh gadis itu.
*Bugh
__ADS_1
Bugh
Bugh*
Keisha memukul Rizki habis-habisan. Tenaganya yang tidak bisa disepelekan itu membuat Rizki kewalahan. Berusaha untuk menghindar pun sudah tak mampu.
"Ampun ampun," ucapnya kesakitan.
"****** NOH ****** RASAIN. ENAK, KAN?!" tanyanya dengan marah. Mata gadis itu bahkan sepertinya akan keluar dalam waktu sedetik kemudian.
Rizki tersenyum manis berusaha untuk meredakan emosi Keisha. Namun tanpa sadar, dia malah memajukan bibirnya. Laki-laki itu malah berbuat lebih lucu dan manis daripada yang dia rencanakan tadi.
Keisha berusaha untuk tidak melihatnya. Rizki benar-benar sangat manis sekarang!
"Maafin Iki ya cantik..." ucapnya pelan.
"Huekkkk." Keisha pura-pura akan mengeluarkan sisa makanan miliknya yang berada di dalam perut.
"Tuh kan."
"Apa?!" tanya Keisha sewot.
"Eca yang duluan tadi," jawab Rizki malas.
Laki-laki itu sekarang bersikap cuek dan dingin. Membuat Keisha merasa bersalah dan menyadari kesalahannya. Bagaimanapun, dia yang memulai pertengkaran tadi.
Keisha melirik laki-laki yang sedang berusaha setengah mati untuk tidak menatapnya.
"Emm.." ucap Keisha ragu.
"Iya maaf. Lagian tadi kan Eca bercanda aja niatnya. Tapi tetep aja tadi Iki noyor kepala Eca!" ucapnya kesal.
Rizki menoleh. "Jadi minta maafnya gak?"
Keisha mempoutkan bibirnya. Membuat Rizki lebih kesal karena gadis itu begitu menggemaskan.
"J-jadi..." ucap Keisha sembari menundukkan kepalanya dan memainkan jarinya. Sangat menggemaskan.
"Eca minta maaf.."
STOPPP.
Rizki sudah tidak kuat lagi melihat gadis itu. Keisha benar-benar menggemaskan!
Rizki menarik Keisha ke dalam pelukannya dengan sangat erat. Keduanya tersenyum hangat, merasa nyaman berada di dalam dekapan kekasih tercintanya.
"Di maapin, kan?" tanya Keisha sembari mendongakkan kepalanya dan mengedipkan matanya berkali-kali.
Rizki tersenyum melihatnya. Laki-laki itu menganggukan kepala sambil mencubit hidung Keisha dengan gemas.
"Aww." Keisha melepaskan pelukannya dan mengelus hidung pesek setengah mancung miliknya itu.
Lagi dan lagi Rizki tersenyum menatap gadis itu. Tangannya terulur untuk mengusap kepala pacar kesayangannya, Keisha.
__ADS_1
"Iki juga minta maaf ya sayang," ujarnya pelan dengan malu-malu.
Pipi Keisha menghangat dan berlanjut memerah. Gadis itu blushing sekarang. Bibirnya tak mampu menahan senyuman yang menjulang tinggi. Membuat kedua insan itu menjadi salah tingkah.
"Udah makan?" tanya Keisha mengubah topik pembicaraan.
Rizki refleks menggelengkan kepalanya.
"Kan tadi Iki tidur. Terus bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi. Habis mandi ku slek sama Eca. Habis itu baikan lagi," ucapnya sembari bernyanyi bak bocah cilik.
Keisha tertawa menatap tingkah lucu pacarnya itu.
"Yaudah ayo makan dulu. Tadi mama masak rendang kesukaan Iki, jadinya Eca bawa kesini. Abis makan Iki langsung berangkat ke kampus, oke?"
Rizki bangun dari duduknya dan berjalan ke arah meja makan mengikuti Keisha. Wajahnya sangat bersemangat saat tau bahwa calon ibu mertuanya memasakkan makanan kesukaannya dan pacarnya membawakan makanan itu untuknya.
Keduanya duduk berhadapan.
"Iki ada kelas jamberapa?" tanya Keisha.
"Jam..." ucap Rizki sembari menatap Keisha.
"Jam 10!" teriak mereka berdua bersama.
Keduanya melihat ke arah jam. Dan sekarang sudah pukul 11. Telat 1 jam?
Rizki bangkit dari duduknya. "Iki udah telat. Berangkat sekarang aja ya? Dahh," pamitnya buru-buru.
Keisha tersenyum kecil.
"Yahh makanannya gak jadi dimakan.."
Rizki yang melihat ekspresi kekasihnya itu malah tak tega. Laki-laki itu kembali ke meja makan. Dia membawa makanan itu untuk dibekal ke kampusnya.
Keisha tersenyum lebih lebar melihatnya.
"Nanti pasti Iki abisin ya sayang." Rizki tersenyum manis dan mencium kening Keisha dengan lembut.
"Dahhh," pamitnya sembari melambaikan tangan.
Keisha membalasnya sambil berteriak.
"HATI-HATI YA CALON SUAMIKU!"
Rizki tersentak kaget mendengar kalimat yang keluar dari mulut pacarnya. Dia memutar kepalanya dan ikut berteriak.
"DANDAN YANG CANTIK, KITA JALAN PAS IKI UDAH SELESAI KELAS."
Keisha melompat di tempatnya.
"Asikkkk."
Keisha sedang tidak ada kelas hari ini. Karena itu dia bebas.
__ADS_1
***