IPA

IPA
IPA--37


__ADS_3

Senin. Senin pagi, sudah kewajiban bagi para murid sekolah untuk melaksanakan upacara. Kegiatan yang menurut para siswa-siswi adalah kegiatan yang paling membosankan. Kegiatan yang mampu membuat mereka merasa pegal dan terbakar dibawah sinar matahari pag yang juga di isi dengan pidato panjang yang topiknya sudah sangat familiar.


"Mohon untuk para siswa-siswi yang masih berada di kelasnya masing-masing agar segera mengikuti upacara di lapang yang sebentar lagi akan di mulai."


Pengumuman itu terdengar jelas ke seluruh penjuru gedung. Suara yang sudah dipastikan berasal dari kesiswaan yang sudah sangat jengkel menunggu para muridnya di lapangan.


"Ayo buruan ke lapangan guys," ajak Silmi pada teman-temannya. Keisha berjalan malas, menghampiri teman-temannya yang sudah menunggu diambang pintu.


Keisha berdecak malas saat sudah berada diambang pintu dan mengikuti langkah teman-temannya yang berjalan lebih dulu di depan.


Tiba-tiba saja Keisha ditarik seseorang. Berjalan melewati teman-temannya dengan keadaan tangannya yang masih ditarik. Terlihat seorang laki-laki menarik tangan dirinya dengan langkah tergesa-gesa, tapi tunggu, laki-laki itu bukan membawa Keisha ke lapangan.


"Ki, lepasin ih. Mau kemana sih?" tanya Keisha kesal.


"Udah diem aja nanti juga lo tau," jawab Rizki sambil mengedipkan matanya sebelah. Membuat Keisha malah melotot jijik, bukannya baper dan mau terbang.


"Kita harus upacara, Ki."


"Iya gw tau. Udah diem aja gak usah banyak bacot," balas Rizki tetap kekeh.


"Loh loh, kenapa ke kantin? Lo ngajak gw bolos?" tanya Keisha heran saat melihat Rizki membawanya ke kantin.


Rizki tak menjawab. Dia tetap menarik Keisha hingga tepat ke depan sebuah warung kecil di dalam kantin. Lelaki itu membeli sebungkus roti dan kembali menarik Keisha menuju keluar kantin.


"Sumpah ya lo gak jelas banget. Lo narik-narik gw cuma minta ditemenin beli roti ke kantin?" tanya Keisha tak percaya.


Rizki menghentikan langkahnya. Melepaskan juga genggaman tangannya dan memutar badan menghadap Keisha.


Laki-laki itu membuka plastik rotinya, merobek dan membagi dua roti itu. Dia mencubit hidung Keisha, membuat Keisha langsung membuka mulut dengan refleks karena tak bisa bernapas. Rizki langsung memasukkan potongan roti itu ke dalam mulut Keisha membuat mulut Keisha penuh berisi roti yang tidak bisa terbilang berukuran kecil.


"Swumpah ywa anjwir inwi sakwit muwut guwa," ucap Keisha tak jelas. Rizki malah menatap Keisha datar tanpa raut wajah berdosa.


"Cepetan kunyah terus telen. Gw tau lo belum sarapan. Walaupun sedikit, itu tetep berpengaruh. Biar lo gak pingsan pas upacara," ucap Rizki datar lalu menyuapkan sepotong roti milik dirinya dan kembali menarik Keisha menuju lapang.


Ma, ini anak Mama mau terbang tapi gak punya sayap, Ma. Eca baper tapi kesel. Rizki kenapa sih? Pengen lempar dia ke kolam piranha, tapi sayang. Batin Keisha bermonolog sendiri sambil menatap punggung Rizki yang masih setia menariknya.


"Tuh kan, udah mulai upacaranya. Kalo ketahuan gimana?" tanya Keisha bingung serta takut.


"Ck, gampang. Masuk ke barisan paling belakang kan bisa," jawab Rizki santai.


"Tetep aja. Disana kan ada petugas kesehatan," balas Keisha berbisik.


"Petugas kesehatannya kelas 12, kan? Gampang lah. Bisa gw atur," ucap Rizki sombong.

__ADS_1


Rizki menarik Keisha lagi. Membawa gadis itu ke area barisan paling belakang.


"Nih, pake." Rizki membuka topi sekolah miliknya. Lalu memakaikannya kepada Keisha sampai menutup mata Keisha karena topi yang dipakaikan tidak benar.


"Eh eh ini topi sialan banget. Mata gw ketutupan nih aww," kaget Keisha saat dirinya merasa hampir terjatuh karena tidak bisa melihat.


"Sstttt. Udah benerin aja sendiri, udah untung gw pinjemin topi. Lo gak bawa topi, kan? Udah pake aja," ucap Rizki sambil melirik kesana-kesini menatap lingkungan sekitar.


"Iya iya. Makasih deh, terus kalo lo dihukum gimana?" tanya Keisha berbisik setelah membenarkan keadaan topi itu.


"Gampang," jawab Rizki singkat.


"Eh, sttt sttt," panggil Rizki pelan kepada salah satu anggota petugas kesehatan. Gadis kelas 12 yang menjadi sasaran Rizki itu menatap Rizki dan Keisha dengan sinis. Sementara Rizki langsung menempelkan jari telunjuknya dibibir sembari menyodorkan kepalan tangan kepada petugas kesehatan itu. Seolah-olah berkata, "Awas lo kalo cepu gw hajar."


Petugas itu mengangguk ragu lalu kembali fokus menatap bendera yang mulai naik dan berpura-pura tidak melihat Rizki.


"Udah sono lari ke barisan paling belakang. Aman kok aman," suruh Rizki. Keisha menatap Rizki sambil mengangguk, lalu berlari kecil dan berdiri dibarisan paling belakang. Dan Rizki, laki-laki itu melakukan hal yang sama.


***


"Kalian tau gak? Rafi si anak culun itu," tanya Jera berbisik pelan sambil tetap berjalan menuju ke arah kantin.


"Iya-iya tau. Kelas X IPA 1, kan?" tanya Silmi balik.


Safitri, Silmi, dan Nurul melotot tak percaya. Setia mendengarkan hot news dari Jera si tukang gosip. Keisha malah sibuk sendiri, dirinya sibuk memperhatikan dan memastikan bahwa seorang laki-laki ditengah lapang yang sedang menghormat ke arah tiang itu benar-benar Rizki. Dan ternyata memang benar, itu adalah Rizki.


"Eh eh kalian ke kantin duluan aja ya. Gw mau nyamperin dulu Rizki. Bye!" pamit Keisha buru-buru.


Gadis itu menghampiri Rizki. Rizki melihat Keisha dari ujung matanya dan kembali kembali menatap tiang dibawah teriknya panas matahari.


"Lo dihukum?" tanya Keisha.


"Hm."


"Gara-gara gak pake topi?"


"Hm."


"Pasti gara-gara gak pake dasi sama baju lo gak dimasukin juga, kan?"


"Hm."


"Sampe jam berapa? Ini kan udah jam istirahat, lo gak istirahat juga?"

__ADS_1


"Bentar lagi."


"Gw mau ke kelas dulu. Ngambil makanan yang Mama bikinin dari rumah. Kalo udah beres, lo tunggu dulu di pinggir lapang," ucap Keisha.


"Hm," jawab Rizki singkat.


Keisha berlari kecil menuju kelasnya. Membawa sebuah kotak bekal makan yang ibunya berikan. Dengan sebotol air mineral yang tadi dia beli setelah upacara namun belum sempat di buka.


Keisha kembali lagi ke lapang menghampiri Rizki yang ternyata sedang duduk di pinggir lapang sembari meneguk sebotol air mineral. Gadis itu duduk disamping Rizki dan duduk berhadapan dengan Rizki.


"Udah beres?" tanya Keisha basa-basi. Rizki hanya mengangguk.


"Lo udah ke kantin?" tanya Keisha lagi. Kali ini Rizki menggelengkan kepalanya.


"Terus itu minum dari mana?"


"Di kasih."


"Oh, dikasih sama siapa?" tanya Keisha. Entahlah, pertanyaan ini terlontar begitu saja dari mulutnya.


"Mesya," jawab Rizki singkat.


Keisha langsung menatap Rizki datar sambil mencoba meredam rasa kesalnya yang entah timbul karena apa.


"Ya udah, nih makan. Buat lo," ketus Keisha sambil memberikan kotak bekal makanannya dengan kasar.


"Loh, lo kenapa gak makan?" tanya Rizki heran.


"Gak, males."


"Ya udah makasih. Rejeki anak sholeh nih," jawab Rizki semangat sambil membuka kotak makan Keisha.


Bukannya bujuk kek biar makan. Kesel gw! Batin Keisha menggerutu.


"Tau ah," kesal Keisha lalu bangkit dan meninggalkan Rizki sendirian.


"Ca, mau kemana?" teriak Rizki.


"Nyari cowok ganteng. Lo bau asem!" balas Keisha berteriak.


***


Hallo! Akhirnya bisa update lagi, hehe.

__ADS_1


Siapa nih yang setuju dan rela kalo Rizki dilempar ke kolam piranha?


__ADS_2