
"Udah lama kita gak kumpul bareng lagi, ya?" tanya Rizki memecah keheningan.
"Iya, lo jarang bareng kita lagi sekarang," tambah Rangga sambil menatap Matthew yang sedang tersenyum singkat.
"Iya sorry, gw sibuk sama ekskul basket. Banyak tanding banget, gw juga sebenernya capek," keluh Matthew lesu.
Rizki dan Rangga hanya mengangguk mengiyakan. Lalu Rizki menatap sekeliling cafe dengan seksama, melirik dan memperhatikan beberapa pengunjung lain yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
"Oh iya, keliatannya lo sama Keisha udah sering akur. Berantemnya gak kayak dulu. Jangan-jangan udah jadian," tuduh Matthew bercanda sambil menyeruput kopi pesanannya sedikit.
"Dia tuh emang suka sama Keisha, tapi belum punya nyali buat nyatain cinta," sindir Rangga.
"Loh? Lo kan tipe orang yang gak suka basa-basi dan nunda sesuatu. Biasanya juga to the point kok," ujar Matthew heran.
"Ya beda urusannya!" kesal Rizki berharap teman-temannya itu mengerti.
"Nunda aja terus, ditikung yang lain baru ******," tambah Rangga mengompori.
"Gw kan lagi usaha," jawab Rizki tak mau kalah.
"Terus aja ngomong usaha, ngelakuinnya nggak," balas Rangga menyindir.
"Iya, usaha lebih keras lagi kenapa sih Ki," timpal Matthew ikut gemas.
"Gw usahain besok," final Rizki cepat.
Rangga dan Matthew melotot tak percaya. Namun dalam hati mereka sangat senang mendengar keputusan dari Rizki.
"Oke. Kita buktiin," ucap Rangga semangat.
***
Rizki menjatuhkan tubuhnya keatas kasur kesayangannya. Menghela nafas lelah sambil menatap langit-langit kamarnya dan menerawang rencananya tadi yang dia janjikan kepada Rangga dan Matthew. Apa benar? Rizki akan menyatakan cintanya pada Keisha? Si gadis galak dan manja itu kini menjadi pengisi tempat dihati Rizki.
"Ini gw beneran suka sama dia gak sih?" gumam Rizki bermonolog sendiri.
"Tapi, kayaknya gw emang suka sama dia. Tapi, suka gw ke dia serius gak sih? Atau, gw cuma baper doang?" ucap Rizki berbicara sendiri.
"Yaudahlah, gak apa-apa kali ya gw nyatain perasaan gw ke dia. Daripada gw jadi gak enak hati dan ngerasa jadi beban. Tapi, nanti kalo respon dia gak kayak yang gw harapin gimana? Jatoh dong harga diri gw di depan cewek preman kayak dia," ucap Rizki lagi mulai gelisah.
"Bodoamat lah, gimana besok aja. Pusing gw kalo mikirin cinta-cintaan. Tapi, gw sama dia kok kayak friendzone ya? Nyesek aja gitu," tanya Rizki kepada dirinya sendiri.
"Telepon dia ah. Buat pemanasan dulu kali ye gak," ucap Rizki bangga sambil meraih ponselnya diatas nakas dan menelepon Keisha.
"Woy!" teriak Rizki saat sambungan teleponnya tersambung.
__ADS_1
"Apaan sih!" jawab Keisha kesal diseberang sana.
Rizki malah tertawa kecil. Sambil menahan senyumnya saat membayangkan wajah kesal Keisha.
"Besok jam istirahat pertama gw mau ngomong," ucap Rizki to the point.
"Gw gak jualan ngomong ya. Kalo mau ngomong ya cari aja sendiri."
"Pinter banget lo, gw takjub."
"Lah, baru nyadar lo? Gw tuh emang pinter banget. Cuma gw suka pura-pura **** aja biar yang so pinter seneng."
"Ya ya ya terserah lo. Tapi gw serius," ucap Rizki mengubah nadanya menjadi serius.
"Gw belom siap diseriusin, Ki."
"Belom? Berarti lo mau?" tanya Rizki menggoda.
Keisha diam. Memikirkan jawaban yang pas dan membuat Rizki semakin baper serta tersipu malu.
"Emangnya mau ngomong apaan?" tanya Keisha mengalihkan pembicaraan.
"Besok aja. Ya udah sip bye," ucap Rizki lalu mematikan sambungan teleponnya sepihak.
Laki-laki itu menyimpan ponselnya lagi. Merentangkan tangannya hingga ke ujung kasur sambil memejamkan wajahnya dengan senyuman manis yang tergambar diwajahnya.
***
"Gw mau disini. Mau liat lo nyatain cinta ke Si Eca," ucap Rangga kekeh.
"Kalian berdua ke kantin aja sana, gw traktir. Gak usah disini, gw malu, kalo gugup terus gagal gimana?" tanya Rizki semakin kesal.
Rangga dan Matthew hanya mengangkat bahu tak acuh. Berjalan ke pojok kelas dan bersembunyi disana. Dan pas sekali, Keisha datang saat itu juga. Menghampiri Rizki yang sedang duduk dibangkunya.
"Mau ngomong apaan sih?!" ketus Keisha sambil mendudukkan bokongnya tepat dibangku depan Rizki.
"Santai kenapa sih ketus mulu lo," cibir Rizki.
"Bodoamat. Cepet, mau ngomong apaan? Gw laper nih gak ke kantin gara-gara lo," gerutu Keisha sebal.
"Yaudah sana," usir Rizki kesal, laki-laki itu tiba-tiba saja badmood melihat Keisha yang datang sambil marah-marah.
"Eh kampret banget lo! Niat ngerjain gw, hah? Buang-buang waktu gw aja," kesal Keisha sambil bangkit dari duduknya.
"Ya makanya gak usah marah-marah kenapa sih? Heran gw. Biasa aja kalo ngomong bisa, kan?" ujar Rizki dengan nada yang sedikit meninggi.
__ADS_1
Keisha menatap Rizki aneh sekaligus bingung. "Emang biasanya gitu, kan? Kenapa lo tiba-tiba protes gini?" tanya Keisha bingung.
"Iya, emang. Lo selalu ketus kalo ngomong sama gw, gw emang udah terbiasa. Tapi bisa gak sih lo gak terus kayak gitu? Gw bukan malaikat, gw punya batas kesabaran. Lo pikir diketusin kayak gitu gak sakit apa? Sakit Ca, lo seolah-olah kayak gak suka kalo ngomong sama gw," ujar Rizki panjang lebar. Pemikiran dan kata-kata dewasa dari mulut Rizki mulai berkoar. Membuat Keisha harus lebih berhati-hati mengucapkan kalimat dan kata-kata yang akan keluar dari mulutnya.
"Ya gw kan emang kayak gini," elak Keisha tetap ketus.
"Jadi lo tetep mau pertahanin sifat buruk lo? Lo ngebiarin sifat lo kayak gitu karena emang sifat lo kayak gitu? Lo gak ada niat buat ngerubah sifat lo sedikitpun gitu? Kalo ada niat sama usaha gak akan susah, Ca!" ucap Rizki dengan nada tinggi. Untungnya dikelas Rizki sedang sepi, hanya ada Rizki, Keisha, serta Rangga dan Matthew yang sekarang sedang bersembunyi.
"Ya udah maaf. Mau ngomong apaan?" Keisha kembali duduk dan menatap Rizki dengan perasaan yang masih kesal.
Rizki juga sama, menatap Keisha dengan kesal ditambah perasaan gugup yang sekarang menguasai dirinya.
"Gw suka sama lo," ketus Rizki.
Keisha menatap Rizki tak percaya dalam diamnya. Berpikir keras dan memastikan bahwa ini nyata. Matanya menatap balas sorot mata Rizki yang tajam. Keduanya saling diam, menunggu salah satu dari mereka mengeluarkan kata-kata.
Ini beneran? Dia bilang suka sama gw? Beneran kan? Ki, gw juga suka sama lo. Duh, ini gimana gw jawabnya? Jangan-jangan Rizki mau nembak gw juga sekarang? Aaaa gw seneng banget, ini gw gimana jawabnya? Batin Keisha girang.
Rizki berpikir keras, bagaimana caranya agar bisa memecahkan keheningan ini? Membuat suasana tidak semakin awkard dan menegangkan.
"Sorry TOD," ucap Rizki pelan. Keisha mengerutkan keningnya bingung. Sementara Rizki juga ikut bingung dan kaget mendengar kalimat itu terlontar begitu saja dari mulutnya.
"Maksud lo?" tanya Keisha semakin bingung.
"Sorry, ini TOD. Woy! Tantangan dari kalian berhasil ya. Keluar woy!" teriak Rizki memanggil Rangga dan Matthew.
Rangga dan Matthew mau tak mau keluar dari tempat persembunyiannya. Menatap Keisha dengan takut dan bangkit dengan ragu.
Rizki berusaha tersenyum lebar ke arah Rangga dan Matthew. Lalu menatap lagi Keisha yang ternyata menatap dirinya dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
Keisha menatap Rizki tak percaya. Matanya mulai memanas dan hatinya mulai terasa perih. Keisha benar-benar tak percaya, Rizki mempermainkan perasaannya?
Keisha menatap Rizki kecewa. Berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh di depan Rizki. Gadis itu langsung bangkit dan berlari meninggalkan Rizki, Rangga, dan Matthew disitu.
***
haiii guys
jangan lupa like dan komennya yaaa
btw makasih banget buat kalian yang sering komen-komen lucu bahkan curhat wkwk
Sumpah, aku tuh selalu baca komen kalian dan suka ketawa-ketawa sendiri. Makasih banget pokoknya buat yang selalu semangatin aku buat terus up dan komen-komen lucu, itu semua yang selalu bikin aku semangat buat lanjutin cerita ini wkwk
Sampai sini gimana ceritanya?
__ADS_1
Tokoh yang paling kalian suka siapa sih? Dan tokoh yang sering bikin kalian greget siapa?
bye bye, see you!