IPA

IPA
IPA--36


__ADS_3

"Ricky?"


Ricky mengalihkan pandangannya dan menatap Keisha. Tatapan yang awalnya emosi dan marah itu perlahan luntur saat menatap Keisha. Raut wajah Ricky berubah bingung dan kaget.


Keisha juga menatap balas Ricky. Menatap laki-laki tampan itu dengan raut wajah tak percaya dan ikut bingung.


"Lo....?" ucap Keisha menggantung.


Nafas Ricky semakin memburu. Laki-laki itu menggertakan giginya marah dan berlari meninggalkan Keisha bersama Rizki ditempat itu.


"RICKY!" teriak Keisha sambil berusaha mengejar Ricky.


Rizki menarik dan menahan tangan Keisha. Menggelengkan kepala pelan saat Keisha hendak memprotes.


"Kenapa sih?!" bentak Keisha kesal seraya berusaha melepaskan tangan Rizki yang menahan dirinya.


"Jangan Keisha," ucap Rizki melarang.


Keisha langsung terdiam. Tak mau lagi memberontak dan banyak membantah. Jika Rizki sudah memanggil dirinya dengan nama 'Keisha' bukan 'Eca' itu tandanya Rizki sedang benar-benar serius dan tidak ingin dibantah.


"Eca! Rizki!" teriak Silmi dari belakang.


"Ada apa?" tanya Jera panik.


"Urusan cowok," jawab Rizki mewakili.


"Eh, kalian balik duluan aja. Gw pulang sama Rizki," ucap Keisha sambil menatap teman-temannya itu dengan spontan.


"Lo yakin mau pulang sama Rizki? Keadaan dia lagi luka-luka kayak gitu emang kuat? Apalagi ditambah berat badan lo yang gak kayak bayi semut," ucap Nurul setengah menyindir.


"Ck, gw lagi males bercanda. Udah deh, pulang duluan aja. Masalah gw sama dia pulang gampang bisa diatur," jawab Keisha meyakinkan.


"Yeee bilang aja lo mau satnight dulu sama Rizki," sindir Safitri mengode.


"Udah udah deh sono balik. Dahhhhh bye bye tiati ye gw duluan," pamit Keisha buru-buru sambil menarik Rizki menjauh dari teman-temannya.


"Ca udah kejauhan woi mau kemana," gerutu Rizki karena Keisha menariknya terlalu jauh.


"Oh, kejauhan ya? Yaudah berhenti." Keisha berhenti dan melepaskan tangan Rizki. Matanya melirik kesana kesini melihat keadaan sekitar.


"Terus ini kita mau kemana?" tanya Rizki heran.


"Ke rumah mantan," celetuk Keisha asal.


"Mantan lo? Siapa? Mau balikan?" tanya Rizki bertubi-tubi.


"Percaya aja lo sama gw. **** atau polos sih? Udah deh kita kesana dulu tuh," ajak Keisha sembari menunjuk cafe yang tak jauh dari apotek.


Keisha menarik lagi tangan Rizki. Sementara Rizki hanya pasrah dan mengikuti Keisha dari belakang. Mereka berjalan dan menghampiri apotek, Keisha membeli beberapa obat untuk mengobati luka Rizki lalu melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam cafe yang berada tak jauh dari situ.


"Duduk!" ucap Keisha memerintahkan Rizki. Rizki duduk dan menatap Keisha dengan malas.


"Diem, gw obatin. Kalau lo gak diem, gw bikin tambah memar," ancam Keisha garang.


"Gak pesen minum atau apa gitu?" tanya Rizki ragu.

__ADS_1


"Gak usah," jawab Keisha ketus.


"Terus? Disini cuma numpang duduk doang? Malu-maluin. Pesen sana."


"Emang lo mau pesen?" tanya Keisha.


"Ngga sih. Lo aja sana pesen, biar gak keliatan banget numpang doang."


"Gw juga nggak akan pesen. Ya udah gak usah pesen. Buang-buang duit," balas Keisha sambil tetap fokus mengobati Rizki dengan mengolesi luka-luka Rizki menggunakan salep dan obat merah.


Hening. Keisha sibuk mengobati Rizki, sementara Rizki malah sibuk memperhatikan wajah cantik Keisha.


"Kenapa?" tanya Keisha dengan nada kesal.


"Kenapa apanya?" tanya Rizki balik karena bingung.


"Kenapa berantem?"


"Gw yang dipukulin. Bukan berantem. Gw gak ngelawan," elak Rizki.


"Masalah apa?"


"Gak tau. Dia marah-marah. Dia bilang, gw nyakitin lo."


Keisha langsung tersentak kaget. Menghentikan kegiatannya dan menatap Rizki dengan serius.


"Maksud lo?" tanya Keisha heran.


"Dia bilang, gw nyakitin lo. Gw juga gak ngerti. Dia main pukul-pukul aja. Gw mau ngelawan tapi takut dia langsung koma," balas Rizki sombong.


Keisha memutar bola matanya malas. "Lo ngerasa nyakitin gw gak?" tanya Keisha memancing.


Waktu lo nyatain cinta dengan alasan TOD itu nyakitin gw, Ki. Nyakitin gw banget. Kenapa sih? Kenapa malah Ricky yang lebih peka sama perasaan gw? Batin Keisha miris.


Keisha tak menjawab. Dirinya kembali fokus mengobati Rizki. Namun kali ini lebih kasar dan sedikit keras. Keisha juga sesekali menekan luka Rizki dengan perasaan kesal dan marah.


"Kenapa lo? Nahan sakit? Lagian so jagoan pake gak ngelawan. Hewan aja ngelawan kalo ngerasa dirinya terancam," sindir Keisha saat sedari tadi melihat Rizki yang selalu menghela nafas pelan sambil sesekali memejamkan matanya, mungkin merasa kesakitan karena ulah Keisha yang malah menekan luka-luka Rizki.


"Gw kayak kenal kata-kata itu," ucap Rizki menyelidik.


"Emang. Itu kata-kata lo waktu ngobatin gw setelah gw nyerahin diri biar Elisa nampar gw sepuasnya atas permintaan gw," ucap Keisha ketus.


"Iya. Tapi sorry kata-kata itu gak bisa lo kasih lagi ke gw," jawab Rizki bangga.


"Loh? Kenapa gak bisa? Lo juga sama aja, kesakitan sekarang padahal tadi so jagoan gak ngelawan."


"Ya gak bisa. Seenggaknya, gw bisa nahan dan nyembunyiin rasa sakit gw di depan orang yang gw say--" ucap Rizki terpotong.


Untung gak keceplosan gw. Kalo gw bilang 'orang yang gw sayang' ke dia. Nanti makin ribet urusannya. Batin Rizki.


Keisha melepaskan tangannya dan membereskan beberapa obat luka itu. Membersihkan tangannya dengan tissue basah setelah selesai mengobati Rizki.


"Di depan siapa? Kok gak diterusin ngomongnya?" tanya Keisha heran.


"Maksud gw, jagoan itu selalu berusaha menyembunyikan lukanya di depan orang-orang terdekatnya," jawab Rizki gugup.

__ADS_1


"Halah so bijak lo. Udah beres, kan? Ya udah kita balik sekarang," ajak Keisha sambil bangkit dari duduknya lebih dulu.


"Ke toko buku dulu bentar ya, Ca? Gw tadi gak sempet beli buku. Keburu dipukulin sama bocah ingusan itu," bujuk Rizki memelas.


"Udah malem. Besok sekolah. Masih ada hari besok. Gak usah banyak permintaan," ucap Keisha menceramahi.


"Oke. Besok lo temenin gw cari buku tapi. Mau ya?" ajak Rizki membujuk.


"Ogah," tolak Keisha mentah-mentah.


"Plis dong ya? Gw gini juga gara-gara lo."


Keisha melotot tajam dan menatap Rizki dengan tatapan membunuh. "Oh, gara-gara gw ya? Ya udah kalo gitu, ngapain lo minta bantuan ke orang yang udah bikin lo menderita kayak gini?"


"Y-ya nggak gitu juga. Ya udah iya maaf gw salah," melas Rizki bersalah.


"Terserah lo, males gw. Gw pengen balik sekarang. Dimana motor lo?" tanya Keisha marah.


"Jangan marah dong, Ca," bujuk Rizki sambil menggenggam tangan Keisha lembut.


Keisha berdecak malas dan melepaskan kasar tangan Rizki.


"Dimana motor lo? Gw pengen balik sekarang!" bentak Keisha semakin emosi.


"Iya, kita pulang sekarang. Udah jangan marah, maafin gw ya," bujuk Rizki lagi dengan suara yang dilembut-lembutkan.


"Ya udah, motor lo dimana?!" tanya Keisha kesal.


"Di parkiran toko buku," jawab Rizki.


Keisha langsung berjalan meninggalkan Rizki. Berjalan cepat menuju parkiran toko buku tempat motor Rizki yang terparkir disana. Rizki mengikuti Keisha dibelakang sambil sesekali memikirkan bagaimana caranya membujuk Keisha lagi.


Saat sudah sampai ditempat motor Rizki, dia langsung meraih helm miliknya dan memakainya. Rizki berusaha menatap Keisha lagi, tapi Keisha malah membuang muka dan berpura-pura melihat sekitar.


Rizki mendekat ke arah Keisha. Menangkup kedua pipi Keisha dan mengusapnya dengan pelan. Keisha benar-benar tersentak kaget. Perlakuan Rizki itu membuat jantungnya berdetak kencang.


"Gw cuma bawa helm satu. Gapapa ya lo gak pake helm? Udah ya, jangan marah. Lo lucu kalo lagi marah-marah, tapi kalo marah kayak gini, gw gak suka dan gak ada lucu-lucunya. Udah ya jangan marah," ucap Rizki dengan lembut. Rizki menatap Keisha dengan tatapan menenangkan, membuat Keisha terhanyut ke dalam sorot mata itu.


Keisha kembali tersadar saat Rizki melepaskan tangannya dari pipi tirus miliknya. Gadis itu menaiki motor Rizki, dan tersenyum kecil dibawah langit malam yang terlihat terang dengan jutaan bintang.


***


Hallo teman-teman!


Akhirnya aku udah bisa update lagi. Maaf ya malem-malem kayak gini, soalnya mumpung lagi ada waktu.


Oh iya, banyak nih yang protes katanya aku bikin tiap part sedikit banget. Mohon maaf banget, aku emang sengaja bikin setiap part isinya pendek. Soalnya aku hampir up tiap hari. Kalian boleh cek tanggal aku up kok.


Kalo aku bikin tiap part panjang dan up hampir setiap hari. Kayaknya susah :( apalagi aku sekarang lagi banyak banget kesibukan. Maaf ya.


Makasih banget buat kalian yang selalu nungguin cerita IPA update, yang selalu komen-komen lucu, yang selalu semangatin aku, yang selalu like disetiap part. Pokoknya makasih banget deh <3


BABAIIII


SEE YOU NEXT PART YAAAAAA

__ADS_1


Salam,


Nindy emaknya Keisha dkk


__ADS_2