
"Jera," panggil Keisha sambil menghampiri Jera yang berada beberapa langkah di depannya.
"Kenapa?" tanya Jera.
"Ekhem, itu tangan lepas dulu napa. Kaya yang mau nyebrang aja lo pada," cibir Silmi sambil menatap tajam tangan Jera dan Hamka yang saling menggenggam.
"Iya, pacaran disekolah lagi," sambung Nurul.
"Biarin aja sih. Jomblo emang pasti sirik," jawab Jera meledek.
"Eh, sembarangan aja lo!" bantah Silmi.
"Si Mpit kemana?" tanya Keisha memotong perdebatan Jera, Silmi, dan Nurul.
"Gak tau. Paling lagi di perpustakaan sekalian pacaran sama Bang Roy," ucap Jera.
"Oh yaudah," ujar Keisha lalu kembali melanjutkan langkahnya. Tapi belum sempat melangkah jauh, Jera memanggilnya lagi.
"Kenapa gitu, Ca?" tanya Jera.
"Gak apa- apa sih," jawab Keisha pelan.
"Lo mau ikut gak?" ujar Nurul kepada Jera.
"Ikut kemana?" tanya Jera balik.
"Bolos," celetuk Silmi.
"Ih gw pengen ikut," rengek Jera. Namun Hamka dengan cepat mencegah Jera.
"Gak boleh," ucap Hamka cepat.
"Yaudah deh, gw gak ikut. Sekalian nemenin Mpit, dia pasti gak akan ikut bolos. Tau sendiri kan dia mah rajin banget," ujar Jera sambil sesekali melirik Hamka yang menyimak percakapan dirinya dengan teman-temannya.
"Iya deh, yang nurut sama SUAMI," teriak Keisha, Silmi, dan Nurul kompak. Mereka melirik Hamka menyindir sambil menekankan kata 'suami'.
Jera hanya terkekeh tanpa dosa. Keisha, Silmi, dan Nurul melanjutkan langkahnya ke parkiran dan menghampiri motor kesayangan mereka.
"Nur lo sama Imi aja ya," suruh Keisha.
Nurul menghampiri Silmi. Namun Silmi malah mengusirnya lagi.
"Sama si Eca aja. Motor gw lagi sakit," usir Silmi halus.
"Ini gimana sih kok gw dilempar-lempar gini," kesal Nurul.
"Sama Imi aja gw lagi pengen sendiri," perintah Keisha.
"Sama lo aja Ca motor gw kan lagi tidak stabil," pinta Silmi.
"Ya udah, gw gak jadi bolos aja!" emosi Nurul sambil menghentakkan kakinya kesal ke tanah.
"Eh eh yaudah deh bercanda, ayo sama gw aja," ajak Keisha.
Nurul menghampiri Keisha dan duduk dengan rajut wajah yang masih kesal.
"Kemana nih?" tanya Keisha.
__ADS_1
"Mall aja," saran Silmi.
"Oke gow," seru Keisha.
***
Kriiinggg
Suara bel pulang yang terdengar sangat merdu ditelinga para murid sekolah itu sudah terdengar. Membuat para murid bersorak heboh dan bernafas lega. Rizki juga langsung membereskan buku dan alat tulis miliknya.
"Langsung pulang?" tanya Rangga.
"Eh gw balik duluan ya," potong Matthew cepat lalu meninggalkan kelas setelah Rizki dan Rangga menganggukkan kepalanya.
"Iya kayanya, Nape?" jawab Rizki.
"Gak apa-apa sih. Gw kira mau ke warung Mak Dinah dulu," ujar Rangga.
"Enggak dah males," jawab Rizki.
Rizki berjalan menyusuri koridor sekolah, dan langkahnya terhenti di depan kelas X IPA 2. Dia menengok ke dalam kelas itu, namun tak menemukan gadis yang sudah mulai memikat hatinya itu. Dia hanya melihat Jera dan Safitri yang masih sibuk membereskan alat tulis.
"Eh, Si Keisha kemana?" tanya Rizki memberhentikan langkah salah satu teman sekelas Keisha.
"Gak tau, tapi tadi dia gak ada dikelas. Bolos kayanya," jawab Firman, teman sekelas Keisha.
Rizki hanya mengganggukkan kepalanya seraya menepuk bahu Firman pelan. "Thanks bro."
Bolos? Dia bolos kemana? Batin Rizki bertanya.
Rizki melanjutkan langkahnya. Berusaha tidak terlalu mengurus dan mengawasi Keisha dengan berlebihan. Namun tingkat kekhawatiran dirinya semakin meningkat saat dia berpapasan dengan Elisa yang terlihat sedang sangat emosi.
"Masih belum diangkat?" tanya Rangga.
"Belum. Kemana sih dia?" gerutu Rizki kesal.
"Balik dulu coba siapa tau dia dirumahnya," saran Rangga.
Rizki tampak berfikir sebentar, lalu menganggukkan kepalanya sambil berlari kecil kearah parkiran motor dan meninggalkan Rangga dikoridor sekolah sendirian.
"Eh kampret gw ditinggal," gumam Rangga cengo.
Sementara Rizki melajukan kendaraan itu dengan cepat, mendahului beberapa kendaraan lain yang ada dijalan raya. Pikirannya berkecamuk. Khawatir, emosi, kesal, dan bingung bercampur satu.
Setelah menempuh waktu beberapa menit dijalanan. Akhirnya Rizki sampai dirumah Keisha dan langsung masuk dengan tergesa-gesa.
"Assalamualaikum. Tante! Eca!" teriak Rizki rusuh.
"Waalaikumsalam. Eh, Iki? Kenapa?" tanya Yanti bingung.
"Eca mana, tante?"
"Loh, Eca belum pulang. Emang kenapa?" tanya Yanti lagi yang semakin bingung.
"Yaudah, Iki pamit dulu mau cari Eca. Assalamualaikum," ujar Rizki cepat tanpa mendengar dulu jawaban Yanti.
Rizki berlari ke arah rumahnya dan bergegas masuk ke dalam kamar Roy.
__ADS_1
"Bang pinjem hp lo bang," ujar Rizki cepat.
Roy yang bingung dan tidak mengerti itu mengernyitkan keningnya. Namun melihat raut wajah Rizki yang sedang panik itu dia langsung memberikan ponselnya kepada Rizki.
Rizki dengan cepat meraihnya dan mengotak-atik ponsel milik kakaknya, lalu menempelkannya ditelinga.
"Halo?" suara seseorang diseberang telepon.
"Keisha dimana?" tanya Rizki to the point.
"Ada apa, Roy?" tanya Safitri diseberang sana.
"Gw Rizki. Keisha dimana?" ulang Rizki.
"Jalan-jalan di Mall."
Tut. Tanpa menjawab Safitri, Rizki langsung mematikan sambungan teleponnya dengan kesal.
"Gw panik nyariin dia, dia malah asik jalan-jalan di Mall," gumam Rizki kesal setengah mati.
Roy baru saja hendak bertanya, namun Rizki sudah pergi dengan emosi yang meluap-luap.
***
Malam ini Rizki memilih berdiam diri ditaman belakang rumahnya. Bersandar pada besi yang menjadi sandaran ayunan sederhana disitu yang terasa dingin ke kulit kepala.
Drrtt ... drrrttt ....
Ponsel miliknya bergetar dan membuat dirinya terlonjak kaget sehingga ayunan itu bergerak membuat dirinya menjadi tak seimbang.
"Siapa?" gumam Rizki saat melihat yang menelepon dirinya adalah nomor tak dikenal.
"Halo?" ucap Rizki.
"Iki, ini Rizki kan? Rizki Fadhli?" jawab orang diseberang sana.
"Iya. Kenapa? Ini siapa?" tanya Rizki bingung.
"Iki, ini Eca."
"Eca? Dimana lo? Darimana aja lo? Bolos lo, hah? Sekarang lo dimana? Nyusahin orang aj--" ucap Rizki terpotong.
"Iki bantuin Eca, Ki. Please bantuin Eca, Eca takut Ki Eca takut," jawab Keisha disana.
Sementara jantung Rizki langsung berdetak cepat dan pikirannya dihantui rasa khawatir dan kepanikan yang menyeruak.
"Lo kenapa? Lo dimana sekarang?"
"Hiks hiks. Iki, bantuin Eca mau kan? Hiks hiks."
"Lo kenapa sih? Ada apa?!" tanya Rizki kesal.
"Iki kesini sekarang bisa gak? Eca... Eca takut," ujar Keisha sesenggukan diseberang sana.
"Lo dimana? Gw kesana sekarang."
"Di jalan martha deket Mall Lippo. Jangan lama ya, Eca tungguin Iki disini."
__ADS_1
Tut. Rizki langsung mematikan sambungan teleponnya dan bergegas masuk ke dalam rumah mencari jaket dan mengganti celananya.
Rizki menggertakan giginya emosi dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.