IPA

IPA
IPA--35


__ADS_3

"MAMAAA," teriak Keisha dari lantai bawah.


"Apa sih, Ca? Bikin kaget aja," gerutu Yanti sambil terburu-buru turun dari lantai atas.


"Eca mau pergi sama temen-temen," ucap Keisha setelah Yanti berada di depannya.


"Terus? Kenapa pake teriak-teriak gitu?" tanya Yanti heran.


"Mau pamitan, Ma," jawab Keisha manja.


"Yaudah sana berangkat. Jangan macem-macem diluar sana ya," ucap Yanti sambil menyodorkan tangannya pada Keisha.


"Iya iya. Eca kan anak baik," jawab Keisha sambil mencium tangan ibunya itu.


"Iya baik kalo lagi waras," celetuk Jera sambil ikut mencium tangan Yanti.


"Suka bener aja Jera," sahut Yanti terkekeh.


"Bully aja Eca terusss terussss," ujar Keisha dengan nada yang mulai tinggi.


"Dih baperan," sambung Nurul meledek.


"Baperan baperan aja. Lo pikir digituin terus gak sakit apa? Sakiiiittttttt. Nih sakit disini nih," ucap Keisha dramatis sambil menepuk-nepuk dadanya dramatis.


"Lebay," ycap Safitri menyindir.


"Terserah bodoamat lah terserah," ucap Keisha kesal sambil berjalan malas ke arah sofa dan duduk disana dengan perasaan kesal.


Teman-teman Keisha hanya tertawa kecil. Setelah semuanya selesai mencium tangan pada Yanti, mereka saling memberi kode satu sama lain.


"Pamit dulu ya tante, Assalamualaikum!" ucap mereka serempak sambil berlari keluar rumah Keisha.


Keisha refleks menoleh ke belakang dan melihat jelas teman-temannya yang berlarian keluar rumah.


"TUNGGUIN GW IHHHHHHH!" teriak Keisha sambil ikut berlari dan mengejar teman-temannya.


Brukk


"Aww," ringis Keisha sambil mengusap-usap pantatnya yang baru saja mendarat keras di lantai.


"Ca, gak apa-apa?" tanya Rizki panik sambil membantu Keisha berdiri.


"Gapapa pala lo peyang! Sakit nih gw," ketus Keisha sambil melepaskan kasar tangan Rizki dari pundaknya.


"Ya sorry. Lagian lo ngapain lari-larian?"

__ADS_1


"Suka-suka gw lah. Terus, ngapain lo ke rumah gw?" tanya Keisha balik.


"Mau cari elo."


"Gw gak ada!" balas Keisha ketus.


"Ini ada," ucap Rizki sambil menunjuk Keisha.


"Maksudnya gw mau pergi," ucap Keisha membenarkan.


"Pergi kemana?"


"Ke jalan yang benar," jawab Keisha asal.


"Lucu lo." Rizki tertawa sambil mengusap-usap rambut Keisha sayang.


Eh ngapain gw jawab kayak gitu? Gw kan lagi benci sama dia, malah ngajak bercanda lagi nih mulut. Batin Keisha menggerutu.


"Apaan sih," ketus Keisha sembari menghempaskan tangan Rizki.


"Mau pergi kemana emang?" tanya Rizki lagi.


"Terserah gw aja. Lo gak perlu tau."


"Padahal gw pengen ngajak lo jalan. Sekalian minta temenin gw ke toko buku."


Jantung Keisha benar-benar langsung berdegup kencang. Dirinya sangat girang mendengar ucapan Rizki tadi. Namun egoisnya tak bisa dikalahkan. Apalagi dia baru saja mengingat kembali hal-hal yang membuat dia benci pada Rizki.


"Sorry gw gak bisa," ucap Keisha pelan.


"Temenin gw ya, Ca. Ayo dong," bujuk Rizki lembut.


"Gak bisa, Ki. Gw harus pergi sama temen-temen gw." Keisha tetap pada pendiriannya.


"Sama gw aja yuk. Nanti gw juga pasti ngajak lo jalan ke mall," ucap Rizki terus berusaha membujuk.


"Kalau lo nyuruh gw pilih antara temen gw atau lo. Gw pilih temen-temen gw," lirih Keisha sambil berjalan meninggalkan Rizki.


"Tapi gw juga temen lo."


Keisha diam. Menghentikan langkahnya sejenak sambil menghela nafasnya pelan. Kata 'teman' yang tadi Rizki lontarkan untuknya itu terasa menusuk. Keisha benar-benar merasa aneh mendengar ucapan Rizki tadi.


Temen, Ca. Rizki nganggap lo temen. Dan lo sama dia emang temen. Iya, temen. Kayak Silmi, Nurul, Jera, dan Mpit. Batin Keisha kacau.


"Bukan," jawab Keisha pelan tanpa memutar lagi tubuhnya dan menatap Rizki.

__ADS_1


Keisha langsung berlari keluar rumah. Menghampiri teman-temannya yang sedang menunggu diluar. Keisha langsung masuk ke dalam mobil Nurul. Padahal teman-temannya masih berada dihalaman rumahnya.


"Eh, kenapa lo?" tanya Silmi menghampiri sambil mengetuk kaca jendela mobil.


"Udah buruan kita berangkat sekarang," ucap Keisha kesal sambil kembali menutup lagi kaca jendelanya.


***


"Eh, udah ini kita kemana nih?" tanya Jera sambil kembali menyuapkan es krim miliknya yang sudah tinggal setengah.


"Kemana lagi? Pulang kali. Udah malem juga," ucap Silmi tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone.


"Gw mau cari buku," ujar Safitri tiba-tiba.


"Cari kemana?" tanya Nurul.


"Ke toko buku lah," jawab Safitri malas.


"Yaudah ayo sekarang aja. Takut kemaleman," jak Silmi sembari bangkit dari duduknya.


"Woy, Ca! Ayo." Jera menepuk pundak Keisha sedikit keras. Keisha yang sedang melamun itu langsung tersentak kaget dan bingung melihat teman-temannya sudah berdiri.


"Kemana?" tanya Keisha heran.


"Ke toko buku. Yuk takut kemaleman," jawab Silmi mewakili.


Keisha bangkit dengan malas dan berjalan mengikuti teman-temannya. Selama perjalanan, Keisha hanya diam tanpa ikut mengobrol dengan teman-temannya. Hingga akhirnya dirinya tertidur dan diam dimobil tanpa ikut masuk ke dalam toko. Silmi, Jera, dan Safitri masuk ke dalam toko buku. Meninggalkan Keisha yang tertidur dimobil dan Nurul yang juga malas ikut turun dari mobil.


"Eca! Eca! Eca!" panik Nurul sambil menepuk-nepuk tangan Keisha dengan keras.


Keisha yang mendapat gerakan tiba-tiba itu tentu saja langsung kaget dan spontan bangun dengan rasa pening yang sangat terasa berat dikepalanya.


"Apaan sih!" kesal Keisha setengah membentak Nurul.


"Liat itu, Ca!" seru Nurul panik sambil menunjuk sesuatu diluar mobil.


"Apaan sih? Itu? Tenang aja kali. Kita di dalem mobil. Mereka juga berantemnya gak akan sampai kesini dan macem-macem sama kita," ucap Keisha santai sambil kembali menyenderkan kepalanya ke kursi setelah melihat dua orang yang sedang berkelahi diluar.


"Bukan itu. Itu Rizki, Eca!" bentak Nurul kesal.


Keisha spontan bangun lagi dan melihat jelas sesuatu yang dimaksud Nurul. Dan benar saja, orang yang berkelahi diluar sana memang benar-benar Rizki. Dengan keadaan Rizki yang terlihat seperti korban, terlihat terus dipukuli tanpa melawan.


Keisha sontak keluar dari mobil dan berlari menghampiri Rizki. Sambil mengumpat kesal saat melihat orang-orang hanya diam menonton tanpa berniat membantu laki-laki tengil itu.


"STOP!" teriak Keisha ditengah perkelahian itu.

__ADS_1


Perkelahian itu berhenti. Dua orang itu menatap Keisha dengan kaget serta bingung.


"Ricky?"


__ADS_2