IPA

IPA
IPA--40


__ADS_3

Tok tok tok


"Eca," panggil Rizki dari luar.


Keisha yang sedang di dalam kamarnya hanya menatap pintu tanpa berniat pergi dari kasurnya.


Tok tok tok


"Eca," panggil Rizki lagi.


"Buka pintu ih, Ca."


"Mau apaan?" sahut Keisha malas.


"Mau ngomong bentar."


"Lah, itu ngomong."


"Ck, bukan itu maksud gw."


Keisha menghela nafas malas. Mendengus dan menatap pintu kamarnya dengan siap tak siap.


"Buka aja."


Ceklek


Pintu kamarnya perlahan terbuka dan menampakkan sesosok laki-laki yang selama ini selalu menganggu dirinya.


"Apaan sih?" tanya Keisha malas.


"Gw laper," manja Rizki memelas.


"Ya makan lah ****!" balas Keisha malas.


"Tapi gw pengen makan diluar."


"Ya udah, ambil makanan di dapur. Bawa karpet terus ngampar diluar. Sono sono," usir Keisha sinis.


"Dih enggak kayak gitu, Ca. Maksudnya makan di restoran."


"Hilih, gaya lo. Mau makan mahal, emak lo juga masak, kan? Ya makan aja masakan emak lo. Gak ngehargain masakan nyokap lo banget."


"Gak apa-apa katanya. Sekali-sekali doang."


"Ya udah sono pergi. Terus kenapa kesini?" ucap Keisha sinis tanpa menoleh ke arah Rizki. Gadis itu hanya fokus mengotak-atik laptop yang sedari tadi ada di pangkuannya.


"Gak peka banget lo," celetuk Rizki.


Keisha langsung menatap Rizki dengan alis yang terangkat satu. "Lo lebih gak peka sama perasaan gw!"


Eh sialan malah keceplosan, Batin Keisha kaget.


"Hah? Maksud lo?" tanya Rizki heran.


"Eh eng-enggak enggak. Udah sana keluar. Gw mau ganti baju, tunggu dibawah," ucap Keisha sembari mendorong Rizki hingga keluar kamarnya.


Keisha mengganti piyama miliknya dengan baju hitam polos. Ditambah jaket levis berwarna putih polos menghiasi baju hitam polosnya tanpa dikancingkan. Celana panjang berwarna hitam polos membalut kakinya. Sepatu sneakers simple juga menambah fashionnya malam ini menjadi lebih cool. Rambutnya dibiarkan tergerai. Dengan sedikit polesan make up simple dan liptint merah muda di bibirnya.

__ADS_1


"Ayo buruan. Takut kemaleman," ajak Keisha pada Rizki.


Rizki bangkit sambil mematikan televisi yang awalnya dia tonton lalu menatap Keisha dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Eh buset, cakep amat neng mau kemana?" tanya Rizki memuji tapi meledek.


"Lah, gw emang cakep mang," jawab Keisha menyombongkan diri.


"Mang mang aja lo. Emangnya gw tukang baso apa?"


"Emang."


Rizki memutar bola matanya malas.


"Yaudah yuk."


Rizki berjalan lebih dulu. Sedangkan Keisha mengikuti Rizki dibelakang dengan gayanya yang so centil.


"Tapi, Ca. Lo malem ini emang cantik. Beda kayak biasanya. Biasanya juga cantik sih, cuma malem ini kayak emang lagi super cantik gitu," celetuk Rizki. Laki-laki itu sekarang sedang membukakan pintu mobil untuk Keisha.


Keisha masuk ke dalam mobil tanpa menatap Rizki terlebih dulu. Gadis itu seperti menyembunyikan semburat rona merah di pipinya dari Rizki. Ya, Keisha blushing sekarang.


Keisha menatap keluar jendela sembari menyenderkan punggungnya ke kursi mobil. Menatap indahnya malam ini yang ternyata penuh bintang.


"Tumben pake mobil," ucap Keisha memecah keheningan. Tapi matanya tetap tak berani menatap ke arah Rizki.


"Kan ke restoran. Biar lebih keren aja. Biar keliatan kayak kencan."


Kencan? Rizki bilang apa tadi? Kencan? Enteng banget ya dia ngomong kayak gitu? Sementara dia seenaknya gantungin dan bikin Keisha terbang tinggi tanpa kepastian.


Pengen banget gw nanya tentang Mesya. Tapi apa peduli gw? Nanti yang ada dia GR. Tapi perlu gak ya gw nanya? Tapi... Batin Keisha ragu.


"Hm?" jawab Rizki singkat.


"Eh itu Ki, emh-- itu gw, gw..." ucap Keisha menggantung.


"Itu apa sih? Yang jelas kalo ngomong."


"Maksud gw, nyalain musik, Ki. Sepi banget sumpah. Udah kayak kuburan aja, mana muka lo mirip kuntilanak lagi."


"Eh itu bibir asal jeplak banget ye. Gw turunin disini lo, mau?" ancam Rizki kesal.


"Mau. Turunin aja, gw berani," tantang Keisha tak mau ciut.


"Eh enggak deh, sayang."


Dan kali ini, Keisha kembali menatap Rizki dengan sinis. Ingin sekali dirinya sekarang menampar Rizki beratus-ratus kali. Ucapan Rizki sangat ringan terlontar, tak memikirkan perasaan Keisha yang semakin terombang-ambing.


Aku persembahkan hidupku untukmu


Telah kurelakan hatiku padamu


Namun kau masih bisu


Diam seribu bahasa


Dan hati kecilku bicara

__ADS_1


Baru kusadari


Cintaku bertepuk sebelah tangan


Kau buat remuk seluruh hatiku


Semoga waktu akan mengilhami


Sisi hatimu yang beku


Semoga akan datang keajaiban


Hingga akhirnya kau pun mau


Aku mencintaimu


Lebih dari yang kau tahu


Meski kau takkan pernah tau


Lagu itu terputar dan memenuhi mobil. Menggema ditelinga Keisha. Lagu milik Dewa 19 itu seolah-olah melunturkan mood Keisha yang awalnya akan berjoget riang. Harapannya pupus, saat lagu itu yang keluar menggambarkan isi hatinya yang sekarang sangat seperti itu.


Keisha kembali menyenderkan punggungnya ke sofa, kembali menatap keluar jendela dan berharap lagu itu hilang. Ingin sekali mengganti lagu itu, namun Keisha seolah ingin tetap mendengarkan lagu itu.


"Ca, turun yuk, udah nyampe."


Akhirnya sudah sampai. Keisha sedikit terlepas dari sesak dadanya. Gadis itu langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya diluar. Seperti di dalam mobil dia benar-benar tak bisa bernapas.


Rizki menarik tangan Keisha. Menggenggam erat jari jemari lentik milik gadis yang sekarang bersamanya. Melangkah masuk ke dalam sebuah tempat makan mewah, layaknya pasangan serasi yang sedang dilanda cinta menggebu-gebu.


"Mau makan apa?" tanya Rizki lembut. Sungguh, sangat lembut hingga akhirnya Keisha blushing lagi.


"Apa aja," jawab Keisha singkat.


Rizki memanggil pelayan disitu. Memesan dua pesanan yang sama dan minuman yang sama. Setelah itu, dia kembali menatap Keisha yang sedang mengedarkan pandangannya pada sekitar.


"Ca," panggil Rizki. Tangan kiri Rizki menyelinap ke sela-sela jari jemari tangan kanan Keisha. Membuat keringat dingin membasahi seluruh tubuh Keisha.


"Apaan?!" ketus Keisha, menutupi setengah mati dirinya yang sangat tak karuan saat ini.


Duh, gw dag dig dug ser gini. Iki mau nembak gw gitu? Pake megang tangan gw lagi. So romantis, tapi hati gw bener-bener kayak lagi dugem. Batin Keisha meracau.


"Jangan ketus dong, Ca. Lo cewek. Kalo ngomong harus lembut."


"Ya terus, apaan?" tanya Keisha lagi.


"Emm..." gumam Rizki menggantung.


"Kenapa sih?"


"Ca..." panggil Rizki lagi. Rizki menatap Keisha, menyorotkan pandangan yang meneduhkan bagi Keisha dan semakin menggenggam erat tangan Keisha dengan lembut.


"Ca... nanti lo bayarin dulu ya, dompet gw ketinggalan. Gw janji, nanti dirumah gw gantiin."


***


Gimana nih? Malming kali ini aku up 3 part sekaligus.

__ADS_1


Ada pesan buat Rizki? Atau Keisha?


Komen ya.


__ADS_2