IPA

IPA
IPA--43


__ADS_3

Keisha tersenyum manis saat menatap pantulan dirinya di cermin. Sambil merapikan pakaiannya, gadis itu menyemprotkan parfum ditubuhnya.


"Udah beres. Udah cantik, malah cantik banget gw," gumam Keisha centil.


Keisha meraih beberapa barang yang akan di bawanya malam ini dan memasukkannya dalam tas kecil. Setelah itu turun ke lantai bawah dengan penampilan yang sudah luar biasa perfect.


"Ma, Eca pamit dulu ya mau jalan-jalan," pamit Keisha sembari mencium kedua pipi milik ibundanya.


"Jalan-jalan kemana? Sama siapa? Tumben. Rapi sama wangi banget. Mau jalan sama pacar?" tanya Yanti kepo.


"Nggak, Ma. Eca mau ke mall aja. Sendiri kok. Cuma lagi bosen aja di rumah."


"Ya udah. Hati-hati ya. Kalo ada apa-apa kabarin Mama."


Keisha mengangguk setuju lalu berjalan ke halaman rumah, mengecek ponsel miliknya sebentar dan berdiri di depan pintu gerbang rumahnya menunggu taksi online pesanannya. Keisha tidak membawa motornya. Gadis itu tidak ingin ribet malam ini. Malam ini adalah malam dirinya. Dia akan memanjakan dirinya dengan sepenuhnya.


Tin tin tin


Taksi pesanan miliknya sudah di depan mata. Keisha langsung masuk dan duduk di bagian penumpang sambil menyenderkan kepalanya ke jendela. Keisha memperhatikan berbagai kegiatan di jalanan.


Moodnya benar-benar sedang bagus. Tak heran jika penampilannya juga terbilang lebih perfect dari biasanya.


"Sudah sampai, Non."


Ucapan supir itu membuyarkan lamunannya. Keisha sedikit tersentak kaget. Gadis itu langsung mengeluarkan beberapa lembar uang untuk biayanya.


"Terimakasih," ucap Keisha ramah. Gadis itu langsung keluar dari mobil dan menginjakkan kakinya diatas aspal depan sebuah Mall ternama di kotanya.


"Oke, malem ini gw bener-bener sendirian. Gw bakal happy dan bakal manjain diri gw sepuasnya," gumam Keisha sumringah.


Mood Keisha sedang bagus. Pikirannya juga tak ternodai dengan beberapa pikiran buruk. Namun entah kenapa, gadis itu merasakan ada sesuatu mengganjal perasaannya membuat malam yang menurutnya akan membawa kesenangan ini sedikit suram. Padahal bintang bertaburan di langit. Cahaya bulan juga sangat terang. Pas sekali menggambarkan moodnya yang sedang bagus.

__ADS_1


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Keisha langsung masuk ke dalam Mall. Berjalan sendirian dengan raut wajah bahagia menikmati perjalanan.


Keisha merasa ada yang mengikuti dirinya. Keisha memutar tubuhnya ditengah-tengah keramaian. Dan tepat. Keisha menemukan Ricky yang juga sedang menatap dirinya tak jauh dari tempat dirinya.


Ricky? Dia ngikutin gw? Atau ini, ya? Mungkin ini. Ini yang dari tadi bikin gw ngerasain ada sesuatu yang ngeganjel di perasaan gw. Batin Keisha.


Keisha menghampiri Ricky dengan berlari kecil mendekat ke arah laki-laki itu. Sementara Ricky tetap diam. Tak mengelak ataupun menghindar walaupun dirinya sudah tercyduk mengikuti Keisha.


"Kebetulan kita ketemu disini. Setelah selama ini lo selalu ngehindar dari gw. Sekarang waktunya buat gw ngobrol sama lo. Banyak yang harus gw omongin sama lo," ucap Keisha panjang lebar. Ricky tetap menatap dirinya dengan datar. Tak ada perubahan ekspresi dari wajah tampan laki-laki itu.


Keisha menyentuh pergelangan tangan Ricky. Menarik laki-laki itu sambil mencari tempat yang menurutnya cocok untuk mengobrol dengan Ricky.


Brukkk


"Eh buset ini gw nabrak-nabrak orang mulu hobinya. Mau punya adek lagi, gitu?" gumam Keisha pelan.


Laly gadis itu menatap seseorang yang ditabraknya tanpa melepaskan tangan Ricky dari genggamannya.


Ternyata Keisha menabrak Mesya. Keisha yang tadinya akan mengucapkan kata maaf itu mengurungkan niatnya saat mengetahui bahwa orang yang di tabraknya adalah Mesya.


"Namanya juga gak sengaja. Lo aja yang emang lebay!" balas Keisha sinis.


"Dih, udah tau salah. Masih aja nyolot. Liat tuh, Ki," ucap Mesya sembari menyenggol pelan bahu Rizki disebelahnya.


Keisha mengerutkan keningnya lalu menggeser sedikit pandangannya. Menatap laki-laki disamping Mesya yang menatapnya dengan tatapan marah. Rizki. Ya, Mesya sedang bersama Rizki.


Keisha tersenyum miris di dalam hatinya. Mencoba kuat melihat hal yang menurutnya sudah biasa. Tapi tunggu, kenapa Rizki menatapnya dengan tatapan marah?


"Awas lo, gw mau lewat!" bentak Keisha kesal sambil mendorong Mesya dengan pelan. Ingat ya, mendorong Mesya dengan pelan. Bahkan sangat pelan.


Namun Mesya malah sengaja ber-akting dengan cara menjatuhkan dirinya ke lantai. Seolah-olah Keisha mendorong dirinya dengan sekuat tenaga.

__ADS_1


"Aww! Sakit, Ki. Bantuin dong," ucap Mesya manja sembari mengulurkan tangannya pada Rizki.


Rizki membalas uluran tangan Mesya, membantu Mesya kembali berdiri sambil merangkul pundak Mesya dengan posesif. Benar-benar membuat Keisha semakin panas dan marah.


"Dasar lo cabe-cabean! Alay lo, cari perhatian Rizki aja kerjaannya, lebay, dramatis, bibir tuh merah kayak cabe pasar. Itu muka atau tempat melukis? Muka lo warna-warni banget! Oh iya, kan hidup lo gak berwarna ya? Jadi lo warnain muka lo kayak gitu biar keliatan hidup lo berwarna?" sinis Keisha dengan amarahnya yang sudah sangat memuncak.


"Udah Keisha!" bentak Rizki angkat bicara. Keisha mengalihkan pandangannya pada Rizki.


"Apa? Kenapa? Lo belain dia? Oh, lo berusaha jagain dia? Iya? Emang dia siapa lo sih? Sampe lo segitunya sama dia," ucap Keisha refleks sembari tertawa meremehkan.


"Dia pacar gw."


Deg


Keisha kembali menatap Rizki dengan tak percaya. Menatap laki-laki itu sambil berusaha menahan airmata yang ingin mengalir deras. Memastikan bahwa ini bukan mimpi atau khayalannya saja, Keisha mengepalkan tangannya. Namun benar. Ini sebuah kenyataan.


Keisha melepaskan tangan Ricky. Gadis itu langsung berlari meninggalkan tempat itu.


Bugh


Bugh


Keisha belum terlalu jauh berlari dari tempat tadi. Gadis itu masih dapat mendengar jelas suara hantaman seseorang. Keisha memutar tubuhnya lagi. Dan menatap Ricky yang sudah mulai memukuli Rizki seperti orang kesetanan.


Mau tak mau. Rela tak rela. Keisha kembali menghampiri Ricky dan Rizki sambil menahan Ricky yang sangat terlihat ingin melenyapkan Rizki dari bumi ini.


"Udah Ricky! Udah!" teriak Keisha menahan Ricky. Ricky terdiam. Dengan nafas memburu, Ricky menatap Rizki dengan tatapan membunuh.


"Seneng lo? Lo seneng kan dibelain lagi sama pahlawan lo dulu? Seneng kan lo dijagain lagi, dibela lagi, dan deket lagi. Seneng lo udah balik lagi sama Ricky? Seneng kan Ricky ngebelain lo kayak gini? Ternyata bener ya, gw bilang juga apa kemarin, lo balik lagi sama dia!" bentak Mesya pada Keisha. Gadis itu menatap marah Keisha dan Ricky sembari menunjuk Ricky dengan rasa benci yang menguasai perasaannya.


Keisha tak memperdulikan Mesya. Keisha menatap Rizki. Menatap laki-laki yang sekarang terluka hebat dengan darah yang mengalir di hidung dan sudut bibirnya.

__ADS_1


"Selamat ya, pahlawan lo... balik lagi..." lirih Rizki. Rizki tersenyum pada Keisha. Entah senyum apa, Keisha tidak bisa menerjemahkan senyuman itu.


__ADS_2