IPA

IPA
IPA--22


__ADS_3

Rizki menyeruput coklat panas miliknya sedikit, lalu meletakkannya lagi disampingnya. Matanya masih menatap langit gelap itu dan pikirannya melayang.


"Ki, lo mikirin apaan sih?" tanya Rangga membuyarkan lamunan Rizki.


"Hah? Apaan?" bingung Rizki.


"Mikirin apaan?" ulang Rangga sambil menatap dan memperhatikan bulan dilangit malam yang sedang tidak ramai bintang.


"Mikirin Ricky," jawab Rizki asal.


"Hah? Ricky si ketos itu? Lo ngapain mikirin dia? Lo maho Ki? Ih gw takut," ucap Rangga dramatis dengan kaki yang sudah siap bangkit dari duduknya.


"Gila lo. Ngga lah," elak Rizki.


"Terus? Oh, lo mikirin tentang Keisha sama Ricky ya?"


"Ya gitu deh, kenapa ya, kok gw mikirin itu."


"Kayaknya lo suka sama si Eca," celetuk Rangga.


Rizki langsung menatap Rangga dengan tajam. "Asal bunyi aja tuh mulut!"


"Gw tanya. Lo suka gak sih sama itu cewek? Tapi, sikap kamu itu mencerminkan bahwa dirimu itu mencintai dia," alay Rangga membuat Rizki langsung bergidik ngeri.


"Lo kerasukan setan bucin?"


"Asal bunyi aja tuh mulut!" ucap Rangga mengikuti gaya dan nada bicara Rizki tadi.


Rizki mendelik dan kembali menikmati langit gelap disertai angin malam itu dari balkon kamarnya.


"Tapi serius, lo suka gak sama dia? Jujur aja. Gw dukung apapun keputusan lo kok," tanya Rangga dengan nada serius.


"Nggak tau. Tapi kok gw kayak ngerasa ada benih-benih cinta mulai tumbuh aja gitu di hati dan perasaan gw," jawab Rizki dengan dramatis. Dan kali ini Rangga yang bergidik ngeri.


"Gw tau kok, lo udah mulai suka sama dia."


"Gw gak tau. Mungkin, benci gw ke Keisha tuh kayaknya bukan benci dalam arti dendam deh."


"Terus?"


"Benci gw buat dia tuh artinya bener-bener cinta," lawak Rizki.


"BUCIN NIH BUCIN," teriak Rangga sangat kencang.


"Berisik somplak! Kalo mereka denger kan malu gw," ucap Rizki sembari menutup mulut Rangga dengan tangannya.

__ADS_1


"Sumpah, tangan lo bau!" ketus Rangga sambil menghempaskan tangan Rizki kasar.


"Maklum habis dipake garuk pantat," ujar Rizki santai.


***


"Mau kemana?" tanya Rizki menghentikan langkah Keisha.


"Ke kantin," jawab Keisha lalu melanjutkan langkahnya.


Rizki mengikuti Keisha dan menyamakan langkahnya dengan langkah Keisha.


"Lo mau kemana?" tanya Keisha.


"Ke kantin," jawab Rizki datar.


"Kok lo sekarang jadi ngikutin gw terus sih?" tanya Keisha ketus namun nadanya masih terdengar santai.


"Jagain lo," celetuk Rizki.


Kampret, ini mulut asal jawab aja. Batin Rizki menggerutu.


"Lo suka ya sama gw? Kok jadi khawatir gitu sama gw. So mau jagain segala," cibir Keisha.


Aduh, gw baper bang. Gw terbang nih gw terbang. Batin Keisha berbunga-bunga.


Rizki duduk dimeja yang kosong, sementara Keisha menghampiri beberapa penjual untuk memesan pesanan miliknya dan Rizki.


Saat ini, kantin sedang sepi. Karena memang sedang jam pelajaran. Keisha dapat berkeliaran seperti ini karena sedang freeclass, sedangkan Rizki memang si tukang bolos.


"Eh ada Rizki. Sendirian aja lo? Mau gw temenin gak?" ucap seorang siswi yang baru saja menghampiri Rizki.


Baru saja Rizki ingin menjawab, namun Keisha datang dan menjawab pertanyaan dari kakak kelasnya yang menghampiri Rizki tadi.


"Sama gw. Berdua," jawab Keisha ketus.


"Gw nanya ke Rizki, kenapa lo yang jawab?" tanya Mesya tak kalah ketus.


"Karena ingin," jawab Keisha acuh tak acuh sambil mulai melahap baso miliknya. Sementara Rizki sudah melahap baso miliknya sedari tadi dengan tenang tanpa menghiraukan obrolan dua gadis disampingnya.


"Gak sopan banget lo," sindir Mesya.


"Biarin, suka-suka gw."


"Ki, ini siapa lo sih? Pengen gw lawan aja kayaknya. Gak suka gw," ucap Mesya pada Rizki.

__ADS_1


"Pacar!" jawab Keisha mewakili.


Keisha dan Rizki sama-sama membelalakan matanya. Keisha merutuki mulutnya yang asal bicara dan Rizki terkejut akibat jawaban yang dilontarkan Keisha tadi.


"Yakin ini pacar lo? Gw kira, bodyguard lo. Kelakuannya kayak preman gini sih pacar lo," sindir Mesya.


Brakk


Keisha bangkit dari duduknya sambil menggebrak meja.


"Lo gak suka sama gw?" kesal Keisha.


"Ya jelas lah!" ujar Mesya.


"Sama, gw juga gak suka sama lo. Bahkan gak suka banget. Gw tuh jijik banget sama cewek yang suka genit apalagi tampilan kayak cabe-cabean kayak lo."


"Lo nyindir gw?" ucap Mesya semakin emosi.


"Gw gak nyindir. Malah gw ngomong langsung ke lo, kan? Aduh telmi ya lo," sarkas Keisha kesal.


Mesya semakin geram. Gadis kelas 12 dengan tampilan menor dan kurang sopan itu semakin menatap Rizki dan Keisha dengan tak bersahabat.


"Udah sana cabut gw gak mau ada yang ribut," usir Rizki pelan kepada Mesya.


Mesya menatap Rizki sebentar. Lalu kembali fokus menatap Keisha dengan sangat kesal.


"Apa lo liat-liat? Lo mau baso? Beli sendiri," ujar Keisha ketus sambil mengunyah basonya berusaha membuat Mesya semakin kesal.


Sementara Mesya langsung pergi meninggalkan kantin sambil sesekali menghentakkan kakinya ke lantai.


"Gw kenyang. Udah ah gw mau ke kelas," gugup Keisha yang tiba-tiba canggung.


"Yaudah gw juga mau ke kelas." Rizki bangkit dan meninggalkan Keisha sendirian.


Dengan perasaan kesal bercampur malu itu Keisha akhirnya ikut meninggalkan kantin. Namun dirinya menjaga jarak dengan Rizki, bahkan Rizki sudah tak terlihat dari pandangannya.


Saat ditengah koridor sekolah, Keisha melihat Rizki berjalan menghampirinya dan merangkul dirinya.


"Kenapa?" tanya Keisha.


Rizki tak menjawab. Dia tetap merangkul Keisha dan berjalan santai. Disebuah belokan koridor sekolah, Mereka berpapasan dengan Ricky yang berjalan sendirian. Namun Keisha hanya pura-pura tak melihat dan melengos tak memperdulikan keberadaan Ricky.


Ricky hanya menatap datar Rizki yang merangkul Keisha dengan santai. Namun hatinya masih belum terima saat melihat Keisha yang sepertinya sangat mesra dengan Rizki.


"Jadi, lo balik lagi buat jagain gw dari si Ricky?" tanya Keisha saat Ricky sudah tak ada.

__ADS_1


"Waspada aja takutnya belum jinak tuh orang," jawab Rizki santai.


Keisha tersenyum malu tanpa sepengetahuan Rizki. Pipinya memanas dan jantungnya berdetak lebih cepat. Membuat dirinya justru salah tingkah dan canggung di depan Rizki.


__ADS_2