
"Hallo?"
"Dimana Keisha?!"
"Loh? Dia udah pulang tadi sore."
"Arrgghh. Dasar lo munafik! Bener, kan? Lo gak bisa dipercaya. Keisha gak pulang, tadi dia kirim chat ke mama Yanti, dia bilang dia gak akan pulang malem ini. Pasti bareng lo kan?"
"Lo kok nuduh gw gitu? Udah gw bilang Keisha udah pamit pulang tadi sore!"
"Gimana gw mau percaya? Lo dulu pernah jahat sama Keisha. Terus Keisha terakhir kan bareng sama lo."
"It's oke. Gw tau kenapa Keisha gak pulang."
"Tentu. Pasti gara-gara lo kan? Nyonya Elisa yang terhormat."
"Jangan asal ngomong lo, Rizki!"
"Loh? Gw gak asal ngomong kok. Kenapa? Lo kesindir?"
"Denger ya. Lo penyebabnya. Tadi sore gw sama Keisha ketemu Mesya yang lagi mesra-mesraan sama pacarnya. Dan karena kejadian itu, Keisha tau semuanya. Tau kalo lo bohongin dia. Lo sempet bilang kalo Mesya pacar lo kan? Mesya bilang lo cemburu ngeliat Keisha sama Ricky pegangan tangan. So? Menurut lo Keisha milih gak pulang karena apa? Karena dia berusaha buat gak ketemu sama lo. Dia butuh waktu sendiri. Iya, kan?"
Hening. Rizki tak menjawab ucapan Elisa. Elisa tersenyum licik. Sambungan telepon itu masih tersambung. Namun saat Rizki mulai bersuara lagi, Elisa segera mematikan sambungan teleponnya.
Elisa mengotak-atik ponselnya. Mencari satu kontak yang setidaknya bisa dia andalkan. Gadis itu mencari dalam abjad R. Setelah menemukannya, Elisa segera menelepon kontak itu.
Panggilan kelima baru tersambung. Elisa segera menempelkan ponselnya ke telinga. Perasaan panik dan khawatir membuatnya kalut.
"Ricky?"
Hening. Sambungannya tersambung, tapi tak ada jawaban.
"Ri, Keisha gak pulang. Lo tau Keisha dimana?"
"Tau."
"Dimana?"
Hening lagi. Semenjak kejadian Elisa melabrak Keisha waktu itu, Ricky menjadi berubah. Laki-laki itu selalu berusaha menjauhi Elisa. Tentu saja itu membuat keadaan keduanya sekarang menjadi canggung.
"Ri? Plis, kasih tau gw. Terakhir dia pergi sama gw. Orang-orang jadi nyari dia ke gw. Gw dituduh yang gak bener, Ri."
"Di pantai."
"Tapi dia gak apa-apa, kan?"
"Gak."
__ADS_1
"Ok. Gw siap-siap nyusul kesana."
Tut. Ricky mematikan sambungan teleponnya lebih dulu. Elisa menghela nafas, namun senyum kecil mulai terbit di bibirnya. Elisa salut pada Ricky, dia berusaha sekeras mungkin menjaga Keisha selama ini.
Tanpa banyak berpikir lagi, Elisa langsung bersiap-siap. Gadis itu membawa jaket tebal, persiapan untuk nanti menghangatkan Keisha. Elisa menancap gas mobilnya. Menuju ke arah pantai yang tak jauh dari rumahnya.
Elisa memarkirkan mobilnya dengan gesit. Gadis itu melihat Ricky yang sedang berdiam diri di dekat pohon sambil tetap fokus memperhatikan Keisha yang menyendiri di bibir pantai.
"Ri," panggil Elisa pelan sembari menepuk pundak Ricky.
Ricky menoleh sebentar. Lalu kembali memperhatikan Keisha tanpa menjawab panggilan Elisa.
"Lo tau kan dia kayak gini kenapa?" tanya Elisa sambil ikut memperhatikan Keisha yang sedang diam menghadap ke air laut.
"Hm," sahut Ricky singkat.
"Dari tadi dia cuma gini doang?"
"Hm."
Elisa mengeluarkan ponselnya. Mengarahkan kamera ponselnya ke arah Keisha. Memotret Keisha dan memberikan foto itu kepada Rizki.
"Kenapa lo gak nyamperin dia?" tanya Elisa berusaha memecahkan keheningan yang membuat suasana sangat awkard baginya.
"Nggak."
"Apaan?!" tanya Elisa kesal saat sambungan teleponnya tersambung.
"Itu Keisha, kan? Foto yang tadi lo kirimin. Itu Keisha, kan?" tanya Rizki panik bercampur kesal di seberang sana.
"Kalo iya, emang kenapa?"
"*Aarrghhhh. *** lo*!"
Tut. Rizki langsung mematikan sambungan teleponnya. Elisa menyimpan ponsel itu ke sakunya. Dan memperhatikan Ricky yang mulai mendekati Keisha di pinggir pantai.
***
Rizki *** ponsel miliknya seraya menggertakan giginya. Lelaki itu langsung meraih jaket dan kunci motor yang tersimpan begitu saja di atas kasur.
Dengan setengah berlari, Rizki menghampiri Yanti dan Erika yang sedang berada di dapur.
"Bun, Tante, Rizki pamit ya. Mau jemput Keisha," ucap Rizki sembari menatap Yanti dan Erika dengan bergantian.
Yanti yang awalnya sedang menyeruput minuman jahe panas itu langsung menyimpannya ke meja. "Eca? Eca dimana, Ki?" tanyanya panik.
"Tante tenang aja ya. Keisha gak apa-apa. Rizki pamit dulu sekarang." Rizki mencium tangan Yanti dan Erika bergantian. Lalu berlari ke garasi rumahnya dan menyalakan mesin motornya dengan tak sabar.
__ADS_1
Rizki melajukan motornya dengan sangat cepat. Motornya bergerak lincah melewati beberapa pengendara lain. Membuat dirinya diberi sumpah serapah beberapa pengendara yang hampir saja tertabrak oleh dirinya.
Rizki memarkirkan motornya disebelah mobil Elisa. Sembari melepaskan helm di kepalanya, Rizki memperhatikan seorang gadis yang terduduk di pinggir pantai sambil menatap seorang laki-laki yang berdiri di sebelahnya. Keduanya terlihat terdiam. Mereka adalah Keisha dan Ricky.
Rizki berjalan perlahan. Berusaha memperhatikan mereka dengan diam-diam.
"Keisha..." panggil Ricky pelan.
Keisha menatap Ricky dengan tatapan yang sulit diartikan. Membuat Ricky menjadi salah tingkah. Keisha tak menjawab panggilan Ricky.
Ricky duduk di sebelah Keisha. Laki-laki itu menatap ke arah air laut. Namun Keisha tetap memperhatikanĀ Ricky, matanya menyiratkan kebencian.
Keisha bangkit. Mundur beberapa langkah dari Ricky yang baru saja ikut bangkit dari duduknya.
"Kenapa?" tanya Ricky heran.
"Mau apa lagi lo?! Gak puas udah pernah nyakitin gw? Sampai bikin gw hampir kehilangan nyawa! Mau apa lagi sih lo terus ganggu hidup gw? Kenapa sih, Ri? Kenapa?!" teriak Keisha frustasi.
Ricky mengerutkan keningnya. Belum paham dengan apa yang Keisha bicarakan. "Maksud lo, apa sih?"
Keisha menatap Ricky dengan sinis. Membuat Ricky menelan ludahnya dengan susah payah.
"Lo amnesia atau gimana? Lo gak inget? Lo yang bikin gw masuk rumah sakit, lo yang bikin gw kehilangan banyak darah, lo yang bikin gw gak bisa ngapa-ngapain selama beberapa hari. Lo lupa? Lo lupa kalo lo pernah nusuk gw malem itu? LUPA?!"
Ricky tertegun. Laki-laki itu diam dan tak bisa berkutik. Sama halnya dengan Rizki dan Elisa yang masih memperhatikan dari kejauhan.
Ricky menatap Keisha dengan sendu. Merasakan rasa bersalah yang mulai memenuhi ruangan hatinya.
"Apa? Kenapa? Baru nyadar?" tanya Keisha sinis sembari tertawa kecil menatap Ricky yang masih setia berdiam diri.
"Kei, itu..." lirih Ricky.
Bugh
Bugh
Bugh
"Bangsattttttt!!!" teriak Rizki kesetanan.
***
Hallo
Maaf aku cuma UP 1 part.
Aku mencoba memperlambat menuju ending.
__ADS_1
Aku masih belum rela pisah sama cerita IPA :(