IPA

IPA
IPA--48


__ADS_3

"Kak El!" teriak Keisha, tanpa bergerak sedikitpun dan tetap diam di tempatnya.


Elisa menoleh. Menatap Keisha dengan mengangkat salah satu alisnya. Tidak ada tanda-tanda gadis itu akan mendekat.


Mau tak mau Keisha yang berjalan menghampiri Elisa. Tak ada perubahan dari raut wajah Elisa. Wajahnya tetap datar dan tak berekspresi.


"Apa kabar, kak?" tanya Keisha sambil memberi senyum lebarnya.


"Baik," jawab Elisa singkat.


"Lo masih marah sama gw?"


Elisa terlihat menarik nafas panjang. Gadis itu menatap Keisha dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Maaf ya, gw terlalu berlebihan sama lo. Gw minta maaf," ucap Elisa sambil memberikan senyuman tipisnya untuk Keisha.


"Gak apa-apa. Oh iya, sekarang lo mau kemana?"


"Gw lagi mau cari bahan-bahan buat tugas. Sekalian ke mall kayaknya."


Mata Keisha langsung berbinar, bibirnya melengkung tinggi. "Gw ikut ya? Gw di rumah juga gak ada kerjaan, jadi gw ikut lo dulu deh."


"Yakin lo mau ikut? Gak bakal langsung pulang?"


"Ya ga--" ucap Keisha terpotong karena sebuah teriakan namanya.


"Keisha!"


Keisha dan Elisa menoleh pada sumber suara. Menatap Rizki yang menatap mereka berdua dengan sinis.


"Langsung pulang. Jangan kemana-mana dulu. Ayo pulang," ajak Rizki sembari menarik tangan Keisha.


"Apaan sih, lepas! Lo siapa berani ngekang gw kayak gini?" tanya Keisha kesal.


Rizki melepaskan genggamannya. Menatap Keisha dan Elisa secara bergantian. "Lo gak inget waktu dia nampar lo berkali-kali, huh?" tanya Rizki pada Keisha sembari menunjuk Elisa.


"Nggak. Gw gak inget. Puas lo? Lagian itu dulu. Itu gara-gara salah paham. Waktu itu dia emosi, wajar, dan itu juga karena permintaan gw."


"Itu lo inget, kenapa bilang gak inget?" tanya Rizki sewot.


Keisha diam tak berkutik. Namun akhirnya dia menarik tangan Elisa dan membawanya menjauh dari Rizki. "Udahlah, males gw ngomong sama lo!"


Elisa menatap Keisha dengan tatapan ragu setelah Keisha membawanya tepat dimana motor Keisha terparkir.


"Maaf ya..." ucap Elisa pelan.


"Gak apa-apa. Udah ayo, gak usah di dengerin laki-laki banci tadi."


Keisha menyalakan mesin motornya. Setelah merasa Elisa duduk di jok belakang motornya, gadis itu langsung melaju ke tempat yang akan mereka kunjungi.

__ADS_1


"Yuk, Kak," ajak Keisha setelah memarkirkan motornya. Elisa mengangguk dan berjalan lebih dulu.


"Hubungan lo sama Ricky gimana?" tanya Elisa tanpa menatap Keisha.


"Biasa aja."


"Dia masih deketin lo?"


"Nggak sih. Tapi dia selalu ada."


"Maksud lo?"


"Ya, gw sering mergokin dia lagi ngikutin gw."


Elisa menarik nafas lelah. "Dia mantau lo, mastiin lo selalu baik-baik aja."


"Hm," sahut Keisha singkat.


Keduanya terdiam. Sibuk memperhatikan berbagai macam toko di sebuah Mall yang sedang mereka kunjungi.


"Kesitu yuk?" Elisa berusaha menarik tangan Keisha. Tapi Keisha seperti menahannya.


Elisa menoleh dan menatap Keisha. Keisha sedang memandang sesuatu. Elisa mengikuti arah pandang Keisha, dan menatap dua orang yang sangat dia kenal.


"Keisha? Kenapa? Lo ada masalah sama mereka?" tanya Elisa berusaha membuyarkan lamunan Keisha.


Keisha semakin menatap dua orang itu dengan sinis. Matanya menyorotkan kebencian. Tatapannya bagaikan ingin menerkam sepasang kekasih yang sedang bermesraan itu.


Keisha menarik tangan Mesya dengan kasar. Membawanya ke dekat toilet yang tak jauh dari situ.


Plak


Keisha langsung menampar Mesya. Membuat Mesya membelalakan matanya sambil menyentuh pipinya yang terasa hangat.


"Apa-apaan lo?!" tanya Keisha dengan amarah yang sudah tak tertahankan.


"Elo yang apa-apaan! Maksud lo apa, hah?!" bentak Mesya balik sembari mendorong bahu Keisha dengan kasar. Keisha terhuyung ke belakang, namun Elisa dengan cepat menahannya agar tidak terjatuh.


"Lo ngapain jalan sama cowok lain? Mesra-mesraan kayak gitu. Lo selingkuh dari Rizki?!" Keisha menunjuk lelaki yang tadi menjadi tempat Mesya bergelayut manja.


"Keisha, itu pacar Mesya," bisik Elisa tepat di telinga Keisha.


Kening Keisha berkerut. Matanya melotot tak percaya. Menatap Mesya dan laki-laki itu secara bergantian.


"Apa? Kenapa? Lo baru tau ya? Aduh cup cup cup." Mesya tertawa meremehkan sembari berusaha menyentuh tangan Keisha.


Keisha menjauhkan tangannya dari Mesya. Nafasnya memburu. Gadis itu benar-benar tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini.


"Maksud lo apa sih?" tanya Keisha bingung.

__ADS_1


"Oke, gw kasih tau lo. Dengerin baik-baik ya... Adek kelas gw tersayang." Mesya tertawa kecil. "Rizki itu bukan pacar gw."


"Bukan pacar lo? Terus waktu itu dia bilang lo pacar dia, apaan?!" tanya Keisha ketus.


Mesya menempelkan jari telunjuknya di bibir merah pekat miliknya. "Sssttt, dengerin dulu makanya. Rizki ngomong kayak gitu gara-gara dia cemburu. Dia cemburu ngeliat lo yang pegangan tangan sama Ricky."


Keisha mematung. Otaknya tak bisa berpikir jernih. Namun dirinya merasa tubuhnya semakin panas. Amarah dan kekecewaan bercampur satu untuk perasaannya kali ini. Keisha tak percaya ini terjadi begitu saja. Rizki membuat Keisha sehancur ini hanya karena kecemburuannya?


"Patah hati ya? Kasian banget adek kelas gw tersayang ini." Mesya menatap Keisha dengan raut wajah prihatin dan meledek yang dicampurkan.


"Mesya! Lo gak usah manas-manasin," bentak Elisa.


Mesya mengalihkan pandangannya. Menatap Elisa sambil seolah-olah terkejut. "Oh, ini adek lo ya? Bawa pulang aja deh. Kasian gw liatnya. Kalo nggak bawa ke dokter aja. Gw takut jatungnya udah retak-retak tuh."


Elisa menggeram marah. Namun Mesya segera pergi meninggalkan Keisha dan Elisa sambil kembali bergelayut manja pada kekasihnya itu.


"Keisha?" tanya Elisa lembut.


Pandangan gadis itu kosong. Raut wajahnya sulit diartikan. Membuat Elisa bingung dan takut membayangkan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Lo masih mau cari bahan-bahan buat tugas?" tanya Keisha tanpa ekspresi.


"Nggak sih, masih ada waktu lagi nanti. Kenapa? Lo mau pulang?"


"Gw anterin lo pulang," ucap Keisha sembari mengajak Elisa keluar dari area toilet.


"Gak usah. Gw bisa pulang sendiri kok," tolak Elisa halus.


"Biar gw yang anterin."


"E-eehh itu, gw masih harus cari buat bahan tugas dulu. Udah lo duluan aja gak apa-apa. Hati-hati ya?" ucap Elisa berbohong.


Keisha menatap Elisa beberapa detik. Setelah itu, gadis itu mengangguk pelan dan meninggalkan Elisa sendirian ditengah keramaian orang berlalu-lalang.


"Semoga lo baik-baik aja. Gw tau, lo butuh waktu buat sendiri..." gumam Elisa sembari memperhatikan Keisha yang semakin menjauh.


***


Hai guys.


Selamat malam minggu.


Salam ya, buat kalian terutama para jomblo


Maaf banget aku jarang UP.


Aku lagi drop dan down banget


Minta doanya yaaa <3

__ADS_1


Oh iya, buat yang marah gara-gara setiap partnya gak kaya ekspetasi kalian maaf ya. Karena aku bikin cerita itu sesuai imajinasi aku, bukan bikin cerita sesuai keinginan pembaca. Semoga setiap partnya bikin kalian greget yaaa.


See you!


__ADS_2