
di malam hari ,sedari tadi kena tak berhenti tersenyum melihat boneka yang dibelikan oleh zain ditaman bermain tadi.
sepasang boneka micky mouse beserta anak anaknya. seperti mengambarkan sebuah keluarga bahagia.
"seandainya kau dan aku menjadi keluarga, ah kena apa yang kau fikirkan dia adik iparmu sadar sadar " batin kena
masih mengelus elus boneka pemberian zain sambil rebahan diranjangnya. tiba tiba terdengar deheman dibelakangnya.
"ehem! "
"zain! "
"agaknya kau menyukai boneka pemberianku "
"ya aku suka , akan aku simpan sebagai kenang kenagan "
"simpanlah "
"tentu " ucap kena masih dengan mengelus ngelus bonekanya.
"apa kau mau lihat hasil potretan kita tadi? "
"boleh mana "
zain ikut naik keranjang kena sambil memperlihatkan hasil potret tadi siang.
"ini bagus sekali zain kau tampak lucu befose begini " ucap kena sambil menunjuk salah satu foto dikamera zain
"ini kau juga tampak mengemas kan " ucap zain
sampai larut mereka melihat hasil potret sambil bercerita keseruan bersama ditaman tokyo disneyland tadi siang .
kena melihat jam dinakasnya "zain ini sudah larut apa kau tidak memgantuk "
"belum, kalau kau mengantuk tidurlah aku akan kembali kekamarku " ucap zain sambil turun dari ranjang kena
"kenapa kau tak tidur disini saja " pinta kena sambil menarik tangan zain menahanya untuk tidak pergi.
"apa kau serius kakak ipar "
kena pun mengangguk meyakinkan dan zain kembali merebahkan tubuhnya diranjang kena hingga mata keduanya sama sama terpejam larut dalam mimpi masing masing.
***
wisuda
hari ini ,hari h wisuda zain semua keluarga hadir di kampus zain ,untuk melihat zain menjalani wisuda.
zain sudah tampak berada dirombongan para wisudawan dan wisudawati berjalan memasuki gedung tempat wisuda.
kampus terlihat sangat ramai , zain merasa sangat bahagia , disaat dia wisuda keluarganya hadir dan yang membuatnya bertambah merasa bahagia , seseorang yang dicarinya selama ini pun ikut serta hadir diacara wisudanya.
para wisudawan dan wisudawati sudah memasuki gedung dan duduk ditempat khusus , yang sudah dipersiapkan panitia wisuda untuk mereka .
***
__ADS_1
3 jam sudah acara wisuda akhirnya selesai. sebelum memutuskan pulang zain menyempatkan diri untuk berfoto dengan teman teman seangkatanya sebagai kenang kenangan.
tak lupa juga zain berfoto dengan keluarganya didepan gedung kampusnya.
sampai pada fose foto bareng satu keluarganya zain berada di samping kena, saat hitungan ketiga zain langsung merangkul bahu kena, kena seketika terkejut dengan apa yang dilakukan zain.
"zain apa yang kau lakukan " bisik kena
"tersenyumlah kakak ipar aku hanya pengen mengabadikan ini bersama mu " bisik zain
mendengar bisikan zain kena pun pasrah mengikuti pemotretan bersama zain dan keluarganya.
-
-
"nenek sudah lelah ayo kita pulang " ucap nenek zain
"ibu , ayah kalian pulanglah dulu temani nenek , kasian nenek kelelahan, biar sya dan kak kena nanti pulang bersama ku " ucap zain
"baiklah kalau itu maumu " ucap ibu may
"aku juga mau ikut ibu pulang bu aku capek disuruh foto foto " rengek sya
"iya sayang "
"zain agaknya sya ingin ikut pulang bersama kami "
"baiklah tidak masalah bu "
" kena apa kau juga mau ikut pulang bersama kami " tanya ibu may
"biar kakak ipar nanti pulang bersama ku bu, lagian mobil ibu mana muat " ucap zain
"baiklah tapi ingat kau jangan lama lama pulangnya , jangan sampai melewatkan makan malam dirumah. "
"siap bos " ucap zain sambil menaikkan tangan kanannya seolah hormat pada ibunya.
"kau ini zain ingat dia itu istri abangmu jangan macam macam " bisik ibu may pada zain dan berlalu pamit pulang duluan.
"baiklah kita balik dulu sampai jumpa dirumah. "
"iya bu siap "
kena yang hanya menyaksikan obrolan antara anak dan ibunya itu hanya mengulum senyuman.
***
didalam mobil zain, masing diparkiran kampus.
"zain, ku lihat ibu tadi berbisik padamu apa yang ibu bisikan " tanya kena
"apa , kakak ipar mau tau ?"
kena mengangguk
"ibu berbisik padaku ,untuk segera menikah usai wisuda " bisik zain pada telinga kena
"apa! "
__ADS_1
"hey ! kakak ipar kenapa kau terkejut "
"ti.. tidak aku biasa saja "
"benarkah " goda zain
"tentu saja untuk apa aku terkejut, bukankah wajar orang tua menginginkan anaknya yang sudah dewasa menikah ."
"ya! kau benar tapi , kira kira aku akan menikah dengan siapa? kalau wanita yang aku cinta sudah ada yang punya " bisik zain lagi mendekat ketelinga kena
merasakan hembusan nafas zain disela bisikanya membuat jatung ke na seakan memompa lebih cepat dan seketika tubuhnya menegang.
kena menoleh kan wajahnya kearah zain, dan seketika mata mereka bertemu .
1 detik
2 detik
cup zain mencium bibir kena, seketika itu juga kedua mata kena membulat.
zain yang melihat reaksi kena menyungingkan senyumnya.
***
zain mulai melajukan mobilnya keluar dari parkiran kampus.
usai kejadi tadi , wajah kena tiba tiba bersemu merah menahan malunya akhirnya memilih memalingkan wajahnya dan melihat keluar jendela mobil zain.
hening diantara mereka berdua.
"kok diam saja apa kau marah padaku kakak ipar? "
"tidak ! untuk apa aku marah " jawab kena masih dengan memalingkan wajahnya.
"aku kira kau marah karena aku telah me "
"sudah lupakan kau sudah membuatku malu tauk "
"malu ! apa itu fristkiss buat dirimu "
kena mengangguk malu
"ha ha ha ha , sungguh aku beruntung sudah mendapatkanya " ucap zain dibalik tawanya
" baiklah angap saja itu hadiah atas kelulusan mu dariku "
" benarkah! wah trimakasih kakak ipar itu hadiah yang sangat spesial tapi agaknya kurang spesial sih kan bukan atas kemauan mu kakak ipar "
"jadi.. ??"
"jadi apa " ucap kena menengok kearah zain
"jadi kakak ipar harus melakukanyaa padaku atas kemauan kakak ipar sendiri " ucap zain sambil menyungungkan senyumnya.
"itu mah mau mu "
"hehehe " kekeh zain sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"baiklah aku akan melakukanya , tapi jangan berfikir aneh aneh ntar kamu kepdan lagi, hanya sebatas hadiah kelulusanmu karena tadi aku gak bawa hadiah buat kamu. "
__ADS_1
bersambung