
usai menyantap sarapan zain dan kena menikmati pagi mereka berdua dikamar . kena duduk bersandar diranjang sedang zain tiduran berbantalkan paha kena disaat tengah mengobrol romantis ala pengantin baru yang ada di tv, ibu may tiba tiba muncul tanpa mengetuk pintu mengagetkan mereka berdua .
ceklek " kena how are you ? " ibu may masuk berhamburan ke arah kena sedang zain digusur olehnya .
"sayang zain bilang kau sedang tidak enak badanya apa kau sakit apa yang kau rasakan sayang?? "
zain dan kena saling berpandangan kena bingung hendak menjawab apa pertanyaan dari ibu mertuanya . padahal yang ia rasa sakit adalah bagian sensitifnya bagaimana dia akan mengatakanya bukankah itu sangat memalukan fikirnya .
"kena sayang kok diam saja kamu sakit apa sayang ??" tanya ibu may lagi .
"hanya gak enak badan kok bu sedikit , ibu jangan kuatir "
"iyaqci bu ibu gak usah khawatir lagian kan ada zain yang siap jagain kena .'kena kan istri zain bu "
ibu may melirik zain sekilas lalu menarik telinga zain pelan dan mengomel "ya ! dia istrimu maka jaga dia jangan buat dia sakit ! ingat dia menantu ibu tau !!!"
zain terkekeh manguk manguk dihadapan ibunya sedang kena pun tersenyum senang merasa diperhatikan oleh mertuanya .
udah itu ibu may keluar dari kamar kena dan tingalah zain dan kena didalam kamar mereka .
zain mulai mendekati kena ia berbisik padanya menanyakan apa dia bisa mengulangi yang semalam lagi .
namun kena dengan kuat mengeleng tubuhnya tiba tiba begidik ngeri jika harus mengulangi hal yang semalaman mereka
lakukan .
"gak sayang aku gak mau sakit disini "'rengek kena memasang wajah memelasnya .
zain tanpak lesu merasa sedikit kecewa duduk menurunkan kedua kakinya disisi pinggir ranjang membelakangi kena .
kena melihat suaminya tengah dirundung kekecewaan karena penolakannya pun merasa tidak enak padanya ia mendekati tubuh zain memeluknya dari belakang .
"sayang apa kau marah ?'maafkan aku tapi sungguh disini masih sakit "
zain tidak bergeming mendengar omongan kena dia masih tetap dia menampakan kekecewannya .
***
karena tak kunjung juga mendapat jawaban , akhirnya dengan sangat terpaksa kena bangun berdiri dihadapan zain menahan rasa sakitnya . mendorong tubuh zain pelan membuatnya berbaring kemudian tanpa diminta kena naik keatas tubuh zain dan memulai duluan memeragakan hal yang sama seperti yang zain tadi malam lakukan padanya .
zain masih dengan diamnya membiarkan kena melakukan apa yang seharusnya ia lakukan pada kena .
menikmati setiap sentuhan lembut dari istrinya , karena merasa tidak tahan akhirnya zain membalik posisi mereka .
sekarang posisi zain sudah diatas kena dengan senyum penuh kemenangan ia megulangi hal semalam lagi dan lagi .
***
meski merasa sakit namun kena menahannya dengan mencengkram erat sprei dengan tanganya , berulang kali menutup dan membuka matanya merasakan betapa ganasnya zain .
__ADS_1
"maaf sayang aku melakukanya lagi sungguh aku tidak dapat menahanya , setiap kali melihatmu rasanya aku ingin mengulangi dan mengulanginya lagi "
kena hanya tersenyum tipis merespon ucapan zain .
***
pagi harinya kena bangun merasakan badanya setengah remuk bahkan untuk berjalan saja ia tertatih tatih .
"aw.. sakit "
zain tak mendengar rintihan kena ia masih terlelap dalam tidurnya .
" oh zain kau sungguh mesum bagaimana bisa dengan melihatku dia ingin melakukan itu lagi ? ya tuhan mungkin lebih baik aku segera mandi dan turun sebelum dia bangun . atau dia akan melakukanya lagi nanti iya aku harus cepat bergegas . tidurlah sayang dan bangun usai aku berangkat kerja . "
***
kena menuruni anak tangga satu persatu dengan sedikit tetatih tatih . ibu may melihat menantunya turun pun mengulum senyum .
"hay sayang kau sudah baikan ?'mana zain apa kau mau kekantor sekarang ?"
"iya bu aku akan kekantor zain masih tidur mungkin lelah jadi aku tak kuasa membangunkanya "'ucap kena berbohong.
jangan jangan semalam mereka habis tempur buat cucu untuk ku .
"kau tenang saja sayang ibu nanti akan membangunkanya kau berangkat saja dengan mamang "'
"baik bu aku berangkat dulu " kena pamit tak lupa mencium punggung tangan ibu mertuanya .
***
dikamar zain mulai bangun meraba raba sebelah ranjangnya namun tak mendapati apa yang ia harapkan , matanya langsung terbuka lebar " kena ! dimana dia sepagi ini !?"
zain menelisik seseluruh penjuru kamar bahkan kamar mandi dan ruang ganti mereka namun nihil "'apa dia dibawah kali ya !?"
zain bergegas turun untuk mencari keberadaan istrinya " kena !?kena sayang kau dimana !!? ibu apa ibu melihat istriku dimana dia sepagi ini ?"'
"dia sudah kekantor sejak tadi pagi ngomong ngomong tadi malam kalian habis tempur ya " tanya ibu may sedikit mengoda zain .
zain tersenyum kikuk mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal .
"udah gak usah malu gitu ibu sudah tau "
"apa kena memberitahu ibu ?"
ibu may mengeleng dengan senyuman .
"lalu bagaimana ibu bisa tau aku dan kena tadi ma "
" ist kau ini ibu juga wanita ibu juga pernah mengalaminya tentu saja ibu tau , dari cara jalan kena saja ibu sudah memperkirakanya "
__ADS_1
oh iya kemaren dia jalan tertatih tatih dia pasti ke buuru kekantor takut aku bakal ngelakuin lagi .
"zain kok bengong ? oh ya ibu saranin kena kan baru pertama ngelakuin itu jadi pelan pelan lakuin pemanasan dulu biar kena tidak troma buat ngelakuin lagi . "
"maksud ibu ?"
"sayang kena tadi berangkat pagi itu menghindarimu takut bakal kau terkam lagi arw ... ! " ibu may memperagakan tangan harimau hendak nencengkram mangsanya .
zain terkekeh dengan kelakuan ibunya , ia pun pamit kembali kekamarnya hendak bersiap menyusul kena kekantor nya .
***
sampai dikantor zain mencari kena keruangan kerjanya dan benar saja istrinya ada disana tengah berkutat dengan komputernya .
kena yang sibuk pun tak mengetahui zain masuk keruanganya .
zain mendekati kena menutup kedua mata kena dengan kedua telapak tanganya .
" hey siapa ini !? lepaskan ?"
"coba tebak siapa ?"'
mendengar suaranya sepertinya "zain ! benar ini zain kan ? lepasin sayang ? "'rengek kena .
"huft kau tau rupanya "'ucap zain melepaskan telapak tanganya yang nenutupi mata kena .
"tentu saja aku tau , semua milikmu aku saja tau "
" wah kau mengoda ku ya sayang ??" zain menyungingkan senyumnya menatap kena .
"ti tidak siapa juga yang mengodamu "
"sayang bangunlah aku mau duduk dikursimu " pinta zain
kenapun bangun menuruti kemauan zain , disaat zain sudah duduk zain menarik tubuh kena membawanya untuk duduk dipangkuannya .
"sayang apa yang kau lakukan ? aku mau kerja bisa bisa nanti aku dipecat bagaimana ?"'
zain menautkan kedua alisnya heran dengan ucapan istrinya , padahal yang memangkunya adalah suaminya sendiri juga bos disana jadi kenapa ia merasa takut dipecat .
zain menarik gemas hidung kena "'hihhh gemes deh aku sayang ! aku kan bos disini kenapa kamu takut "
kena terkekeh "'oh iya lupa hehehe "
***
"kenapa kau kesini sayang bukankah ruang kerjamu disana ?"
zain tidak menjawab malah asik memainkan rambut istrinya , lama lama zain makin mendekati wajah yang istri dan mulai melum*tnya .
__ADS_1
ketika bibir mereka tengah bertautan tiba tiba seseorang yaitu teman sekantor kena masuk tanpa mengetuk pintu .
bersambung