
zain merasa kesal dengan kepulangan han dikamarnya ia nampak frustasi mengacak acak rambutnya sendiri .
"arrggg sial kenapa bang han harus pulang hari ini.. gagal deh untuk mendapatkan bukti hubunganya dengan rosa sekarang ah.. sial.. "
sedang dibawah han dan kena nampak sedang menikmati martabak telor yang dibawa zain tadi.
"wah martabak telor apa kau membelinya kena? "
"tidak mas ini tadi zain yang beli "
"what zain !" han mengeryitkan dahinya
"iya mas memangnya ada yang salah kalau zain membelinya "
han nampak heran.
"tidak biasanya, setahu ku dia tidak suka martabak apa lagi kalau mencium bauknya dia pasti akan muntah"
"benarkah !! "
han mengangguk
kalau benar kenapa dia mau membelikanya untuk ku .. hemm bodo lah...
***
malam ini hujan kembali menguyur ibu kota lagi, langit yang benar benar gelap suara petir menglegar dimana mana angin yang menghebus dingin sampai ketulang tulang.
"agaknya hujan sangat deras sekali ya "
ucap han berbaring diranjangnya
"iya sama dengan kemarin " sahut kena melengang dari kamar mandi dengan ligerine yang menampakan belahan dadanya dan bentuk tubuhnya yang sexy berjalan keranjang mereka.
melihat kena yang terlihat sangat seky malam ini dengan ligerine yang ia kenakan membuat han seperti terhipnotis . seakan mulai lupa akan perkataanya pada rosa bahwa ia tak akan menyentuh kena.
namun saat ini hasratnya tengah mengebu ngebu dalam dirinya , apa lagi sejak kemaren si juniornya tak mendapat kan apa yang di inginkannya pada diri rosa yang masih fase pemulihan pasca oprasi , hingga melihat kena sesexy itu membuatnya ingin menyentuhnya.
kau sangat sexy baby.. batinya dengan menyungingkan sedikit senyumnya masih dengan menatap kena yang sekarang sudah berbaring disampingnya.
han mulai memiringkan tubuhnya mendekap kena yang baru saja akan memulai tidurnya membelakangi han.
kena yang merasakan pelukan han pun tersentak kaget.
"ma mas han mau ngapain " tanyanya membalikan padan dan sedikit menjaga jarak dari han.
"malam ini rasanya dingin bolehkah aku memelukmu, bukankah aku suamimu "
tanpa menunggu jawaban kena han sudah lebih dulu memeluk kena lagi.
kena pun hanya sangup dia merasakan han memeluknya tiba tiba han berbisik kepadanya membuat tubuhnya seketika menegang.
"kena sayang.. "
what sejak kapan mas han memangilku sayang.. kenapa dia aneh sekali fikir kena
"sayang.. " ulangnya lagi
__ADS_1
"apa kau sudah siap melskukan itu dengan ku "
melakukan aduh melakukan apa coba.. jangan jangan arggh
"kenapa diam "
***
dikamar zain
zain mencoba membuka benda pipihnya dan melihat apa yang dilakukan kena kakak iparnya bersama dengan han abangnya lewat layar selulernya yang sudah ia atur sambunganya dengan cctv yang kemaren sempat ia pasang dikamar kena dan han .
flesback
kemaren sebelum zain pergi menemui rosa diapartemennya.
"aku beli cctv lima mungkin aku pasang satu dikamar kakak ipar saja buat memantau apa saja yang ia lakukin dikamarnya, yang dua ku pasang diapartemen rosa masih dua besok akan aku pasang diruangan bang han kalau aku kesana. "
"maaf kakak ipar ini aku lakuin karena aku mencintaimu " zain dengan menyungingkan senyumnya.
flesback off
"coba aku lihat apa mereka sudah tidur atau malah... "
mengeser layar selulernya dan terpantau jelas disana dari gambar serta suaranya. terlihat han sedang memeluk kena dan dan menanyakan padanya akan sudah siapkah dia unyuk melakukan hubungan bad.. dengannya.
"ah sial kenapa bang han mendadak seolah menginginkan kena untuk melayaninya, arrgg bagaimana caranya untuk menghalau niat bang han untuk melakukanya malam ini dengan kena arrrggg. " zain nampak frustasi berfikir dan berfikir modar mandir kesana kemari mencari cara untuk mengagalkan niat han memerawani kena.
"a ha aku tau ..." zain menjentikan jarinya seraya tersenyum dengan ide yang sudah ia dapatkan.
..tok tok tok tok..
***
dikamar han dan kena
"kenapa kau diam sayang " bisik han mempererat pelukanya dan mulai menciumi aroma kena dari tengkuk lehernya , tiba tiba terdengar ketukan pintu kamar mereka.
tok tok tok tok
"ma mas maaf ada orang yang mengetuk pintu se se baiknya aku buka dulu siapa tau penting " ucapnya melepas pelukan han dan melengang pergi membukakan pintu.
uhh selamet
ceklek
"zain ! kau mau apa malam malam kesini "
zain hanya diam melihat kena .
pantas bang han menginginkanmu kau tanpak sexy sekali malam ini kena..
"maaf zain kalau tidak ada yang penting aku mau tidur sudah malam " ucapnya mau menutup pintunya lagi.
"eh eh tunggu maaf kan aku kakak ipar aku lapar sekali tadi aku belum sempat makan malam bolehkah aku memintamu membuatkan makanan utukku plisss " pinta zain memasang wajah memelas.
"apa!! kau gila malam malam begini kau memintaku memasak "
__ADS_1
zain mengangguk memohon dengan wajah yang ia buat sememelas mungkin.
kena tampak menimang nimang permintaan zain.
kalau aku kembali keranjang pasti mas han akan melakukan.. hiii . kena begidik ngeri apa sebaiknya aku buat kan makanan buat zain saja biar selamat dari bang han.
"bagaimana kakak ipar mau ya plisss " pinta zain lagi memohon dengan mengatupkan kedua telapak tanganya menjadi satu didepan dadanya .
"baiklah aku minta izin mas han dulu tunggu sebentar " kena berlalu masuk kedalam kamarnya lagi
-
-
"kena ada perlu apa zain?? "
" dia kelaparan mas memintaku membuatkan makanan untuknya, apa mas han tidak keberatan jika aku melakukanya.?? "
"baiklah lakukanlah buatkan dia makanan dasar zain menganggu saja "
"baik mas , kalau mas megantuk tidurlah duluan nanti aku menyusul "
kena pergi kebawah tepatnya kedapur segera memasak makanan untuk zain.
***
didapur kena berkutat dengan alat alat masak sedang zain terus menatap pergerakan kena dari meja makan.
-
-
5 menit berlalu kena sudah selesai membuat makanan buat zain . melihat kena sudah usai dengan masaknya zain bergegas melihat layar selulernya memastikan dari cctv yang ia pasang , apakah abangnya sudah tidur kalau kakak iparnya kembali .
ah ternyata dia sudah tidur ternyata akal akalan ku barhasil juga kekeh zain
"kenapa kau senyum senyum sendiri? "
tanya kena sambil menaruh makananya kemeja makan .
"tidak ada seneng aja kau mau masak untuk ku "
"hemm.. ni makan "
"dua piring pasta ?"
"ya aku akan menemanimu makan, angap saja ini sebagai ganti martabak dan es cream yang kau belikan tadi dan ucapan terima kasihku kau sudah membelikanku martabak telor padahal kau tidak suka akan baunya maaf zain terpaksa aku berbohong sebenernya aku hanya ingin menghindari mas han saja "
"dari mana kau tau aku tidak suka bau martabak telor?? "
"mas han yang bilang tadi , sudah ayo makan "
akhirnya mereka makan berdua lagi.. menyantap pasta buatan kena bersama dimalam yang sudah sangat larut .
bersambung
__ADS_1