
usai memakan pasta kena mencuci piring bekasnya dan zain makan. sedang zain masih duduk ditempatnya makan tadi , diam melihat kena tengah mencuci piring.
"apa kau tidak mengantuk masih duduk di situ saja " tanya kena sambil menaruh piring metempatnya.
"belum , aku nenunggumu ada yang aku ingin katakan jadi cepatlah kemari "
kena mengeryitkan dahinya apa yang akan dia katankan seolah penting sekali dimalam yang sudah selarut ini .
mempercepat urusan ditempat pencucian piring ia bergegas mendekat kemeja makan tempat zain masih duduk menunggunya.
"apa yang ingin kau katakan zain penting sekali agaknya "
"aku hanya ingin mengatakan jika kau tidur dengan abang ku han pakailah pakaian yang tertutup longgar juga jangan kau memakai ligerin semacam ini. "
kena semakin dibuat heran oleh zain.
"kenapa aku harus begitu "
"lakukan saja kataku , sampai aku mendapatkan sebuah bukti yang akan mengejutkanmu nanti "
"bukti apa maksudmu, katakan tidak usah bertele tele kenapa?? "
"sudahlah ini belum saatnya kau tau.. aku mencintaimu aku tak akan melukaimu bahkan membohogimu percayalah. jaga dirimu jaga juga tubuhmu dari bang han , buatlah bagaimana caranya kau bisa memghindar dari sentuhanya sampai aku benar benar mendapatkan bukti "
"kau bicara soal bukti tapi bukti apa yang kau maksud. lagian dia kan suamiku apa salahnya dia menyentuhku bahkan melakukan hal yang lebih dari itu dia berhak atasku kau tau!!! " ucap kena berdiri dan berjalan kerah tangga.
melihat kena bangkit dari duduknya zain berlari menarik tanganya tanpa melukainya.
"tunggu!! " kena berbalik dan seketika tatapan mereka berdua bertemu.
"ya !! aku tau sangat tau dia berhak atasmu dan tubuhmu.. ya dia berhak aku tau itu. tapi percayalah kali ini saja beri aku waktu 3 hari untuk memperoleh sebuah bukti tentang bang han ok "
sebenarnya apa yang akan dia buktikan tentang mas han . mengeryitkan dahi merasa heran menatap kedua manik mata zain sepertinya dia serius.
__ADS_1
"baiklah aku akan melakukannya, malam sudah sangat larut kau kembalilah kekamarmu aku juga ingin kembali kekamarku "
"tunggu bolehkah aku memelukmu sebentar sebelum kau kembali kekamarmu. "
kena hanya diam tak merespon permintaan zain, tak mengidahkan diamnya kena zain langsung memeluk kena erat seolah dia akan berpisah lama denganya. Pelukan tanpa penolakan karena dirinya pun merasakan kenyamanan meski ia tidak tau apa arti nyaman disini.
" Baiklah terima kasih selamat tidur good night baby I love you " bisik zain pada telinga kena dan berlalu menaiki tangga membiarkan nya tetap diam terpaku diujung tangga sesekali ia menengok kebelakang dengan mengulum senyum dibibirnya .
***
dikamar han
kena melihat han sudah terlelap diranjangnya dia berjalan kemeja riasnya disana ia melihat pantulan dirinya dicermin ternyata benar ia terlihat sangat sexy. pantas saja mas han seperti mengiginkanya , mungkin benar apa yang dikatakan zain aku harus memakai pakaian yang tertutup dan longar.
Menghirup udara dalam dalam dan menghembuskanya pelan ia berjalan kearah rak bajunya ia mengambil sepasang piyama panjang dan menganti ligerin yang tengah ia kenakan dengannya.
Mungkin sebaiknya begini .. sambil melihat lagi dirinya berpakaian piyama panjang dipantulan cermin meja riasnya.
Mengingat zain soal bukti membuatnya sedikit berfikir bukti apa yang berkaitan denganya dan han sampai akhirnya matanya terlelap.
***
dia sudah ganti baju tidurnya bukanya tadi han mengingat ingat pakaian tidur yang dikenakan kena sebelum ia tidur tadi ligerin yang menampakan belahan dadanya dan tubuhnya yang sexy tapi sekarang berganti piyama panjang yang sedikit kedodoran. han mengeryitkan dahinya heran .
Mungkin dia kedinginan pikir han karena memang udara sangat dingin malam ini disebabkan hujan deras yang sedari tadi tak kunjung reda.
Masih dengan kantuknya ia mengeser tubuhnya mendekati kena yang tengah terlelap dan memeluknya ikut tertidur bersamanya.
***
Diapartemen
Rosa tanpak merasa gelisah tak bisa tidur berguling kekanan dan kekiri .
__ADS_1
"Ah kenapa aku tidak bisa tidur argggg hujan juga dari tadi tidak reda reda dingin begini lagi udaranya. " Merubah posisi tidurnya keposisi duduk dikasihnya bantalan pada belakang punggungnya .
"Kira kira apa yang mas han lakukan disana ??! apa diudara sedingin ini dia bakal tidur berpelukan dengan istri sahnya disana arrrgggg ada apa denganku kenapa aku terus memikirkanya. "
" Agaknya aku harus mendesak mas han untuk mengatakan soal pernikahan bawah tangan ku denganya kepada keluarga dan istrinya .. ya harus !" ucapnya dengan senyum menyerigai.
***
Suasana pagi dirumah kediaman keluarga han tanpak lengang kena masih terlelap begitu juga han dan zain.
Terdengar jam berdering diatas nakas samping ranjang , kena terhelak kaget dan mematikanya seketika han pun ikut terbangun merasakan tubuh kena bergerak.
"haduh jam 7 bagaimana ini kesiangan " ucapnya
"Sudahlah ini hari minggu kembalilah tidur kalau kau ngantuk " han bicara dengan suara serak khas bangun tidurnya sambil menarik tubuh kena untuk kembali kedalam pelukanya.
Kena pun pasrah menuruti ucapan han karena ia memang merasa masih sangat ngantuk.
Sedang zain sudah bergegas bangun mendengar jam di nakasnya bersuara dan berada didapur menunggu kena turun untuk membuat sarapan. ia berharap dapat melihat kena menyiapakan sarapan diminggu pagi ini.
Dengan senyum ia bolak balik menatap arah tangga berharap kakak iparnya segera turun dari sana , tapi nyataanya sudah hampir satu jam ia menunggu tak kunjung juga mendapati kena turun dari sana.
Kesal , jengkel , kecewa pasti itubyang dirasakanya.
arrg kenapa dia belum juga turun apa yang ia lakukan dikamarnya. geramnya mengepalkan tangan beranjak dari duduknya berjalan dengan kekesalanya kekamarnya mengambil benda pipih miliknya , ingin melihat apa yang sedang kena lakukan lewat rekaman pantauan cctv yang ia pasang .
Zain mencoba mengeser layar pada benda pipihnya tapi ternyata mati kehabisan batray.
"arrrrggg sial kenapa harus mati segala ini benda arrrgggg " geramnya frustasi dan melemparkan benda pipih yang ada ditanganya kasar keranjangnya
Zain merasa sangat frustasi mengacak acak rambutnya sendiri mendudukan pantatnya kasar dipinggiran kasurnya dan berbaring terlentang menindih benda pipihnya.
Menatap langit langit kamarnya "apa begini sakitnya memcintai milik orang apa begini rasanya frustasi arrggg!!! , seandainya rasa itu bisa memilih pada siapa orangnya, sudah pasti aku akan memilih dia yang belum ada pemiliknya.. seandainya , tapi kenyataannya.. tak seperti itu " ucap zain menghirup dalam dalam nafasnya dan menghembuskanya kasar.
__ADS_1
bersambung