
Mendekati istrinya yang tengah sibuk dengan beberapa berkas dimeja kerjanya. Zain langsung duduk diatas berkas yang ada dimeja kerja Kena seketika membuat Kena terjengkit kaget. "Astaga Zain!!!! lihat semua berkasnya jadi berantakan kemana mana."
"Maaf maaf .hehe sibuk amat sayang sampai gak sadar Aku masuk "
Kena bangun dari duduknya menatap Zain sekilas lalu memalingkan wajahnya jengkel dengan mensedekapkan kedua tanganya.
Zain terkekeh melihat istrinya jengkel dengan sigap Ia berdiri menarik sang istri untuk menghadap padanya. Mata keduanya beradu Zain semakin memperdekat tubuhnya merengkuh tubuh Kena kedalam dekapanya.
"Sayang maaf jangan marah Aku kesini kangen kamu . "
Kena tetap diam tidak mengubris ucapan Zain. Sedang Zain merasa istrinya tidak mengubrisnya malah semakin merasa gemas Ia menciumi leher jenjang istrinya , saat tengah menciuminya Ia tidak melihat tanda merah yang Ia buat semalam. Dimana tanda tanda merah itu kok gak kelihatan.
"Em sayang dimana tanda merah yang kubuat semalam? "
"Aku menutupinya dengan faudation . malu tau kalau dilihat orang-orang .lagian kamu keterlaluan memberikan banyak tanda merah dileher ku serta seluruh tubuhku. "
"Hehe maaf sayang habis gemes kamu tidur gak bangun bangun Aku gituin deh "
"Habis kamu suka lama banget bikin anaknya Aku jadi capek sampai lewat tengah malam . Ya Aku tidur aja . Ku biarin deh kamu main sendiri mau dilarang juga percuma kan "
Zain menoel hidung istrinya "Kamu tau ajah si sayang "
"Hem . Udah sana keluar Aku mau kerja nih "
"Baiklah Aku keluar tapi nanti kita makan siang bareng ya dicafe sebelah sambil ngobrolin soal resepsi pernikahan kita minggu depan "
"baiklah "
***
Sasa yang ada dibalik tembok ruangan Kena menengok kesana kemari merasa aman Ia menguping pembicaraan Kena dan Pak Bosnya.
Disaat tengah asyik menempelkan telingganya ditembok tiba-tiba Pak Zain sudah keluar membuat Sasa salting sendiri.
"Ehem apa yang kamu lakukan disini? Kenapa tidak balik keruanganmu Sa!? "
"Em anu Pak mau ajak Kena makan siang tadu lupa. Saya sengaja masih disini nungguin Pak Zain keluar dulu hehe "
"Tidak usah. Nanti Kena mau makan siang dengan Saya kamu cepet! balik kerja sana buang buang waktu apa mau Saya pecat!? "
"Dak dak mau Pak maaf Saya balik kerja lagi Pak... " Sasa langsung ngacir keruang kerjanya mendengar Zain hendak memecatnya.
Melihat tingkah temen satu kantor istrinya sekaligus kariawanya yang konyol membuatnya terkekeh sendiri masuk ketuangannya.
__ADS_1
***
Dikantor Han nampak termenung menatap luar jendela diruang kantornya . Berdiri sambil memasukan kedua tanganya kesaku.
Apa yang harus Aku lakukan .Menikahi Tina atau tidak . Ya Tuhan bantu Aku buat menentukan keputusan .
Masih dengan menatap lurus tiba-tiba seseorang masuk tanpa mengetuk pintu dan menutup kedua mata Han dari belakang tubuhnya dengan telapak tangan.
"Hey! siapa ini lepasin kau membuatku tak bisa melihat "
"E e e coba tebak siapa Aku? "
"Emmm Rosa? pasti Kau Rosa istriku "
" Yah ketauaan deh . Ngapain bengong mikirin apa? "
"Mikirin Kamu sayang "
Rosa nampak senyum garing pada Han "Masak mikirin Aku . Oh ya kata orang rumah tadi pagi kamu gendong Hasan ya? "
"Em iya sayang tadi malam itu ceritanya Aku haus ke dapur ambil minum na denger suara Hasan nangis. Aku berinisiatif nengok ke kamarnya dan benar saja kata Tina sudah dua hari si Hasan rewel. karena kasian ngelihat Tina nimang nimang Hasan lelah Aku gendong dia, e taunya dia diem Aku gendonh sayang. "
"Terus? " Rosa tanpak menyimak cerita Han.
"Marah. Tidak buat apa Aku marah , lagian pasti Hasan kangen pengen diperhatiin sosok ayah mungkin. Kasian dia lahir tanpa seorang ayah. Oh ya sayang gimana kalau kita pergi cek kesuburan ke dokter kandungan ? buat mastiin kita subur gak nya Aku kan pengen punya baby kecil kaya Tina " .
Han nampak menimang nimang permintaan Rosa istrinya, dan akhirnya ia mengiyakan.
"Baiklah gimana kalau sekarang saja mumpung Aku gak ada miting " .
***
Han mengendarai mobilnya melaju membelah jalanan ibu kota yang nampak lengang disiang ini menuju kelinik spesialis kandungan terbaik disana.
15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai. karena tidak terlalu ramai Han dan Rosa tak butuh waktu mengantri lama.
"Ibu Rosa bapak Han !?"
"Akhirnya kita dipangil. Ayo masuk sayang "
Han dan Rosa nampak antusias memasuki ruang pemeriksan.
***
__ADS_1
Hampir setengah jam melakukan pengecekan kesuburan Rosa dan Han menerima setiap penjelasan dokter.
"Saya sudah cek dan hasilnya tidak ada masalah pada kesuburan Anda. Mungkin karena faktor kecapekan saja membuat Bapak dan Ibu belum mendapat momongan."
"Jadi begitu dok terima kasih kalau begitu Kami permisi dulu "
Dalam perjalanan pulang dari klinik kandungan Rosa terus merancau ini itu agar segera mendapat momongan. Sedang Han diam termenung fokus pada jalanan.
***
Makan siang Kena dan Zain mereka memilih cafe depan yang tidak jauh dari kantor saat tengah asyik ngobrolin tema wedding mereka tiba-tiba seorang wanita datang.
"Hey Zain kan? Ini Zain Kasam Malik bukan!? "
Zain nampak binggung dalam fikirnya bertanya tanya siapa dia begitu juga Kena .
"Kok bengong Zain? Ini bener Kamu kan. Apa kamu lupa sama Aku Renata temen Smpmu dulu masak lupa ?"
Zain tanpak berfikir Renata siapa Renata fikirnya dan "Owh Renata yang satu meja sama Keren ?"
"Yups itu ingat. Apa kabar Zain ngomong ngomong udah lama gak ketemu makin ganteng aja "
"Ah Kamu bisa aja Re . kamu juga makin cantik aja . Ngomong ngomong sejak SMP sampai sekarang gak berubah ya tetep perfect. "
"Bisa aja. Kalau gak perfect mana mungkin kamu dulu saingan sama Roy ngrebutin Aku. "
***
Keasyikan ngobrol dengan Renata , Zain sampai tidak sadar telah mengabaikan istrinya Kena yang membuat Kena bat mood dibakar api cemburu.
Merasa diabaikan Kena memilih ijin ke toilet namun bukanya ketoilet dia malah memilih kembali kekantor dengan jalan kaki.
"Bodo amat dengan Zain. Mentang mentang ketemu sama temen ceweknya ups mantan gebetanya Aku diabaikan. Ihhh sebel sebel sebel awas aja gak bakal Aku kasih jatah bikin anak lagi nanti malam! " gerutu Kena dalam perjalanan kembali kekantornya.
***
Sampai dikantor Kena nampak tidak fokus dengan kerjanya. Akhirnya ia memutuskam untuk ijin kepada kepala staff kantornya.
Memesan ojek online untuk mengantarnya balik pulang kerumah saat tengah melintas depan kafe yang ia tandi kunjungi bersama Zain. Kena melihat Zain masih asyik mengobrol dengan Renata mantan gebetanya membuatnya kembali jengkel.
Awas Zain kamu udah bikin Aku kesal. Memang laki-laki sama saja . Gak bisa lihat yang bening dikit ihhh sebel dasar otak mesum.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like ya yang baca terima kasih like Anda udah bikin semangat Autor buat Up date.