
"Malam ini akan jadi malam yang panjang dan nikmat sayang buat kita " Zain melepaskan pakaian yang membalut tubuhnya dan Kena kemudian membuangnya kesembarang arah .
Menciumi setiap inci tubuh istrinya , memberikan banyak tanda kepemilikan disana. Kena sempat meraung antara geli dan sakit karena Zain melakukanya dengan hasrat mengebu gebu.
Kena mencoba melepaskan diri sedikit melawan keganasan Zain namun nihil.
Zain tidak membiarkan Kena lepas sedikitpun dari dekapan tubuhnya . Bahkan kini mereka sudah berada diambang pintu kenikmatan Surga dunia .
"Sayang berhenti dulu apa kamu tidak capek? "
"Capek. Ah tidak kalau kamu capek tidurlah biar Aku yang main " ucap Zain sedikit mengoda Kena.
Merasa tidak bisa lepas dari hasrat membara Zain. Kena pun pasrah menikmati setiap permainan Zain diatas ranjang mereka.
***
Pukul 02.21 Kena sudah tepar terlelap dalam tidurnya namun Zain masih sibuk memainkan gunung kembar milik Istrinya. Sempat mengeliat geliat bak cacing kepanasan , Kena sedikit terganggu dengan kelakuan Zain namun Kena membiarkanya saja dan lebih memilih tidur.
"Gemes gemes Aku sayang dengan milikmu ini. Aku mainkan begini begitu Kamu gak bangun bangun padahal Aku mau nambah ronde lagi sampe subuh nanti " .
***
Sementara Zain sibuk ngoceh kesanan kemari sendiri sambil memainkan siduo gunung milik Istrinya.
Malam itu dijam yang sama Han terbangun dari tidurnya merasa haus Ia memilih turun kedapur mengambil minum.
Saat hendak membuka lemari es terdengar samar samar suara baby Tina yaitu Hasan tengah menangis. Oek.. oek... Usai mengabil minum dan menghabiskan segelas air minum Han bermaksud untuk pergi kekamar Tina melihat keadaan Hasan.
Entah karena naluri seorang Ayah atau bukan yang membuatnya tiba tiba ingin melihatnya.
Tok tok tok...
"Iya siapa? Masuklah tidak dikunci ".
Ceklek Han membuka handel pintu kamar Tina dan masuk kedalam kamar tersebut.
Tina yang sedang menimang nimang Hasan membelakangi arah pintu kamarnya memutar tubuhnya kearah pintu kamarnya memastikan siapa yang datang.
"Mas Han! Ada apa? " terkejut Tina ternyata Han lah yang malam malam datang kekamarnya.
"Em Tina maaf menganggu tadi Aku ambil minum didapur dan kudengar Hasan menangis jadi Aku kesini untuk melihatnya . Apa boleh " jawab Han kikuk.
"Oh tentu saja boleh masuklah Mas. Hasan dua hari ini memang sering rewel entah apa penyebabnya Aku sendiri tidak tau. "
Oek.. oek...
"Cup cup cup sayang tidurlah sudah sangat larut ini.. "
Han mengamati Tina yang terlihat lelah menimang nimang Hasan yang terus menangis membuatnya kasiahan akhirnya ia meminta Hasan dari gendongan Tina dan menyuruh Tina untuk tidur. Meski awalnya Tina menolak takut merepotkan Han namun akhirnya ia mengiyakan karena ia sudah merasa sangat lelah dari jam 10 tadi terjaga karena kerewelan Hasan.
Setelah berada digendongan Han , tangis Hasan seketika reda.
"Kau tidurlah akan Aku gendong Hasan? " .
__ADS_1
"Te terimakasih Mas Han maaf merepotkanmu?"
"Tidak sama sekali Kau tenang saja tidurlah sana istirahatlah "
Akhirnya Tina terlelap dalam tidurnya.
***
Melihat Tina sudah memasuki alam mimpi Han mengajak Hasan keluar kamar membawanya kesofa ruang keluarga. "Kita disini saja ya sayang biar mamamu tidur dengan nyenyak " .
Mengamati setiap inci wajah bayi mungil yang digendongnya sambil duduk dan bersandar disofa ruang keluarga.
"Kau mirip denganku. Apa benar Kau adalah anakku? Hasan jadi anak soleh ya jangan rewel terus kasian mama Tina kecapekan nimang nimang adek Hasan terus. " ucap Han seraya mencium kening Hasan.
***
Keesokan paginya Ibu May merlihat Han tertidur disofa ruang keluarga masih dengan mengendong Hasan ditanganya yang masih sama sama tertidur.
"Han. Mengendong Hasan kok bisa? Mereka sangat mirip ternyata. "
"Han bangun sudah pagi? "
Han mengerjab ngerjabkan kedua matanya "eh Ibu ada apa? "
"Awas pelan pelan nanti Hasan bangun. Oh ya bagaimana bisa Kamu ketiduran disini dengan mengendong Hasan?"
Tiba tiba Tina datang mendekat menjawab pertanyaaan Ibu May "Tadi malam Mas Han ambil minum Bu Tidak sengaja dengar Hasan menangis dia masuk kekamar , meminta untuk mengendong Hasan dan menyuruhku istirahan tidur . Ibu tau Hasan tangisnya langsung reda saat tengah berada dalam gendongan Mas Han. Akhirnya Aku membiarkanya ."
"Benar begitu Han? "
Han mengangguk mengiyakan " mungkin dia rindu sosok Ayah jadi dengan digendong Han dia langsung reda tangisnya Tin " ucap Ibu May.
***
Dikamar atas Zain masih tertidur pulas bak kebo diranjangnya sedang Kena sudah lebih dulu bangun dan membersihkan dirinya. Saat bercermin dikamar mandi Kena dibuat kaget dengan banyak tanda yang dibuat Zain disekujur tubuhnya "astaga! Zain. Kau benar benar nakal sekali Kau memberikanku banyak tanda merah seperti ini. Bagaimana kalau orang rumah melihatnya malu Aku ck ck ck "
Keluar kamar mandi Zain masih tertidur Kena pun membiarkanya takut kalau Dia membangunkan Zain akan diterkam lagi seperti semalam.
Duduk dimeja rias mengambil faudationnya mengoleskan beberapa pada noda merah yang nampak dilihat orang agar tak terlihat.
"Aku harus menutupinya dengan ini faudation. Akhirnya beres deh kalau beginikan tidak kelihatan. "
Usai berias Kena keluar dari kamarnya turun kebawah.
***
Sesampainya dibawah ia melihat Mertuanya, mantan suaminta serta Tina dan Hasan diruang keluarga.
Mengamati nampak aneh melihat Han memgendong Hasan yang terlelap. Tumbenan Mas Han Memgendong Hasan Apa dia sudah bilang Kalau Hasan anaknya pada Tina.
"Hey Kena sudah bangun? " sapa Tina.
"Iya Tin kan mau kekantor "
__ADS_1
"Zain mana sayang? " tanya Ibu May.
"Dia masih tidur Bu mungkin lelah biarkan saja. "
Lelah bikin cucu buat Aku mungkin xixixi batin Ibu May.
"Iya biarkan saja mungkin Dia lelah . Ayo kita sarapan agaknya sudah disiapkan sama Bibik "
"Aku mau Mandi dulu lah Bu. Tina ini tolong gendong Hasan "
Han memberikan Hasan keTina kemudian pergi kekamarnya untuk bersiap kekantor.
***
Dikantor pagi ini suasana nampak lengang Kena begegas menyelesaikan setumpuk berkas berkas yang berada dimeja kerjanya.
Disaat tengah sibuk tiba-tiba Sasa nimbrung keruanganya tanpa mengetuk pintu .
"Whoy... !! "
"Astaga!! Sasa! Ngagetin aja "
"Hehe habis sok sibuk amat sih Ken "
"Emang sibuk tau bukan sok sibuk gara gara kemaren nih tugas Aku numpuk . Oh ya ngomong ngomong ada apa tumben kesini lagi mau ngajak makan siang? "
"Engak Aku cuma mau mengintrogasi Kamu "
"Mengitrogasi Aku soal apaan? "
"Dengerin ya jawab yang betul ngomong ngomong sejak kapan kamu nikah sama Pak Zain? "
"Baru minggu minggu kemaren. Sebenernya rencananya masih bulan depanan tapi Zain gak sabaran maklumlah Si otak me ups "
"Si otak apa? kok diam? "
"Hehe gak jadi. Udah Sa Aku lagi sibuk nih keluar gih " usir Kena.
"Jadi diusir nih? "
"Hehe maaf Kamu kan tau sendiri Tugas ku numpuk nih "
Akhirnya Sasa memutuskan keluar diusir oleh Kena saat hendak membuka pintu untuk keluar Zain sudah berada didepan pintu hendak masuk keruangan Kena.
"Pak "
"Sit... keluarlah cepat Aku mau masuk " ucap Zain seraya berbisik.
"Ba baik Pak permisi " pamit Sasa tak kalah pelam setengah berbisik.
Sudah berhasil masuk Zain bergegas mengunci pintu ruangan Kena takut ada yang masuk tiba -tiba kaya kemaren.
bersambung.
__ADS_1