Iparku Mencintaiku

Iparku Mencintaiku
Masih ada kesempatan


__ADS_3

"Kenapa Bang Han diluar , harusnya kan ini malam pertama mereka " batin Zain


Zain berfikir ingin mencari tau soal pernikahan dadakkan Kakaknya . Ya bagaimana tidak seolah dadakan karena dia yang Adik kandung dari Han sendiri baru tau .


Hingga muncul pertanyaan dari otak Zain , kalau Bang Zain dan kakak iparnya Kena tidak saling mencintai karena ia melihat Han yang harusnya menikmati malam pertamanya tapi malah diluar .


***


Pagi hari sarapan sudah siap dimeja makan semua angota Keluarga sudah dimeja makan namun Zain belum turun masih berada dikamarnya lantai atas .


"Kenapa Zain belum bergabung sarapan dengan kita ? tanya Ibu May mertua Kena .


"Bibi As tolong pangilkan Zain untuk segera turun " ucap Ibu May .


" Baik Nyonya "


" Bik biar Aku saja sekalian keatas mau mengecas hp ku " ucap Kena.


" Baiklah bangunkan adek ipar mu Ken " ucap lembut Ibu May.


"Baiklah Ibu " Kena berlalu dari meja makan.


***


Tok tok tok ...


"Zain bangun lah semua menunggumu dibawah untuk sarapan ?? "


Karena tidak ada jawabpan akhirnya Kena berinisiatif untuk membuka pintu kamar Zain , yang ternyata tidak dikunci .


Ceklek "Zain .. " pangil Kena masuk kedalam kamar Zain.


Mencoba mengoyang goyangkan badan Zain agar segera bangun , tapi malah Kena ditarik oleh Zain yang mengirannya guling dan memeluknya .


Kena berusaha untuk melepaskan pelukan Zain tapi pelukan Zain malah semakin erat ditambah ia mengigau sendiri .


"Aku yakin it... "


"Ya Tuhan Aku harus bagaimana ini buat lepas dari pelukan Zain " guman Kena .


Tiba tiba Zain mengerjap ngerjapkan matanya dan melihat sosok Kena tengah berada dipelukanya pun kaget .


"Kakak ipar Kau ! sedang apa disini??"


"Emm .. Anu Aku " Kena mendadak kikuk


***

__ADS_1


" Kena Ken kau dimana ?? " pangil Han sembari berjalan menaiki tangga .


Zain melepaskan pelukannya ketika mendengar Bang Han memangil Kena dan menyuruhnya segera keluar dari kamarnya .


"Maaf kakak ipar Bang Han mencarimu " ucap Zain lembut pada Kena.


Kena mukanya yang masih memerah menahan malu akan kejadian tadi hanya memgangguk pelan tanpa bicara .


Zain yang melihat itu pun tersenyum entah apa alasanya tapi dia begitu senang.


***


Kena keluar dari kamar Zain bergegas cepat masuk kekamarnya dan mengecas hpnya , ia tidak ingin Han salah faham.


Ceklek " Kena , Kau sedang apa ? Apa Kau sudah bangunkan Zain ?? " tanya Han.


"Maaf Mas Aku lupa tadi melihat ada wa dari Adik Ku jadi lupa"


"Tidak apa biar Aku bangunkan Dia " ucap Han.


Kena mengangguk.


***


Sampai semua berkumpul dimeja makan , Zain terus terusan melirik Kena dengan senyum senyum kecil . Kena melihatnya merasa malu dan mukanya kini memerah mengingat kejadian tadi dikamar Zain .


"Aku senang Bu karena kalian semua baik kepadaku .. " jawab Kena tersenyum manis .


Semua sarapan dalam diam dan hanya sendok yang berdeting .


***


Zain masih memikirkan kejadian tadi, dan pertanyaan muncul dibenaknya.


*B**agaimana kakak ipar bisa berada dipelukanku dan dikamar ku sendiri .. ? Ah sudah lah . Kulihat Dia wajahnya memerah dan lucu sekali pasti Dia malu akan kejadian tadi* " , batin Zain mengingat igat kejadian tadi sembari senyum senyum sendiri , tiba tiba ketukan pintu kamarnya terdengar .


Tok tok tok..


"Masuk lah tidak dikunci "


"Maaf Tuan Zain anda dipangil Nyonya besar untuk keruanganya menemuinya " ucap Bibi As.


"Nenek memangilku ada apa memangnya "


"Maaf Tuan Saya tidak tau . anda bisa tanyakan pada Nyonya besar sendiri permisi Tuan "


Zain mengangguk.

__ADS_1


***


Tok tok tok "masuklah " ucap seseorang didalam ruangan.


Ceklek " Nenek memangilku ? " tanya Zain.


"Duduklah " ucap Nenek Yan .


Zain memgangguk.


"Bagaimana kuliahmu di Jepang ?? "


"Tinggal menunggu Wisuda Nek bulan depan "


" Bagus kalau begitu usai Wisuda Kau bergabunglah dengan Ayah dan Abang mu Han mengurus perusahaan Zain "


"Baiklah Nek "


"Dan Zain ??"


"Iya Nek "


"Apa Kamu sudah punya pacar ? Kalau sudah bawalah main kemari jika Kau sudah serius Aku akan melamarkanya untuk mu "


Zain menelan ludahnya susah payan mendengar pertanyaan Neneknya .


"Kenapa Nenek bertanya seperti itu ? "


"Apa tidak boleh ? . Nenek hanya ingin Kamu segera menikah seperti Han Abangmu . "


"Apa Kau sudah punya pacar ?" nenek mengulangi pertanyaannya.


"Belum Nek " jawab Zain singkat.


"Zain Zain Nenek pengen Kamu menikah tapi pacar tidak punya dasar Han dua " nenek tertawa.


"Apa maksud Nenek Han dua " Zain mengeryitkan dahinya.


"Kau dan Han, kalian sama disuruh menikah tak punya pacar "


"Kalau Bang Han tidak pacaran , kenapa Bang Han bisa menikah dengan Kakak Ipar Kena Nek ? "


"Ya Kena adalah anak dari teman bisnis Ayahmu dan mereka dijodohkan seminggu yang lalu . Awalnya mereka menolak tapi atas desakan Orang Tua akhirnya mereka mengiyakan perjodohan itu . Pasti Kau tidak tau , karena kita memang tidak ingin memganggu kuliahmu dengan kabar ini " ucap Nenek


Zain mangut mangut mengerti


"berarti mereka menikah bukan karena cinta tapi keterpaksaan " batin Zain tersenyum menyerigai.

__ADS_1


__ADS_2