
"Kenapa Bang Han diluar , harusnya kan ini malam pertama mereka " batin Zain
Zain berfikir ingin mencari tau soal pernikahan dadakkan Kakaknya . Ya bagaimana tidak seolah dadakan karena dia yang Adik kandung dari Han sendiri baru tau .
Hingga muncul pertanyaan dari otak Zain , kalau Bang Zain dan kakak iparnya Kena tidak saling mencintai karena ia melihat Han yang harusnya menikmati malam pertamanya tapi malah diluar .
***
Pagi hari sarapan sudah siap dimeja makan semua angota Keluarga sudah dimeja makan namun Zain belum turun masih berada dikamarnya lantai atas .
"Kenapa Zain belum bergabung sarapan dengan kita ? tanya Ibu May mertua Kena .
"Bibi As tolong pangilkan Zain untuk segera turun " ucap Ibu May .
" Baik Nyonya "
" Bik biar Aku saja sekalian keatas mau mengecas hp ku " ucap Kena.
" Baiklah bangunkan adek ipar mu Ken " ucap lembut Ibu May.
"Baiklah Ibu " Kena berlalu dari meja makan.
***
Tok tok tok ...
"Zain bangun lah semua menunggumu dibawah untuk sarapan ?? "
Karena tidak ada jawabpan akhirnya Kena berinisiatif untuk membuka pintu kamar Zain , yang ternyata tidak dikunci .
Ceklek "Zain .. " pangil Kena masuk kedalam kamar Zain.
Mencoba mengoyang goyangkan badan Zain agar segera bangun , tapi malah Kena ditarik oleh Zain yang mengirannya guling dan memeluknya .
Kena berusaha untuk melepaskan pelukan Zain tapi pelukan Zain malah semakin erat ditambah ia mengigau sendiri .
"Aku yakin it... "
"Ya Tuhan Aku harus bagaimana ini buat lepas dari pelukan Zain " guman Kena .
Tiba tiba Zain mengerjap ngerjapkan matanya dan melihat sosok Kena tengah berada dipelukanya pun kaget .
"Kakak ipar Kau ! sedang apa disini??"
"Emm .. Anu Aku " Kena mendadak kikuk
***
__ADS_1
" Kena Ken kau dimana ?? " pangil Han sembari berjalan menaiki tangga .
Zain melepaskan pelukannya ketika mendengar Bang Han memangil Kena dan menyuruhnya segera keluar dari kamarnya .
"Maaf kakak ipar Bang Han mencarimu " ucap Zain lembut pada Kena.
Kena mukanya yang masih memerah menahan malu akan kejadian tadi hanya memgangguk pelan tanpa bicara .
Zain yang melihat itu pun tersenyum entah apa alasanya tapi dia begitu senang.
***
Kena keluar dari kamar Zain bergegas cepat masuk kekamarnya dan mengecas hpnya , ia tidak ingin Han salah faham.
Ceklek " Kena , Kau sedang apa ? Apa Kau sudah bangunkan Zain ?? " tanya Han.
"Maaf Mas Aku lupa tadi melihat ada wa dari Adik Ku jadi lupa"
"Tidak apa biar Aku bangunkan Dia " ucap Han.
Kena mengangguk.
***
Sampai semua berkumpul dimeja makan , Zain terus terusan melirik Kena dengan senyum senyum kecil . Kena melihatnya merasa malu dan mukanya kini memerah mengingat kejadian tadi dikamar Zain .
"Aku senang Bu karena kalian semua baik kepadaku .. " jawab Kena tersenyum manis .
Semua sarapan dalam diam dan hanya sendok yang berdeting .
***
Zain masih memikirkan kejadian tadi, dan pertanyaan muncul dibenaknya.
*B**agaimana kakak ipar bisa berada dipelukanku dan dikamar ku sendiri .. ? Ah sudah lah . Kulihat Dia wajahnya memerah dan lucu sekali pasti Dia malu akan kejadian tadi* " , batin Zain mengingat igat kejadian tadi sembari senyum senyum sendiri , tiba tiba ketukan pintu kamarnya terdengar .
Tok tok tok..
"Masuk lah tidak dikunci "
"Maaf Tuan Zain anda dipangil Nyonya besar untuk keruanganya menemuinya " ucap Bibi As.
"Nenek memangilku ada apa memangnya "
"Maaf Tuan Saya tidak tau . anda bisa tanyakan pada Nyonya besar sendiri permisi Tuan "
Zain mengangguk.
__ADS_1
***
Tok tok tok "masuklah " ucap seseorang didalam ruangan.
Ceklek " Nenek memangilku ? " tanya Zain.
"Duduklah " ucap Nenek Yan .
Zain memgangguk.
"Bagaimana kuliahmu di Jepang ?? "
"Tinggal menunggu Wisuda Nek bulan depan "
" Bagus kalau begitu usai Wisuda Kau bergabunglah dengan Ayah dan Abang mu Han mengurus perusahaan Zain "
"Baiklah Nek "
"Dan Zain ??"
"Iya Nek "
"Apa Kamu sudah punya pacar ? Kalau sudah bawalah main kemari jika Kau sudah serius Aku akan melamarkanya untuk mu "
Zain menelan ludahnya susah payan mendengar pertanyaan Neneknya .
"Kenapa Nenek bertanya seperti itu ? "
"Apa tidak boleh ? . Nenek hanya ingin Kamu segera menikah seperti Han Abangmu . "
"Apa Kau sudah punya pacar ?" nenek mengulangi pertanyaannya.
"Belum Nek " jawab Zain singkat.
"Zain Zain Nenek pengen Kamu menikah tapi pacar tidak punya dasar Han dua " nenek tertawa.
"Apa maksud Nenek Han dua " Zain mengeryitkan dahinya.
"Kau dan Han, kalian sama disuruh menikah tak punya pacar "
"Kalau Bang Han tidak pacaran , kenapa Bang Han bisa menikah dengan Kakak Ipar Kena Nek ? "
"Ya Kena adalah anak dari teman bisnis Ayahmu dan mereka dijodohkan seminggu yang lalu . Awalnya mereka menolak tapi atas desakan Orang Tua akhirnya mereka mengiyakan perjodohan itu . Pasti Kau tidak tau , karena kita memang tidak ingin memganggu kuliahmu dengan kabar ini " ucap Nenek
Zain mangut mangut mengerti
"berarti mereka menikah bukan karena cinta tapi keterpaksaan " batin Zain tersenyum menyerigai.
__ADS_1