Iparku Mencintaiku

Iparku Mencintaiku
mahkota mu


__ADS_3

"kita harus cepat! aku sudah ditunggu untuk rapat tadi dani sekertsrisku menelfon "


kena hanya diam duduk disamping kemudi dekat zain dengan wajah ditekuk, zain meliriknya sekilas saat tengah menyetir dikeramaian.


usai melewati jalan yang sedikit lengang zain menepikan mobilnya secara tiba tiba.


"hey kau murung begitu ada apa? "


"tidak ada, bukankah kau sudah ditunggu untuk rapat kenapa berhenti? "


"aku pengen kamu senyum dulu baru kita jalan lagi "


idih tadi ningalin aku sekarang minta aku senyum


.."hemm nih senyum udah ayo berangkat nanti kau bisa telat kasian mereka sudah menunggu "


"baik nyonya zain kasam malik.."


zain mulai kembali melajukan mobilnya membelah jalanan kota sekitar 10 menit berlalu akhirnya sampai dikantor mereka.


mereka berdua keluar dari mobil bersamaan zain memdekati kena pamit duluan masuk.


"sayang maaf aku buru buru jadi duluan ya cup ! bay love you? "


zain berlalu usai mengecup kening kena pergi keruanganya.


***


usai seharian bergelut dikantor zain dan kena lanhsung balik kekediaman keluarga mereka.


sampai dirumah kena dan zain dikejutkan oleh tina dan anaknya hasan sudah dirumah.


"tina! dedek hasan kalian sudah kembali kenapa tidak mengabari .. kamikan bisa jemput " ucap kena seraya mendekati tina dan baby hasan diruang keluarga.


"kami sengaja mau kasih kalian spreis tau.. em.. ngomong ngomong kalian tidak melakukan hal yang macam macam bukan selama berdua dirumah kemarin!?? " tanya ibu may pada zain dan kena.


zain terkekeh mendengar pertaanyaan ibunya.


"ah ibu ini apa salahnya kalau kita macam macam berdua dirumah?? "


"gak boleh kalian kan belum sah! "


zain mengandeng tangan kena dan memperlihatkan jari manis kena serta jarinnya dengan cincin yang melingkar disana kepada ibu may.


"lihat ibu karena kami sudah tidak sabar akhirnya kami menikah duluan dikua dekat rumah kena. "


"apa!!!! kau serius!!? "


zain dan kena mengangguk membenarkan pernyataan zain.


dari arah lain ayah zain datang menenangkan ibu may yanh sedikit naik pitam "sudahlah bu itu lebih baik bukan dari pada mereka melakukan hal terlarang sebelum menikah "


"iya yah!! tapi kenapa mereka tidak memberitahu kita dulu kita kan bisa ikut serta disana kan!!? "


"maaf bu, maafkan kami " ucap kena lirih.


"baiklah ibu maafkan yang penting ibu pengen kalian segera mencetak cucu buat kami!!!? "

__ADS_1


"tenang saja bu itu sudah pasti bukan begitu sayang " ucap zain menatap kena sambil memainkan kedua alisnya.


****


dua hari usai kelahiran hasan rumah semakin ramai dengan tangisan seorang baby kecil.


"uluh dia sangat memgemaskan bukan zain!!? " ucap kena saat mengayun ayunkan hasan yang tengah memgantuk diayunanya.


"iya .. ngomong ngomong kau mau kita punya baby seperti itu bahkan yang lebih memgemaskan dari hasan?? "


" mau!! upss!! " kena menutup mulutnya sendiri memikirkan sekilas maksud zain astaga ini sudah dua hari dan aku sudah bersih dari haid jangan jangan zain mau....


"hey kok bengong!!? "


"engak siapa yang bengog lagi mikir tina kok belum balik balik? "


"bentar lagi juga balik "


***


ceklek " hay kena, zain maaf lama ya? .tadi mampir diapotek beli obat deman buat hasan kalau kalau dia demam nanti ini kan musim hujan "


"gak apa kok tin lagian hasan sudah tidur kami kekamar dulu istirahat, ayo sayang? " ucap zain


" baiklah terimakasih? maaf merepotkan kalian?? "


***


sampai dikamar kena menganti pakaiannya dengan pakaian tidur , sedang zain sudah lebih dulu menganti pakaianya dan menunggu kena diatas ranjang mereka.


melihat kena keluar dari ruang ganti membuat zain mengulumkan senyumnya.


"tidak ada hanya saja aku ingat ini sudah dua hari semenjak kita menikah dan aku yakin haidmu sudah bersih bukan..?? kau janji aku boleh melakukan itu padamu bahkan semalaman penuh " ucap zain setengah mengoda kena.


astaga iya aku baru ingat!! ampun apa zain akan melakukanya!!?


***


zain menepuk ranjang disebelahnya mempersilahkan kena untuk berbaring disana.


kena hanya bisa menelan ludahnya susah payah sedikit merasa gugup mulai berbaring disamping zain.


saat kena sudah mulai berbaring zain memiringkan tubuhnya kearah kena dan berbisik ditelinga kena. "kau trrlihat gugup sayang apa kau takut? "


"ta takut apa yang harus aku takutkan? "


"aku tau kau takut dan aku juga tau ini yang pertama buat kita.. kau tenang saja kita akan melakukanya pelan sayang " bisik zain.


kena hanya diam zain sudah mulai menciumi leher kena pelan membuatnya geli, " aww geli sayang!! "


zain menyungingkan senyumnya mulai membuka pakaian tidur kena satu persatu dan pakaian tidurnya juga membuangnya kesembarang arah.


mereka sudah sama sama tengah bertelanjang dada zain mulai berada diatas tubuh kena tanganya mulai meraba raba gunung kembar milik kena .


memainkanya dan memberikan tanda kepemilikanya diseluruh tubuh kena "awhh sayang sudah geli" pinta kena


"sayang boleh kah aku emm.. melakukanya sekarang pada mahkotamu "

__ADS_1


kena mengangguk malu hanya pasrah sampai pada akhirnya mereka melakukan penyatuan dua insan yang tengah dilanda hasrat cinta membara meneguk nikmatnya surga dunia.


***


zain mengecup sekilas kening kena dan mengusapnya lembut sebelum memyusul istrinya kealam mimpi "sayang terimakasih sudah memberikan mahkota berhargamu untukku. aku mencintaimu "


akhirnya zain menyusul kena kealam mimpi setelah menikmati peraduan yang cukup panas bersama.


***


pagi hari kena sudah bangun dan hendak kekamar mandi namun saat ia ingin berjalan ia merasa miliknya terasa perih dan gilu. "awuu!! "


zain bergegas bangun mendengar suara rintihan kena "sayang kau kenapa!?? apa milikmu sakit ya dipakai jalan !? "


kena mengangguk malu " sini aku gendong mau kekamar mandikan "


akhirnya zain mengendong kena mengantarkanya kekamar mandi


"kalau sudah selesai mandinya pangil aku ya aku akan mengendongmu lagi "


"baik makasih sayang maaf ya merepotkanmu "


"tidak lagian ini kan karena ulah juniorku kau jadi begini "


kena diam tersipu malu menutup pintunya dan mandi.


zain melihat sekilas tempat tidur mereka dan mendapati noda darah disprei miliknya tersenyum senang .


"aku yang pertama yeh!!! "


"lebih baik aku libur hari ini biar dani yang handel perusahaan dulu."


calling dani "ya halo bos ada apa tumben pagi pagi telfon "


"aku cuma mau bilang hari ini aku tidak kekantor kau handel dulu semuanya ya "


"baiklah " jawab dani


***


"sayang hari ini kita tidak usah kekantor aku sudah bilang pada dani buat menghandel semuanya "


"kau duduk disini aku akan ambilkan sarapan untukmu "


kena hanya mengangguk disertai senyum manis dibibirnya.


***


sesampainya zain diruang makan


"zain mana kena kenapa tidak turun untuk sarapan!? "


"dia lagi gaj enak badan bu jadi aku akan membawakan sarapannya keatas saja "


"baiklah kalau begitu ini bawakan buat kena nanti ibu akan keatas untuk menengoknya "


zain berlalu keatas dengan nampan yang berisi sarapan mereka berdua.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2