Iparku Mencintaiku

Iparku Mencintaiku
sudah sah


__ADS_3

Dengan hikmat zain melafalkan ijab qobul.


"bagaimana para saksi sah!!? " teriak pak penghulu


"sah! sah!! "


"alhamdulillah! "


semua yang ada didalam kua merasa bersyukur dan berbahagia setelah berlangsungnya ijab qobul antara zain dan kena.


"kalian sudah sah menjadi suami istri, zain kau berhak atas kena dan sebaliknya! namun dalam hak itu kau juga ada kewajiban menjaga, membimbing dan menyayangi kena putriku yang sekarang sudah memjadi istrimu" nasihat ayah kena.


"iya ayah saya mengerti, "


" kena aku berjanji akan selalu menjagamu, membimbingmu dan menyayangimu "


kena menatap wajah zain dengan berkaca kaca.


"why ! sayang kenapa kau menangis "


"tidak aku tidak menangis aku hanya terharu saja dengan ucapan mu "


zain pun menghapus air mata kena yang sedikit menetes dipipinya kemudia mengecup pucuk kepala kena cukup lama aku menyayangimu aku mencintaimu dan selamanya akan begitu sayang.


***


usai ijab qobul kena dan zain pamit pada kedua orang tua kena untuk kembali kerumahnya karena perjalanan cukup memakan waktu akhirnya mereka sampai dirumah bada magrib.


"hey sayang kok sepi apa ibu dan ayah belum pulang dari rumah sakit!? "


"agaknya belum mungkin mereka menginap disana , lagian kasian tina tidak ada temanya bukan! ibu sudah mengangapnya anak sendiri apa lagi anaknya tina tentu saja ia juga angap sebagai cucunya sayang "


kena mangut mangut mengerti menutup pintu depan tiba tiba zain mengendongnya ala bredel style "waa zain!! apa yang kau lakukan turunkan aku!? " kena meronta.


zain hanya tersenyum tipis menangapi suara rontaan kena.


"zain !! turunin aku !!?"


zain membawa kena masuk kekamarnya kemudia membaringkanya diranjang miliknya pelan dengan sedikit menyungingkaan senyumnya .


"hey sayang ini kan malam pertama kita jadi!!? "


"jadi apa!? "


zain mulai berada diatas tubuh kena yang sudah ia baringkan diranjangnya , mulai mencium pucuk kepala kena turun kebibirnya melum*tnya turun keleher kena menciuminya menjil*t jila*tnya.


kena bergeliat geli merasakan zain yang terus saja menciumi tengkuk lehernya .


"au geli zain geli.. "


zain sedikit menyungingkan senyumnya mendengar kena merasa geli, tanpa minta ijin zain meraba raba gunung kembar milik kena yang berada dibalik pakaian yang kena kenakan, meremas remaasnya .


"auh zain kau ini ah!!! " suara kena terdengar.


"apa kau suka sayang!? "


"ah!!! apa ******zain akan melakukanya****** ?"


zain mulai membuka semua bajunya kemudian ingin membuka pakaian kena , namun kena yang sudah sadar dari rangsangan zain meringsut memegang belahan dadanya.


"zain maaf aku sedang datang bulan jadi kita tidak bisa melakukanya "


mendengar ucapan kena seketika zain luruh dan membaringkan tubuhnya disamping kena memghembuskan nafasnya kasar seolah merasa sangat kecewa.

__ADS_1


***


"zain! sayang apa kau marah padaku?"


zain hanya diam mengambil selimut menutupi tubuhnya memiringkan tubuhnya membelakngi kena, lalu mencoba memejamkan matanya menghapuskan kekecewaan yang menjalari tubuhnya.


***


kena yang melihat zain tengah kecewa merasa bersalah dia ikut meringsut dalam selimut memeluk zain dari belakang "zain sayang maaf aku membuat mu kecewa? tunggu dua hari lagi haidku pasti sudah bersih kau boleh lakukan itu yang kau mau bahkan semalaman pun tak apa "


zain terkekeh dalam hatinya baiklah kena hehe akan tau rasa kau semalaman bakal aku.. hehehe batin zain.


"kenapa kau diam saja sudah tidur ya? baiklah selamat malam suamiku sayang "


***


dirumah sakit ibu may dan suaminya nampak tidur bergantian menjaga tina dan buah hatinya.


*i**bu may dan ayah zain sangat baik sekali mereka bahkan mengangap ku sebagai anak mereka padahal aku sudah berniat buruk pada zain awalnya*.


"hey tina tidurlah aku akan menjaga hasan besok dokter sudah membolehkanmu dan hasan pulang jadi malam ini kau tidurlah dengan nyenyak disini "


"baik bu, bu terimakasih ibu sudah baik padaku juga pada anak ku hasan "


"tidak masalah sayang kamu sudah ibu angap anak ibu sendiri dan hasan sudah ibu angap cucu ibu sendiri , jadi kau jangan sungkan ya nak? "


"ya bu terimakasih "


***


pagi dikediaman keluarga zain.


kena bangun duluan usai mandi turun kebawah menyiapkan sarapan, zain turun melihat kena tengah sibuk didapur memasak sarapan untuk mereka.


"iya sayang aku lagi buat sarapan untuk kita, apa kau lapar? "


"ya aku lapar "


"kalau begitu duduklah aku akan siapakan sarapan dimeja makan "


"baiklah sayang tapi kiss dulu dong "


"cup udah duduk sana " usir kena


"baik bos!! "


***


zain duduk dimeja makan sembari mengamati kena menyuapakan sarapan mereka kau istriku ah.. rasanya seperti mimpi kau yang awalnya kakak iparku sekarang menjadi istriku.. aku mencintaimu sayang.


"hey sayang kok bengong !? ini sarapan sudah siap "


"eh eh ya ya sayang maaf aku terlalu senang pagi pagi sudah dibuatin sarapan sama istri " kekeh zain.


"hem.. udah ayo sarapan? "


akhirnya mereka menikmati sarapan pagi bersama.


***


dirumah sakit


"sayang ayo kita bersiap hari ini kita akan pulang kerumah " ucap ibu may

__ADS_1


"baik bu "


"yah kenapa zain dan kena serta han dan rosa tidak kesini? "


"ah ibu ini kaya tidak pernah muda saja, mereka lagi menikmati kebersamaan mereka apa salahnya "


"em.. ya itu bagus untuk han dan rosa tapi kena dan zain mereka belum sah kau tau!? "


"ya! tapi ayah percaya zain tidak akan melakukan kesalahan bu tenang saja , lagian mereka kan sudah sama sama dewasa tau mana yang benar dan mana yang salah kecuali mereka hilaf "


semoga saja mereka tidak hilaf melakukanya.


***


zain dan kena tengah sibuk bersiap usai sarapan hendak ke kantor. kena memasangkan dasi zain dengan telaten zain menatapnya intens sambil sedikit terkekeh kau manis sekali sayang batin zain.


"sudah selesai baguskan " kena membalikan badan usai memasangkan dasi pada zain hendak mengambil tas kerja zain dimeja namun zain secepat kilat memeluk tubuhnya dari belakang membuat kena terjengkit kaget.


"hey sayang kita akan kesiangan nanti kekantornya "


zain tidak memperdulikan ucapan kena dia mempererat pelukanya dan mulai menciumi tengkuk belakang leher kena, berulang kali kena mengeliat geli membuat zain semakin suka melakukanya.


"aw sayang geli kita bisa terlambat zain.. "


"maaf sayang sebentar saja " ucap zain lirih masih dengan ciuman ciuman kecil ditengkuk leher kena.


ku hirup kuat kuat aromamu sayang "kau memang sangat wangi sayang aku suka dengan aromamu " ucap zain


selang beberapa menit zain melepaskan pelukanya dan memutar tubuh kena mengarah kehadapanya, menatap kedua matanya dalam mulai mengeratkan pelukanya kembali dan menautkan kedua bibir mereka.


"ah... !! rasanya aku tak tahan sayang!! "


zain melum*t bibir kena dalam dan cukup lama sampai hampir sama sama kehabisan nafas.


"hah hah hah su sudah sayang kita bisa terlambat " ucap kena melepaskan tautan bibir zain.


"ayolah sayang aku masih menginginkanya " ajak zain.


"baiklah 5 menit lagi udah "


"hemmm "


zain kembali melakukanya lagi dan kena hanya pasrah menerima nya.


5 menit berlalu bahkan zain masih menikmatinya dan belum melepaskanya astaga zain kita akan benar benar kesiangan ini...


sudah 10 menit lewat dari waktu yang kena berikan akhirnya zain melepaskanya mendegar benda pipihnya berbunyi .


calling dani sekertaris nya.


"ya halo dani ada apa!? "


"maaf tuan zain anda pagi ini sudah ditunggu diruang rapat! "


"apa!!! ? baik aku akan segera berangkat!"pangilan berakhir .


***


" ayo kita berangkat sayang!? " zain pergi berlalu mengambil tas kerjanya dan turun meningalkan kena yang sedikit jengkel diabaikanya.


"ihh.. aku diabaikan huftt dasar zain!! "


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2