Iparku Mencintaiku

Iparku Mencintaiku
kau lagi


__ADS_3

malam hari usai membersihkan diri kena merebahkan tubuhnya diranjang sambil menatap langit langit kamarnya, sesekali ia mengingat ingat ucapan zain yang bilang bahwa dia mencintainya.


kena menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan merasa kata kata zain seolah mengiang giang di telinganya. berulang kali mencoba tidur berguling kesana kemari tapi entah , matanya tidak mau juga terpejam. sampai malam sudah sangat larut , terdengar pintu kamarnya terbuka dan ternyata zain yang masuk.


"kau lagi ! bagaimana kau bisa masuk pintunya kan sudah aku kunci " ucap kena


"hehe apa kau lupa ini kan rumah ku , pasti lah aku punya kunci cadangan " ucap zain santai mengunci pintu dan berjalan menuju ranjang kena


"mau apa lagi memangnya kau kesini zain "


"ya mau tidur bareng kamu mau apa lagi memang, apa mau aku perawani kakak iparku sayang " goda zain


"apa " mendengar ucapan zain kena langsung menaikan selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.


melihat espresi kena , zain terkekeh geli.


"sudahlah aku cuma pengen tidur disini gak bakal macam macam padamu tenang saja " ucap zain santai


masa bodo dengan zain kena tidur membelakangi zain toh berdebat juga percuma , pada akhirnya zain tetap akan tidur dikamarnya juga.


***


pagi hari zain bangun bergegas kekamar mandi saat membuka pintu kamar mandi tiba tiba didalam kena tengah mandi tanpa sehelai benang pun memungungi dirinya. terlihat dengan jelas lekuh tubuh bagian belakangnya , putih bersih. melihat pemandangan pagi begitu zain hanya mampu menelan salivanya.


sebelum kena menyadari pintu kamar mandi dibuka zain langsung bergegas menutupnya kembali .


"huft lupa ini kan kamar kena, " batin zain berlalu kembali keranjang kena. sampai diranjang terdengar kenop pintu kamar mandi dibuka zain langsung pura pura masih tertidur.


kena yang melihat zain masih tidur merasa aman ia langsung membuka handuk dan menganti pakaiannya. kena tidak tau bahwa zain hanya pura pura tidur .


***

__ADS_1


zain membuka sedikit matanya mendapati kena keluar dari kamar mandi dan melihat kena melepaskan handuknya hendak berpakaian , melihat dengan jelas tubuh kena dibalik kaca meja rias kena.


"sungguh ujian dipagi hari , indahnya tubuhmu sayang kau bukan miliku kakak ipar " batin zain


***


selesai dengan urusannya kena keluar dari kamarnya membiarkan zain yang masih tertidur diranjangnya.


zain yang melihat kena keluar langsung membuka matanya lebar , lalu secepat kilat bergegas kekamarnya untuk mandi.


zain selesai mandi ia bergegas sarapan dibawah menyapa semua yang ada diruang makan.


"pagi semua" sapa zain dengan penuh senyum gembira


"zain agaknya kamu sedang gembira sekali ada apa " tanya ibu may


"tidak ada bu , hanya aku senang jadwal wisuda diundur 5 hari lagi jadi kita akan lebih lama disini "


mendengar ucapan zain kena langsung terbatuk batuk.


"ken pelan pelan makannya, cepat cepat ambil minum " ucap ibu may


***


dikamar .


"ini pasti pemainan nya, hingga harus lembih lama disini " , batin kena


"hey ken "


"kau mau apa lagi kesini, bagaimana kalau keluarga kita tau apa yang akan mereka fikirkan nanti. "

__ADS_1


"sittt.. diam lah kau sangat brisik kakak ipar semua orang pada keluar. "


"kemana "


"entahlah tapi yang jelas sekarang hanya ada aku dan kau dirumah besar ini " ucap zain setengah mengoda kena


"lantas kamu mau apa zain dikamar ku " ucap kena sedikit tegang


"mau apa lagi kakak ipar, aku mau memerawanimu " ucap zain mendekati kena namun kena selalu memundurkan dirinya sampai mentok didinding.


"kau tidak bisa lari kakak ipar " sergah zain sambil mengunci tubuh kena dengan tanganynya ke dinding.


"apa yang kau mau zain "


"apa kau tidak dengar kak aku mau memerawanimu "


"apa kau sudah gila! "


"ya gila karena mu " ucap zain dengan menyungingkan senyuman


semakin dekat wajah zain pada wajah kena, tubuh kena seketika menegang , detak jantungnya seakan tidak beraturan kini ia pasrah dan memejamkan kedua matanya.


zain yang melihat kakak iparnya seolah pasrah kemudian tertawa terbahak bahak karena ia telah berhasil menjaili kakak iparnya.


"haha hah ha ha kau takut " ucap zain sambil melengang keranjang kena.


"apa dia mengerjaiku " batin kena


sambil menahan malu.


"kau tenang saja aku tidak akan memerawanimu kena, kakak iparku sayang kecuali kau yang minta " ucap zain sambil tersenyum mengoda.

__ADS_1


"kau memang sudah gila zain " ucap kena sebal


bersambung


__ADS_2