
6 bulan sudah berlalu han dan kena sudah resmi bercerai , hanpun sudah memberitahukan pada publik bahwa rosa sekertarisnya adalah istrinya.
dengan memgelar pesta resepsi mewah disebuah hotel berbintang lima dibali, yang dihadiri keluarga besar han serta para pengusaha pengusaha ternama bahkan han mengundang para wartawan untuk ikut serta disana.
usai resepsi yang mereka gelar han dan rosa memutuskan untuk pindah kerumah yang sudah mereka beli sebelumnya.
***
disisi lain zain dan kena pun sudah merencanakan sebuah pernikahan yang akan mereka gelar sebulan kemudian usai resepsi han dan rosa.
awalnya zain nampak ragu , kedua orang tua kena akan menerimanya usai perceraian antara abangnya han dan kena.
namun , setelah ia menceritakan perihal pernikahan han dan rosa serta perasaannya pada kena , sebelum kena menjadi kakak iparnya membuat orang tua kena pun merestui hubungannya dengan kena dan menyetujui pernikahan mereka nanti.
***
sedang tina dia sampai detik ini belum menemukan pria breng**ek yang sudah menodainya.
kini kehamilanya sudah memasuki minggu terakhir yang pasti dia mau tidak mau akan segera melahirkan anaknya .
***
pagi dikediaman keluarga han
kena dan zain beserta keluarganya termasuk han dan rosa nampak sedang berkumpul membicarakan rencana pernikahan zain dan kena.
disaat tengah membahas soal wedding organaiser yang cocok tiba tiba terdengar teriakan dari kamar tamu yang ditempati oleh tina dirumah itu.
"tolong tolong aw.!! tolong!! aw!! sakit...!! "
semua yang mendengar suara tina langsung berteriak serempak menyebut nama tina " tina!!! "
"apa jangan jangan dia mau melahirkan!? " ucap zain
"mungkin ayo kita harus segera menengoknya! " ucap kena
semua yang ada diruang keluarga pun sontak berlari kearah kamar tina.
"tina apa yang terjadi nak? " tanya ibu may khawatir mendekat ketina.
"ibu sakit..! sakit! bu "
"zain ! , han ! ayo !kita bawa tina ke rumah sakit segera ! kalian bopong tina ya!? "
zain dan han mengangguk bersamaan kemudian mulai mendekat ketubuh tina dan membopongnya bersama masuk kemobil dan segera membawanya kerumah sakit terdekat.
"tahan ya nak tahan? " ucap ibu may pada tina sambil mengelus kepala tina dipangkuanya.
"sakit bu..! "
"iya sayang bersabarlah sebentar lagi kita sampai "
***
10 menit berlalu akhirnya mereka sampai dirumah sakit .
zain dan han turun kemudian menurunkan tina dengan hati hati dan meletakan keatas brangkar .
"agaknya dia akan melahirkan, segera bawa keruang bersalin saja sus! " perintah seorang dokter disana.
mendorongnya cepat brangkar dokter dan suster membawa tina keruang bersalin.
__ADS_1
"kalian sebaiknya menunggu diluar kecuali suaminya " ucap salah satu suster sebelum menutup pintu ruang bersalin.
semua hanya diam tiba tiba han mengacungkan tanganya dan mengaku sebagai suaminya kepada suster tadi.
" sa saya suaminya sus saya yang akan menemaninya "
"baiklah silahkan ikut masuk yang lain tolong tenang menunggu diluar. "
sebelum han masuk keruangan bersalin ibu may memegang lengan han.
"sayang terimakasih , terimakasih sudah mau menemani tina "
"tidak apa bu aku hanya ingat ketika rosa mengalami keguguran kemaren tidak ada yang menemani , sungguh aku tidak ingin tina juga mengalami hal yang sama dengan rosa "
"baiklah nak masuklah kami disini menunggu dan mendoakanya "
***
ibu may dan zain menunggu diluar ruang bersalin.
ibu may tanpak sekali raut wajahnya menghawatirkan keadaan tina.
meski tina bukan lah siapa siapanya tapi dia sudah menganggap tina sebagai anaknya lagian selama tina hamil dia tiggal dirumahnya tentunya mereka sangat dekat bangaikan anak dan ibunya.
zain yang diluar juga merasakan cemas sama dengan ibu may.
dari sudut lain kena dan rosa datang menghampiri mereka.
"ibu bagaimana keadaan tina? " tanya rosa pada ibu may.
"dia akan melahirkan dan kini sedang ditangani dokter diruang bersalin "
"semoga mereka selamat ya bu "
"bu lalu dimana mas han? bukankah tadi ikut kesini ?"
"dia ada didalam sedang menemani tina, rosa ibu harap kau jangan berfikir yang tidak tidak ya? han hanya kasian pada tina dia mengingat kau berjuang sendiri waktu keguguran kemaren membuatnya jadi kasian dengan tina . han tidak ingin hal yang sama terjadi pada tina "
rosa pun mengangguk paham .
***
kena berjalan mulai duduk disebelah zain , ia menatap pria yang ada disampingnya.
"hey zain kau kenapa nampak cemas begitu? "
"tidak ada hanya merasa kasian pada tina dia berjuang melahirkan sendiri tanpa suami disisihnya. tapi syukurlah bang han mau menemaninya didalam "
"syukur deh kalau begitu kau tenang saja kita do'akan saja yang terbaik untuk tina semoga anak dan ibunya selamat " ucap kena menenangkan zain.
"sayang seandainya nanti kita menikah dan kau hamil aku akan menjaga dan menemanimu selalu , bahkan saat dimana kau benar benar
membutuhkanku disaat persalinan seperti tina hadapi ini aku janji sayang " ucap zain tiba tiba sambil membawa kena kedalam pelukanya.
"benarkah aku akan pegang janjimu zain! aku akan pegang!."
"em " zain mengangguk mengiyakan kau bisa pegang janjiku kena kau bisa pegang.
***
usai menunggu sekitar hampir 1,5 jam akhirnya terdengar jelas tangisan seorang bayi "oek! oek! !! oek!!.. "
__ADS_1
"bu agaknya anak tina sudah lahir " ucap rosa antusias.
"syukurlah " ibu may dan rosa saling berpelukan merasa senang mendengar tangisan bayi yang tak lain ialah anak tina dari dalam ruang bersalin.
pintu ruang bersalin terbuka menampakan han yang keluar dari sana nampak bahagia.
"ibu ! rosa! tina sudah melahirkan dengan selamat !!? dia melahirkan baby boy! " teriak han berhambur mendekap ibu may dan rosa yang tengah berpelukan tadi.
"iya sayang ibu senang sekali "
"iya mas aku juga ikut senang sekali dengan lahirnya anak tina semoga kita kelak bisa merasakan hal yang sama dikaruniai seorang anak ya mas " ucap rosa pada han.
han hanya diam mulai sedikit menitihkan air matanya nelepaskan pelukan pada ibu may dan rosa kemudian memeluk rosa seorang.
"aku janji sayang kita akan memiliki seorang anak suatu saat nanti percayalah padaku, maafkan aku !? gara gara kepergianku waktu itu kita jadi harus kehilangan anak kita "
"tidak mas jangan salahkan diri mas sendiri mungkin ini takdir kita dan karma kita karena sudah menikah tanpa restu orang tua kita kemaren "
ibu may tertegun mendengar percakapan haru antara rosa dan han anaknya mendekat dan mengusap bahu han pelan seraya menasehati " sudahlah sayang kalian jangan menyalahkan diri kalian angap ini sebuah takdir dan angaplah kalau dia belum rejeki kalian . ikhlaskan pasti tuhan akan memberikanya nanti yang jauh lebih baik darinya percayalah sayang "
***
kini tina sudah dipindahkan diruang rawat inap nampak zain dan kena mendampingi disana. sedang han dan rosa serta ibu may pamit pulang dan akan kembali lagi nanti.
"tina bagaimana rasanya melahirkan? " tanya kena penasaran.
tina pun tersenyum mendengar pertanyaan kena "kau nanti juga akan tau ken setelah kalian menikah dan kau hamil nanti pasti kau mengalaminya."
kena terkekeh sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar jawaban tina.
zain yang ada disamping kena menyengol sedikit lengan kena dengan sikunya " kau ini sayang sudah ngebet ya! mau punya anak! " goda zain.
"ih!! engak gitu ya aku kan ! cuma nanya !" kena mengerucutkan bibirnya.
tina dan zain terkekeh melihat bibir kena.
***
hening diantara mereka. tiba tiba bayi tina menangis "oek oek!! "
"ya ampun babymu nangis tin? " kena bergegas mengambil anak tina dari ranjang beby.
"uluh uluh anak ganteng kok nangis, mungkin dia haus tin? " kena pun memberikan baby tina pada tina.
"iya mungkin dia haus aku akan menyusuinya "
"zain!! hus hus!! kau keluar gih tina mau menyusui anaknya!!? " usir kena pada zain mendorong dorongnya agar segera keluar dari ruangan tina.
"iya iya.. aku keluar tapi cup dulu dong!? " ucap zain seraya memberi aba aba pada kena untuk mencium pipinya.
"oek!! oek !! " baby tina terdengar menangis makin keras tanpa aba aba kena pun mengecup kilat pipi zain sebelah kanan meski malu dilihat oleh tina.
"apa ini gak terasa, !"
"idih udah sana cepat keluar kasian beby tina menangis haus " usir kena lagi pada zain .
"tapi cup lagi ! sebelah kiri kan belum "
"hiiiih! zain!! cup! nah puas cepat keluar! "
zain pun keluar dengan puasnya dapat menjahili kena lagi setelah sekian bulan tak melakukanya.
__ADS_1
bersambung