
pagi ini semua keluarga han berkumpul untuk sarapan bersama.
"kangen rasanya dengan rumah ini " ucap ibu may
"sama nyonya saya juga kangen sama rumah ini " cletuk bibi as
mendengar cletukan bibi as semua tertawa .
semua hidangan sudah tersedia semua makan dalam diam.
***
selesai sarapan han bangkit dari duduknya hendak pergi kekantor tapi nenek melarangnnya.
"han ! kau mau kemana? "
"mau ke kantor nek kemana lagi "
"hari ini kau tidak usah kekantor! duduklah lagi nenek ada sesuatu untukmu dan kena "
mendengar nenek menyebut ia dan kena istrinya han langsung kembali duduk , seolah penasaran apa yang akan neneknya berikan.
"ini untuk kalian " ucap nenek mertua sambil menyodorkan sebuah amplop pada han dan kena.
"apa ini nek ?? "
"bukalah "
han akhirnya membuka amplop pemberian neneknya.
"tiket?? "
"ya itu tiket bulan madu kalian ke london "
"bulan madu!? "
mendengar kata bulan madu sontak kena dan han saling melirik .
"bulan madu nek tap "
"no tapi tapian pokoknya siang nanti kalian harus berangkat kelondon titik "
"lalu gimana kantor nek "
"kau tenang saja biar zain yang urus, iya kan zain "
"apa ! nenek yakin zain bisa ?"
"tentu saja, zain kau mau kan kekantor mengantikan abangmu "
"kenapa zain nek " tanya zain
" kalau tidak kau siapa lagi, kau kan sudah selesai dengan kuliahmu mau apa lagi kalau tidak ikut mengurus perusahaan itu "
" baiklah terserah nenek saja. " ucap zain berlalu kekamarnya
"nah gitu dong! itu baru cucu kesayangan nenek "
"apa aku bukan cucu kesayangan nenek?? " rengek sya
mendengar rengekan sya sontak semua yang masih berada didepan meja makan tertawa.
"tentu kau juga cucu kesayangan nenek " ucap nenek mertua sambil mengelus elus rambut sya yang masih duduk disamping nenek nya.
__ADS_1
han dan kena akhirnya pasrah dengan keputusan nenek mereka.
"baiklah kita permisi mengemas baju yang akan kami bawa nanti " ucap han mengajak kena kekamarnya.
sedang zain bersiap kekantor han.
***
sesampainya zain dikantor ia memangil semua staff pekerja dan memberitahukan bahwa atasanya han , hari ini cuti dan ia sebagai pengantinya sementara.
semua staff dikantor han pun mengangguk mengerti dan kembali keposisi masing masing.
-
-
"aduh sial jadi terlambat gara gara mas han tidak menjemput ku " umpat rosa
rosa yang baru sampai langsung berjalan masuk keruangan han.
ceklek
" kenapa kau tak menjemputku !" betak rosa
zain yang duduk dikursi membelakangi meja han sambil memeriksa sebuah dokumen , tiba tiba dikejutkan dengan seseorang wanita yang masuk keruanganya dan membentaknya . karena penasaran zain membalikan kursinya dan dia memicingkan matanya pada sosok wanita tadi yang tak lain ialah sekertarisnya han rosa.
rosa melihat seseorang yang berada dikursi kebesaran han bukanlah han ia membelalakan matanya.
"maaf anda siapa kenapa berteriak padaku ?" tanya zain sopan
"ma maaf saya masuk begitu saja , saya sekertaris mas eh tuan han maksud saya tuan "
zain melihat rosa dari atas sampai bawah "catik juga sekertaris bang han "
"em duduklah , siapa namamu? "
"rosa tuan , ma maaf tuan siapa anda kenapa berada diruangan tuan han? "
"saya sekarang atasanmu mengantikan bang han selama dia cuti paling tiga hari kedepan "
"cuti! "
"kenapa? bukankah biasa seorang bos cuti "
"ti tidak tuan hanya saja tidak seperti biasanya tuan han cuti "
"dia sedang berbulan madu dengan istrinya " ucap zain
"baiklah tuan zain maaf sudah menganggu anda saya akan pergi keruangan saya "
zain mengangguk
***
pov rosa
"apa dia pergi berbulan madu, dia tidak bisa dibubungi lagi, kenapa kau tega mas padaku dan anak kita " umpat rosa dalam hati sambil menangis sesegukan diruanganya.
"hiks hiks hiks kau tega mas " tangis rosa
"harusnya aku yang berada disampingmu mas ! bermanja minta ini itu mengidam ini itu seperti ibu hamil lainnya tapi apa !? kau malah asik berbulan madu dengan istri barumu hiks hiks hiks.. "
"kenapa kau buat aku jadi seperti ini
__ADS_1
ma...s "
***
setelah lelah menangis rosa tiba tiba pingsan. seorang saff yang mengetahuinya berteriak teriak meminta tolong.
"tolong tolong mbk rosa pinsan "
mendengar teriakan zain keluar dari ruanganya dan menghampiri kerumunan diruangan rosa.
"ada apa ini?? "
"mbk rosa ditemukan tidak sadarkan diri tuan "
"apa! cepat segera bawa kerumah sakit takutnya terjadi apa apa padanya " ucap zain
"baik tuan "
***
dirumah sakit zain menemani rosa sampai ia siuman.
"au aku ada dimana ini?? "
"kau ada dirumah sakit, istirahat saja. kata dokter kau hamil jangan banyak fikiran yang mengakibatkan stress itu tidak baik "
"baiklah tuan trimakasih anda sudah menolong saya "
"sama sama, ngomonh ngomong dimana suamimu biar aku memberitaunya tentang keadaanmu di sini "
mendengar zain mengucap suami membuat air mata rosa menglir sendiri tak terbendung .
" hey kenapa kau menangis , apa pertanyaanku menyakitimu? "
"tidak tuan hanya saja saya ingat. bahwa suami saya tengah ada pekerjaan diluar kota biar nanti saya kabari sendiri tuan " ucap rosa berbohong
"baiklah jika itu maumu, apa disini kau ada keluarga biar aku hubungi mereka "
rosa mengeleng "tidak ada tuan saya hanya tingal dengan suami saya diapartemen "
"em.. baiklah karena suamimu tidak ada bagaimana kalau aku antarkan kau pulang keapartemenmu "
"baiklah jika tidak merepotkan "
"tidak sama sekali santai saja " ucap zain
***
sampai di depan apartemen
"tuan disini saja saya bisa sendiri "
"kau yakin "
"iya tuan, sekali lagi terima kasih atas bantuanya "
"baiklah hati hati jaga dirimu, jika besok kau belum sehat liburlah sampai kau benar benar sehat " ucap zain berlalu dari hadapn rosa .
" adikmu saja perduli padaku tapi kau tidak, bahkan untuk sekedar memberi kabar kau akan pergi pun tidak ada " batin rosa
"hiks hiks... "
bersambung
__ADS_1