Iparku Mencintaiku

Iparku Mencintaiku
pengakuan


__ADS_3

sesampainya han dan rosa di kediaman keluarga han.


"sayang ini kan rumah kamu, kita mau apa kesini? "


han mengandeng tangan rosa mengajaknya masuk "sudah tidak usah banyak tanya sayang nanti kau juga akan tau maksud ku bawa kau kesini "


rosa tiba tiba menarik tangan han untuk berhenti " tidak ! aku takut mas bertemu keluargamu , bagaimana jika mereka tau hubungan kita? "


"sett diamlah mereka sudah tau jadi kau jangan risau nenek yang menyuruhku membawamu kesini "


rosa kaget mendengar ucapan han sekilas langsung melepaskan tanganya dari gengaman tangan han "apa!! mas han tidak bercanda kan !?"


han mengeleng kemudian meraih tangan rosa kembali membawanya untuk masuk kedalam rumahnya.


ya tuhan bagaimana ini, aku belum siap bertemu mereka.


"kau jangan takut ada aku disampingmu sayang " ucap han menenangkan hati rosa.


***


diruang keluarga


"nenek! " sapa han


nenek memutar wajahnya kearah sumber suara melihat dari atas sampai bawah sosok yang digandeng tanganya oleh han oh dia lumayan cantik pantas cucuku tergila gila padanya!


rosa merasa gugup melihat nenek han yang menelisik kepadanya.


"nenek!? " han mau mengulangi pangilanya.


"hem ... apa ini yang namanya rosa!? "


"iya nek! rosa kenalkan ini nenek ku "


"saya ros nenek " rosa mengambil tangan kanan nenek han dan mencium pungung tanganya.


dia sopan juga "duduklah jangan sungkan kau kan menantu rumah ini sudah semestinya ini juga rumahmu bukan " ucap nenek


rosa tanpak terkejut mendengar ucapan nenek han ternyata tak seperti yang kutakutkan.


***


kena nampak memandang Rosa sekilas yang duduk disebelah han dia cantik pantes mas han jatuh cinta kepadanya.


"hey kenapa kok bengong " bisik zain pada kena


"lihat istri mas han cantik ya? " bisik kena pada zain


"aku tau tapi kau jauh lebih cantik darinya kok "


"gombal! "


"gak percaya ntar ngaca deh pasti tau kalau calon istri zain kasam itu cantik "


mendengar bisikan zain kena tersipu wajahnya tiba tiba nemerah karena malu.


"ehem!! " deheman nenek menyentakan keduanya.


"nenek mau kekamar dulu "


***


"han ajak rosa istirahat dikamarmu , " ucap ibu may


"tapi ken"

__ADS_1


"kau tenang saja barang barang kena sudah dipindah di kamar kosong samping kamar zain ."


han pun mengangguk pamit pada semua dan mengandeng tangan Rosa membawanya kekamar miliknya.


***


"mereka tanpak serasi bukan "


"halah serasian juga kita sayang " bisik zain


"idih gombal nya!! "


"gak percaya sini aku gandeng tanganmu kita kekamar yok! "


"ogah aku bisa jalan sendiri " ucap kena berlalu meninggalkan zain mematung diruang keluarga.


kena kena kau ini lucu sekali " tunggu aku hey!! "


zain pun menyusul kena dibelakangnya.


***


"ini benar alamatnya zain jalan singa naga nomor 10 sama seperti yang temenya berikan ! aku akan coba mengetuk bel rumahnya? "


ting ! tung .. ting! tung!..


ceklek bibi as membukakan pintu "maaf siapa ya!?"


"maaf mau tanya apa benar ini rumahnya zain kasam? "


" iya benar ini rumahnya mas zain, dengan siapa dan ada perlu apa anda dengan mas zain? "


"saya Tina temen zain boleh saya bertemu dengannya? "


"boleh silahkan masuk , silahkan duduk non saya pangilkan dulu mas zainnya "


***


"siapa bik? "


"seorang cewek mas namanya Tina "


tina mau apa dia kesini


***


diruang tamu


"Tina ! mau apa kau kesini!? " tanya zain


"zain.. ! tentu saja untuk menemuimu "


"bagaimana bisa kau tau alamat rumahku!? "


"kau tidak perlu tau soal itu zain "


"lantas apa yang membuatmu kesini ?"


"kau lihat aku, lihatlah perutku " tina menunjuk perutnya masih rata agar zain mau lihatnya.


zain menatap heran apa maksudnya?


"ada apa dengan perutmu!? "


"disini ada anakmu, anak kita zain! " ucap tina meyakinkan .

__ADS_1


"anak kita cihh!! apa buktinya kalau itu anakku "


tina pun mengeluarkan beberapa lembar foto yang ia sempet ambil dan cetak memberikanya pada zain.


***


sedang keluarga zain nampak keluar keruang keluarga nampak ibu may , kena , rosa serta han disana mendengar gegaduhan di ruang tamu.


"ada apa ini !?" tanya ibu may


"eh tante, selamat malam " sapa tina mencium punggung tangan ibu may.


ibu may tanpak tidak suka dengan gelagad tina didepanya.


zain tanpak mrngamati foto yang berikan oleh tina padanya seketika ia menyungingkan senyumnya kau menjebak ku rupanya!!


"zain ! bagaimana kau sudah melihat fotonya!? terbukti bukan kalau ini anakmu? "


kena yang baru mau masuk ruang tamu kembali lagi kekamarnya usai mendengar ucapan wanita yang berada didepan zain. wanita itu hamil anak zain! dasar otak mesum !! ternyata laki laki sama saja seenaknya sendiri!! egois! batin kena setengah jengkel kembali kekamarnya.


***


zain menatap tina tajam "kau jangan angap aku bodoh ya! "


"maksudmu!? , bukankah foto itu sudah jelas kalau kau adalah anak dari janin yang aku kandung "


"ya itu dalam mimpimu! " ucap zain


"apa maksudmu berkata seperti itu!? "


zain melangkah mendekat kearah tina dan mencengkram erat bahunya "hey kau dengar aku tidak sebodoh yang kau kira lihat ini !" zain melepaskan cengkramanya dan mengeluarkan benda pipihnya membukakan vidio yang terekam disaat dia pertama berkunjung keapartemen tina.


"lihat ini lihat!! "


tina pun mengambil benda pipih milik zain dan melihatnya, seketika kedua bola matanya melotot .


tergambar jelas disana zain tengah meminum minuman buatan tina , tiba tiba merasa ngantuk dan tertidur kemudian tina memapahnya masuk kekamarnya.


zain melihat espresi tina tersenyum sinis "apa kau kaget aku bisa mempunyai vidio itu!? awalnya aku berniat baik memasang cctv untuk mengawasimu karena aku takut akan terjadi apa apa padamu karena kau tinggal sendiri.. tapi sekarang cih! aku sadar kau tak lebih dari ular berbisa! "


"kau tau aku bisa melaporkan kamu ke polisi atas dasar pencemaran nama baik! "


***


tina nampak resah dengan penuturan zain ia menunduk dan mula nangis, tiba tiba ia memegang kedua kaki zain bersimpuh ... .


"zain ! maafkan aku hiks sungguh aku terpaksa melakukannya!! zain maafkan aku hiks hiks!! "


"tina apa yang kau lakukan apa kau sudah tidak malu!? bagun! ayo bangun! "


"tidak sebelum kau memaafkanku! dan berjanji tak akan melaporkanku kepolisi! "


zain nampak menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya kasar "baiklah aku akan memaafkanmu asal kau ceritakan apa yang telah terjadi padamu sampai sampai membuatmu tega menjebakku!? kau temanku tak seharusnya kau begini "


zain memegang bahu tina mengajaknya bangun dan duduk disofa ruang tamu.


"te terimakasih zain hiks hiks? "


zain mengambil tisu dan menyodorkanya pada tina " nih tisu lap tuh ingusmu ! ceritakan perihal masalahmu dan soal kehamilanmu "


tina pun menceritakan perihal peristiwa yang ia alami pada zain dari awal ia datang ke clab , sampai terbangun sudah tanpa baju dikamar hotel , perihal barang milik cowok breng**k itu dan peristiwa saat ia menjebak zain .


zain pun mangut mangut mengerti dan akhirnya ia mau memaafkan tina.


"tina! aku tau apa yang kau rasakan tapi perbuatanmu ini salah ! salah besar "

__ADS_1


"tina tanpak menangis sambil tertunduk air matanyapun tak lagi bisa dibendung "hiks hiks te terimakasih zain!? "


bersambung


__ADS_2