
mendengar isi amplop yang diberikan nenek kepada bang han dan kena yang isinya ternyata tiket bulan madu mereka ke london . aku merasa sesak dada ini mencoba menetralkan diriku tak kala nenek meminta ku untuk mengurus perusahaan bang han selama mereka berbulan madu dilondon.
meskipun awalnya aku menolak tapi akhirnya aku pun mengiyakan.
dikantor , aku awalnya gugup padahal aku sudah biasa kesini mungkin terakhir 5 tahun lalu sebelum kejepang. tapi aku harus apa karena memang baru pertama kalinya mengurus perusahaan aku berinisiatif untuk memangil semua staff untuk memberitahukan pada mereka bahwa aku mengantikan bang han selama dirinya cuti.
semua staff sudah mengenalku mungkin yang staff baru atau pekerja baru saja disini yang belum mengenal ku. karena mereka mengenalku maka mudah buatku membuat mereka mengerti.
***
baru pertama dikantor tiba tiba ketika aku tengah duduk dikursi kebesaran abang ku han. sosok wanita cantik masuk dan mengagetkanku dengan betakkanya
"kenapa kau tak menjemputku! " teriak wanita itu
mendegar kata itu aku berfikir sejenak ada hubungan apa wanita itu dengan bang han.
kutanyakan siapa dirinya yang ternyata sekertarisnya bang han bernama rosa .hemm kulihat dari atas sampai bawah ternyata cantik juga sekertarisnya fikirku sebelas dua belas dengan kena tapi kena tetaplah yang paling cantik bagiku.
***
selang beberapa menit melihat beberapa dokumen terdengar suara kegaduhan para staff diruangan sebelah yang ternyata ruangan si sekertsris tadi . ia terlihat pingsan diruanganya pada saat itu akupun panik akhirnya aku perintahkan beberapa staff untuk membantu membawanya kerumah sakit.
sampai dirumah sakit para staff kantor aku minta untuk kembali ke kantor dan tersisalah aku yang nenunggu pemeriksaan rosa.
__ADS_1
setelah hampir 10 menit kumenunggu diluar ruangan pemerikasaan rosa dokter mengajak berbincang ia menanyakan apa aku suaminya rosa dengan terpaksa aku pun mengiyakan.
dokter memberikan saran untuknya istirahat dan tidak banyak memikirkan banyak hal yang bisa membuatnya stress dan memicu keguguran. aku pun turut menasehatinya meski ku pikir aku siapanya aneh kan .
***
melihat rosa siuman aku mencoba menanyakan dimana suaminya biar aku kabari bahwa dirinya tengah di rumah sakit , tapi yang kulihat ia malah menangis.
"apa pertanyaan ku menyakitimu ?" tanyaku pada rosa
"tidak tuan hanya saja kini suamiku tengah bekerja diluar kota " jawabnya
entahlah apa dia bohong atau tidak , kembali aku bertanya apa ada keluarga yang bisa aku hubungi padanya.
mendengar jawabnya seolah ada rasa simpati dihatiku
kasian ditengah ia sedang hamil ia sendirian suaminya keluar kota untuk bekerja, kelak jika aku menikah tidak akan aku biarkan istriku sendirian.
***
setelah dokter memperbolehkan rosa pulang aku mengantarkannya disebuah apartemen yang kurasa memang tidak asing. bukankah ini apartemen yang sama dengan yang bang han punya fikirku tapi aku tak mengatakanya.
***
__ADS_1
dirumah fikirku melayang layang soal omelan rosa ketika awal masuk keruangan bang han kenapa kau tak menjemputku dan apartemen yang sama .
apa mereka ada hubungan tapi rosa hamil , kira kira siapa suaminya apa bang han ah mana mungkin fikirku.
***
sudah malam bagaimana kena disana duduk bersebelahan melewati malam didalam pesawat bersama bang han.
apa kena akan tidur dibahu bang han ?? sama seperti dengan ku kemaren??
ahh pusing kena kena .. oh tuhan kenapa kau membuatku mencintainya tapi kau tak membuatku bisa memilikinya.
apa yang akan terjadi dengan mereka berdua disana , apa mereka akan melakukanya ah sial bukankah untuk itu mereka berbulan madu.
apa akan ada cinta usai mereka bulan madu nanti?? sial fikirku kalut sendiri oleh nya .
ku coba mengirim pesan lewat watshaap meski ku tau dia tengah berada dipenerbangan dan yang ku yakin hpnya tengah tidak aktif.
"selamat untuk tiket bulan madunya kakak ipar, bahkan kau tidak sempat berpamitan padaku " isi pesanku yang hanya centang satu
ah bodohnya aku sudah tau hpnya tidak aktif masih saja aku mengirimnya pesan
karena frustasi pesan ku tidak terkirim ku hempaskan kasar benda pipih itu keranjangku bersama tubuhku dan terlelap sudah mata ini.
__ADS_1
bersambung.