
setelah cukup lama bibir mereka bertautan akhirnya zain melepaskan bibir kena.
"hah ..! kena sayang maafkan aku ya! aku sudah keterlaluan padamu. nanti aku akan ceritain perihal kehamilan tina tapi percayalah padaku dia bukan hamil anakku! "
kena mengangguk dilihatnya mata zain nampaknya dia tidak berbohong .
***
sore hari
zain dan kena baru sampai dirumah kediaman keluarga han , nampak zain mengandeng tangan kena berjalan memasuki rumah keluarga han.
kena dan zain tak henti hentinya tersenyum senang bisa menikmati waktu dikantor bersama.
nenek yang melihat cucu dan cucu menantunya nampak bahagia merasa senang kena kena setidaknya kalau kamu cerai dengan han kau masih bisa menjadi cucu menantuku lagi dengan zain menikahimu nanti.
"sore nenek? " sapa kena dan zain bersamaan sambil mencium punggung nenek mereka.
"sore sayang, kalian nampak bahagia sekali ada apa? "
"tidak ada apa apa nek hanya saja , ternyata kena bekerja diperusahaan yang aku pimpin jadi setiap hari kita bisa bertemu "
"benarkah kena sayang oh.. sungguh nenek senang sekali kalau begitu itu bagus kalian akan semakin dekat dan lebih bisa mengenal satu sama lain "
zain dan kena mengangguk bersamaan.
"nek kami permisi dulu mau mandi dan istirahat "
"iya sayang kalian pergilah membersihkan diri tapi ingat zain jangan macam macam dulu pada kena kamu ingat kena belum sah bercerai dengan han dan kau belum menjadi suaminya kena !"
"siap nek! nenek tenang saja kita akan bersabar kok untuk melakukan itu iya kan sayang " goda zain memainkan kedua alisnya menghadap kearah kena.
mendengar godaan zain kena sontak memukul lengan zain "ih kau ini otak mesum " bisik kena sebelum berlari menaiki anak tangga.
zain terkekeh kau masih saja memangilku otak mesum.. "hey tunggu..! awas ya kalau dapat " teriak zain berlari menyusul kena menaiki tangga.
***
dikamar kena
kena masuk kamar dan merebahkan dirinya diatas ranjang empuknya "nikmatnya bisa rebahan.. "
zain masuk kedalam kamar kena dan menguncinya melihat kena tengah berbaring diranjangnya.
"hey kau yang memangilku otak mesum , aku datang buat ngelihatin betapa mesumnya otakku ini " ucap zain menyungingkan senyumnya.
kena yang melihat zain masuk dan berjalan keranjangnya dengan cepat bangkit dari ranjangnya menghindar .ups zain!!
__ADS_1
"halo sayang si otak mesum datang... " zain berjalan kearah kena yang sudah bangkit dari ranjang berdiri disudut kamarnya.
mendekat dan semakin dekat menunci ruang pergerakan kena dengan lenganya disudut dinding kamar.
"hey sayang disini saja .. si otak mesum ini sudah disini " ucap zain menatap kena seperti singa yang kelaparan hendak menerkam mangsanya.
"zain !! kau mau apa ingat kata nenek ya ! aku masih kakak iparmu dan kau belum jadi suamiku jangan macan macam !!"
"kau benar tapi kau sudah memangilku otak mesum jadi aku cuma ingin memperlihatkan padamu seberapa mesumnya aku sayang.. "
zain mulai mendekatkan wajahnya kewajah kena mulai melum*t bibir ranum kena lagi seperti yang ia lakukan tadi dikantor , namun kini ia melakukanya lebih panas dari yang tadi.
usai melum*t bibir kena ia mulai menciumi tengkuk leher kena dan memberikan tanda kepemilikanya disana mengigit gigit leher jenjang kena yang nampak putih bersih.
"auh.. " kena meraung " sakit zain.. "
mendegar kena meraung kesakitan zain pun melepaskan gigitannya "maaf sayang aku sangat bergairah sekali rasanya melihat dirimu rasanya aku ingin menerkammu sekarang " bisik zain ketelinga kena.
"zain! sabar kita belum sah jadi suami istri kau ingat? " ucap kena mendorong pelan tubuh zain agar bisa keluar dari kungkungan zain.
"ets kau mau kemana..? zain mengunci kembali pergerakan tubuh kena kedinding.
"aku mau mandi, lengket rasanya tubuhku bauk asam juga, apa kau tak menciumnya? "
"tidak ! buat ku kau mandi atau belum tetap saja wangi " ucap zain menciumi leher jenjang milik kena.
"bagaimana kalau kita mandi bareng sayang kau bisa memgosok punggungku dan aku sebaliknya bisa mengosok punggungmu gimana " ucap zain setengah mengoda kena dengan memainkan kedua alisnya .
"boleh tapi biarkan aku keluar dulu dari kungkunganmu "
"baiklah " akhirnya zain melepaskan kungkunganya terhadap kena.
kena yang merasa zain sudah melepas kungkunganya pun segera berlari cepat masuk kekamar mandi dan menguncinya.
"hey kau.. jangan lari! " zain mulai mengejar kena kekamar mandi namun kena sudah menguncinya lebih dulu dari dalam.
didalam kamar mandi kena terkekeh sendiri "xixixixi.. rasain aku kerjain wkwkwk "
dok dok dok "hey buka pintunya ! " teriak zain sambil mengedor ngedor pintu kamar mandi kena .
"bodo rasanin siapa suruh jahil aku jahilin balik xixixi.. "
kena tak mengubris mendengar gedoran pintu kamar mandi yang dibuat zain, dia lebih memilih menikmati mandi dengan guyuran air syower keseluruh badanya.
***
zain merasa gedoranya tidak diubris oleh kena akhirnya pasrah dan merebahkan tubuhnya diranjang kena.
__ADS_1
bruk " ah nikmatnya berebah.. mungkin aku tunggu dia keluar saja "
hampir 10 menit berlalu kena pun keluar dari kamar mandi melirik kesana kemari mencari keberadaan zain dan dilihatlah zain tengah berbaring diranjangnya. "zain.. ? kok dia diem aja"
kena berjalan mendekat kearah zain "pantes dipangil gak nyaut tidur rupanya "
***
dikamar han
rosa terduduk dimeja rias membelakangi han yang tengah berbaring melepas penatnya usai dari kantor diranjangnya.
"mas kemana gelang mu? kenapa ku lihat kau tak pernah memakainya lagi " tanya rosa pada han tiba tiba sambil menghapus make upnya.
"gelang apa sayang ?"
rosa memutar tubuhnya melihat kearah han "gelang yang kubelikan waktu ulang tahun mu tahun kemaren! yang ada inisial Hnya itu lo .."
han setengah kaget bangkit dari rebahanya langsung duduk dan menepuk jidatnya sendiri astaga dimana gelang itu.. aku lupa lagi..
"mas kau kenapa, jangan bilang kau menghilangkanya ya!? "
" a a anu sayang aku lupa narunya ntar aku cari deh ok? "
"awas ya mas kalau sampai hilang itu gelang esklusif yang aku pesan kusus tau buat kamu dan hanya ada satu didunia "
"iya sayang nanti aku cari besok juga pasti ketemu " ucap han menyakinkan rosa .
"oh ya mas soal perceraianmu gimana kau sudah urus? "
"iya sayang sudah aku suruh pengacaraku urus semuanya, nanti kalau aku dan kena sudah resmi bercerai aku akan meresmikan pernikahan kita dan memberitahu kepublik bahwa kau adalah istrinku.
"benarkah mas!!? " rosa berhambur kepelukan han.
"iya sayang.. kau cepat mandi gih bauk " ucap han meledek rosa.
kena menciumi aroma tubuhnya " ehbiya sedikit, kita mandi bareng yuk mas " ajak rosa pada han.
han pun menerima ajakan rosa mulai mengendong rosa ala bridal style.
"au.. kau mengendong ku mas? "
"tentu saja sayang biar rimantis kaya ditv tv itu loh "
bersambung dulu ya reders...
jangan lupa like , komen dan votenya.. kasih vote 10 poin saja pasti autor girang hehehe terimakasih sebelumnya ?
__ADS_1