
Sebelum Tina sadar dipagi itu , Han sudah lebih dulu meninggalkan kamar Hotel yang ia tempati bersama tina dan kembali keapartemen miliknya yang ditempati Rosa saat itu.
Flesback off
Jadi dia wanita di malam itu ! astaga ! . batin Han.
"Kenapa diam! apa Bang Han sudah mengingatnya!?. Bagaimana bisa Abang sudah beristri berani merusak kehormatan seorang Gadis!? . Dimana otak Abang fikir Bang! fikir! ".
"Wak waktu itu Aku mabuk dan tidak sengaja melakukanya "
"Lalu! Aku tidak mau tau soal itu Bang! yang jelas dan terpenting sekarang Abang harus mengakui kesalahan Abang dan bertanggung jawab kepada Tina serta Hasan Anaknya ! nikahi dia Bang? "
Han nampak diam menundukan wajahnya dan masih dengan duduk dilatai.
Sedang Ibu May nampak keluar dari kamarnya usai mendengar suara gaduh diruang keluarganya , karena letak kamarnya dibawah tak jauh dari ruang keluarga.
"Hey kalian ! kenapa ribut ribut ada apa!?" tanya Ibu May yang baru keluar dari kamarnya.
Zain dan Han menengok kearah sumber suara kemudian saling pandang satu sama lain, Han mengeleng pada Zain untuk tidak mengatakan apapun namun Zain tak mengubrisnya.
"Duduklah Bu. Ada yang ingin Aku katakan? " pinta Zain pada Ibu May.
Ibu May menuruti permintaan Zain kemudian Zain menjelaskan apa yang sudah terjadi diantara Mereka dan penyebab kegaduhan yang Mereka perbuat tanpa ada yang ditutup tutupi.
Mendengar penjelasan Zain, terlihat raut wajah kecewa Ibu May namun ada sedikit binar kebahagiaan dimatanya. *Jik**a berarti Han yang membuat hamil Tina berarti Hasan adalah cucuku*.
"Maafkan Han Bu Han sudah bikin kesalahan besar , maafkan Han Bu ?". Han bicara masih dengan tertunduk tak berani menatap Ibunya.
***
Ibu May berjalan mendekati putranya Han yang terduduk dilantai dengan beberapa luka lebab diwajahnya yang tertunduk.
Mengajaknya untuk bangun , berdiri dihadapanya. Ibu May mengengam kedua tangan Han " Han kau anak laki laki tertua disini. Aku tidak pernah mengajarkanmu menjadi seorang pecundang yang lari dari kenyataan dan kesalahan. Ibu minta, Kamu mau bertangung jawab pada Tina dan Hasan ?".
"Tapi Bu, bagaimana dengan Rosa? Akukan sudah beristri Bu"
Ibu May tanpak berfikir sejenak, kemudian menepuk kedua bahu Han berulang kali pelan. " Fikirkan dulu baik - baik, Tina butuh laki laki untuk mendampinginya membesarkan anaknya dan Hasan butuh sosok ayah. Bicarakan baik-baik pada Rosa, cari waktu yang tepat. Ibu yakin kau bisa melakukanya dan Ibu yakin kau akan bijak menentukan apa yang harusnya kamu lakukan. "
"Zain, Han . Ibu minta kalian rahasiakan semua ini dulu terutama pada Tina dan Rosa. sampai Kamu Han ! sudah memutuskan apa yang harus Kamu lakukan pada Tina dan juga Hasan. sekarang obati lukamu Han sana sebelum kembali kekamarmu, takut Rosa akan curiga dan bertanya tanya tentang luka mu itu? " .
***
Usai mengobati lukanya Han beranjak kekamarnya , melihat Rosa tengah duduk dimeja riasnya Ia langsung masuk kamar mandi tanpa menyapanya.
__ADS_1
Rosa merasa ada yang aneh pada suaminya. Masuk kamar tanpa menyapa dan bergelayut manja padanya. "Aneh biadanya dia suka menciumi aroma tubuhku usai Aku mandi tumbenan masuk kamar langsung masuk kekamar mandi.
***
Dikamar lain Kena nampak sudah segar keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Zain nampak kusut berbaring terlentang diranjang Mereka.
Memejamkan mata sejenak tiba tiba Kena menindih tubuhnya seketika mengagetkan Zain.
"A.. sayang " .
"Kok kaget sih , ada apa tumben pulang kerja langsung rebahan capek ya? "
"Lumayan sih oh ya ada kabar sayang . "
Kena mengeryitkan dahinya seolah berfikir heran ada kabar apa .
" Sayang ada kabar bagus Aku sudah menemukan pelaku pemerkosa Tina . Kamu tau siapa orangnya ? Bang Han sayang. "
"Apa! " teriak Kena seketika mendengar kabar dari Zain soal pelaku pemerkosa Tina yang tak lain adalah mantan suaminya sekaligus Kakak Iparnya.
"Kau tidak bercanda kan Sayang? "
"Tidak. bahkan Dia sendiri yang sudah memgakuinya. Gelang Kau tau kan gelang berinisial H itu kan? gelang itu sama persis seperti dugaan kita sebelumnya gelang yang dipesan khusus dan hanya ada satu didunia dan itu gelang milik Bang Han yang dipesan khusus oleh Rosa sebagai hadiah ultahnya. "
"Entahlah. Aku harap dia mau menikahi Tina , sebagai wujud tangung jawab atas perbuatanya. "
"Kita doa kan saja Sayang semoga Mas Han mau bertangung jawab terhadap Tina dan Anaknya "
"Kau benar kalau sampai Bang Han tidak mau tangung jawab siap siap saja akan aku hajar lagi dia! "
"Sudahlah mandi sana sudah bau badanmu gak tahan tau "
"Masak sih coba deh cium ketiak Ku nih nih " Zain mengoda Kena menarik kepala Kena pelan agar mendekat dan mencium bau ketiaknya. Namun kena sudah lebih dulu bangun dan berlari.
"Wekk ogah ogah baukkk... "
"Hehe udah tau bauk masih deket deket juga mau minta jatah ya " goda Zain sambil memainkan kedua alisnya keatas dan kebawah.
"Idih jatah apa!? "
"Jatah buat Anak sayang .. kalau Kamu gak minta ntar malam Aku aja deh yang minta. katanya pengen punya dedek bayi kaya Tina... " goda Zain lagi namun Kena menutup kedua telinganya seolah tidak mau mendengar ocehan Zain yang tengah mengodanya.
***
__ADS_1
Merasa tidak didengar Zain berjalan cepat mendekati istrinya yang tengah duduk menyisir rambutnya di depan meja rias. Memeluk tubuh Kena dari belakang sambil menciumi tengkuk leher jenjang milik istrinya .
Kena merasa kegelian mendadak menghentikan aktifitas menyisir "au Sayang geli lepasin . Cepat mandi sana Kamu bauk . Lanjutin nanti usai mandi bisa kan Sayang " .
" Kau benar! baiklah Aku mandi dulu habis mandi Kita lanjutin semua yang masih tertunda ini ok!! muuuahhh Sayang Aku mandi dulu ...."
Kena tertawa kecil sambil mengeleng gelengkan pelan kepalanya.
***
Usai mandi Zain mendapati istrinya tengah tidur terlentang diranjangnya dengan pakaian tidur yang sangat seksi dan pas dipakai istrinya , membuat air liurnya seolah ingin menetes . sayang sungguh kau sangat menawan sekali.
Naik keranjang pelan berbaring miring disamping istrinya menatap setiap inci kecantikan wajah istrinya. Membelai lembut kulit wajah istrinya , pelan pelan bibirnya mulai mendekat dan semakin dekat kebibir Kena.
astaga apa dia mau menciumku padahal aku sudah pura pura tidur bagaimana ini .. aku harus rubah posisi yah ok..
"emhh " Kena merubah posisi tubuhnya miring membelakangi Zain.
"Ups .. Apa Dia benar benar sudah tidur cepat amat. Biasanya jam tidurnya tidak seawal ini tumben. Padahal Aku mau ajak bikin Anak tapi malah udah tidur ya udah deh ikut tidur aja. "
*Ye**s berhasil* suara batin Kena .
***
Merasa Zain sudah tidur Kena bangun sambil cekikian merasa menang sudah berhasil mengelabuhi Zain suaminya dengan pura pura tidur.
"Astaga Sayang Kau percaya Aku sudah tidur xixixixi padahal Aku cuma mengelabuhimu hehe maaf ya habis Kamu usil ngajakin bikin anak muluk Aku kerjain deh hehehe "
Sebelum Kena berhenti ketawa tiba tiba Zain bangun menarik tubuh Kena kedalam dekapanya.
"Kau berani mengerjaiku Sayang... "
"Zain! Sayang Kau bangun ?"
"Hehe Aku tidur tapi bohong... Kamu bisa pura pura tidur masak Aku gak bisa sih ?"
Seketika wajah kemenangan Kena berubah menjadi masam.
"Ayo kita lanjutin yang sempat tertunda tadi " goda Zain.
A.... tidak......
bersambung
__ADS_1