
*Dua hari kemudian*
Kringgg!!!
Ponsel rumah Erik berdering.
"Halo." salah satu pelayan menjawab panggilan telepon.
".....," cerita panjang lebar dari suatu tempat.
"Nyonya." panggil salah satu pembantu dengan terburu-buru.
"Ada apa?" jawab Caroline yang baru keluar dari dapur.
"Gawat, Nyonya. gawat." jawab pelayan.
"Gawat apanya?" tanya Caroline yang masih bersantai ria sembari memakan kue yang barusan dia masak.
"Tuan muda Joshua dan Tuan Muda David serta tuan muda Daniel dalam masalah, Nyonya." jawab pelayan.
"Memangnya ada masalah apa?"
"Katanya mereka berkelahi di sekolah."
"Hee?" Caroline terdiam. Dia menatap pelayannya untuk beberapa saat.
"Kamu yakin?" tanya Caroline.
"Tentu saja nyonya." pelayan mansion itu nampak begitu ketakutan.
"Ya sudah, kalau begitu kamu tenang saja aku akan membereskan masalah ini."
"Apa Nyonya akan ke sekolah mereka!"
"Tentu saja aku akan ke sekolah mereka, nanti kalau Tuan Erik menelpon katakan saja aku ke sekolah si kembar." jawab Caroline. Wanita itu langsung bergegas ke kamarnya, dia akan bersiap-siap memang beberapa anak selalu melakukan bullying kepada Joshua. Karena anak itu terlalu pendiam David dan Daniel selalu menjadi tameng untuk saudara-saudaranya.
"Elios, kamu ada di mana?" Caroline menelpon Elios.
"Saya ada di kantor, Nyonya. Memangnya ada apa?" tanya balik Elios.
"Tolong kamu kembali ke rumah, jemput aku secepatnya. Aku ada sedikit permasalahan di sekolah si kembar." kata Caroline yang kemudian mematikan ponselnya.
Dari kata-kata yang diucapkan oleh Caroline, Elios yakin kalau ada sesuatu yang terjadi kepada si kembar. Dari nada bicara Caroline juga Elios dapat menebak kalau wanita itu mungkin menahan amarahnya, namun dalam ketenangan dan wajah datarnya itu tidak akan ada yang tahu siapa sebenarnya wanita yang dinikahi oleh bos mafia itu.
Tak berselang lama Elios sudah sampai di rumah besar. "Silahkan, Nyonya." Elios membuka pintu mobil.
"Kamu Pergilah ke sekolah dulu, aku akan membawa motor kesayanganku." jawab Caroline.
Entah sudah berapa lama Caroline tidak membawa motor besar kesayangannya, Elios yang mendengar jawaban dari majikan wanitanya seketika dia langsung melotot.
"Nyonya, apa Nyonya mau mencari masalah?" tanya Elios.
"Jangan banyak tanya, kamu cepat pergi ke sana dulu Aku akan menyusul." jawab Caroline yang kemudian berjalan menuju garasi.
__ADS_1
Wanita itu memakai dress cantik, namun ketika melihat motor kesayangannya itu dia bergegas kembali ke kamarnya. Dia mengganti seluruh pakaiannya, pakaian yang dia pakai saat ini tidak cocok mengendarai moge yang dia miliki.
Sekitar 10 menit kemudian Caroline sudah keluar dengan memakai pakaian brandal miliknya. jaket kulit, celana kulit serta beberapa aksesoris yang dia miliki. Rambut diikat untuk beberapa saat karena dia harus memakai helm.
Para pelayan yang ada di rumah itu menatap capcup istri dari Erik Regan.
Brummm!!
Brummm!!
"Hati-hati nyonya!" seru beberapa pelayan.
Caroline melambaikan tangannya, dia langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang, namun ketika di Jalan Raya motor itu langsung melesat secepat kilat.
Butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai di sekolah si kecil. wanita itu melajukan motornya seperti iblis yang merajalela, setelah 15 menit melalui jalanan Wanita itu sudah sampai di sekolah elit tempat anak-anaknya.
Salah satu penjaga keamanan sekolah itu menatap sebuah motor berharga fantastis itu memasuki area sekolah, Elios sudah sampai di sana hampir bersamaan dengan Caroline maklum saja jalan Sedikit macet.
"Nyonya sudah sampai?" tanya Elios.
"Matamu itu masih normal kan, Elios? Lalu kenapa harus bertanya lagi." jawab kesal Caroline.
Langkah kaki wanita cantik itu memasuki area sekolah. kacamata hitam dia pakai, beberapa pengajar yang ada di tempat itu benar-benar terpesona dengan keangkuhan wanita cantik yang memasuki tempat itu.
"Anda mencari siapa, Nona?" tanya salah satu guru.
"Aku mencari ruang kepala sekolah." jawab Caroline.
Pria yang bertanya kepada Caroline itu nampak menatap Caroline, dia tersenyum begitu menawan.
Di sebuah ruangan si kembar sudah berkumpul.
"Aku tidak mau tahu, hukum Mereka jangan sampai mereka membuat masalah!!' seru salah satu Ibu dari anak yang sudah dihajar oleh Daniel.
"Iya benar, hukum mereka. Berani sekali mereka membuat anak-anak kami seperti ini!!" seru wanita yang lain.
Caroline tidak masuk langsung ke dalam ruangan itu, dia masih mendengarkan suara teriakan para wanita yang mencerca anak-anaknya.
"Cari tahu siapa orang tua dari anak-anak itu, aku ingin mereka semuanya mendapat hukuman." pinta Caroline.
"Baik, nyonya." jawab Elios yang kemudian masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
"Oh.. jadi kamu Papa anak-anak ini ya?!" seru 3 wanita yang langsung memarahi Elios.
"Paman." panggil Daniel.
Elios tersenyum melihat si kembar yang sudah ada di tempat itu.
"Anak-anakmu ini harus bertanggung jawab, mereka sudah membuat anak-anak kami terluka!!" seru dua dari tiga wanita yang ada di tempat itu.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Elios.
"Mereka memukul Joshua, Paman. Mereka hampir mencelakainya, Kami tidak akan membiarkan saudara kami dicelakai." jawab Daniel.
__ADS_1
"Apa benar Joshua?" tanya Elios.
Joshua menganggukkan kepalanya.
"Dasar anak-anak kecil pembohong! beraninya kalian mengatakan hal itu! kalian ingin ditampar ya!!" teriak salah satu wanita.
"Siapa yang berani menampar anak-anakku?!" seru Caroline yang kemudian masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
Kacamata hitam itu masih melekat di wajahnya, salah satu guru yang ada di tempat itu menatap wanita cantik yang beberapa kali dia lihat ketika mengantar si kembar.
"Siapa kamu?!" seru salah satu wanita.
"Aku adalah mama dari anak-anak ini." jawab Caroline.
"Didik anakmu dengan baik! beraninya mereka menghajar anak-anak kami! Lihatlah mereka sampai terluka seperti ini!" teriak tiga wanita.
Caroline menatap keempat anaknya, Joshua menundukkan kepalanya sedangkan Daniel dan David mereka begitu geram dengan tiga anak yang sudah membully Joshua.
"Katakan apa yang sudah mereka lakukan, sayang?" tanya Caroline dengan begitu santai.
"Mereka sudah menyakiti Joshua, Mama. mereka juga sering menghina Joshua, mereka menyiram bahkan mendorong Joshua." jawab David.
"Dasar anak tidak tahu diri!" teriak salah satu wanita yang sudah mendekati Daniel sembari tangannya terangkat ingin memukul..
BUGG..
Melihat itu tentu saja Caroline tidak terima, salah satu kakinya spontan menendang wanita yang ingin menampar putranya.
"Jangan pernah berani menyentuh anak-anakku, Jika kamu berani melakukannya akan kukirim kamu ke neraka." jawab santai Caroline.
"Tenang, Nyonya. tenang..," ucap kepala sekolah.
Tatapan tajam bahkan sangat menakutkan itu ditunjukkan oleh Caroline.
"Jangan pernah mengancam kami!" seru 3 wanita.
"Memangnya siapa kalian?' tanya Caroline.
"Kami adalah para istri orang-orang kaya, siapa kamu beraninya kamu menendangku?!" teriak si wanita yang sudah ditendang oleh Caroline.
Senyum mencibir itu kembali terlihat, Caroline menatap tiga wanita yang ada di ruangan itu.
"Cari tahu mengenai mereka, Elios. buat mereka merasakan pahitnya kehidupan ini." perintah Caroline.
"Baik, nyonya." jawab Elios.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
__ADS_1
*Isteri bar-bar bos mafia 2
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊