
"Kamu bertanya siapa aku? kamu ingin tahu apa kamu ingin memperjelas statusku?" tanya Caroline yang kemudian duduk di kursi kebesaran Erik. Tatapan mata orang-orang itu menatap wanita cantik bertubuh langsing dengan make up berwarna cantik.
"Tentu saja kami ingin tahu apa kedudukanmu di sini?" tanya salah satu pemegang saham.
Caroline terdiam kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. "Aku, Caroline Regan, Aku adalah istri dari Erik Regan, pemegang kedua saham perusahaan ini. Apakah kamu ingin mengetahui lebih lanjut atau kamu ingin aku tunjukkan kedudukanku di sini?" kata-kata yang dikeluarkan oleh Caroline semakin tajam dan semakin menekan. Salah satu pemegang saham tangannya sudah terluka, dia menatap Caroline dengan tatapan mata yang ingin sekali menghabisi.
Wanita itu menoleh menatap Elios, dia memberikan isyarat kepada pria itu untuk menyuruh masuk beberapa pengawalnya.
"Iya, Nyonya. beberapa pengawal sudah masuk ke ruangan rapat itu. Blokade seluruh pintu masuk perusahaan ini, tutup semua pintu keluar dari tempat ini bahkan pintu keluar tikus pun tutup perintah Caroline.
"Baik," jawab beberapa anak buah Caroline.
Wanita itu tersenyum menatap orang-orang yang ada di ruang rapat, orang-orang yang mungkin berjumlah sekitar 10 atau 13 orang.
"Apa yang akan kau lakukan?!" seru pria lanjut usia. Aku akan membunuh kalian semuanya di sini, aku akan membuat kalian membusuk di ruangan ini tanpa bisa keluar sama sekali." jawab Caroline yang bersikap begitu tenang. raut wajahnya begitu tenang dengan kata-kata yang begitu menekan.
Aku tidak akan membiarkanmu menekan dan mengancam kami!" seru salah satu pria.
Senyum maut ditunjukkan oleh Caroline, wanita itu berdiri mendekati beberapa pria berumur yang kata-katanya sangat tajam itu pisau yang menancap di meja itu. kemudian dicabut olehnya. Dia berjalan mendekati beberapa pria paruh baya yang mulutnya tidak bisa dijaga.
"Kamu tahu Pak tua, Jangan biarkan rambut botak mu ini semakin meluas, kamu tahu.. yang tidak aku suka dari pria itu kepala botak yang bisa dijadikan lapangan golf." ucap Caroline.
Lah situasi segenting Itu malah mulut embernya membuat lelucon, John dan Elios saling menatap satu sama lain. Walaupun dia berbicara sedikit konyol tapi dia akan memberikan hukuman yang tidak akan bisa terbayangkan.
"Beraninya Kamu menghinaku!" seru si pria tua.
Caroline menepuk punggung pria tua itu berulang kali, tiba-tiba saja terasa di belakang kepala pria itu sudah bertengger ujung pistol.
"Kamu tahu, andai kata peluru dari pistol ini keluar maka otak jelek mu ini akan berhamburan. Kepalamu yang seperti lapangan golf ini akan kujadikan pajangan.
Aku tidak akan memberi maaf kepada siapapun, jangan pernah mengancamku Jika kamu ingin hidup." Caroline membisikkan kata-kata itu di telinga pria setengah baya.
Tentu saja pria itu langsung tersentak, jantungnya terasa tiba-tiba berhenti pistol sudah bertengger di belakang kepalanya. jika wanita itu sedikit berbohong maka kepalanya tidak akan menghilang. Tapi jika wanita itu benar-benar ingin memberikan dia hukuman apa yang akan terjadi.
__ADS_1
Pria yang tangannya sudah terluka pun dia hanya terdiam sembari menundukkan kepalanya, darah terus keluar dari tangannya. pintu ruangan itu sudah dijaga oleh beberapa pengawal bahkan seluruh perusahaan pun langsung diblok ada tanpa ada yang bisa keluar sama sekali.
"Kalian tidak percaya kalau perusahaan ini sudah aku blokade, telepon saja anak buah kalian yang ada di luar, tanyakan kepada mereka Apa yang terjadi dengan perusahaan ini!" seru Caroline dengan suara yang begitu keras.
Mendengar kata-kata itu seketika beberapa pengusaha langsung menelpon anak buah mereka yang ada di luar, alhasil jawabannya Sama persis dengan yang dikatakan oleh Caroline. Perusahaan itu ditutup bahkan penjagaan langsung diperketat, tak ada satu celah pun terbuka.
"Aku sudah bilang kan Jika seorang wanita sudah murka, bahkan lubang tikus pun kalian tidak akan bisa bersembunyi. dengarkan Aku baik-baik, sekarang perusahaan ini ada di bawah kekuasaan dan kepemimpinan ku. Siapapun yang melawan akan ku habisi di tempat." Caroline tersenyum sembari mengatakan itu.
Salah satu pria berusia lanjut kelihatannya dia tidak terlalu takut dengan Caroline, dia berdiri sembari menunjuk Caroline.
"Dasar wanita murahan, dasar wanita brengsek!" seru si pria.
Caroline hanya menunjukkan senyumnya, sesaat kemudian..
DOR..
Satu tembakan langsung bersarang di kaki pria lanjut usia itu.
"Aku tidak sedang bermain-main, apa yang aku katakan pasti akan aku lakukan." ucap Caroline yang kemudian menunjukkan raut wajah yang begitu marah.
John dan Elios dibuat terkejut dengan semua itu, rasanya kedua pria itu dan beberapa anak buah Caroline yang ada di ruang rapat mereka begitu susah menelan ludah mereka. Terasa nafas mereka sudah berada di pucuk pedang bergerak sedikit mereka akan mati.
"Silakan kalian yang ingin keluar, akan aku persilahkan dengan pemakaman indah yang akan menjadi pendamping kalian."
DOR..
"Aaaaaa!!!"
satu tembakan mengenai pria lanjut usia. pria itu berteriak, dia nyengir kesakitan. Salahkan saja dirinya sendiri karena dia tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Caroline. Dia terduduk di lantai dengan genangan darah yang keluar dari kakinya.
"Itu hanyalah hukuman kecil untukmu, tua bangka. Jika kamu berani mengucapkan sepatah kata pun maka kata-katamu itu akan menjadi boomerang mu sendiri." Caroline yang kemudian mendekati pria itu, lidahnya benar-benar sangat tajam setajam pisau yang akan melukai siapapun.
Street..
__ADS_1
Sebuah goresan indah di mulut salah satu pria yang bermulut tajam.
"Aaaa!!!" teriak si pria.
Tiga pria yang ada di tempat itu terluka oleh tangan cantik istri pemilik perusahaan Regans.
"Kalian tahu, jari jemari cantikku ini sudah terbiasa membunuh orang, jari jemari cantik ini sudah terbiasa menggores tubuh seseorang. Jangan biarkan jari jemariku yang cantik ini membunuh kalian sekarang juga." ancam Caroline.
Satu ruangan langsung terdiam, raut wajah mereka langsung pucat pasi, panas dingin dengan tubuh yang gemetar.
Memangnya siapa yang akan menolong mereka? tidak akan ada orang yang bisa masuk ke tempat itu. Tak berselang lama jaringan yang ada di ponsel langsung mati, orang-orang yang ada di tempat itu sangat kebingungan. Mereka hendak menelepon polisi atau siapapun untuk menolong mereka, namun sayangnya Caroline meminta salah satu anak buahnya untuk meretas seluruh jaringan bahkan menyusup ke beberapa ponsel milik para pengusaha itu.
"Oh ya, aku mempunyai beberapa hadiah untuk kalian para tua bangka, para tua pria tua brengsek, penghianat, pria mesum dan para orang-orang tidak tahu diri." ucap Caroline.
Laptop yang tadi dia bawa diletakkan di meja kemudian dia buka. Dia memperlihatkan beberapa tindakan asusila dan kejahatan dari beberapa pria kaya yang ada di ruangan itu.
"Kalian tahu, satu video dari pemilik perusahaan ternama akan hancur dalam sekejap. Aku ingin tahu bagaimana rasanya kamu kehilangan segalanya, keluarga harta dan hidupmu."
DEG..
satu ruangan itu langsung terkejut. Entah dari mana wanita itu mendapatkan beberapa informasi yang begitu penting itu.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya salah satu pengusaha.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
*Isteri bar-bar bos mafia 2
__ADS_1
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊